
📚.18-Win win Solution
طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim."-Diriwayatkan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha'if Sunan Ibnu Majah no. 224.
****
Suasana ruang keluarga mansion Radityan kali ini terlihat beribu ribu lebih menegangkan. Empat orang pria beda usia dan tiga wanita beda usia tengah menyidang sepasang anak adam dihadapan mereka. Lebih tepatnya mendengarkan klarifikasi secara langsung dari narasumber tersebut. Terutama sang kepala keluarga utama yang memiliki point terpenting dalam interogasi kali ini. Dia-Keevano radityan Khutbi pria yang masih memegang nama Radityan paling utama dari generasi Radityan pertama-Ibra Radityan Ayahnya.
Pria yang sudah baya tersebut menatap putranya Van'ar dan sang cucu Arsyad bersamaan. Kedua pria beda usia itu memanglah berbeda walaupun memiliki gen darah yang sama sama mengalir darinya. Van'ar adalah putranya. Nama pria tersebut saja diambil dari namanya dan sang istri Vano dan Arkia (Van'ar). Sejak kecil Van'ar selalu taat akan peraturan dan selalu disiplin sesuai nama belakang yang disematkanya (Az-zzioi yang diambil dari suku kata Aoi yang berarti Waktu). Sifat tersebut juga terlihat jelas diturunkan kepada putranya. Didikan matang antara Van'ar yang disiplin dan tegas sebagai seorang abdi negara yang terlatih untuk selalu tepat,ia juga menerapkanya saat mendidik putra putrinya,dan Aurra. Sosok wanita tangguh yang tak bisa dianggap sepele. Pemilik hati selembut kapas seperti sang istri Arkia.
Oleh karena itu,Vano tak pernah meremehkan didikan kedua putra putrinya tersebut. Sebelum mengambil keputusan finalnya,ia terlebih dulu mendengarkan klarifikasi dari narasumbernya secara langsung dan detail.
Dengan lantang dan jelas Arsyad buka suara. Menjelaskan kenapa dirinya mengambil keputusan ini. Membungkap para tetua dengan penuturanya yang begitu meyakinkan. Alih alih seperti remaja sebayanya yang kegeep berbuat maslahat,Arsyad malah terlihat seperti pria matang yang memang telah siap memikul tanggungjawab sebagai seorang suami. Ujaranya mantap,tanpa keraguan sedikitpun. Membuat para orangtua disana diam diam bangga akan cucu tertua Radityan generasi ketiga tersebut.
"Jadi,Davin dan Aroon sudah tahu?" Tanya Lunar penasaran.
"Iya. Davin dan Aroon ikut menjadi saksi dipernikahan Arsyad." Jawab Van'ar mewakili.
"Jahat sekali mereka tidak bercerita pada ibunya." Kesal wanita tersebut,yang langsung ditengahi oleh sang suami.
"Mungkin mereka ingin kita tahu sendiri dari sumbernya." Ujar Arkan menengahi.
Para putra putri mereka memang sudah pergi kesekolah dua puluh menit yang lalu. Mengingat ini adalah hari senin,hari yang cukup sibuk bagi semua orang termasuk 5 cucu Radityan tersebut. Hanya Arsyad yang masih tertahan disini. Soal pendidikanya sendiri masih buram untuk kedepanya.
"Jadi kedepanya mau bagaimana?" Tanya Kia àngkat bicara.
Wanita paruh baya itu menatap sang cucu iba. Bagaimanapun juga,salah satu cita cita mulia cucunya itu terputus karena keadaan ini.
"Soal pendidikan Arsyad bagaimana?" Tanya Arkia.
Aurra sang ibu dari siempunya nama mendongrak. Sejak semalam,itu juga yang telah dipikirkan olehnya. Tidak mungkin Aŕsyad yang sudah menikah bersekolah?
Pihak sekolah pasti akan berpikir yang tidak tidak jika mengetahui anak emas mereka sudah menikah. Belum lagi soal reputasi nantinya akan dipertanyakan.
"Apa Arsyad tidak akan bersekolah lagi?" Lanjut Kia bertanya.
Arsyad hanya dia sambil menunduk kecil. Dia juga tidak memiliki solusi untuk jalan keluarnya. Cita citanya sudah dia korbankan,kini tinggal bangku pendidikanya yang akan terancam pula. Sejak mengambil keputusan untuk menikahi Kara,Arsyad sudah memikirkanya. Pendidikanya pasti terancam karena statusnya yang kini.
"Arsyad masih tetap bisa melanjutkan pendidikanya." Suara Tyoga membuat semua orang menatapnya,tak terkecuali sang putri.
"Arsyad bersekolah di SMA Dandelion bukan?" Arsyad mengangguk sebagai jawaban.
__ADS_1
"Sampai Arsyad lulus nanti,saya akan pastikan pihak sekolah menutup mulut tentang status Arsyad." Ungkapnya yang langsung membuat mereka terdiam.
"Soal surat menyurat tentang dokumen pernikahan juga akan dikeluarkan secara legal saat Arsyad lulus nanti. Saya menjamin hal tersebut. Kemanapun Arsyad ingin melanjutkan pendidikanya nanti,saya yang akan turun tangan secara langsung." Lanjutnya.
Arsyad menatap sang mertua terkejut. Dengan mudahnya pria baya itu mengatakan hal tersebut. Hal hal awam yang agaknya hanya bisa terdapat dibuku buku novel romance. Apa saking besarnya pengaruh Tyoga-sampai sampai apapun bisa dilakukanya.
"Apa bisa begitu?" Tanya Aurra lirih.
Wanita itu masih tidak percaya dengan win-win solution yang terdengar amat mustahil tersebut.
"SMA Dandelion memilik orang orang dalam, yang 80% hiďup dari keuangan saya. Saya bisa menjamin,jika Arsyad akan kembali bersekolah dengan biasanya. Saya juga sudah menghubungi kepala sekolahnya,yang kebetulan kenalan saya."
Van'ar menoleh cepat,menatap sang besan.
"Apa ini semacam nepotisme?"
"Tentu saja bukan." Ujar Tyoga menampik.
"Nepotisme hanya berlaku dipolitik. Soal ini lain ceritanya. Arsyad menikahi putri saya,yang otomatis menjadi pelindungnya. Disisi lain,ada hak dan kewajibanya sebagai seorang anak,yaitu belajar dan mengenyam bangku pendidikan. Saya hanya tidak ingin hak dan kewajiban Arsyad terenggut hanya karena telah menikahi putri saya." Ujar Tyoga yang langsung membuat mereka termenung.
Win-win soluction yang diberikanya ini memang solusi yang cukup memadai. Mengingat Tyoga-orang yang cukup disegani. Duda beranak satu itu memiliki koneksi juga uang. Dua hal yang bisa membuat apa yang mustahil menjadi mungkin. Soal orang orang petinggi didalam negri pasti dengan mudah dimintainya pertolongan. Terlebih lagi Tyoga ini orang yang cerdas dan kompeten. Selalu ada feedback yang bisa didapatkanya dari bantuanya yang diberikanya kepada orang lain.
"Kelak,putri saya yang akan mewarisi segala aset yang sama miliki. Berarti,Arsyad sebagai suami juga ikut ambil bagian. Karena bagaimanapun juga ridho seorang suami adalah pahala yang paling utama bagi seorang istri." Imbuh Tyoga.
"Soal tempat tinggal. Maaf menyinggung ini,tapi ini saya lakukan semata mata demi kenyamanan putri saya."
"Kara akan tinggal disini,dengan saya." Ujaran Radityan muda itu membuat Tyoga tersenyum tipis.
"Kamu yakin?" Tanyanya sambil menatap Arsyad.
Arsyad mengangguk mantap tanpa banyak berpikir.
"Kara selama ini hidup seperti layaknya princess Rapunzel." Ungkapnya.
Tùjuan Tyoga mengatakan ini adalah agar mereka mengerti. Seberapa berharganya sang putri bagi dirinya. Tyoga hanya ingin memastikan jika mereka mengerti akan bagaimana mereka menghadapi,menjaga dan memperlakukan sang putri.
"Dia hidup dibalik dingding beton yang menjulang tinggi dengan celah keluar yang amat kecil. Dilindungi berbagai keamanan dan fasilitas yang memadai tanpa harus membuat dia terekspose oleh dunia luar."
Fakta soal hot daddy yang over protectif menjaga putrinya itu memang benar adanya. Sebagai seorang pembisnis ukuran kelas tuna-kehidupan pribadi Tyoga tentunya sangat menarik untuk diusik. Namun,setiap kali ada berita yang memuat tentang keluarga kecilnya,berita tersebut tidak akan pernah bertahan hingga 24 jam lamanya. Orang orangnya akan langsung bergerak menarik edaran tersebut. Membuat berita tersebut hilang dari dunia dalam sekali tindakan.
"Kara boleh tinggal bersamamu,karena memang itu tanggungjawabmu sebagai seorang suami. Akan tetapi,soal keamanan saya tidak akan melepaskanya sedikitpun." Ujar Tyoga mengimbuhi.
"Tinggal dimanapun itu,tak masalah. Kara juga agaknya lebih suka rumah kecil yang banyak bunga mataharinya,ketimbang rumah megah milik saya di Surabaya."
Gadis yang namanya disinggung berulang kali itu mendongrak. Menatap sang ayah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Papih..." Cicitnya kecil.
"Kara boleh tinggal disini,asal dia sendiri nyaman dengan lingkungan barunya. Terutama soal kesehatanya,saya agak sensitif akan hal tersebut."
"Soal keselamatan dan kesehatan putrimu,kami insaallah bisa menjaminya." Ujar Vano menjawab.
"Ya,saya tahu itu. Kara memiliki mertua seorang dokter bedah ahli juga tentara AD RI yang terhormat-juga memiliki wawasan cukup memadai soal psikolog. Itu lebih dari cukup sebagai jaminan."
Aurra mendongrak,menatap sang suami. Seolah-olah bertanya,kenapa mertuanya itu mengatahui tentang profesi mereka secara detail. Namun,usapan lembut dipunggung tanganya membuat Aurra kembali tenang. Ia lupa akan fakta jika Tyoga-besanya itu memiliki uang dan koneksi. Dua hal yang membuat segala sesuatu yang mustahil jadi mungkin.
"Selain itu,Kara memiliki penawar baru selain saya disini." Ujar Tyoga sambil menatap sang putri yang masih menatapnya.
Putrinya itu memang sulit betadabtasi dengan lingkungan baru juga orang orang baru. Namun semua itu tak berlaku bagi Arsyad. Agaknya pemuda itu memiliki magnet tersendiri yang membuat putrinya mudah percaya kepadanya. Oleh karena itu,Tyoga bisa dengan mudah melepas putrinya disini.
"Mulai hari ini,putri saya akan menjadi bagian dari keluarga Radityan. Jikapun ada hal hal buruk yang terjadi kepadanya,orang pertama yang akan saya cari adalah putra kalian." Ujar Tyoga tak gentar.
"Arsyad An-nass Senopati Az-zzioi. Sosok yang bertangjawab soal keselamatan juga kenyamanan puti saya kedepannya." Ujarnya mantap diakhir kalimatnya.
Entah itu sebuah kalimat pengutaraan atau gertakan. Namun yang pasti,tanggungjawab yang Arsyad pikul beratnya bukan main. Bukan saja soal memiliki istri yang begitu memerlukan penanganan ekstra. Dia bak menikahi putri sultan yang tentu saja bapaknya bak jelmaan singa jantang yang kapan saja siap menerkan.
Walaupun begitu,Agaknya Arsyad bisa bersyukur karena win-win solution lain telah didapatkan olehnya. Dia masih bisa melanjutkan sekolahnya yang tinggal beberapa bulan lagi menuju kelulusan. Untuk kedepanya,biarlah sepertiga malamnya yang menjawab. Arsyad yakin,Allah senantia mendengarkan keluhan ataupun do'a apapun yang dipanjatkan oleh umatnya. Selama semua itu masih berada dalam taraf yang wajar.
****
TBC
Hallo readers,bang Arsyad Update lagi yo🕭🕭
Maaf nih,buat readers lama menunggu.
Aku belum bisa update karena beberapa hari kebelakang aku sibuk sama even didunia orange.
Ada dua novel yang aku tamatkan didunia orange. Huft,pokoknya aku lagi keteteran buat up teratur. Jadi semoga readers semua mengerti.
Karena bagiku,dunia orangi dan NT/MT itu dua rumah yang berbeda. Aku disini nyaman dizona ini,didunia orang lain ceritanya.
Yups,jadi readers yg penasaran sama duniaku disana bisa follow akunku *@nengkarisma
Atau mampir ke karya"ku ini⤵
Jangan lupa komentarnya buat BCT ya guys^^
__ADS_1
Aku tunggu😊😊
Sukabumi 28 Okt 2020