Bukan Cinta Terencana (R3)

Bukan Cinta Terencana (R3)
.22-Akibat Stroberi


__ADS_3

📚.22-Akibat Stroberi


"Setiap orang terlahir didunia itu unik,memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda-beda."



****


Pernahkah terpikirkan oleh dirimu sekalipun,maut bisa datang kapan saja dan karena hal hal sepele sekalipun. Semua itu sudah menjadi rahasianya. Apapun tertuang didalam kitam-Nya. Hidup dan matinya seorang hamba selalu sesuai dengan ukiran takdir-Nya. Tapi apa pernah,kamu berpikir jika makanan yang biasa kita konsumsi sehari hari bisa membunuh seseorang?


Semua manusia lahir dengan keunikanya tersendiri. Mereka membawa watak tersendiri,dimana setiap keadaan yang dialaminya,terkadang membawa kasus yang berbeda dengan orang lain. Dari jutaan orang dibumi yang menyukai buah manis cenderung agak asam berwarna merah dengan bintik putih kehijauan,yang dikenal dengan nama Stroberi. Segelintir dari jutaan tersebut pasti ada yang tidak menyukainya,bahkan amat menjauhinya. Alasanya berbeda beda,ada yang fhobia,jijik/geli,alergi ataupun alasan lainya.


Namun bagi Atmariani Karamina Ardiani buah stroberi adalah malaikat mau yang nyata keberadaanya. Imun didalam tubuhnya tidak bisa mentolerir sedikitpun buah tersebut masuk kedalam tubuhnya. Jika tertelan sedikit saja,akan fatal akibatnya.


Stroberi merupakan buah serbaguna yang kaya dengan berbagai kandungan nutrisi seperti vitamin C, zat besi, kalium, asam folat, dan lainnya. Dan mungkin hanya stroberi buah yang memiliki 200 biji di kulitnya. Tapi stroberi juga menyebabkan alergi bagi manusia. Alergi ini biasanya umum terjadi pada bayi atau balita.


Alergi terjadi bila anak-anak atau orang dewasa menolak protein yang terkandung di dalam stroberi. Jika sistem kekebalan tubuh menganggap protein itu sebagai zat berbahaya, reaksi alergi akan muncul.


Protein pembawa sifat alergi secara umum disebut dengan istilah allergen. Penamaannya khas mengikuti sumber allergennya. Semisal pada buah stroberi ditandai dengan Fra a1 (Fragaria allergen 1). Menurut penelitian yang dilansir darilivestrong.com, makan banyak buah stroberi bisa memancing gatal-gatal di kulit atau yang dalam istilah medis disebut dengan Urtikaria.


Beberapa peneliti telah berhasil mengisolasi protein tertentu yang dianggap sebagai penyebab alergi stroberi. Protein ini adalah salah satu protein yang menawarkan warna merah untuk stroberi, ini karena peneliti tidak menemukan protein ini pada stroberi putih.


Mungkin pada awal Anda makan stroberi, reaksi alergi belum terjadi. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi imunoglobulin E (IgE) untuk menetralkan protein demi melindungi tubuh. Tapi pada tahap selanjutnya, antibodi IgE memicu sel-sel tubuh untuk menghasilkan histamin. Histamin ini mendorong pelebaran pembuluh darah, sekresi (pengeluaran) cairan yang dapat menyebabkan kejang otot, dan reaksi alergi pun terjadi.


Seperti dilansir dari Buzzle dan Ehow, beberapa gejala-gejala yang terjadi bila seseorang mengalami alergi stroberi antara lain :


Baal dan kesemutan di mulut,bibir terasa terbakar,nyeri usus,pembengkakan dan penutupan tabung bronkial (saluran utama dari tenggorokan ke paru-paru). Sesak napas,infeksi kulit,ruam kulit atau gatal-gatal,mata berair,muntah,diare,pembengkakan lidah,


mulut, dan tenggorokan.


Kebanyakan orang mengalami ruam alergi stroberi setelah makan atau menggunakan produk yang berasal dari stroberi.


Bila memiliki alergi terhadap stroberi, mereka harus berhati-hati memilih makanan serta produk-produk lainnya, karena stroberi dapat muncul dalam bentuk makanan atau produk apa saja. Seperti maku Ăšp,pengharum ruangan,dan sebagainya.


Itulah juga yang dialami oleh Kara. Dia mengalami sesak nafas dan akhirnya pingsan karena gejala lain yang timbul karena alerginya. Seluruh anggota Radityan dibuat heboh dengan jatuh pingsannya sang cucu menantu. Bahkan Tyoga-ayah Kara yang tengah berada diluar negri langsung kembali menggunakan pesawat pribadinya.


Di depan ruang UGD,Arsyad menunggu dengan cemas. Ditemani oleh Ayah,ibu,kembaran,juga Aroon dan Davin. Mereka menunggu didepan UGD bersama dua orang bodyguard yang menjaga Kara 24 jam lamanya. Anggota keluarga yang lain sudah kembali pulang ke Mansion,dikarenakan ada beberapa hal yang perlu mereka kerjakan.


Sudah setengah jam berlalu,dan Arsyad masih menunggu. Harap-harap cemas ia menunggu kabar tentang kondisi terkini sang istri. Namun,belum sempat Arsyad mengetahui keadaan terkini sang istri,tiba tiba sebuah pukulan telak mengenai rahanya. Membuat tubuhnya yang tak siap,langsung terpelanting.


Bugh


Pukulan tersebut bahkan menimbulkan suara nyaring yang diikuti dengan tumbangnya pemuda tampan tersebut kelantai. Arra bahkan memekik keras,saking terkejutnya melihat sang kakak yang tiba tiba tumbang. Aurra juga sama,wanita itu langsung menghampiri sang putra. Membantunya untuk berdiri dengan segera. Sedangkan Van'ar memilih untuk meneangkan sipelaku yang nampak murka. Aroon dan Davin juga langsung sigap membantu Arsyad.


"Ck,belum 2 x 24 jam genap tinggal bersama,putriku sudah hampir meregang nyawa."


Lontaran kata kata pedas nan penuh amarah itu,berasal dari seorang pria yang amat murka. Tanganya terkepal kuat,dengan raut wajah yang merah padam menahan amarah.


"Tenak pak,kita bisa bicarakan semua ini dengan baik baik." Lerai Van'ar.


"Baik baik katamu? Apa kau lihat apa yang tengah terjadi pada putriku?!" Bentak Tyoga Emosi.


"Semuanya bisa dibicarakan dengan baik baik,pak." Seorang wanita berkacamata dengan setelah formal khas pekerja kantoran juga ikut melerai.


Tyoga-pria itu datang dengan dua bodyguard dan sekretarisnya,setelah tiba di Indonesia. Pria itu amat murka,saat putrinya masuk UGD karena kelalain semata. Putrinya itu alergi Stroberi. Sedikit saja makan stroberi,maka akan fatal akibatnya.


"Lepas?!" Ujarnya sambil mengibaskan tangan Van'ar yang memegangi dirinya.


Iris gelapnya menatap tajam kearah sang menantu yang kini sudah berdiri kembali. Sambil menyusut darah yang keluar dari luka disudut bibirnya yang terluka.


"Kamu lalai dalam mengemban tanggungjawabmu?!" Ujarnya penuh penekanan,sambil menatap tajam kearah Arsyad.

__ADS_1


"Lily,panggil pilot. Siapkan pesawat sekarang. Kita terbang ke Singapura malam ini juga." Titahnya,yang langsung diangguki oleh sang sekretaris.


"Pak-" Panggil Arsyad mencoba berbicara.


"Berhenti berbicara. Untuk saat ini,saya tidak menerima toleransi sedikitpun." Tahan Tyoga.


"Sebaiknya kita bicarakan secara kekeluargaan?" Ujar Van'ar menengahi.


"Nanti. Jika saya sudah memastikan jika kondisi putri saya baik baik saja." Ujar Tyoga.


"Untuk saat ini,biarkan saya mengambil putri saya untuk menjaga keselamatanya agar tetap berada dikondisi yang seharusnya." Setelah mengatakan kalimat tersebut,Tyoga berbalik.


Meninggalkan mereka yang masih mematung ditempat,termasuk Arsyad.


"Abang mau kemana?"


"Bunda,abang harus mencegah papihnya Kara membawa Kara."


"Tapi bang,"


"Kara istri abang bunda,tanggungjawab abang. Sudah seharusnya abang yang bertanggungjawab akan dirinya." Ujar Arsyad mantap,sambil menyentuh ujung bibirnya yang terasa perih ketika berbicara.


"Bang?" Panggil Aroon.


"Yakin mau nyusulin papihnya Kara? Beliau lagi marah begitu."


"Iya bang." Timpal Davin.


Arsyad mengangguk mantap sebagai jawaban.


"Bang?"


"Ada apa ayah?"


"Ikut Ayah,kita perlu bicara."


Arsyad mau tak mau mengangguk patuh. Jika sudah begini,dirinya tak bisa berbuat apa apa lagi. Pilihan yang terbaik baginya saat ini adalah menuruti ucapan sang ayah. Mengekori langkah pria yang telah berjasa besar membuatnya ada didunia ini.


"Ada apa ayah?" Tanya Arsyad,saat mereja sudah jauh dari ruangan UGD.


"Abang sudah salat isya?" Arsyad diam sejenak.


Selepas makan malam tadi,ia memang menemani sang istri tour. Karena belum masuk waktu salat isya,maka ia memilih untuk melanjutkan tour yang tertunda tadi. Tapi,karena insiden tak terduga yang membuat cemas banyak orang. Arsyad sendiri sampai lupa belum menunaikan ibadahnya.


"Ambil air wudhu,kita salat isya dulu."


"Iya ayah."


Kedua pria beda usia itu berlalu menuju mushola yang berada dirumah sakit. Mengambil air wudhu sambil bersisian. Kemudian berlanjut menunaikan ibadah salat isya yang sempat tertinggal,dengan Van'ar sebagai imam dan Arsyad selaku mak'mum.


Selesai menunaikan ibadah salat isya,Van'ar terlebih dahulu berjalan keluar musola. Dia memimpin jalan,hingga tiba ditaman samping rumah sakit. Arsyad masih dengan sabar mengekori sang ayah,walaupun hatinya masih tidak menentu.


"Kamu mau menghalangi pak Tyoga membawa Kara?" Tanya sang ayah to the point.


"Bukan begitu yah. Kara itu istri abang,tanggungjawab abang."


"Iya. Kara memang tanggungjawab abang,tapi apa abang pernah berpikir jika seorang orangtua tidak akan semudah itu melepas bebas buah hatinya."


Arsyad menatap pemandangan dihadapanya nyalang. Ini memang salahnya,salahnya karena telah lalai menjalankan tugasnya.


"Abang cuma mau melakukan apa yang menurut abang benar. Abang yakin,Kara pasti bisa ditangani dengan baik disini. Lagi pula Kara istri abang,sudah menjadi hak abang untuk memutuskan apa yang terbaik untuk Kara." Ungkap Arsyad panjang lebar.

__ADS_1


Van'ar sendiri baru tahu jika sang putra bisa berbicara panjang lebar seperti saat ini. Padahal yĂ ,Arsyad itu seperti duplikatnya. Irit bicara dan selalu datar juga to the point ketika mengutarakan sesuatu.


"Iya. Tapi,untuk saat ini posisinya cukup sulit bang." Ujar Van'ar menjelaskan.


"Pikiran orangtua Kara tidak seperti apa yang dipikirkan. Pak Tyoga sangat menyayangi Kara,oleh karena itu Kara diperlakukan sangat protectif."


Arsyad mengangguk,lalu tatapanya beralih pada tanganya sendiri yang bertautan. Ia juga tahu betapa pentingnya Kara bagi Tyoga. Tapi dalam hal ini,Arsyad setidaknya ingin bertanggunjawab secara penuh soal kesehatan Kara. Ia tahu kenapa Tyoga amat murka tadi. Tapi,semua itu juga tidak disengaja. Semua itu hanya kekhilafan semata.


"Kamu seharusnya lebih bĂ nyak mencari tahu soal latarbelakang istrimu. Jika tidak,kamu akan terbelunggu karena ketidaktahuan."


"Maksud Ayah?"


"Apa kamu tahu kenapa Kara selama ini hidup bak putri dinegeri dongen?" Tanya Van'ar yang tentu Arsyad tahu jawabanya.


"Jika abang pikir karena publik semata maka itu salah." Arsyad menoleh tak percaya,lalu netranya menatap sang ayah bingung.


"Secara finansial keluarga kita mungkin berada beberapa langkah dibelakang ayah Kara. Bahkan,jika abang tahu kebenaran yang aslinya abang akan mengerti kenapa ayah Kara begitu ketat menjaga Kara." Ujar Van'ar sambil beranjak.


"Selain karena rasa kasihsayangnya yang besar,pak Tyoga melakukan hal tersebut karena hal lain. Jadi untuk saat ini,kamu lebih baik pikirkan ulang keputusanmu. Ayah akan berikan jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang bersarang dibenakmu." Ujar Van'ar sambil menoleh.


"Istrimu itu,bukan gadis sembarangan."


Deg


"Maksud ayah?"


"Bukan karena dirinya yang terlahir spesial. Namun,ada bauran rumit yang membuat Kara harus hidup tersembunyi."


Setelah berkata demikian,Van'ar beranjak pergi. Namun sebelum benar benar pergi,dia sempat mengucapkan sesuatu.


"Baca,fahami dan teliti apa yang om kamu kirimkan. Ayah tahu,setelah itu kamu akan mengerti langkah apa yang harus kamu ambil kedepanya."


"Ingat,sebesar apapun fakta yang kamu temukan nanti. Kamu tetap pantas,bersanding dengan Kara. Kalian sudah terikat dihadapan tuhan."


Arsyad sebenarnya tidak mengerti apa yang dimaksud oleh sang ayah. Setelah sang ayah pergi,ada email yang masuk dari om-nya yang tinggal di New york. Galaksi-mengirimkan sebuah softcoppy dokumen. Dia juga tahu jika kedua om-nya yang memiliki tugas seperti spy handal itu memang selalu bisa diandalkan soal mencari tahu sebuah informasi.


Jauh,sebelum insiden ini terjadi Van'ar sudah mencari tahu tentang latarbelalang Kara juga keluarganya dengan bantuan Galaksi dan Gemintang. Setelah putranya menikahi gadis manis tersebut,ia memang memutuskan untuk mencari tahu segalanya. Mengingat lagat Tyoga menjaga Kara agaknya terlalu berlebihan. Hasilnya,belĂšm beberapa jam ia meminta informasi sedetail mungkin,kedua Pradipta saudara itu telah menemukan segalanya. Seluk beluk hingga asal muasal sumber informasi tersebut sangatlah terpercaya.


Oleh karena Van'ar tak kaget lagi,saat melihat kemurkaan Tyoga yang begitu memunjak. Ibaratnya,jika sang putri terluka seujung kuku terluka saja,Tyoga mampu membalas si pelaku ribuan kali lebih berat dengan apa yang diperbuatnya. Semua itu dilakukanya atas dasar kasihsayangnya sebagai seorang ayah kepada putrinya,namun juga karena ada puluhan individu tak terlihat yang siap menyakiti putrinya. Karena,dibalik wajah cantik gadis mungil tersebut mengalir darah nigrat yang tentu diikiuti dengan konsfirasi politik disampingnya.


"A-apa ini?" Kaget Arsyad akan apa yang ditemukanya dalam untaian kalimat kalimat didalam file tersebut.



****


TBC


Hello,All readers 🖐🖑


Bang GG update yo,maaf agak lambat.


Harusnya semalam update,tapi karena jaringan buruk jadi tidak jadi. Hayoo,yang penisirin cungg✋


Soal identitas Kara,ada hubunganya sama gambar difanel terakhir. Intinya,tanggungjawab Arsyad itu berkali-kali lipat lebih berat dari sebelumnya. Pasalnya,dia menikahi putri nigrat wkwkwk.


Ok,kalau begitu sampai jumpa dulu. Jangan lupa like,komentar dan vote jika sempat dan ikhlas😊😊


Salam❤


__ADS_1


1914-kata


Sukabumi 04 November 2020


__ADS_2