Bukan Cinta Terencana (R3)

Bukan Cinta Terencana (R3)
.29-Jelong-Jelong


__ADS_3

📚.29-Jelong-Jelong



“Masa lalu saya adalah milik saya, masa lalu kamu adalah milik kamu, tapi masa depan adalah milik kita,” – Bacharuddin Jusuf Habibie.


****


Mendekati akhir tahun di negara-negara yang mempunyai 4 musim akan sangat menarik karena mereka akan mulai bersiap menyambut datangnya musim dingin. Mulai dari hiasan lampu warna-warni yang dipasang di pinggir jalan, toko-toko yang mulai memajang pakaian musim dingin, diskon akhir tahun, festival musim dingin dan diakhiri dengan kota-kota yang makin indah dengan dihiasi oleh putihnya salju yang mulai turun. Begitu pula dengan Korea Selatan, negara yang juga memiliki 4 musim ini nampak sama dengan negara negara yang memiliki 4 musim lainya.


Suhu yang dingin, nampaknya tidak lantas membuat mobilitas para rakyatnya mandek.


Walaupun dingin, masyarakat masih menjalankan mobilitasnya sesuai jobdesk-nya masing masing. Berhubung tengah berada di Korea, mau tak mau Arsyad harus bisa membawa dirinya agar bisa nyaman selama berada di negeri ini. Walaupun anggota keluarga Kara menerimanya, tetap saja ada rasa sungkan menghampiri. Mengingat jika ada beberapa hal yang perlu ia pantaskan agar benar benar pantas bersanding dengan Kara.


"Yanda sudah siap?"


Arsyad-si empunya panggilan menoleh. Lalu, ia tersenyum kecil sambil mengangguk.


"Kalau gitu kita berangkat sekarang. Sini, biar Kara yang bawa tas Yanda." Ujar gadis cantik itu menawari.


"Tidak perlu." Kara menghembuskan nafasnya gusar, sambil mengerucutkan bibirnya ketika penawaranya ditolak.


"Ayo, kita berangkat." Ajak Arsyad sambil menautkan jemarinya dengan milik Kara.


Memberikan kehangatan hakiki lewat sentuhanya.


"Ya sudah, ayo." Sumringah Kara.


Arsyad tersenyum tipis melihatnya. Hari ini, hari kedua mereka di Korea. Karena sang tuan putri sudah bosan di rumah saja, akhirnya ia merengek kepada sang papih untuk diizinkan bermain keluar. Awalnya Tyoga menolak kerasa ide tersebut, mengingat ini adalah Korea. Tempat dimana orang orang bisa saja berbalik mencelakai putri kesayanganya. Namun, dengan ikut sertanya Arsyad meminta izin, jadilah Tyoga memberikan izin. Denga syarat, tetap ada bodyguard yang mengawal mereka.


Rencananya hari ini, sepasang muda mudi ini akan jalan-jalan disekitar landmark kota Seoul. Karena Tyoga hanya memberi akses si Seoul, jadilah keduanya memilih menghabiskan waktunya ditempat tempat terhits di Seoul saat musim dingin begini. Tujuan utama mereka adalah Ice-skating City Hall. Mengingat Kara sendiri yang memiliki list tentang wacana hari ini. Dia mengajak Arsyad kesini, karena tahu lelaki itu akan menyukai idenya.


Mereka akan bermain ice-skating di tempat ice-skating outdor.


Indoor Ice-skating mungkin sudah biasa, tetapi apa jadinya jika bermain ice-skating di arena outdoor. Rasa dingin akan serasa terkalahkan dengan keseruan bermain ice-skating bersama keluarga, pasangan atau teman dan dikelilingi oleh indahnya arena ice-skating yang dihiasi lampu berwarna warni dan berbagai dekorasi Natal. Akan menambah kesan indah juga nyamaan saat melakukan aktivitas tersebut.


Ada beberapa tempat di Seoul yang dapat kunjungi jika ingin mencoba ice-skating outdoor seperti Grand Hyatt di Itaewon dan Olympic Park di Songpa-gu. Tetapi yang paling murah dan mudah dicapai adalah yang berada di City Hall, Seoul Plaza. Dengan membeli tiket masuk sudag bisa menikmati ice-skating selama satu jam yang sudah dilengkapi dengan peralatannya. Bisa juga menyewa sarung tangan dan loker untuk menyimpan barang-barang pribadi dengan harga yang berbeda dari harga tiket masuk arena.


"Yanda suka?"


"Hm."


Kara tersenyum tipis, lalu ia mengambil handphone miliknya untuk memotret sang suami. Gadis cantik itu memang jarang sekali memegang handphone. Bisa dibilang jika Tyoga amat membatasi sang putri dari dunia luar. Untuk bermain handphone saja, Kara selalu di jadwal. Bahkan Tyoga tak mengijinkan nama sang putri digunakan dalam akun media sosial apapun. Bisa dibilang jika Kara itu hanya memiliki akun fake untuk mengakses dunia maya.


"Kara mau fhoto!"


"Kemari. Biar aku fhotokan."


"Enggak?!" Gelengan keras Kara membuat Arsyad menyerngit.


"Kara mau fhoto sama Yanda."


"Mau ya?" Pinta gadis cantik itu.


Walaupun belum genap 2 minggu menikah, Kara sedikit banyaknya mulai mengetahui apa yang suaminya itu tidak sukai. Arsyad memang jarang menyukai di fotret. Ia bahkan jarang sekali bermain handphone, saking jarangnya handphone Arsyad saja bisa sampai berhari-hari mati karena tidak dipakai.


"Mau ya, inikan buat kenang kenangan."


Melihat Kara yang begitu niat memohon kepadanya, Arsyad akhirnya meng-iyakanya.


Senyum semringah Kara langsung terbit, saat lelaki tampan itu mau menerima ajakanya. Saat di kediaman nenek Kara tadi, mereka juga sempat diajak berfhoto oleh paman Kara.


__ADS_1


Awalnya Arsyad memang menolak, namun akhirnya setelah dibujuk dengan segala rupa akhirnya dia mau ikut berfhoto juga.


"Udah kan?" Kara mengangguk antusias.


"Nanti Kara kirim fhotonya ke Yanda."


"Hm."


"Kalau diposting bolehkan?"


"Ingat, tadi papihmu bilang apa?" Kara tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepalanya.


"Kara share ke Arra saja deh. Gak jadi di posting." Putus Kara pada akhirnya.


Arsyad tersenyum tipis mendengarnya. Gadisnya ini memang sosok yang penurut. Terkadang digertak sedikit saja, ia akan langsung ketakutan dan patuh seketika. Namun, karena sikap itu pula yang membuat Arsyad waswas. Istrinya terlalu polos juga patuh, ia takut sifat itu akan disalah gunakan oleh orang orang yang ingin mencelakai istrinya. Oleh karena itu Arsyad selalu menekankan janji kepada diri sendiri agan selalu bisa menjaga Kara bagaimanapun caranya.


"Awas jatuh." Dengan sigap, Arsyad meraih lengan sang istri.


"Kan ada Yanda, mana mungkin Kara jatuh." Senyum manis Kara terbit.


Keduanya memang tengah menikmati pemandangan Ice-skating City Hall. Dimana orang orang tengah berkumpul sambil bermain ice-skating termasuk Kara dan Arsyad. Bahkan kedua bodyguard yang diperintah untuk menjaga Kara juga ikut bermain ice-skating agar selalu bisa menjaga sang putri dari dekat.


"Kara,"


"Hm. Ada apa?" Kara yang tengah tertawa kecil melihat seorang bocah sedang menjaili temanya itu menoleh, menatap sang suami yang tengah memanggilnya.



Arsyad menatap manik hazelnut cantik sang istri. Sebelum dirinya mendekatkan wajahnya, lalu menjatuhkan satu kecupan diwajah cantik sang istri.


"Selalu begini, tertawa dan tersenyumlah didekatku." Lirih Arsyad, sambil membelai kedua sisi rahang sang istri.


Senyuman manis Kara terbit, pipi gadis cantik itu dihiasi rona merah. Entah karena efek udara yang dingin, ataupun karena speechless oleh tindakan romantis sang suami.


"Iya. Kara akan selalu begini, selama ada Yanda disisi Kara." Ungkapnya sambil memeluk tubuh sang suami.


"Kara, kamu tidak apa apa?" Tanya Arsyad risau.


Kara mendongrak, senyum manis gadis bermantel berbulu itu terbit. Bukanya menemukan kesakitan karena terjatuh, Arsyad malah menemukan raut kebahagiaan yang begitu nyata. Tak peduli jika mereka kini menjadi bahan tontonan karena berpelukan diatas area ice-skating, yang terpenting istrinya itu baik baik saja. Arsyad akan tetap memeluk sang istri erat, agar istri kecilnya itu tak menghilang barang sedetikpun.


Selesai bermain ice-skating, keduanya kembali melanjutkan acara jalan jalanya. Kali ini, tempat tujuan Kara yang ada di list jelong-jelongnya adalah Everland. Sebuah taman bermain yang dulu pernah Kara kunjungi ketika sang ibu masih ada didunia.



Taman bermain Everland ini memang sudah menjadi salah satu tempat wisata yang wajib kunjungi ketika ke Korea Selatan dan jika berkunjung pada saat musim dingin taman bermain ini akan terlihat semakin cantik dengan dekorasi Natal dan putihnya salju yang menutupi area bermain ini. Ketika tìba ditaman bermain Everland, suasana musim dingin begitu menyelimuti taman bermain tersebut. Menampilkan pemandangan cantik tersendiri antara bauran wahana wahana bermain yang ada dengan dekorasi dekorasi natal yang mempercantiknya.


Jika berkunjung pada bulan December seperti saat ini, pengunjung yang beruntung akan dapat melihat parade X-mas lengkap dengan Santa Claus dan rusanya. Selanjang tiba di Everland, Kara saja terus menceritakan tentang para de X mas tersebut. Pada malam hari para pengunjung bisa menikmati Moon Light Parade yang akan ditutup dengan pesta kembang api.


Selesai mengunjungi Everland, Kara mengajak Arsyad untuk singgah ke Namsan Tower. Namsan Tower atau biasa disingkat N Seoul tower ini merupakan salah satu icon dari kota Seoul yang dibangun pada tahun 1971.



Namsan tower merupakan wisata yang wajib dikunjungi ketika berlibur di Korea Selatan. Jika sudah pernah berkunjung ke Namsan tower pada musim semi maka anda harus berkunjung ke Namsan tower saat musim dingin dimana salju dan kerlap-kerlip lampu akan menghiasi area tower sehingga menyajikan keindahan tersendiri.


"Cantik."


"Hm."


"Masya Allah. Kara suka sekali lihatnya." Arayad tersenyum kecil, melihat iris hazelnut sang istri begitu terpesona dengan pemandangan didepanya.


Sejauh mata memandang, pemàndangan indah memang membentang. Sambil mengeratkan pelukan dilengan Arsyad, sesekali Kara berceloteh riang. Untuk saat ini, Arsyad bisa sangat bersyukur karena bisa menikmati keindahan dunia ini dengan muhrimnya. Dulu, ia memang tak pernah bermimpi menikah muda. Tapi sekarang, rasanya semua telah berbeda.


Arsyad dan Kara juga sempat menuliskan nama ke gembok cinta yang dapat anda pasang di pagar sekitaran tower tersebut. Sebagai sebuah simbolis, jika keduanya pernah singgah ketempat ini berdua.

__ADS_1



Selesai mengunjungi Namsan Tower, mereka bertandang ke Dongdaemun Design Plaza.


Dongdaemun Design Plaza yang terletak di Seoul ini anda bisa menikmati pameran seni dari seniman yang berbakat di Korea Selatan. Selain arsitektur Dongdaemun Plaza yang sangat artistik dan unik, di belakang area Dongdaemun Design Plaza terdapat 20.000 padang bunga LED yang akan menyala secara cantik pada malam hari dan menambah kesan unik dari tempat ini. Banyak juga food truck yang dapat anda temui disekitaran area Dongdaemun Design Plaza ini.



Hingga malam menjelang, waktu tak terasa begitu cepat berlalu. Menghabiskan waktu di tempat tempat yang menjadi ikonik kota Seoul, memang tidak ada habisnya. Keduanya juga sempat melaksanakan salat di masjid yang terdapat dikota Seoul. Selepas menimati indahnya taman bunga LED di Dongdaemun Design Plaza. Tak lengkap rasanya jika tidak menikmati makanan food truck yang dapat temui disekitaran area Dongdaemun Design Plaza ini.


Musim dingin tidak lengkap tanpa menikmati wisata kuliner. Dimanapun tempatnya, wisata kuliner patut dicoba. Khususnya di korea selatan, menikmati jajanan pinggir jalan akan menambah pengalaman travelling anda lebih berwarna. Banyak jajanan yang ditawarkan dengan berbagai rasa dan harga. Terutama jika menyangkut makanan tradisional Korea seperti hotteok (sweet Korean pancake), bindaetteok (mung bean pancakes) dan mayak gimbap (rice rolls).



Cita rasa masakan atau jajanan korea selatan sangat khas dan bisa menikmatinya ketika berkunjung ke korea selatan. Banyak kuliner jajanan khas korea yang wajib coba. Karena kuliner di korea akan terasa berbeda dengan di Indonesia meskipun jenis jajanan yang disediakan sama. Salah satu makanan yang wajib anda coba adalah aneka seafood, Tteokbokki, eomuk, strawberry mochi, dan masih banyak jajanan kuliner khas korea yang wajib anda coba. Namun, ketika tengah berwisata kuliner pengunjung juga patut berhati-hati dengan makanan yang non halal. Sebaiknya bertanya terlebih dahulu, karena biasanya banyak makanan yang mengandung bahan non halal.


"Pelan pelan makanya." Lirih Arsyad, sambil menyeka ujung bibir sang istri dengan tissu.


"Hm. Habisnya ini enak. Yanda gak mau coba?" Arsyad menggeleng, tanda tak mau.


"Kenapa?"


"Pedas."


"Yanda gak suka pedas?"


"Bukan tidak suka, tapi kurang suka." Koreksi sang suami.


"Kenapa, pedas itu enak loh?"


"Iya. Tapi, kalau terlalu banyak makan pèdas bisa sakit perut."


Arsyad memang bukan benci pedas, hanya tidak terlalu suka pedas yang terlalu wah. Dulu, saat bundanya hamil dirinya dan Arra, Aurra pernah nyidam makanan makanan pedas. Imbasnya, ayah mereka yang harus menahan sakit perut karena harus kebagian memenuhi semua keinginan si jabang bayi. Namun ketika lahir, Arra yang cenderung lebih suka pedas. Sedangkan Arsyad, rada kurang menyukai pedas seperti Van'ar ayahnya.


"Yanda?"


"Hm."


"Yanda gak akan ninggalin Kara kan?" Kening Arsyad menyerngit, saat melihat sang istri berkata demikian.


"Tidak, aku tidak akan kemana-mana."


"Yanda janji?" Iris hazelnut Kara menatap Arsyad intens.


"Iya. Memangnya kenapa?"


"Tadi, Kara gak sengaja lihat brosur salah satu universitas di New york dari dalam tas Yanda. Ada tiket penerbangan ke New york juga. Apa yanda mau pergi ke New york setelah lulus?"


Deg


Arsyad tersentak kaget. Ia ceroboh, sungguh ia merutuki kecerobohanya yang satu ini. Kenapa juga ia bisa lupa dengan barang-barang kiriman kedua Om nya dari New york tersebut.


****


TBC


Met Malem Readers semua 🖑🖐


BCT update yo, maaf kalau telatt. Pasalnya, hari ini ada baby mungil lahir dirumahku, otomatis seisi rumah jadi ribuutt. Makanya, aku baru bisa update malem. Itupun tulisanya terasa Ambyarrrr😭😭


Pokoknya Sorry kalau kurang ferlnya. Tapi, aku masih minta like, komentar dan votenya jika suka❤ Jangan lupa jawab ya, kira kira Arsyad mau ngapain ke New York???


Salam, dari Yanda dan Dinda tercintanya💋

__ADS_1



Jum'at 20 November 2020


__ADS_2