Bukan Cinta Terencana (R3)

Bukan Cinta Terencana (R3)
.11-SAH


__ADS_3

📚.11-SAH


Typo masih bertebaran!!



"Alhamdulillah.Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakhuma fiil hkairin"


(mudah mudahan Allah memberkahi engkau dengan segala hal ( yang baik )dan mempersekutukan kamu berdua dalam kebaikan).


****


Apa yang pertama kali terlintas dikepalamu jika mendengar kata menikah muda?


Pastilah menikah karena insiden atau MBA-merried By Accident. Menikah karena kesalah atau kenakalan remaja. Mungkin itu juga yang nanti akan menimpa dirinya jika halayak umum mengetahui fakta tersebut. Bayangkan saja,diusia yang masih menginjak 18 tahun dia harus menikahi seorang gadis karena kesalahan yang sebenarnya sepele. Namun harga diri dan kehormatan seorang gadis dipertanyakan disini.


Inilah yang menimpa Arsyad An-nass Senopati Az-zzioi. Pemuda tampan berusia 18 tahun yang harus mengorbankan cita cita mulianya demi mempertanggungjawabkan ulahnya. Ulahnya karena efek obat perangsang yang dicampurkan kedalam minumanya,membuat dirinya benglisatan sendiri dan berakhir dikamar seorang gadis. Walaupun Arsyad mampu mempertahankan harga dirinya ketika nafsu birahi menguasai,dia tetap salah karena tertidur ditempat yang tidak seharusnya.


"Bagaimana,bisa kita mulai pak?" Pak Usèp mengangguk ucapan penghulu tersebut.


Hari sudah beranjak siang,mereka tetap masih berada disana. Diruangan yang tidak terlalu luas. Diisi oleh penghulu,saksi dari pihak perempuan,saksi dari pihak lelaki,wali dari perempuan 5 orang pengiring lainya yang terdiri dari Arsen,Aroon,dan Davin. Ketiganya walaupun diawal dijejali rasa bingung,mamun karena otak cerdas mereka mampu bekerja dengan maksimal. Jadilah mereka mengetahui alasan kenapa Arsyad harus menikahi seorang gadis asing. Hingga kini,mereka bahkan belum mengetahui sosok gadis asing tersebut.


"Silahkan,didengarkan dengan baik ya nak." Ucap si penghulu yang langsung diangguki oleh Arsyad.


Lelaki tampan itu masih memakai pakaian yang sama dengan pagi. Hanya saja kini ada sebuah peci hitam yang menutupi kepalanya. Arsyad memang tidak memiliki apa apa untuk dijadikanya sebagai mahar kali ini. Walaupun sang ayah menawarkan bantuanya,tetapi tetap saja Arsyad menolak. Lelaki tampan itu mengajukan surat Ar-rahman,al-qur'an mini kesayanganya plus dengan sebuah cincin dari mas putih yang tidak seberapa harganya sebagai mahar. Cincin hasil jerih payah tanganya sendiri,yang rencananya akan dia hadiahkan untuk ulang tahun bundanya esok hari. 3 hal yang memang selalu berada didalam jangkauanya.


Tyoga awalnya meremehkan niat Arsyad menikahi putrinya. Namun melihat kesungguhan dan masa depan putrinya kelak,akhirnya pria berusa 40 tahunan tersebut memberikan restu pada akhirnya. Dengan jaminan beberapa syarat yang diajukanya setelah putrinya dinikahi oleh salah satu cucu pemilik perusahaan Radityan Corp's tersebut.


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dan putriku Atmariani Karamina Ardiani binti Tyoga Yosep Djjuarta dengan mas kawin berupa surat Ar-rahman,cincin mas empat gram 24 karat,al-qur'an,uang 222.000,00 rupiah dibayar tunai."


Arsyad yang tengah menjabat tangan pria yang baru saja berucap secara lantang tersebut menghembuskan nafasnya sebelum menjawab.


"Saya terima nikah dan kawinya Atmariani Karamina Ardiani dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucapnya dengan lantang dalam sekali tarikan nafas.


Membuyarkan deru liar dijantungnya yang menggila saat neveous mendera. Bagaimanapun juga Arsyad terserang gugup,karena ini merupakan janji suci sehidup semati yang akan diikrarkanya dihadapan tuhan. Mengikat seorang gadis untuk menjadi pasangan hidupnya,menemani hari harinya hingga menua nanti.


"Bagaimana para saksi,sah?"


"SAH?!"


"Alhamdulillah hirobbil alamin. Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakhuma fiil hkairin"


(mudah mudahan Allah memberkahi engkau dengan segala hal ( yang baik )dan mempersekutukan kamu berdua dalam kebaikan)." Do'a penghulu tersebut.


Rasa gugup bercampur dengan perasaan lainya yang sempat hinggap terasa terangkat seketika. Dua kali Arsyad mengingat nama calon istrinya,tanpa mencoba menghafal kalimat ijab qabul sekalipun. Untung saja dia cermat,dan sigap ketika mendengarkan kalimat tersebut. Jadilah dalah satu kali pelapalan,dia bisa dengan lancar melantunkanya.

__ADS_1


"Ayah," Lirih Arsyad sambil berbalik.


Menatap sang ayah yang tengah tersenyum kepada putranya. Menguntruksikan sang putra sedikit agar mendekat,lalu memberikan buah hatinya tersebut kekuatan lewat pelukanya.


"Putra ayah sudah dewasa," Ucapnya.


Siapa sangka,bayi lelaki yang dulu diadzani olehnya delapan belas tahun yang lalu baru saja mempersunting seorang gadis. Walaupun dalam konteks tanggungjawab,Van'ar tetaplah bangga melihat ketegaran juga kedewasaan sang putra.


"Ayah," Lirih Arsyad dengan manik yang mulai berkaca-kaca.


Dia tidak menangis,namun hatinya terluka. Cita citanya kandas ditengah jalan begitu saja. Kepercayaan orang tuanya tentu sempai dinodai olehnya. Belum lagi sekarang sekolahnya bisa terancam berhenti karena dia sudah berganti status menjadi beristri.


"Ssstt,Ayah dan Bunda tidak pernah kecewa akan keputusan abang." Ungkap Van'ar seakan akan mengerti pemikiran sang putra.


Diam diam Arsyad mengangguk. Sekarang dia juga menjadi ingat kepada sang bunda. Rasa bersalah kembali menghampiri benaknya. Bagaimana dia akan menghadapi bundanya nanti?


"Bunda pasti mengerti." Jawab Van'ar sambil melonggarkan pelukanya.


"Bunda mengerti kamu lebih dari dirimu sendiri." Arsyad mengangguk.


Ucapan ayahnya memang benar adanya. Bundanya adalah wanita paling pengertian dan peka yang Arsyad kenal. Jadi untuk masalah bundanya,Arsyad hanya minta agar Allah memudahkan segalanya saat ia menjelaskanya nanti.


Arsyad beralih setelah memeluk Ayahnya. Menyalami Tyoga yang telah resmi meñjadi mertuanya,dilanjut dengan pak Usèp,penghulu,dua bodyguard Tyoga,dan beralih kepada tiga sosok familiar dimatanya.


"Bang," Lirih sikembar yang langsung menghambur memeluk bahu kokoh Arsyad.


Kini Arsyad beralih pada Arsen-sahabat dekat sekakigus patnernya dalam berorganisasi. Arsen tersenyum tipis,walaupun dirinya sendiri sampai kini masih tidak menyangka jika Arsyad telah menikah. Terlebih lagi Arsyad menikahi gadis yang cukup berarti dalam hidupnya.


"Congrat bro,loe berhasil memperlihatkan kedewasaan loe pada waktunya." Puji Arsen sambil menepuk bahu Arsyad.


"Hm"


"Loe sekarang udah jadi suami. Jangan lupa,ada orang lain yang perlu loe perhatiin."


"Hm."


Setelah beramah-tamah dengan sekelilingnya,Arsyad kembali duduk ditempatnya semula. Walaupun dia sudah sah mempersunting seorang gadis. Dia belum juga melihat sosok tersebut muncul ditempat ini.


Tak lama kemudian seorang wanita datang. Wanita paruh baya yang pagi tadi sempat memergoki Arsyad bahkan meneriakinya. Wanita itu datang dan mengajak suaminya dan Tyoga untuk berbicara sejenak. Meninggalkan ruangan tersebut untuk beberapa saat.


Arsyad masih memikirkan tentang dirinya juga gadis yang sudah berstatus sebagai istrinya. Apa pendidikanya akan berakhir begitu saja seperti cita citanya. Ataukah nanti hidupnya akan lebih pelik kedepanya?


Lelah dengan pikiranya sendiri,sebuah tepukan mampir dibahunya. Arsyad menoleh,lantas menemukan wajah sañg ayah disampingnya.


"Istigfar bang,abang jangan berpikiran terlalu jauh dulu." Arsyad mengangguk,lalu beristigfar kecil.

__ADS_1


Hari ini terlalu banyak hal yang menghantam jiwa dan raganya. Namun,bukan berarti karena itu dia lupa akan tuhanya. Ujian bolehlah berat,namun tuhan tidak boleh terlupakan sedikitpun.


"Nak," Panggil pak Usèp yang langsung membuat Arsyad mengangkat pandanganya.


"Temui istrimu,lakukan kewajibanmu untuk memberikanya do'a setelah kalian resmi menikah." Arsyad beranjak sambil mengangguk samar.


Dengan lankah tergesa dia mengikuti pak Usèp yang akan membawanya kepada gadis yang telah dinikahinya. Entah kemana pak Usèp membawanya,tapi Arsyad mulai hafal arah ini. Ingatanya mulai mengingat setiap sudut tempat ini. Dari arah depan,mereka sempat berpapasan dengan Tyoga yang baru keluar dari ruangan bepintu dengan cat putih tersebut.


Memberikan Arsyad intruksi lewat tatapanya untuk masuk. Melihat gadis yang telah resmi dipersunting olehnya.


"Jangan sakiti putriku." Pinta Tyoga.


Pria paruh baya tersebut masìh setia berdiri didepan pintu.


"Insaallah,saya usahakan."


"Dia istrimu,tanggungjawabmu. Tapi dia tetap putriku yang akan aku jaga dengan segenap jiwa." Imbuh Tyoga lagi.


Arsýad mengangguk,lalu detik berikutnya ia beralih meraih knop pintu tersebut. Dengan segenap keyakinanya dia membuka pintu tersebut,memasukinya lalu menutup pintunya kembali. Membiarkan matanya menatap sekeliling,dengan isak tangis menyayat hati yang menyambutnya kini. Membuat etensi fokusnya beralih,kepada sosok bergaun brokat full putih yang tengah duduk disamping tempat tidur dengan posisi membelakanginya.


Tangisanya menggema diseluruh ruangan. Menyayat hati setiap jiwa yang mendengarnya. Termasuk Arsyad,yang merasa ambil bagian besar dalam tangis menyayat hati tersebut. Sosok yang mulai detik ini akan ambil bagian dalam prioritasnya. Tanggungjawabnya,makmum yang akan ia bimbing dalam sebuah ikatan suci yang telah diikrarkan dihadapan tuhan tadi.


****


TBC


Met malam Sabtu readers^^


BCT Update ini yo,jangan sungkan berkomentar jika banyak typo yang bertebaran.


Soal kenapa Arsyad bisa masuk kekamar sicewek,karena kecerobohan ceweknya juga yang lupa kunci pintu. Nanti dijelasin dipart berikutnya kok:)


Nah,sejauh ini readers gimana pas baca BCT??


Belum sreg yoo,tapi nanti bakal kubuat bucin abis sama BCT ini. Pasalnya Arsyad ini kembaranya Van'ar banget. Like dad,like son.


Intinya banyak kesamaanya deh^^


Ok segini dulu ya,maaf belum bisa update banyak. Soalnya aku lagi banyak kegiatan daring juga😔


Jan lupa like,komen dan votenya:)


Wetss yang nanti bucinn 🙈


__ADS_1


Sukabumi 16 Okt 2020


__ADS_2