Bukan Cinta Terencana (R3)

Bukan Cinta Terencana (R3)
.24-Kegagalan


__ADS_3

📚.24-Kegagalan


“Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah. ” – Bacharuddin Jusuf Habibie.


****


Teriknya matahari disiang ini terasa begitu menyengat kulit. Membuat banyak manusia agaknya enggan untuk berlama-lama berada diluar ruangan. Langit nampak biru berarti,tanpa banyak kapas putih lembut yang menghiasi. Sang surya tengah berada tepat diatas kepala. Siapapun yang tengah beraktivitas diluar ruangan,pasti akan bermandikan keringat saking teriknya.


"Over bang?"


"Hm"


Brug


Bunyi suara bola basket yang tengah didrible diatas tanah lapang bersement tersebut. Si lelaki berseragam basket itu terlihat asik mendrible atau sesekali mengover bola kearah kawanya. Panasnya sengatan matahari tak membatasi ruang geraknya. Sorak sorai penonton diluar tribun malah membuat semangatnya berpacu.


Prittttt


Bunyi peluit,membuat semua pemain berhenti bermain. Pertanda jika permainan telah usai dilakukan. KeÄŹua kubu saling bersatu kembali,bertoas riang sambil sesekali saling merangkul. Pertandingan persahabatan ini memang rutin diadakan dengan kelas XII. Para junior masih memiliki kesempatan untuk beradu skill sebelum kakak tingkat mereka mengikuti ujian hingga kelulusan nantinya.


"Ya Allah,kak Arsyad ganteng banget ya."


"Iya. Pantas aja banyak fansnya."


"Masya Allah banget pokonya. Udah ganteng,pinter,mantan ketos,mantan ketua MPK juga. Dia itu pokoknya moswanted goals banget deh."


"Iya bener."


Pujian yang selalu tertuju kepada lelaki tampan disisi lain lapangan itu,agaknya membuat telinga seseorang panas. Dia bahkan menatap si empunya nama dengan tangan terkepal. Matanya menatap benci,sebelum ia beranjak sambil membanting botol eoda ditanganya.


"Gimana sih kerjaan loe pada hah?!" Bentak suara menggelegar tersebut,yang sejak tadi menahan amarah.


"Kitakan udah lakuin sesuai perintah loe,boss."


"Tapi loe pada gak becuss kerjanya. Buktinya,si Arsyad gak masuk kejebakan kita tol*l?!" Bentak lelaki tersebut berapi-api.


"Kita yakin bos,kalau minum yang diminum sama dia udah disuntik sama obat perangsang."


"Tapi kenapa dia gak masuk kekamar yang udah gue siapin?"


"Kalau itu sih gue kurang tahu boss." Kikuk salah satu lawan bicaranya.


Lelaki bernametag Galangger Adimana Sanjaya itu menatap kedua lawan bicaranya jengah.


"Sia sia gue bayar pelac*r buat ngejebak si Arsyad,kalau hasilnya nihil. Loe pada kerjanya gak bener sih,tol*l semua loe?!" Makinya,sambil menendang kursi dihadapanya.


Di gudang bekas yang berada di belakang sekolah. Lelaki itu murka,karena hingga kini sainganya masih bisa menghirup udara bebas. Ya,Galang memang dalang dari semua rencana busuk untuk menjebak Arsyad. Dia bahkan sudah menyewa seorang wanita malam untuk menjebak Arsyad agar seolah-olah Arsyad terlihat memperkosa wanita tersebut saat tidak sadarkan diri. Dengan demikian,cita-cita maupun masa depan Arsyad akan hancur karena jebakan tersebut.


Akan tetapi,sayang seribu sayang. Karena hingga saat ini,Galang belum bisa mencapai tujuan puncaknya. Saat malam seharusnya Arsyad masuk kejebakanya,lelaki itu malah menghilang entah kemana. Alhasil wanita bayaran yang sudah disiapkan divilla kala itu,gagal menjebak Arsyad. Hingga kini,Galang bahkan masih tetap bisa melihat Arsyad bersekolah seperti biasa. Rencananya telah gagal total.


"Tapi boss,kata penduduk disekitar villa nih ya. Pas minggu siang,ada pernikahan divilla itu."


Galang menoleh ke salah satu lawan bicaranya yang angkat bicara.


"Siapa yang nikah?"


"Katanya sih,anak si pemilik Villa sama anak dari Jakarta."


"Anak si pemilik Villa sama anak Jakarta?"


"Iya boss. Katanya kegeep gitu deh,jadi dinikahin secara paksan."


Kening Galang bertaut,saat mendengar penjelasan tersebut.


"Dan anehnya lagi boss,selain anak anak SMA Dandelion yang nginep dari Jakarta,gak ada lagi tamu yang nginep di Villa itu. Jadi,kemungkinan besarnya yang dinikahin itu anak SMA Dandelion."


"Narasumber loe valid gak nih? Jangan jangan cuma hoax lagi!" Sindah teman si penutur.


"Valid kok,ini dari tetangga deket rumah bokap gue yang di Bogor." Bela si pembicara.


Galang berpikir sejenak,kembali menatap lawan bicaranya.


"Loe pernah bilang kalau cewek loe yang ikut ke organisasi osis ikut ke puncak kan?"


"Iya bos. Kebetulan cewek gue bagian seksi dokumentasi gitu di Osis."


"Anak Osis pulang ke Jakarta gak bareng sama Davin,Aroon,Arsen dan Arsyad kan?"


"Enggak boss. Pas gue jemput cewek gue,cuma ada Davian sama anak geng motornya yang nganter rombomgan Osis pulang."


Otak Galang bekerja dua kali lipat lebih keras. Dia merangkai semua kemungkinan kemungkinan yang terjadi dan lepas dari pengamatanya.


"Jadi,ada 4 saksi yang bisa jadi tersangka boss."


"Hah,maksud loe gimana Cok?"


Ucok menoleh,lalu menoyor kepala lawan bicaranya.


"Ada Davin,Aroon,Arsen dan Arsyad. Kemungkinan besarnya,salah satu dari mereka yang udah menikah."

__ADS_1


"Tapikan,cuma Arsyad yang kita buat mabok. Masa yang digrebek salah satu dari mereka sih?"


"Iya juga ya?" Monolog Ucok.


"Makanya mikir yang bener." Ujar lelaki bername tage Drean tersebut.


" Tapi boss,meñurut gue kalau Arsyad udah nikah masa pihak sekolah gak berbuat apa apa,iyakan?"


"Iya ya?"


"Loe berdua," Panggil Galang tegas.


"I-iya,kenape boss?"


"Cari bukti bukti soal kabar pernikahan itu yang valid. Gue mau bukti paling real kalau pernikahan itu memang Ada."


"Ok boss."


"Gue yakin,ada yang disembunyiin disini."


"Tapi boss,loe yakin kalau Arsyad memang yang digrebek dan dinikahin gitu?"


"Gue yakin." Kekeh Galang sambil menyeringai. "Gue punya mata mata di Osis. Dan gue tahu,kalau Arsyad sempat hilang pas mereka mau pulang."


"Jadi,"


Galang tersenyum miring,lalu ia beranjak dari tempatnya duduk. "Cari sumber informasinya yang real. Sisanya biar gue yang beresin."


"Ok,boss."


Galang tersenyum evill sambil berjalan keluar dari gudang. Otaknya telah menyusun strategi yang begitu besar. Saking besarnya,Galang bahkan butuh bantuan ayahnya yang seorang politikus yang cukup disegani.


"Gue bakal hancurin hidup loe,Arsyad." Gumamnya penuh kebencian pada satu nama tersebut.


****


"Abang,kok gak dimanan sih bekalnya?"


"Hm"


"Abang. Dimakan ih bekalnya,nanti bunda marah loh?!" Ketus gadis cantik tersebut,sambil meñyodorkan kotak bento yang sudah terbuka dihadapanya.


"Bang?"


"Abang sudah kenyang. Arra saja yang makan." Jawab si empunya datar.


"Kenyang makan angin?" Sewot Arra.


"Udah,lagi gak selera makan kali itu. Biarin aja,jangan dipaksa tèh." Lerai Davin yang terlihat tampan dengan seragam pramuka lengkapnya.


"Ish,lagian abang kenapa sih susah banget makañ. Nanti kalau sakit gimana? Kan bunda sama Arra juga yang khawatir." Cerocos Arra tak mau berhenti.


"Sini,biar Davin aja yang makan. Laper,habis mubal."


"Mubal?" Ulang Davian penasaran.


"Musyawarah ambalan. Gitu aja gak tahu." Sewot Davin sambil mencomot sepotong tempura dari kotak bento milik Arsyad.


Plak


"Baca do'a dulu dong kalau mau makan?!" Ujar Arra setelah mengeplak tangan Davin.


"Iya,maaf tèh. Khilaf." Ujar Davin sambil nyengir ķuda.


Kini keempatnya memang berada di kantin sekolah. Mengisi waktu freeclass selama seminggu setelah UAS yang biasanya digunakan untuk ramedial dan class meeting. Setelah itu,barulah pembagian raport akan dilangsungkan.


"Abang yakin gak mau makan?" Tanya Arra lagi.


Arsyad menoleh,lalu menatap lawan bicaranya sejenak.


"Kenyang."


Arra cemberut mendengar jawaban sang kembaran. Ia cukup hafal suasana hati kembaranya ini. Yaps,kembaranya ini pasti tengah gundah memikirkan sesuatu.


"Mbak Kara pasti baik baik aja,abang gak perlu khawatir." Ujarnya gamblang,yang langsung membuat Arsyad menoleh.


"Abang gak usah bohong. Abang lupa,Arra bisa rasain apa yang abang rasain?"


Si kembar Davin dan Davian ikut menoleh mendengar pembicaraan keduanya. Davin dan Davian juga terlahir dengan keadaan kembar. Akan tetapi,mereka tidak diberikan


keistimewaan berupa intuisi setajam Arra kepada Arsyad maupun sebaliknya.


"Wajar abang khawatir sama mbak Kara,diakan ist-"


"Ish,jangan kelewatan dong." Sela Davin sambil menyentuh pucuk hijab Arra.


"Astagfirullah,hampir." Lirih Arra hampir keceplosan.


Arra lupa jika mereka sedang berada di kantin. Dia bisa melihat banyak pasang mata yang mulai penasaran akan apa yang tengah dibicarakanya. Arra memilih beringsut,lalu berbisik pelang kepada sang kakak.

__ADS_1


"Pokoknya abang jangan khawatir sĂ ma mbak Kara. Arra udah siapin sesuatu buat abang biar gak galau lagi." Bisik Arra sambil tersenyum tipis setelahnya.


Kening Arsyad menyerngit bingung dengan apa yang didengarnya.


"Pokoknya,nanti lihat aja sendiri." Ujar Arra sambil tersenyum kecil.


"Bicarain apa sih tèh,sampai bisik bisik gitu?" Tanya Davian penasaran.


"Kepo deh Dadav." Balas Arra,sambil menjelentikan jarinya didepan sang saudara.


"Mulai rahasia rahasiaan nih ceritanya?" Sahut Aroon yang datang bersama Arsen.


"Eh,Aroon bawa apa itu?" Tanya Arra penasaran.


Aroon dan Arsen sama sama mengedipkan bahunya acuh.


"Eh,kok gitu jawabnya?" Bingung Arra.


"Ini buat bang Arsyad." Ujar Aroon yang langsung membuat si empunya nama menoleh.


"Apa?" Datarnya.


"Santai aja kali Syad." Kekeh Arsen yang melihat ekspresi tak bersahabĂ t temanya itu.


"Ini," Tunjuk Arsen kepada kardus berkuran cukup besar yang dibawa oleh Aroon.


"Hadiah dari fans loe." Ujar Arsen mengimbuhi.


"Hadiah?" Bingung Arra dan kedua D bersaudara.


"Iya. Kayak gak tahu aja,bang Arsyadkan banyak secret adrimer-nya. Hadiah diloker basket sampai bejibun gini." Ujar Aroon sambil menyimpan kardus yang dibawanya kehadapan Arsyad.


"Banyak banget." Antusias Arra,sambil mengambil surat surat yang tersemat diatas kado kado tersebut.


"Iya. Itu sekalian sama kado dari sekolah tetangga. Katanya banyak yang titip salam ke bang Arsyad."


"Wihh keren. Habis jadi model cover majalah Bintang Remaja Dandelion,bang Arsyad jadi seleb." Puji Davian ikut melihat lihat kado kado dihadapanya.


"Buang aja."


"Hah?" Semua mata menoleh kearah sumber suara tersebut.


"Gak boleh. Abang itu harus ngehargain pemberian orang dong?" Ketus Arra.


"Iya. Bener tuh."


"Mereka kan cuma ngefans sama abang."


"Iya."


Arsyad menatap lawan bicaranya jengah.


"Maksudnya wajahku dari cover BRD. Aku juga gak mau jadi populer,nyusahin." Ujarnya menuturkan.


"Owh. Kirain,hadiah hadiah ini yang dibuang." Ujar tiga D bersaudara serempak.


"Gak boleh. Abang dipilih jadi model cover BRD tahun ini beruntung banget loh,makanya gak boleh dibuang atau dicabut gitu aja." Tolak Arra.


BRD atau Bintang Remaja Dandelion adalah majalah sekolah yang setiap tahun memuat nama nama siswa yang berprestasi dan berperan besar untuk sekolah. Ada sekitar 20 nama siswa dan siswi yang dimuĂ t dimajalah tersebut. Biasanya,siswa/siswi yang terpilih menjadi model cover BRD ini adalah sosok yang paling berpengaruh selama satu anggkatanya di SMA Dandelion.


Wajar saja jika Arsyad terpilih sebagai model Cover BRD mengingat prestasi prestasinya yang selalu mengharumkan nama sekolah.


"Mereka semua mengagumi abang diluaran sana. Abang diberikan kelebihan berupa kepintaran yang lebih oleh Allah. Pihak sekolah memuat fhoto abang untuk menjadi motivasi buat angkatan angkatan berikutnya. Masa abang enggak mau mengapresiasi diri sendiri sih?" Tanya Arra,sambìl menatap sang kembaran.


Arayad mendongrak,lalu berucap lirih.


"Percuma kalau abang disegani banyak orang diluaran sana. Tapi,menjaga satu tanggungjawab saja abang sering gagal."


Baik Arra maupun keempat remaja disekitar Arsyad langsung terdiam. Mereka tahu kemana arah pembicaraan Arsyad,mengingat mood lelaki itu tengah kurang baik beberapa belakangan ini.


Iya,Arsyad telah merasa gagal dalam mengemban tanggungjawabya. Ia gagal membuktikan ucapanya untuk menjaga istrinya dengan sekuat tenaga.


****


TBC


{ 1722 Kata }


Acieeee,bang Arsyad Update. Hayooo,komentarnya yang banyak yooo:)


Buat cover BRD itu aku buat sendiri yo,aku biasa upload di instastory atau status WA. Yang berteman pasti tahulah :')



Maaf kalau typo masih bertebaran!!


Jangan lupa komentar kritik/sarannya,like dan vote jika ikhlas. Kedepanya,Arsyad akan kembali menjalankan tugasnya sebagai seorang suami. Tapi Galang,ada yg tahu dia mau ngapain hayoo???


Kalau tahu,cusss komentar❤

__ADS_1



Sukabumi 07 Nove 2020


__ADS_2