Calon Istri Pengganti

Calon Istri Pengganti
125. Problematika Malik


__ADS_3

Malik terkejut melihat Hana sudah ada di belakangnya mau tidak mau dirinya harus menjelaskan semuanya.


”Sekarang kamu faham kan, kenapa Abang itu khawatir dengan keselamatan kalian.”


Hana mengangguk memahami kegelisahan suaminya, ”Tapi bagaimana dengan sekolahnya Emil Bang?”


”Kita pindahkan saja dia tapi nunggu sampai ada waktu dulu ya, belakangan ini pekerjaan kantor sedang padat-padatnya dan aku juga akan pergi ke London.”


”Ya ampun Hana hampir lupa jika Abang harus pergi ke sana,” ucap Hana yang justru lebih mencemaskan suaminya daripada dirinya sendiri.


”Sudah yang penting kalian tetap di rumah jika mau pergi ajak orang untuk menemani. Nanti Abang akan suruh Faris bawa orang ke sini buat jagain kalian.”


Hana tidak mengerti kenapa Malik begitu khawatir dengan keselamatan keluarganya mengingat kejadian di masa lalu pasti Cindy sangat berbahaya jika tidak mana mungkin Malik sampai membayar orang.


Maryam datang ke rumah dengan raut wajah kesal membuat Malik dan Hana penasaran apa yang membuat wanita itu kesal.


”Apa yang terjadi Ma?” tanya Hana.


”Ban mobil mama tiba-tiba saja bocor padahal di rumah baik-baik saja,” keluhnya.


”Apa mungkin ada orang yang sengaja membuatnya seperti itu,” tebak Malik.


Hana menoleh menatap ke arah Malik bagaimana bisa suaminya berpikiran seperti itu. ”Jangan berprasangka buruk Bang.”


”Ya aneh saja sih, padahal kan mobil selalu diservis tepat waktu.”


”Namanya musibah kita gak tahu jadi jangan asal bicara sebelum ada bukti.”


”Kenapa jadi kalian yang bertengkar sih, mama juga heran karena yang ada di ban mobil mama itu paku,” ucap Maryam sedang mengingat ingat.


”Jadi mama ke sini naik ... ”


”Taksi mobilnya mama bawa ke bengkel dan orang bengkel bilang ada paku di ban mobilnya. Padahal mama baru aja jalan keluar kompleks masa iya di jalan ada paku, tempat tinggal mama sangat bersih loh tiap hari bagian kebersihan selalu bolak-balik di jalan nyapu buat membersihkan jalan.”


”Ma ... husnudzon saja ya ini hanya musibah kecil, Alhamdulillah mama masih selamat,” ucap Hana mencoba menenangkan hati mertuanya yang sedang kacau.


”Ya sudah kita makan dulu yuk!”

__ADS_1


Ketiganya berusaha melupakan kejadian itu dengan tetap tenang dan tidak terlalu memikirkan hal kecil yang baru saja menimpa mereka.


***


Malik berjalan cepat begitu Faris memberitahukan kepada dirinya jika bodyguard yang dia cari sudah datang. Malik segera ke ruangannya dilihatnya seseorang dengan pakaian sama dengannya sedang duduk di sofa.


”Maaf sudah membuat Anda menunggu terlalu lama.” Malik berjabat tangan dengan keduanya. ”Saya benar-benar meminta tolong pada Anda untuk mengawasi wanita ini dan tolong jaga keluarga saya selama saya tidak ada di sini.”


Anton dan Doni, bodyguard itu memperhatikan foto yang diberikan oleh Malik dan mengangguk. ”Kami akan bekerja dengan baik jadi Pak Malik tidak perlu khawatir,” ucap Anton.


”Terima kasih.” Malik memberikan cek pada keduanya lalu keduanya pun pergi dan mulai bekerja seperti yang telah diarahkan oleh Faris sebelumnya.


”Apa urusannya sudah selesai Bang?” Faris membawa berkas ke ruangan Malik.


”Aku harap semua hanya masalah waktu saja, besok aku harus pergi ke London tolong kau juga ikut memantau perusahaan ini.”


”Baik. Apa Alvin akan ikut denganmu?”


Malik mengangguk, ”Dia yang lebih faham tentang keadaan perusahaan ini jadi dia aku butuhkan di sana nantinya.”


”Astaga, ipar gak ada akhlak belum juga pergi sudah request oleh-oleh,” keluh Malik.


Malik terduduk setelah Faris pergi dirinya memijit pelipisnya menahan pusing beberapa hari ini dirinya kurang tidur hanya karena memikirkan keselamatan keluarganya, haruskah dia jujur dengan kisah masa lalunya bersama dengan Cindy. Jika dia jujur apakah Hana akan memaafkan dirinya, ini adalah cerita masa lalu dan Malik yang sekarang bukanlah Malik yang dulu.


Malik kesal dengan tingkah Cindy yang kembali mengejarnya padahal dirinya sudah melupakan masa lalu dan kejadian itu pun sudah berlalu cukup lama, kenapa wanita itu seakan tidak mau melepaskan dirinya.


"Ish, kenapa kepalaku pusing sendiri,” gumam Malik.


Dirinya bangkit dan berjalan keliling kantornya melihat bagaimana pegawainya sibuk bekerja hal yang sudah lama tidak dia lakukan. Malik kembali bertemu dengan Bayu.


”Kau adiknya Eric kan?”


"Iya benar Pak.”


”Apa sekarang Abangmu ada di rumah?”


”Tentu saja dia kan jualan bakso di ruko kompleks perumahan yang kemarin Pak Malik datangi itu.”

__ADS_1


”Jadi sekarang sudah buka?”


Bayu merasa sedikit aneh dengan pertanyaan yang diberikan oleh atasannya itu. ”Pak Malik bisa datang ke sana sekarang sudah buka kok, jika telat sedikit saja biasanya gak kebagian dan baru buka lagi nanti selepas ashar hingga jam sembilan malam.”


Tanpa menunggu jawaban lagi dari Bayu Malik segera keluar pergi menemui Eric dan benar apa yang dikatakan oleh Bayu jika kios bakso tersebut memang antri. Malik memarkirkan mobilnya tapi tak juga turun dirinya menimbang apakah akan ikut dalam antrian orang-orang itu.


Beberapa menit kemudian Malik segera melepas selt beltnya dan menuju ke kios tersebut. Lima belas menit mengantri dan Malik pun memesan bakso urat dan segelas lemon juice.


”Ada apa Pak Malik datang ke sini?” tanya Eric menghampiri mantan bosnya setelah pengunjung bisa diatasi oleh pegawainya.


”Sebenarnya kau pandai mengolah sesuatu sayangnya kau tidak bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujar Malik.


"Jangan mendikte seseorang Pak Malik, kesalahan terbesar saya adalah melepaskan wanita yang kini telah menjadi istri Anda. Jika dia tahu masa lalu Pak Malik yang kelam, apakah Anda yakin Hana akan memaafkannya.”


Malik mengangkat kepalan mendengar pernyataan Eric, ”Darimana kau tahu masalah itu?”


”Dari sumber yang bisa dipercaya tentunya,” sahut Eric.


”Begitu rupanya,” balas Malik mencoba untuk tetap santai dan tidak terpengaruh dengan ucapan Eric.


”Jangan kira saya tidak tahu bagaimana Pak Malik di masa lalu.”


”Memangnya kenapa dengan masa lalu saya, bukankah setiap orang memiliki kisahnya sendiri-sendiri dan yang terpenting itu bukan bagaimana dia di masa lalu tapi bagaimana di saat ini bukan?”


”Anda benar dan karena alasan itu pula saya ingin berjuang kembali untuk mendapatkan apa yang pernah saya lepaskan di masa lalu.”


”Apa maksudmu?”


”Pikirkan saja sendiri.”


Mendengar jawaban dari Eric membuat Malik tidak senang, rupanya Eric ingin kembali merebut Hana darinya itulah yang Malik tangkap dari percakapannya itu.


”Aku takkan membiarkan itu terjadi karena bagaimanapun dia adalah milikku dan takkan aku biarkan orang lain mengambilnya dariku.”


”Silakan mempertahankannya tapi dia juga memiliki hak untuk memilih kan, kita lihat apakah dia akan bertahan setelah mengetahui masa lalu Anda, Pak Malik yang terhormat!”


Malik terdiam ternyata Eric sudah tahu tentangnya, tapi siapa yang memberitahukannya?

__ADS_1


__ADS_2