Calon Istri Pengganti

Calon Istri Pengganti
130. Semua Jelas


__ADS_3

Malik menyerahkan ponselnya pada Alvin, adik iparnya pun ikut terkejut melihat siapa yang ada di sana. Seorang wanita terikat dengan mulut ditutup lakban.


”Jadi dia dalangnya, Astaghfirullah kenapa kita tidak curiga sejak awal jika pelakunya adalah dia,” ujar Alvin.


”Dia memperlihatkan muka polosnya dan sekarang terlihat jelas semuanya,” ucap Malik.


”Kau benar Bang, aku juga tidak menyangka akan terjadi hal yang membuat kepala geleng-geleng. Lalu bagaimana sekarang?”


”Kita bereskan semua dan kita pulang sekarang juga,” ucap Malik mantap urusan pekerjaan dia sudah pasrahkan semuanya rezeki takkan kemana dirinya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Hana.


”Semua sudah beres kan?” tanya Malik. Alvin hanya mengangguk dan mengikuti Malik ke airport pulang ke Jakarta.


Selama perjalanan pulang Malik hanya diam memikirkan pelaku yang benar-benar tidak dia sangka, dia kira orangnya telah berubah tapi ternyata dialah menjadi otak dari permasalahan yang terjadi. Begitu tiba di Jakarta hari sudah malam dan dia segera menuju kantor polisi memastikan semuanya di sana.


”Pak Malik Anda sudah datang?” sapa seorang polisi dengan name tag Ahmadi.


”Iya maaf jika saya ikut campur tapi sungguh saya tidak bisa benar-benar tenang jika masalah ini belum selesai dan sekarang sudah terlihat siapa pelakunya. Saya sendiri mengucapkan banyak terima kasih pada Pak Ahmadi.”


"Tidak masalah Pak Malik kami justru senang karena telah dibantu menindaklanjuti masalah ini.”


”Apa saya bisa bertemu dengannya.”


"Tentu silakan saya antarkan Anda ke sana.”


Malik bersama dengan Alvin mengikuti Pak Ahmadi ke ruangan khusus. ”Silakan.”


Malik dan Alvin pun duduk bersama setelahnya seorang wanita datang menghampiri mereka berdua.


”Astaghfirullah Flo, kenapa kau melakukan semua ini?” tanya Malik tenang.


”Untuk apa kau datang ke sini Bang?” sahut Flo. ”Apa mau menertawakan diriku?”


”Kenapa kamu melakukan ini?” tanya Malik.


”Aku membencimu Bang! Kau tahu aku sudah lama sekali memendam perasaan suka bahkan sebelum Kak Tiara bertemu denganmu tapi kau justru lebih memilihnya,” ungkap Flo.


”Astaghfirullah aku kira kau sudah melupakan semuanya, ternyata hatimu mendendam padaku.”

__ADS_1


”Kau pikir semua ini mudah untukku, bahkan setelah Kak Tiara meninggal sekalipun aku masih berharap aku bisa menggantikannya tapi yang terjadi kau justru memilih hidup sendiri dan justru memilih wanita lain sebagai pengganti Kak Tiara hanya karena Emil menyukainya.”


Alvin yang mendengar hal itu tentu saja marah dan hampir saja tidak bisa mengendalikan diri karena mendengar penuturan dari Flo. Malik segera menahan tangan Alvin yang akan bergerak memukul wanita yang ada di depannya itu, kepala Malik menggeleng perlahan.


”Lalu setelah kau tidak mendapatkan apapun kau berniat untuk melukai kami, terlebih Hana dan Emil. Katakan siapa yang memberitahukan dirimu tentang kepergian diriku ke London?” desak Malik dirinya sudah tidak sabar lagi ingin segera menyelesaikan masalah ini.


”Siapa lagi kalau bukan Bayu, adiknya Eric dialah yang aku manfaatkan selama ini,” ucap Flo.


Pengakuan demi pengakuan yang dijabarkan oleh Flo membuat Malik geleng-geleng kepala bagaimana tidak karena ternyata uang yang dibawa kabur oleh mantan mertuanya Lani itupun adalah rekayasa Flo agar Malik percaya dengannya. Sungguh wanita yang ada di depannya ini pandai sekali berakting.


”Jadi kalian bertiga bekerjasama begitukah?”


”Ya begitulah, Eric ingin mendapatkan kembali Hana sedangkan aku sendiri ingin menghancurkan dirimu, Bang. Jujur aku sudah sangat sakit hati mengingat bagaimana dirimu tempo hari di kantor bersama dengan mantanmu itu.”


"Astagfirullah,” desis Malik yang tidak henti-hentinya beristighfar karena mendengar pengakuan dari Flo.


”Ya semua sudah jelas kan? Bahkan mantanmu Cindy bisa bercerai dari suaminya itu juga karena pekerjaanku yang sukses mengganggu suaminya,” seru Flo.


”Kau benar-benar keterlaluan bagaimana jika perbuatanmu itu mencelakai banyak orang bahkan kakakku juga kau celakai. Saya akan tuntut Anda di persidangan nanti,” ucap Alvin.


”Silakan saja saya tidak takut!” tantang Flo.


”Kau pulanglah dulu, tak perlu ke kantor istirahatlah nanti aku minta Mang Tejo antar Untari jika aku sudah balik ke rumah, aku ke kantor sebentar.”


”Hati-hati Bang.”


Alvin pun berpisah dengan Malik di depan kantor polisi.


***


Jam delapan pagi di rumah Malik kedatangan tamu agung.


”Ada polisi di depan Mbak,” ucap Untari pada Hana.


”Polisi?” Hana memicingkan mata mendengar perkataan Untari.


”Iya di depan dia mau menanyakan perihal kecelakaan yang terjadi kemarin siang.”

__ADS_1


”Oh baiklah,” sahut Hana dengan segera bangkit menuju ke ruang tamu.


Dua orang polisi berseragam bebas dan juga Anton dan Doni berkumpul di ruang tamu.


”Malam Bu Hana, bagaimana keadaannya?” tanya salah satu polisi pada Hana.


”Alhamdulillah sudah lebih baik, apa ada perkembangan dengan masalah yang kemarin siang menimpa saya?” jawab Hana.


”Doni sudah menangkap siapa pelakunya dan Pak Malik meminta saya untuk menyerahkannya pada pihak berwajib,” ucap Anton.


”Syukurlah dan terima kasih banyak atas bantuannya. Apa Pak Malik ada di rumah?” tanya Anton.


”Belum bukankah dia belum pulang dari London.” Suara mobil berhenti tepat di depan rumah. ”Nah itu dia datang!”


”Tengah malam dia ada datang ke kantor polisi makanya saya bingung karena Bu Hana tidak tahu soal keberadaannya saat ini,” ucap Pak Ahmadi menjelaskan pada Hana.


”Benarkah?” Hana tidak percaya dengan penuturan Pak Ahmadi.


”Selamat pagi, maaf saya terlambat karena harus ke kantor lebih dulu,” ucap Malik.


”Bang Malik,” seru Hana.


”Kau baik-baik saja kan sayang?” tanya Malik.


Hana hanya bisa mengangguk mengiyakan pertanyaan Malik. Beberapa menit berlalu para tamu pun pulang kecuali Anton dan Doni karena permintaan Malik yang akan memberikannya bonus pada mereka berdua yang telah berhasil mengungkap kejahatan Flo.


”Terima kasih ya, atas bantuan kalian sekarang semua tercerahkan. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi jika tidak ada kalian mungkin saat ini saya tidak bisa kumpul dengan keluarga.”


”Jangan begitu Pak Malik, itu sudah jadi tugas kami semoga keluarga Pak Malik sehat selalu kami permisi dulu.” Keduanya pun pamit setelah Malik memberikan bonus pada mereka berdua.


Malik menarik nafasnya lega dan menatap istrinya dirinya bersyukur sekali karena masih bisa diberi kesempatan untuk bertemu lagi. ”Dimana anak-anak Abang rindu dengan mereka semua.”


”Ada di dalam,” jawab Hana.


”Untari makasih banyak ya, oleh-olehnya sudah saya titipkan sama Alvin dan sekarang dia sedang perjalanan ke sini karena gak mau terlalu lama di rumah apalagi belum melihat kakaknya dan istrinya yang katanya cantik-cantik.”


”Jangan di dengarkan,” ucap Malik.

__ADS_1


”Assalamualaikum, bolehkah saya masuk?”


Ketiganya menoleh ke belakang dan terkejut melihat siapa yang ada di depannya sekarang. ”Mau apa kau datang ke sini?”


__ADS_2