Calon Istri Pengganti

Calon Istri Pengganti
90. Kata Maaf


__ADS_3

"Mbak Hana,” panggil Untari begitu melihat Hana masuk membawa kereta dorong baby Aydan.


”Eh, kamu udah berangkat jam segini.”


”Iya, banyak kerjaan yang harus diselesaikan.”


”Kamu yakin bisa?”


”InsyaAllah ada mbak Susi yang ngajarin nantinya.”


”Oke, semoga betah ya, mbak ke ruangan mbak dulu kalau ada yang gak faham kamu bisa tanyakan langsung sama dia,” ucap Hana menunjuk pada Susi.


”Oke.”


Hana melangkah ke ruangannya ternyata di dalam sudah ada Malik dan Pak Basuki.


”Selamat pagi,” sapa Hana.


”Pagi Bu Hana, wah makin cantik saja nih lama gak ke kantor,” jawab Pak Basuki.


”Terima, ini juga berkat suami yang perhatian tentunya.” Malik tertawa mendengar celotehan istrinya itu.


”Sudah jangan banyak memuji bikin besar kepala jadinya,” ungkap Malik.


Ketiganya pun membahas tentang pekerjaan yang sedang mereka lakukan tangani saat ini, pekerjaan memang sedang padat dan itu membuat Malik kewalahan karena Faris tidak ada di kantornya.


”Apa perlu kita merekrut karyawan baru?" tanya Pak Basuki.


”Saya rasa tidak perlu Pak Basuki untuk sementara saya akan bantu menghandle-nya,” ucap Hana.


”Ibu yakin?”


”InsyaAllah, nanti saya akan bagi waktunya.”


”Aku gak akan maksain kamu jika memang kamu tidak kuat, segera kasih tahu Abang ya,” ucap Malik. Dia tak ingin waktunya terbagi, karena mengurus anak saja Hana sudah kerepotan dan lagi waktunya bersama dengannya pun berkurang.


”Baik.”


Pak Basuki dan Malik pun keluar dari ruangan Hana karena pekerjaan mereka masing-masing. Hana menghela nafasnya tidak menyangka akan kembali lagi ke kantor ini. Dia pun mulai bekerja sesekali dia melirik ke arah box bayi dimana Aydan sedang tertidur dengan nyenyak. Hana tak menyia-nyiakan waktunya dengan segera menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh adiknya Alvin.


"Hai,” sapa Indah membuat Hana mengangkat wajahnya lalu memberi kode untuk tidak berisik pada Indah.


”Kau benar-benar nekad,” bisik Indah.


”Terpaksa.”


”Tapi kamu hebat, bisa mengurus suami, anak sekaligus kantor bersamaan.”

__ADS_1


”Mau bagaimana lagi ini tugasku dan aku juga gak mungkin kan membiarkan orang lain mengambil pekerjaan adikmu sedangkan aku sendiri bisa mengatasinya.”


”Jangan kemaruk!” seru Indah.


”Kamu gak takut capek dan gak bisa melayani Pak Malik malam hari,” lanjut Indah.


Hana tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya. ”Kamu ini ada-ada saja.”


”Ish, aku kasih tahu kamu ya. Pria itu banyak uang banyak tingkahnya tapi kalau perempuan banyak uang gak akan butuh pria. Bener gak?”


”Lah, itu kan hanya pepatah saja Indah. Mana mungkin kita begitu kita juga tahu batasan kan gak mungkin akan berbuat seperti yang kau ucapkan itu.”


”Yah terserah kau sajalah,” ucap Indah kemudian.


”Yuk makan siang dulu, perutmu juga harus diisi.”


”Iya kamu duluan ya nanti aku menyusul tunggu baby bangun dulu,” sahut Hana.


Tak berapa lama Malik masuk membawakan sekotak box makan siang untuk Hana. ”Kamu ini punya penyakit maag loh tapi kok nekad gak bisa ontime buat mikirin perut sendiri lagian kamu juga kan menyusui, ayolah sayang pikirkan kesehatanmu juga kalau kamu seperti ini aku akan melarang kamu bekerja.”


”Maaf, baru juga telat beberapa menit aku sengaja nungguin Aydan bangun biar makan sama-sama,” jelas Hana.


"Nah kan, ayo makan dulu soal Aydan biar nanti Abang yang bantuin kamu.”


Dengan cekatan Malik membuka box tersebut dan langsung menyuapi Hana, ingin kesal pasti marah iya, karena Hana tidak memperdulikan kesehatannya sendiri dan lebih mementingkan pekerjaannya.


”Abang gak suka kamu mengabaikan kesehatanmu Sayang, karena kami masih membutuhkanmu. Ada Emil dan Aydan dan juga aku,” seru Malik.


”Makan yang banyak!”


”Tidak bisa aku sudah kenyang.”


”Kau itu menyusui Hana,” ucap malik penuh penekanan.


”Baiklah-baiklah aku akan makan yang banyak biar gemuk,” cibir Hana.


”Buat kamu juga, buat kesehatanmu lebih tepatnya kalau kamu sehat bukan hanya putraku saja yang senang tapi juga Abang,” ucap Malik menggoda Hana.


”Dasar genit!”


”Astagfirullah genit juga cuma sama kamu saja gak pernah ya Abang godain cewek di luar sana.”


”Hem, menarik!”


”Sudahlah jangan dilanjutkan, buruan dihabiskan nanti keburu dia bangun!”


Benar saja baru selesai bicara Aydan sudah bangun dan merengek minta digendong. ”Nah benar kan kata Abang, buruan dihabiskan.”

__ADS_1


Hana cukup nyengir melihat sikap jengkel Malik.


***


”Vin, ada tamu di depan.”


”Siapa Ma?”


”Kamu lihat saja sendiri.”


Alvin menggerakkan kursi rodanya menuju ke ruang tamu dilihatnya ada Angela di sana.


”Alvin,” lirihnya.


”Kau, untuk apa kau datang ke sini?”


”Aku hanya mau meminta maaf sama kamu.”


Alvin tidak habis pikir setelah semuanya terjadi kenapa sekarang dia datang dan meminta maaf padanya.


”Maaf untuk apa, bukankah semua ini sudah jelas dan kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini itu kan yang kamu katakan tempo hari?”


”Alvin, a-ku merasa bersalah padamu tolong maafkan aku,” lirih Angela.


”Aku sudah memaafkan dirimu bahkan jauh hari sebelum kau memintanya, tapi setelahnya aku menganggap dirimu tak pernah hadir dalam hidupku Angela. Bukankah ini yang kau inginkan?”


Angela meneteskan air mata hal yang Alvin tidak sukai dari seorang wanita menangis. Alvin mengambil tisu dan mengulurkannya pada Angela.


”Hapus air matamu!” ucap Alvin.


”Jangan menangis di depanku karena aku tidak suka dan lagi kenapa kau masih menemui diriku bukankah kau sendiri yang memilih untuk pergi tempo hari.”


”Maafkan aku Vin, aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri jika aku memang masih mencintaimu.”


”Kau ini jangan mempermainkan perasaan orang, aku benar-benar tulus sayang sama kamu bahkan aku rela membantah apa kata mama dan kakakku tapi justru kau lebih memilih pulang ke asalmu, silakan saja aku tidak akan menahan dirimu karena itu adalah keputusanmu sendiri,” ucap Alvin membuat Angela semakin terisak.


”Aku tidak menyalahkan siapapun aku hanya ingin kau tahu apa yang aku rasakan saat ini, kecewa itulah yang aku rasakan. Pulanglah aku khawatir Aldo akan mencari kamu dan terjadi kesalahpahaman lagi.”


Ya sebelum kecelakaan yang menimpa Alvin mereka bertiga bertengkar hebat bahkan Aldo mengancam Alvin jika masih saja mendekati Angela tunangannya.


Saat itu Alvin terkejut mendengar pengakuan pria bule itu, dan anggukan kepala dari Angela membenarkan jika keduanya memang menjalin hubungan hal yang membuat Alvin kecewa karena ternyata selama ini dia sudah dibohongi oleh wanita ini.


”Kau puas sekarang setelah apa yang kau lakukan? Tolong jangan pernah datang lagi ke sini dan anggaplah kita tidak pernah bertemu satu sama lain.”


Deg.


Angela terkejut dengan perkataan Alvin apakah itu tandanya pria yang ada di depannya ini sudah benar-benar tak ingin melihatnya.

__ADS_1


”Vin ... tidakkah kau kasih aku kesempatan padaku,” ucap Angela.


Alvin bungkam dia sendiri tidak tahu harus menjawab apa di sisi lain dia masih mencintai wanita ini tapi di sisi lain dia telah dibohongi olehnya hal yang tidak dia sukai.


__ADS_2