Calon Istri Pengganti

Calon Istri Pengganti
36. Dunia Memang Sempit


__ADS_3

”Papa sudah saling kenal?" tanya Malik.


”MasyaAllah, papamu itu dulu rajanya tukang bully adik-adik kelasnya dan papa termasuk korbannya karena dulu dia menjadi senior papa. Kamu sukses ya sekarang?” balas Soleh lalu menatap ke arah Daniel.


”Kamu tahu Malik, dulu mertuamu ini dipanggil kutu buku dan lagi penampilannya culun sekali makanya jadi bahan olokan yang lain tapi tak bisa dipungkiri nilainya selalu dia atas yang lain,” terang Daniel.


”Duh, kenapa kita jadi berbesan ya sekarang, dunia memang sempit!” sambung Daniel.


Keduanya pun seakan sedang bernostalgia, Soleh pun menjelaskan siapa Hana dan bagaimana mereka bisa bertemu dengan Rita karena Daniel tahu jika Soleh tidak pernah berpacaran dengan Rita sebelumnya dan pernah menikah dengan gadis lain.


”Kamu lihat mereka seperti sahabat yang sudah lama tidak bertemu,” ucap Malik pada Hana.


”Benar, dunia memang sempit seperti yang papa Daniel katakan tadi!,” papar Hana.


”Malik, apakah semuanya sudah beres?” tanya Maryam mendekati putranya itu.


”Semua sudah Malik pasrahkan pada Faris Ma,” jawab Malik.


”Oh begitu baiklah Mama pulang dulu ya besok siang Mama akan kembali ke sini. Hana, kau jangan terlalu capek dan agar kau bisa segera hamil buat rileks pikiran jangan terlalu stres dengan pekerjaan ada Malik yang akan membantumu,” ucap Maryam.


”I-iya Ma, Hana akan mencobanya,” sahut Hana.


Maryam pun pulang tapi tidak dengan Daniel karena memang mereka sudah bercerai dan sekarang memiliki kehidupan sendiri.


”Bang aku urus Emil dulu ya sepertinya dia sudah lelah,” ucap Hana.


Malik mengangguk singkat membiarkan Hana mengurus putranya.


”Emil sudah malam ayo kita istirahat dulu, besok kan masih bisa main lagi sama Om Alvin juga,” ucap Hana.


”Benarkah? Jadi besok rumah ini akan banyak orang dan akan sangat ramai sekali begitukah Ma?” tanya Emil.


”Iya Sayang, maka dari itu sekarang Emil tidur dulu ya,” ucap Hana.


”Baik.”


Tanpa bantahan Emil mengikuti langkah Hana ke kamar, pemandangan yang jarang dilihat oleh para orang tua terlebih Daniel yang sudah sangat menginginkan menantu yang dapat meluluhkan hati cucunya itu karena Emil sangatlah pemilih.


”Nampaknya mereka saling cocok ya,” ucap Daniel.


”Iya karena Hana orangnya sabar dan juga menyukai anak kecil, wajar kalau Emil langsung jatuh cinta padanya,” sahut Soleh.

__ADS_1


”Iya dan Malik putraku juga jatuh cinta padanya, syukurlah keduanya jatuh di tangan orang yang tepat,” ucap Daniel.


”Apa maksudmu?” tanya Soleh.


”Tadinya dia diminta untuk turun ranjang dengan menikahi adik iparnya saudara tiri almarhumah istrinya namun dengan tegas kami menolak karena memang keduanya bersebrangan dan lagi kami merasa tidak cocok dengan adiknya itu,” jelas Daniel.


”Sudah Pa, jangan bongkar masa lalu malu lah,” ucap Malik.


”Papa hanya memberitahukan pada papa mertuamu Nak, tidak ada maksud apapun percayalah,” kilah Daniel.


”Papa mau nginap di sini juga?” tanya Malik menatap ke arah Daniel.


”Memangnya masih ada kamar kosong?” balas Daniel.


”Kamar tamu masih banyak yang kosong Pa, memangnya Papa lupa kalau di sini ada tiga lantai dan banyak ruangan,” jelas Malik.


”Baiklah Papa akan menginap di sini lagian Papa malas bolak-balik,” ucapnya.


***


”Mama yakin mau datang ke sana?” tanya Flo begitu melihat Lani sudah bersiap untuk pergi.


”Tapi Flo pikir bukan itu alasan utama Mama,” kilah Flo. ”Mama hanya ingin melihat Bang Malik kan? Jujur saja sama Flo!” desaknya.


”Kamu sama sekali belum bisa berpikir dewasa ya, bukankah di antara kami ada Emil. Meskipun Malik hanya seorang mantan menantu tapi bagaimanapun Emil tetap cucuku biarpun Tiara putriku sudah tiada tak ada yang namanya mantan cucu mengerti!” tegas Lani.


”Cih, sama saja Mama hanya inginkan pembelaan. Mama boleh saja menipu orang lain dengan sikap Mama di depan orang lain tapi tidak dengan Flo karena kita sudah tinggal dan hidup bersama selama bertahun-tahun,” ucap Flo mencoba mematahkan argumen Lani yang selalu saja membuat Flo kesal.


”Apapun itu terserah kau yang penting kau jangan ikut campur urusan Mama mengerti! Mama pergi dulu.”


Meilani atau yang biasa dipanggil Lani memang memiliki ketertarikan pada Malik mantan menantunya sendiri, dia begitu terobsesi dengan pria itu dia berharap Malik tetap menjadi duda agar dia bisa mengambil celah untuk bisa mendapatkan hati Malik lalu meminta cerai dengan suaminya tapi apalah daya Malik telah memilih wanita lain sebagai istrinya.


”Ma, kau datang kemari?” tanya Malik terkejut begitu melihat mantan mertuanya yang berpakaian sangat ketat membentuk lekuk tubuhnya.


”Iya tentu saja, memangnya ada larangan jika Mama tidak boleh datang ke pestamu ini?” tanya Lani.


”Tidak ada hanya saja sepertinya Mama salah kostum karena kita semua berpakaian santai karena memang Malik ingin semua berjalan santai tanpa ada bahasan pekerjaan di sini jadi murni hanya untuk mempererat dia keluarga,” jelas Malik.


Lani memperhatikan sekelilingnya dan memang benar hanya dia saja yang memakai pakaian pesta dengan high heels yang berwarna senada dengan dress-nya.


”Apakah kau sengaja ingin mempermalukan Mama?” ucap Lani sekeras apapun dia ingin marah tapi begitu melihat wajah Malik, kemarahan itu sirna.

__ADS_1


”Maaf sebaiknya Mama bergabung dengan yang lain karena Malik mau menemui Hana dulu,” pamit Malik beranjak pergi meninggalkannya.


”Kau datang juga?” sapa Maryam pada mantan besannya itu.


”Tentu saja mana mungkin aku melewatkan semua ini,” ucap Lani.


”Jadi kau sengaja terbang dari Paris ke Jakarta hanya untuk ini, sulit dipercaya,” ungkap Maryam.


”Ya terserah penilaianmu saja, dan ingat Emil itu masih cucuku,” balas Lani.


”Ya aku tahu itu, silakan dinikmati pestanya,” ucap Maryam segera pergi meninggalkan Lani sendiri dia merasa seperti anak ayam kehilangan induknya.


***


”Sayang kenapa belum juga keluar, semua orang sudah menunggu di bawah.”


Malik memeluk istrinya dari belakang meletakkan dagu di bahunya.


”Istriku ini sudah cantik kok, jadi tidak perlu tambahan make up lagi,” puji Malik.


”Hem, gombal!” sahut Hana.


”Faktanya begitu," sahut Malik.


”Sudahlah yuk kita turun, kasihan yang lain sudah pada menunggu,” sambung Malik.


Keduanya pun langsung ikut berbaur bersama yang lain dan tidak luput dari perhatian para tamu yang sebagian merupakan keluarga besar dari pihak Malik.


”Hana kamu cantik sekali,” puji Sabrina.


”Namanya juga perempuan pasti cantik kalau cowok baru tampan,” balas Malik.


”Semoga bisa menjadi istri dan ibu pengganti buat Emil. Tolong jaga Bang Malik baik-baik ya Kak, karena jaman sekarang rentan pelakor, apalagi secara fisik Bang Malik masih gagah dan juga punya pesona sendiri,” ungkap Sabrina melirik ke arah Lani.


”Apa maksudmu bicara begitu?” tanya Malik belum memahami arah pembicaraan Sabrina.


”Nanti bakal Sabrina jelaskan kok Bang, orangnya masih di sini.”


Malik menatap ke arah Lani yang sedang berbincang-bincang dengan mertuanya.


”Apa yang sedang direncanakan olehnya?” lirih Malik.

__ADS_1


__ADS_2