Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 105 Pelayan yang menjengkelkan.


__ADS_3

Lalu terbukalah pintu kamar Lukas dan terlihatlah Alin diambang pintu. Bukannya berbalik, Lukas malah memejamkan matanya dan tidak menoleh sedikitpun kebelakang. Alin pun masuk ke dalam dan menghampiri Lukas yang sedang tidur sambil membalikkan badannya ke arah dinding.


Lukas terlihat memejamkan matanya dan tidak peduli dengan Alin yang sedang menatapinya itu. Karena merasa sedikit kuatir dengan Lukas yang masih tidak menyadari akan kedatangannya, Alin menyentuh kening Lukas dan memeriksa suhu tubuhnya.


Tangan yang begitu lembut dan dingin, terasa nyaman saat menyentuh keningnya. Lukas menjadi tidak sampai hati menepis tangan lembut itu walau ia merasa sedikit kesal dengan Alin yang tidak memperhatikan nya tadi, dan ia akhirnya tetap memilih untuk mengusir Alin dengan kata-kata biasa.


"Pergilah sana." Ucap Lukas dengan mata yang masih di pejamkan.


"Eh, kau masih belum tidur?"


Alin sontak menarik tangannya kembali dengan cepat saat ia mengetahui kalau Lukas belum tidur. Ia mundur beberapa kebelakang dan berakhir di samping meja belajarnya, lalu meletakan roti tadi diatas meja itu. Kemudian Lukas berbalik dan menoleh ke arah Alin yang sedang berdiri di dekatnya itu.


"Kau baik-baik saja, kan? Suhu tubuhmu tidak panas, tapi kau... kenapa bertingkah aneh tadi. Apa ada sesuatu yang menganggu pikiran mu?"


"Bukan urusan mu, aku hanya ingin beristirahat."


"Hm, oke, oke. Kalau begitu... aku pergi dulu. Sampai jumpa besok..." Pamit Alin dengan sedikit kecewa.


"Hm."


Dengan perasaan hati yang merasa sedikit kecewa, Alin melangkahkan kakinya itu kembali keluar dari dalam kamar Lukas dan meninggalkan nya di sana sendirian. Setelah ia melihat Alin sudah pergi dari situ, Lukas kembali pada posisinya yang sebelumnya, posisi tidur yang menghadap ke dinding kamar. Ia kembali termenung dan melamun sejenak. Tapi tidak lama setelah itu, Lukas langsung tertidur dengan pulas nya.


...Tok tok tok...


...Tok tok tok...


...Tok tok tok...


"Pangeran, pangeran Lukas. Tolong keluar sebentar! Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda."


Tetapi, ia terbangun karena oleh suara yang seseorang yang memanggil nya dari luar itu. Suara ketukan dan suara panggilan dari orang tersebut menggema di dalam kamar Lukas yang sepi itu, hingga membuatnya sangat terganggu. Ia pun dengan terpaksa harus beranjak dari kasur dan berjalan ke arah pintu lalu membukanya.


"Apa kalian tau waktu?! Apa kalian terlalu bodoh untuk berpikir?! Inikah sopan santun yang istana ajarkan, berteriak-teriak pada saat waktunya istirahat?!" Omel Lukas.


"Ampun pangeran! sa-saya tidak bermaksud untuk bersikap lancang seperti ini. Tapi..." Ucap salah satu pengawal yang memanggil-manggil Lukas tadi.

__ADS_1


Pengawal itu sangat ketakutan saat Lukas mengomeli dan menegurnya, ia dengan segera berlutut dan memohon ampun kepada Lukas yang ada di depannya. Tapi Lukas tau, kalau pengawal nya begitu disiplin dan juga setia. Jadi Lukas pun tau, orang itu pasti dalam suatu situasi yang sulit jika sampai melakukan pelanggaran peraturan pribadi darinya.


Lalu Lukas menoleh ke sisi lain dan melihat beberapa orang dengan seragam khusus di sekitar tempat itu. Yang tidak lain adalah pengawal khusus putra mahkota berserta pelayan pribadinya. Melihat beberapa orangnya Yuno itu Lukas merasa sedikit jengkel, ia menatap mereka dengan tatapan yang datar dan tidak terlalu menganggap keberadaan mereka.


Karena sudah di berikan suatu perintah oleh Yuno, pelayan pribadi Yuno itu ingin mengutarakan perintah yang sudah di berikan majikan mereka tadi kepada Lukas. Ia maju ke hadapan Lukas dan membungkukkan sedikit badannya.


"Salam sejahtera untuk pangeran Lukas. Maaf menganggu waktu istirahat anda, pangeran. Tapi ini perintah dari putra mahkota. Anda di sur-" Ucap pelayan Yuno itu, namun terpotong oleh Lukas.


"Ck! Berisik! Besok saja!" Bantah Lukas.


Benar-benar menjengkelkan sekali orang-orang itu di matanya. Lukas langsung segara masuk kembali dan bersiap untuk membanting pintu kamar dengan keras. Tapi saat pintu itu sudah hampir tertutup oleh bantingannya, pintu itu terhenti. Karena penasaran dengan pintu yang tidak terbanting itu, Lukas membuka pintu kamarnya kembali dan melihat apa yang terjadi. Ternyata pelayan Yuno tadilah yang menahan pintu itu dengan dengan kakinya.


"Maaf, pangeran. Tapi anda harus ikut dengan kami, ini perintah dari putra mahkota. Beliau berpesan, jika anda tidak mau ikut, kami harus menyeret anda dengan paksa." Ucap pelayan itu dengan tegas.


Paksaan.. itulah yang terpikirkan oleh kepala Lukas sekarang. Kakaknya yang satu itu sangatlah mengesalkan sama halnya dengan pelayan yang ada di hadapannya sekarang. Lukas tentu saja menggerutu di dalam hatinya sana kepada kakaknya itu.


"Inilah mengapa aku tidak suka dengan orang-orang nya orang itu. Memaksa sekali! Besokan bisa? Kenapa harus sekarang?!"


"Kalian tidak perlu menyeret ku untuk menemui nya, aku punya dua kaki yang masih utuh. Apa kau liat?! Humppt! Tunggu sebentar, aku mau bersiap-siap dulu." Sahut Lukas dengan ketusnya.


"Yahh... Itu perintah. Kalau kau malas untuk pergi, kami bisa menyeret mu. Kami pun sebenarnya malas memanggil mu, tapi ini perintah, bukan?"


Beberapa lama kemudian, Lukas keluar dari dalam dengan memakai jubah putih miliknya. Lalu mereka pun pergi ke ruangan Yuno untuk menemuinya, yang di ikuti oleh beberapa pengawal pribadi Lukas dan Yuno di belakang mereka.


Sesampainya di depan pintu ruang belajar Yuno, pelayan Yuno maju ke depan dan mengetukkan serta memberikan hormat untu Yuno dengan keadaan pintu yang masih tertutup.


...tok tok tok...


"Salam, putra mahkota. Pangeran Lukas sudah di sini untuk menemui anda." Ucap pelayan Yuno dari luar.


Dan terdengarlah sahutan Yuno dari dalam, yang menyuruh pelayan nya untuk mempersilahkan Lukas masuk.


"Oh, sudah berhasil yah... Yasudah, suruh saja dia masuk dan kalian tinggallah di luar, aku ingin berbicara dengannya sebentar."


"Baik, putra mahkota."

__ADS_1


Setelah mendengar sahutan dan perintah Yuno, pelayan tadi membukakan pintu dan membungkuk seraya memberikan jalan kepada Lukas. Lukas pun masuk ke dalam untuk menemui Yuno.


Terlihatlah di dalam, Yuno dengan serius membaca setumpuk buku yang ada di atas meja. Pekerjaan seorang penerus tahta tidaklah mudah, apalagi yang harus di urus itu setengah dunia. Yuno memiliki kesibukan yang sangat banyak, sehingga ia jarang bergaul ataupun keluar menunjukan batang hidungnya.


Lukas duduk di salah satu bangku yang ada dan menunggu Yuno di sana, sampai orang itu menyelesaikan sedikit kesibukan otaknya. Tak lama setelah itu Yuno sudah menyelesaikan sesuatu yang dipikirkan nya dan langsung menoleh Lukas dari tempatnya yang sekarang.


Tapi ada sesuatu yang membuat Yuno merasa lucu saat menatap wajah adiknya. Ia sampai tertawa terbahak-bahak melihat itu, entah apa yang dia tertawa kan. Lukas tentu saja kebingungan.


"Pfft.... BHAAAHAHA.... Apa itu..?" Bahak Yuno sambil menunjuk-nunjuk Lukas.


Lukas yang kebingungan melihat ke arah yang Yuno tunjuk, ke arah bajunya. Ia melihat ke bawah dan melihat baju yang ia kenakan. Lukas terlihat mengenakan baju piyama bebek berwarna hijau yang di lapiskan jubah putih khusus pangerannya. Tapi menurut pengelihatan nya itu tidaklah aneh.


"Apanya?" Tanya Lukas polos.


"Baju piyama bebek hijau...! BWAAAHAHAHA! Apa-apaan itu, memangnya ada bebek yang berwarna hijau...?!"


"Seperti yang kau lihat. Memang ada, lihat." Sahut Lukas sambil menyodorkan gambar dari baju piyamanya itu.


"Pftt.. maksudku bebek yang masih hidup, adik... Sejak kapan bebek berwarna hijau? Hahaha...!"


"Ya, tidak ada."


"Hahahaha! Adikku memang beda. Kenapa kau memakai piyama dengan jubah mu itu? Astaga tuhan... humor bebek menangis melihat style adikku. BHAHAHA....!" Tawa Yuno lagi.


"Salahkan sendiri pelayan mu yang menjengkelkan itu! Dia bahkan mengancam akan menyeret ku jika aku tidak ikut dengan nya tadi! Padahal aku sudah enak-enak nya tidur!" Amuk Lukas yang tidak terima.


"Hahaha! Maaf, apa kau mau meminjam baju ku?"


"Tidak, terima kasih! Aku ingin segera tidur setelah ini." Sahutnya.


"Ishhh... Salahkan juga dirimu. Setiap pengawal ku memanggil mu, kau pasti berkata seperti ini 'Ck! Berisik! Besok saja!'" Ucap Yuno meniru perkataan Lukas sambil sedikit mengejek.


"Ya, aku malas. Haruskah aku peduli? Jadi ada apa? Aku ingin segera beristirahat setelah ini."


Setelah mengingatnya, Yuno mengobrak-abrik sedikit kertas-kertas yang ada di atas meja. Lalu ketiga ia sudah menemukannya, ia mengambil salah satu kertas dan berjalan ke arah Lukas. Ia menyodorkan nya kepada Lukas.

__ADS_1


"Apa ini?" Tanya Lukas.


__ADS_2