Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 57 Bekerja sama dengan gunung kutub.


__ADS_3

Lukas berdiri dari tempatnya dan ia mulai melangkah pergi ke arah pintu. Namun tiba-tiba saja Yuno mengangkat tongkat sihirnya dan seketika itu juga Lukas langsung terikat di rantai sihirnya.


"Aku mau kau membantuku! Aku dengar kau adalah salah satu dari tiga orang yang bisa menggunakan 'ke 5 elemen'. Aku sebenarnya sudah membuat senjata kuat untuk melawan dunia sihir merah kelak. Tapi itu membutuhkan kekuatan gabungan dari ke 5 elemen..."


"Aku tidak tertarik!" Sahut Lukas dingin, menyela penjelasan dari Yuno.


Belum sempat Yuno menjelaskan semuanya, Lukas sudah menolaknya terlebih dahulu. Lukas mengayunkan kan tongkatnya dan dengan sekejap mata, rantai sihir yang Yuno buat dengan mudahnya di hancurkan oleh Lukas.


...Krakk...


Rantai sihir Yuno pecah berkeping-keping dan dengan sekejap, rantai sihirnya hilang. Semua orang memang tau kalau Lukas itu adalah orang yang hebat, namun cukup sulit untuk berkerja sama dengan gunung kutub itu.


Tapi Yuno sudah mengetahuinya lebih dulu dan ia juga sudah menyiapkan sebuah imbalan yang mungkin membuat Lukas tertarik untuk membantunya.


"Tunggu!" Seru Yuno.


Lukas kembali berbalik dan ia menatap Yuno. Ia hanya diam berdiri di tempatnya sekarang menunggu Yuno berbicara.


"Aku tau kau tidak akan tertarik dengan hal ini. Tapi kau pasti akan tertarik dengan imbalan ku. Jika kau mau membantuku, aku akan memberikan mu informasi tentang cinta pertama mu itu."


"Setuju."


Saat mendengar itu, tanpa pikir panjang lagi Lukas langsung menyetujuinya. Yuno sangat senang karena kini rencana berhasil untuk bekerja sama denan Lukas. Cukup sulit untuk bekerja sama dengan Lukas, karena dia tidak tertarik dengan banyak hal kecuali yang Yuno sebutkan tadi.


"Hufttt... untunglah dia mau. Dari ketiga adikku dialah yang paling sulit diajak berkerja sama saat ini."


"Temui aku hari Senin depan di sini setelah kau pulang dari academy" Ucap Yuno.


"Hm."


Lukas pun mengiyakan nya dan ia pergi dari ruang bacanya Yuno. Yuno masih duduk di bangku tadi sambil memikirkan adiknya.


"B**ocah kutub itu masih saja dingin. Sangat sulit bagiku untuk mengajak dia berkerja sama kelak. Dulu dia sangat mudah di bujuk, tapi sekarang dia sangat susah untuk di bujuk. Dulu dia hanya perlu disogok menggunakan coklat saja sudah beres, tapi sekarang bahkan tingkat keberhasilan untuk membujuknya 000,010%. Untung saja Anita masih di bawah pengawasan istana dalam misi Regental luarnya. Jadi aku bisa mengetahui keadaannya dan aku bisa bekerja sama dengan bocah kutub itu. Arghh... Apa tidak ada cara lain untuk membujuk Lukas?!"


Bocah kutub, Yup Lukas adalah bocah kutub yang cerdas di mata Yuno. Namun Lukas juga memiliki kelemahan. Pertama, dia belum sepenuhnya melupakan Anita dan yang kedua, dia tidak bisa memilih diantara Anita dan Alin.


Lukas sebenarnya 4 bersaudara, dari Deon Li dan Yiu Shi. Yuno, Gion, Lukas dan Yura, diantara mereka berempat hanya Lukas lah yang memiliki sifat yang dingin.


Sore harinya, pelajaran telah usai seperti biasa para siswa dan siswi pulang ke rumah mereka masing-masing. Alin dan Gion keluar lebih dulu dari anggota KIMASEF yang lainnya dan mereka berdua menunggu yang lainnya di depan pintu gerbang.


Saat mereka menunggu di depan gerbang, Alin melihat Lina melewati mereka. Alin ingin ikut dengan Lina, tapi ia meminta izin dulu dengan Gion.


"Gion.." Panggil Alin dengan nada yang lembut.


"Kenapa?"


"Aku ingin kerumahnya Lina, sebentar saja" Ucap Alin sambil menekan kata terakhir yang ia ucapkan.


"Tidak boleh, kau harus mengerjakan tugas mu."


"Kumohon! kumohon! kumohon! Sebentar saja Gion." Seru Alin memohon kepada Gion sambil melompat-lompat.


"Huh, baiklah tapi hanya sebentar saja. Aku akan mengirimkan pengawal nanti untuk menjemput mu."

__ADS_1


"Oke, terimakasih Gion." Dengan segera Alin langsung berlari menyusul Lina dan meninggalkan Gion di situ sendirian.


Gion merasa agak sedih karena di tinggal sendirian lagi. Ia duduk di bangku yang ada di depan gerbang Academy.


"Sendirian lagi..."


Tiba-tiba saja, ada seseorang yang mengagetkan Gion dari belakang sambil menepuk bahunya.


"BWAAA.."


"WHAA... Sarah!" Teriak Gion terkejut.


"Hahaha... Kau pengecut sekali, baru seperti itu saja sudah terkejut." Ucap Sarah meremehkan Gion.


"Apa kata mu?!"


Gion sangat kesal pada Sarah, Sarah sudah mengagetkan nya dan sekarang ia malah meremehkan Gion. Tanpa banyak basa-basi lagi Gion langsung mengejar Sarah, namun Sarah juga tidak kalah cepat berlari dari Gion.


"Hei kau! Awas kau, aku akan menangkap mu!"


"Bleee, tangkap saja kalau bisa."


Sarah tetap saja berlari sambil mengolok-olok Gion dan Gion terus saja mengejar Sarah. Kini mereka terlihat seperti kucing dan anjing yang tengah berkejar-kejaran.


Alin dan Lina pergi ke rumahnya bersama. Sesampainya di rumah, Alin dan Lina langsung masuk ke dalam kamar dan beristirahat sejenak. Seperti biasa ibu Lina akan pulang malam dari ladang tempat nya berkerja dan Lina sendirian di rumah nya.


Di dalam kamarnya Lina, Alin tengkurap di kasurnya dan Lina pun tengkurap di sebelahnya Alin sambil membaca buku.


"Huftt..." Alin menghela nafas.


"Tidak apa, aku hanya bingung. Bagaimana caranya aku mengerjakan 42 halaman soal dalam semalam?!"


"Yahh... Bukannya pangeran Lukas ada, kau bisa memintanya menolong mu."


"Tapi masalahnya..."


"Kenapa Alin?" Tanya Lina.


"Setiap aku berada di dekat nya, ada hal aneh yang terjadi padaku." Jawab Alin sambil menggigit bibir bawahnya.


"Hal aneh? Hal aneh seperti apa?"


"Hmm... muka yang tiba-tiba terasa memanas dan detak jantung yang berdetak dengan kencang." Jawabnya polos.


"Whahahaha" Bahak Lina. Spontan tangan Lina langsung memukul-mukul pundaknya Alin dengan pelan.


"Kenapa kau tertawa?" Tanya Alin bingung.


"Apa kau tidak tau?"


"Tau apa?" Tanya Alin semakin kebingungan.


"Yup, dia tidak tau!"

__ADS_1


"Itu berarti kau menyukai pangeran Lukas." Jawab Lina.


"A-aku... Me-menyukai Lukas?!" Seketika muka Alin memerah karena malu. Dia menatap Lina dengan muka merahnya.


"Hehm" Jawab Lina sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


"A-apa kau yakin?!" Tanya Alin lagi.


"Sangat yakin!"


Muka Alin semakin memerah karena malu, Alin terlihat kelabakan saat mendengar nya. Ia menepuk-nepuk pipi dan pahanya berkali-kali.


"Hei tenanglah, semua orang memang wajar jatuh cinta." Ucap Lina menenangkan Alin.


Alin menatap Lina dan ia pun menunduk.


"Kenapa? Apa kau... Tidak pernah pacaran?!"


Alin pun mengangguk-anggukan kepalanya.


"Whaaa, itu berarti pangeran Lukas itu cinta pertama mu." Ucap Lina lagi.


"Ti-tidak, tidak mungkin!"


"Terserah saja kau mau percaya atau tidak. Apa kau mau makan, aku lapar."


"Baiklah..."


Mereka turun dari kasur dan pergi menuju ke dapur. Namun saat mereka melewati kamar Ibunya Lina, ada suara ketukan di pintu.


...tok tok tok...


Lina dan Alin pun memutuskan untuk membukakan pintu nya dulu. Saat mereka membuka pintunya, terlihatlah 5 orang pengawal kerajaan di depan pintu.


"Apa Gion yang menyuruh kalian kemari?" Tanya Alin.


"Benar, putri Jiu"


"Oh, Lina sepertinya aku harus pulang sekarang. Maaf..." Ucap Alin merasa sedikit tidak enak.


"Tidak apa, aku akan menyusul mu nanti. Aku akan mengambilkan tas mu sebentar."


Lina berlari ke dalam rumahnya dan Alin pun menunggu nya. Beberapa menit kemudian, Lina menghampiri Alin sambil memegang tasnya. Ia memberikan tas itu kepada Alin.


"ini"


"Terima kasih" Ucap Alin.


"Tentu, aku akan mengunjungi mu nanti." Sahut Lina.


"oke."


Alin masuk ke dalam kereta kuda dan mereka langsung pergi kembali ke istana. Alin mengeluarkan kepalanya sedikit melewati jendela kereta kuda. Terlihat di belakang, Lina sedang melambai-lambai kan tangannya ke arah Alin dan Alin pun membalasnya.

__ADS_1


Mereka kini sudah jauh dari tempatnya Lina dan Lina sudah tidak terlihat lagi. Alin memasukkan kembali kepala nya ke dalam kereta. Dia terdiam, tenggelam dalam pikirannya.


"Apa... Aku benar-benar menyukai Lukas?! Tapi, jujur saja aku memang mulai merasa nyaman pada nya."


__ADS_2