
*Istana dunia sihir putih
Setelah tiba di Istana mereka semua berpisah dan masuk ke dalam kamar mereka masing-masing untuk tidur. Begitu juga dengan Alin, Ia sangat kelelahan hingga ia enggan untuk berjalan. Hari itu adalah hari pertama nya menjalankan tugas sebagai KIMASEF.
Saat ia ingin merebahkan tubuhnya di kasur, tiba-tiba Lukas masuk ke dalam kamar nya seperti biasa. Alin terkejut dan sontak berdiri dari tempat tidur nya.
"Lukas, apa kau bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke kamarku?! kau selalu saja membuatku kaget" Pinta Alin dengan sedikit kesal.
"Salah sendiri pintu nya tidak di kunci" Sahut Lukas dingin. Ia kemudian duduk di kursi yang ada di kamar Alin.
"eh iya juga sih... kenapa aku gak kunci pintu nya yah?" batin Alin bertanya pada dirinya sendiri seraya melamun.
"Dimana buku itu?" tanya Lukas dingin.
"oeh... Jadi kau kesini malam-malam hanya untuk mengecek itu?" tanya Alin.
"memangnya apa lagi?"
"tapikan bisa besok Lukas. Ini kan sudah malam, aku sangat mengantuk" Sahut Alin.
"Cepat berikan sebelum aku berubah pikiran!"
perintah Lukas.
"Baiklah" Ujar Alin dengan nada yang malas seraya mengambil buku itu di atas meja.
Lukas kemudian mengambil nya dari tangan Alin. Pertama-tama ia memperhatikan buku itu dengan Seksama. Setelah ia mengetahui masalahnya, ia kemudian membacakan sebuah mantra penghancur.
Seketika buku itu hancur berkeping-keping dan menghilangkan bagaikan debu. Lukas lalu mengambil kalung nya dan memberikan itu kepada Alin.
"Woahhhh hebat sekali" Seru Alin kagum pada kemampuannya Lukas.
"palingan itu cuman perbuatan orang iseng"
"berhati-hatilah, kalung mu itu memiliki kekuatan yang cukup besar, jangan sampai jatuh pada sembarang orang" ujar Lukas memperingati Alin.
"hm, Terima kasih banyak Lukas. Aku pasti akan membalas kebaikan mu ini, bagaimanapun caranya" Ucap Alin bersungguh-sungguh.
"Terserah kau saja. Ini sudah pukul setengah 1 pagi, Cepat tidur" Perintah Lukas dingin, lalu pergi dari kamar Alin.
__ADS_1
Alin sangat senang Karena kalungnya kini terlepas dari buku aneh itu. Ia kemudian merebahkan tubuhnya ke kasur dan langsung tertidur karena kelelahan.
...****************...
*Ke esokkan harinya
*Kamar Yeni.
"Arrghhh, apa ini?! Kenapa bola kristal nya hancur!" Ujar Yeni kesal saat melihat bola kristal miliknya hancur.
"memangnya siapa yang bisa menghancurkan mantra ku?! Tidak mungkin dia sendirikan?! Dia bahkan masih mempelajari mantra dasar!" batin Yeni kesal seraya berpikir.
...****************...
*Academy sihir Ligen
Seluruh siswa dan siswi sudah datang ke academy Ligen. Setelah bel academy berbunyi semuanya masuk ke kelas mereka masing-masing. Alin sangat bersemangat saat memasuki kelas, ia tidak sabar untuk menceritakan tentang bagaimana Lukas membantu nya menghancurkan buku itu.
Kelas pun di mulai, ibu guru kemudian menyuruh semuanya untuk melanjutkan pelajaran yang kemarin.
"Ayo anak-anak, kumpulkan PR sejarah kalian!" perintah ibu guru itu.
"oh tidak aku lupa PR ku! ini semua gara-gara ritual dan kalungku kemarin, ahhhh terserah lah" batin Alin pasrah dengan PR sejarah nya.
Semua murid sudah mengumpulkan PR mereka. Ibu guru mulai memeriksa PR mereka, namun ibu guru menyadari bahwa ada 2 dua orang yang tidak mengupulkan PR.
"oh iya, siapa yang belum mengumpulkan PR sejarah?" tanya Ibu guru kepada seluruh murid yang ada di kelas itu.
seluruh siswa siswi yang ada di kelas itu melirik satu sama lain untuk mengetahui siapa yang di maksud ibu guru. Sedangkan Alin dan Reyhan hanya tertunduk dan terdiam di bangku nya.
"tidak tau Bu" jawaban bereka semua bersamaan
"eh kok tidak tau?! Ayo siapa yang belum mengumpulkan, ayo angkat tangan! Kalau tidak mengaku akan ibu suruh berdiri di tengah lapangan" ancam Bu guru lagi.
Karena merasa takut di suruh untuk berdiri ke tengah lapangan, Reyhan dan Alin pun mengaku dan pasrah dengan nasib mereka. Dengan tangan yang gemetaran Alin dan Reyhan mengangkat salah satu tangan mereka.
"Pangeran Reyhan, Putri Jiu silahkan berdiri di koridor dengan satu kaki dan telinga di jewer yah" Perintah Bu guru dengan aura setengah iblis Licik.
"baik Bu" sahut merek berdua bersamaan dengan nada pasrah.
__ADS_1
Keduanya pun berjalan ke koridor dan berdiri dengan satu kaki serta menjewer kedua telinga mereka. Beberapa menit kemudian, Gion ingin pergi ke toilet dan melewati mereka di koridor.
"upss semangat ya Reyhan" Ejek Gion dengan ekspresi jahilnya seraya berjalan cepat.
"Eh Awas kamu ya Gion, Aku gelud nanti kamu" Ujar Reyhan kesal.
Alin hanya bisa terdiam sambil mengerutkan dagunya membentuk ekspresi cemberut. Saat melihat ekspresi Alin yang tiba-tiba cemberut Reyhan berusaha untuk menghibur nya.
"tenang Alin kamu tidak sendirian, kita ini persatuan Korban PR" ucap Reyhan bercanda seraya menghibur nya.
"hufttt sudahlah Reyhan" sahut Alin dengan nada yang sangat pasrah.
...****************...
2 jam telah berlalu, akhirnya pelajaran pertama sudah selesai dan bel jam makan siang berbunyi. Hukuman Alin dan Reyhan juga telah selesai, mereka masuk kelas dan beristirahat. Saat itu suasana kelas sedang sepi karena semua murid tengah Istirahat makan siang.
"ahhh akhirnya pantat ku bisa beristirahat" gumam Reyhan seraya melepas lelah.
"hm hm lelah sekali" Ucap Alin membalas gumaman Reyhan.
"Apa kau sudah sarapan tadi pagi? Aku tidak melihatmu di ruang makan tadi." tanya Reyhan.
"hm belum, aku tadi bangun kesiangan jadi tidak sempat sarapan" Jawab Alin seraya menyandarkan kepalanya ke atas meja karena kelelahan.
Tiba-tiba ada seseorang melempar kotak makan ke atas meja Alin dengan kasar. Sontak ia terkejut dan mengangkat kepalanya dari meja dan melihat ke arah asal kotak makan itu.
"Makan!" Perintah Lukas dingin.
"hm ma-makasih" ucap Alin terbata-bata.
"Weaahhh Lukas pengertian nih sama Alin" Olok Reyhan.
Lukas hanya diam tak menanggapi dan duduk di bangku nya, sementara Alin masih bengong dengan pipi merahnya. Reyhan kemudian menghampiri Lukas yang tengah duduk di kursi sambil membaca buku.
"ayo katakan, sebenarnya kalian ada hubungan yang spesial kan? ayo jawab dengan jujur" Ujar Reyhan memaksa Lukas untuk menjawab pertanyaan nya.
"berisik sekali" gerutu Lukas masih fokus pada bukunya.
"Dasar kulkas, Orang hanya bertanya saja malah marah marah begitu. Dasar Lukas, Kulkas beku, hati balok es, raja es, gunung kutub, patung es..." omel Reyhan seraya memaki Lukas.
__ADS_1
Karena Lukas sudah bosan mendengar Omelan Reyhan itu, ia pun memasukkan sebuah roti ke dalam mulut Reyhan agar diam. Alin yang melihat tingkah mereka terkekeh geli saat melihat kelakuan mereka.
"hmhm goaaahhh awwaasshhh" Omel Reyhan lagi dengan mulut yang penuh dengan roti.