
*Sore harinya.
Pada sore harinya, Alin bangun dari tidurnya yang nyaman dan sementara itu Viko masih berada di alam mimpi nya. Alin pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah Yudian. Alin rencananya ingin menitipkan Viko pada Reyhan, namun ia tidak tega membangunkannya yang sedang tertidur pulas.
Ia melangkah menuju pintu dan keluar. Saat Alin keluar kamar tak sengaja ia menabrak Lukas yang hendak masuk ke dalam.
...Brukk...
Kepalanya terbentur ke dada bidang Lukas dengan keras. Ia mengelus-elus kepalanya yang agak terasa sakit dan mendongakkan kepalanya.
"Kemana?" Tanya Lukas menyelidik.
"Aku ingin pergi ke rumah temanku"
"Teman mana? Jangan per..." Belum selesai Lukas menyelesaikan kalimatnya Alin sudah berlari pergi.
"Dadah... Aku titip Viko yah" Dengan cepat Alin berlari pergi dari Lukas sebelum semua ocehannya meledak.
"Eh Alin Tunggu..." Teriak Lukas dari kejauhan.
Alin tidak menghiraukan nya dan langsung pergi meninggalkan Lukas. Hingga beberapa detik kemudian Gion lewat situ dan menyapa Lukas.
"Hey, Sedang apa?" Sapa Gion seraya menghampiri Lukas yang ada di depan pintu kamar Alin
"Bukan urusan mu!"
Kemudian Reyhan lewat situ ia menghampiri Lukas dan Gion yang sedang berdebat dan tenyata ia telah mendengar perdebatan singkat mereka dari tadi. Reyhan langsung masuk ke area perdebatan level 2 dan mulai mengikuti persidangan perdebatan kakak beradik.
"Dasar batu es! Gunung kutub! Kulkas! Human es!..." Maki Gion dan Reyhan serempak pada Lukas.
Lukas hanya diam dengan ekspresi datarnya melihat tingkah laku mereka. Viko yang sedang enak-enaknya tidur di dalam merasa terganggu dengan persidangan mereka. Ia akhirnya keluar dan membuat suara geraman, berharap mereka ketakutan dan berhenti membuat kebisingan.
"GRARR GRARRRR" Geram Viko menakut-nakuti mereka.
Namun ternyata apa yang ia lakukan nya itu salah, bukannya membuat ketiga pangeran itu ketakutan padanya, ia malah membuat para penjaga yang ketakutan. Dan bukannya membuat mereka bertiga ketakutan, Viko malah membuat Gion dan Reyhan geram padanya.
"Wahhh, Ada hewan bandel nih... Kasih pendidikan yuk!" Ajak Reyhan pada Gion dengan tanduk pikiran setan di atas kepalanya.
"Ayuk... " Sahut Gion sama seperti Reyhan.
Mereka berdua perlahan mendekat ke arah Viko dengan tangan yang siap mengacak-acak nya. Viko terus saja mundur hingga ia kembali memasuki kamar Alin. Beberapa saat kemudian Viko terpojok di sudut dinding.
__ADS_1
"Ayo kita mulai" Ajak Gion sedikit merasa geram padanya.
"Ayo!"
"nggee ngee ngennggg" Gerutu Viko dengan suara yang imut.
Hingga Lukas ikut masuk ke dalam dan menghampiri mereka serta berubah menjadi seorang pahlawan nya Viko. Ia mendekati mereka dan menegurnya.
"Hey, hentikan!" Tegur nya.
Dengan segera Viko melompat ke pelukan Lukas meminta pembelaan. Tentu saja Reyhan dan Gion tidak terima.
"Oh ayolah" Keluh Gion sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Dasar tukang ngadu" omel Reyhan pada Viko.
Tentu saja Viko merasa menang dan puas, tapi tidak secepat itu.
"Hewan nakal!" omel Lukas dingin sambil sedikit menjitakkan kepalanya.
"YHAHAHAHAHAHA" Bahak Reyhan dan Gion merasa senang karena telah menang dari Viko.
Beberapa lama kemudian mereka duduk dan akhirnya mengobrol dengan suasana yang cukup tenang. Mereka membahas topik tentang seorang penyihir dunia sihir merah yang sempat masuk ke dunia sihir putih.
"Apa penjagaan sudah cukup aman? Akhir-akhir ini para penyihir dari dunia sihir merah sudah mulai beraksi. Seperti... memasukkan beberapa Hom kemari, menyusup ke perpustakaan pusat..." Ucap Gion.
"Tapi ngomong-ngomong... Kenapa mereka melakukan itu yah?" tanya Reyhan penasaran.
"Mungkin saja mereka sudah tau bahwa kalung Clorian berada di tangan Alin, jadi mereka berencana ingin mencurinya, benarkan?" Tanya Gion sambil menebak.
"Wah bahaya kalau begitu, Kristal Clorian tidak boleh jatuh ke tangan orang jahat. Satu-satunya kristal Clorian hanya ada pada kalungnya Alin dan Kristal Clorian memiliki kekuatan yang sangat kuat!" Tambah Reyhan lagi.
"Jadi siapa yang akan menjaga Alin nanti?" tanya Gion.
"Aku akan melakukan nya, kalian tidak perlu kuatir." Sahut Lukas sambil mengelus-elus bulu Viko dan tanpa mengalihkan pandangannya dari Viko yang berada di pangkuan nya dari tadi.
"Yahh, benar juga. Tapi setahu ku tidak banyak orang tau cara menggunakan kristal Clorian" Tambah Gion.
"Eh tapi... ngomong-ngomong Alin mana?" tanya Reyhan sambil celingak-celinguk melihat ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan Alin di kamar itu.
"Dia pergi ke tempat temannya" Sahut Lukas dingin
__ADS_1
"Teman? Temannya yang mana lagi?" tanya Reyhan ingin tau.
"Tanyakan saja padanya sendiri!" Sahut Lukas.
"Yahhh, seperti nya setengah hari ini kita akan menjadi pengasuh nya Viko" Ucap Gion bercanda.
"Yup yup yup" Reyhan mengiyakan nya.
Beberapa jam kemudian Alin pulang pada pukul 7 malam. Saat ia masuk, lagi-lagi Alin terkejut saat memasuki kamar nya dan ini adalah yang kedua kalinya dalam satu hari. Seingat nya, ia hanya menyuruh Lukas untuk menjaga Viko. Namun di dalam ada 3 orang yang mengasuh Viko, Lukas, Gion dan Reyhan. Viko tertidur pulas di kasur dengan boneka-boneka yang melimpah mengelilingi nya.
"Eh, Ternyata ada Gion dan Reyhan juga" Ucap Alin berbasa-basi sambil melepas sepatu nya.
"Halo Alin" Sapa Gion dan Reyhan hampir bersamaan.
Alin menghampiri mereka dan duduk di tengah-tengah mereka.
"Maaf sudah merepotkan kalian" Ucap Alin dengan sopan.
"Tidak, ini tidak merepotkan kok" Sahut Gion dengan ramah.
Namun kenyataannya sebelum Alin kembali... Kamarnya tidak sebersih sekarang. Sebelum ia kembali tadi Viko membuat kamarnya menjadi berantakan. Bantal dan guling yang berterbangan ke sana kemari. Benang-benang yang berhamburan di mana-mana dan masih banyak lagi keributan yang ia buat.
"Baiklah Karena kalian sudah mau membantu ku menjaga Viko, jadi apa yang kalian inginkan?" tanya Alin.
"Kami tidak butuh apa-apa, terima kasih" tolak Gion.
"Iya, kami melakukan nya dengan senang hati kok" tambah Reyhan.
"Tidak mungkin... Ayolah apa yang bisa ku berikan untuk membalas kebaikan kalian ini?!" tanya Alin lagi.
"Buatkan makanan, aku lapar!" perintah Lukas dingin.
Sejak beberapa jam yang lalu Lukas sudah sangat kelaparan dan kini ia sudah tak tahan menahan rasa laparnya. Tidak hanya Lukas namun Gion dan Reyhan juga merasa lapar sejak tadi, mereka... hanya 'Gengsi'.
"Baiklah kalau begitu, Apa yang kalian ingin makan?" Ajak Alin pada mereka.
"Pang.." belum selesai mereka berdua mengucapkan kalimat mereka, Lukas lebih dulu menyela Gion dan Reyhan yang terus kompak dari tadi.
"Terserah, yang penting makanan" Sahut Lukas agak jutek dengan mode kelaparan.
"hehehehe...Iya, iya. Ayo kita ke dapur" kekeh Alin tertawa melihat tingkah Lukas yang berbeda dari biasanya.
__ADS_1