Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 17. Menjaga Alin


__ADS_3

*skip, di istana...


Alin dan Reyhan pun tiba di istana dan menuju kamar Alin. Mereka terkejut karena saat mereka tiba, sudah ada Lukas yang duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur sambil membaca buku.


"dari mana?" tanya Lukas dingin dan sedikit marah seraya menatap bukunya.


"kami tadi... pergi ke taman sebentar" Jawab Alin dan langsung bersembunyi di belakang Reyhan, karena Alin tau kalau Lukas sedang marah padanya.


"Kami tadi menemui Lina, temannya Alin sebentar di taman" jawab Reyhan lagi.


"hm, cepat persiapkan baju mu kita pergi ke dunia manusia sekarang" perintahnya masih tetap fokus dengan buku nya.


"apa tidak terlalu larut? sekarang sudah pukul 9 pagi, jika di dunia manusia sekarang pukul 9 malam" Tanya Reyhan.


"baiklah, pukul 3 pagi kita berangkat. Gunakan baju yang kamu pakai saat kamu pertama kali kemari" perintah Lukas lalu pergi di susul oleh Reyhan.


Setelah mereka berdua pergi, Alin pun mengemasi beberapa baju ke dalam tasnya. Ia mengemasi beberapa baju nya dan berpikir sejenak.


"Kenapa Lukas menyuruh ku memakai baju itu lagi? huh, apa ibu masih membenciku?" gumam Alin sedih. Setelah selesai mengemasi baju, Alin pun tertidur di kursi karena kelelahan setelah upacara penobatan tadi.


*Di sisi lain...


Lukas pergi ke aula istana atas perintah oleh Master ketua, untuk mendiskusikan suatu misi untuk bagian penyihir Regental (penyihir bagian yang menjalan misi). Setelah beberapa lama mereka mendiskusikan nya akhirnya selesai juga. Saat Lukas ingin pergi, Deon Li pun menghadangnya.


"Lukas?" panggil Deon Li pada Lukas.


"hmm" sahutnya dingin seraya berbalik.


"Besok pagi kalian pergi kan? Ayah mau kamu menjaga Alin baik-baik yah. Dia hanya gadis kecil yang polos dan Lugu, jadi jaga dia, dan jangan membuat dia takut. Kamu mengerti kan maksudku?" pinta nya pada Lukas.

__ADS_1


"baiklah, aku paham" sahut Lukas paham.


"baiklah, kamu pergi istirahat saja, hari Kamis nanti Gion akan pulang kemari." ucapnya.


Lukas pun memberi salam lalu pergi ke kamarnya untuk beristirahat juga karena kelelahan. Lukas tidak tahu kalau Alin mempunyai masa lalu yang sangat pahit dalam hidupnya.


Pukul 3 sore Alin terbangun dari tidurnya, karena tidak merasa mengantuk lagi ia pun mempelajari buku yang Lukas berikan waktu itu. Ia terus membaca dan memahami nya hingga hari gelap, setelah itu ia pergi mandi lalu melanjutkan membaca buku pelajarannya lagi. Pukul 12 malam Alin merasa sangat mengantuk dan tertidur lagi.


...----------------...


*Pukul 2:30...


Alin terbangun dari tidurnya, ia juga merasa masih sangat mengantuk. Alin ingin kembali tidur tapi ia harus segera bersiap untuk pergi ke dunia manusia ia mandi dan mengganti bajunya segera. Tak berapa lama kemudian Lukas datang ke kamar Alin tanpa mengetuk.


"sudah siap?" tanya Lukas.


"astaga!, kalo masuk itu ketuk dulu" ujar Alin sedikit kesal.


"cepat pakai bajunya" perintahnya pada Alin untuk mengenakan baju yang Alin pakai pada saat pertama kali datang. Sementara menunggu Alin ia duduk di kursi sambil membaca buku


Alin lalu masuk ke dalam kamar mandi lalu mengganti baju nya. Setelah 3 menit ia pun keluar dari kamar mandi.


"hmm...Lukas apa kamu yang menyelamatkan aku dari Hom waktu itu?" tanya Alin penasaran seraya duduk di sebelahnya.


"hm, kita pergi sekarang" jawab Lukas seraya mengajak Alin berangkat.


"baiklah, ayoooo" teriak Alin bersemangat.


Mereka pun pergi ke hutan Jlim di mana ada sumur tua yang menghubungkan dunia sihir dan dunia manusia. Mereka berdua berjalan menelusuri kota, desa dan mereka kemudian tiba di sumur tua yang ada di hutan Jlim.

__ADS_1


"pegangan yang erat" perintah Lukas. Tanpa ia sadari, ia menggandeng tangan Alin.


"Tangannya... hangat sekali, rasanya sangat menenangkan" batin Alin saat Lukas menggenggam tangan nya.


"huh...ada apa dengan ku, kenapa aku menggandeng nya. Sudahlah..." batin Lukas pasrah.


Lalu Lukas membacakan sebuah mantra yang menghubungkan dunia sihir dan dunia manusia, seketika semua yang terlihat di hadapan mereka berubah menjadi putih.


...----------------...


*dunia manusia, sumur tua kakek Alin...


Mereka pun sampai di dunia manusia, Lukas pun melepaskan tangannya dari genggaman nya. Alin mengingat kejadian 1 Minggu yang lalu, ia merasa sangat sedih mengenang masa lalu nya yang sungguh pahit.


"pimpin jalannya" perintah Lukas.


"aku ingin ke gubuk ku dulu, boleh?" tanyanya sambil menatap Lukas.


"hm" jawab Lukas singkat.


Alin pun memimpin jalannya. Para petani yang ada di ladang terkejut melihat Alin, karena sebelumnya Ibu Alin mengatakan kalo Alin telah hilang.


"hmm, tapi kita akan berjalan cukup jauh" Jelas Alin berharap mendapat tumpangan menggunakan sihir Teleportasi.


"pegang tangan ku!" perintah Lukas. Setelah Alin memegang tangannya, Lukas lalu mengucapkan sebuah mantra dalam hati.


Seketika mereka pun tiba di gubuk, setelah sampai Alin membuka pintu lalu mengambil boneka dan baju yang di belikan oleh kakeknya dulu.


"Apa yang kamu ambil?" tanya Lukas penasaran sambil sedikit melirik tas yang Alin bawa.

__ADS_1


"aku mengambil boneka dan bajuku di dalam tadi, Ayo" Jelasnya Seraya mengajak Lukas pergi.


__ADS_2