Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 34 Sahabat selamanya


__ADS_3

*Sepulang dari academy Ligen


Semua murid Pulang ke rumah masing-masing saat bel academy berbunyi. Seperti biasa Alin ikut dalam rombongan para KIMASEF. Saat mereka berjalan keluar dari pagar academy, Lina menghampiri nya.


"Salam sejahtera untuk anggota KIMASEF" sapa Lina sambil menundukkan kepalanya. Alin pun menoleh ke sumber suara.


"Ada apa Lina?" tanya Reyhan.


"Saya ingin berbicara deng..."


Belum selesai Lina menyelesaikan perkataannya, ia sudah di sela oleh Neli.


"Heh kok bisa yah tikus kampung begini ingin berbicara dengan kita" Ucap Neli dengan nada yang sinis.


"Ehm, dia temanku kami akan pergi ke tempat lain." Sahut Alin membela Lina sambil berjalan menghampiri nya.


"Dan sekarang temannya tikus kampung datang untuk menjadi pahlawan" Tambah Neli lagi.


"Neli hentikan ini! Lina itu temannya Alin dan Alin juga anggota KIMASEF. Seharusnya kamu bisa menghargai mereka." Bentak Reyhan mulai marah.


"Terserah, tikus kampung!" Gerutu Neli lagi dengan suara yang agak pelan.


"Uwu...Tumben sekali Reyhan bisa bijak" gumam Gion dengan suara pelan.


Sementara Lukas, Yeni dan Sarah hanya menonton perdebatan itu.


"Ini semua bukan salah putri Jiu..Saya akan pergi sekarang." Ucap Lina sedikit canggung dan berbalik lalu pergi.


Namun dalam hatinya sungguh sakit. Tapi dengan cepat Alin paham, ia pun menyusulnya pergi. Ia mengerti sangat susah baginya untuk bertemu dengan orang lain karena status nya.


"Lina! Tunggu aku!" Teriak Alin, lalu meninggalkan anggota KIMASEF lainnya.


Saat Alin pergi Gion ingat kalau Alin tidak membawa pengawal, jadi dengan rela hati ia menjadi pengawal pribadinya.


"Karena Alin sendirian tanpa pengawal, jadi aku akan menjadi pengawal pribadinya" Ucap Gion sedikit bercanda lalu pergi mengikuti Alin.


Lina berjalan cukup cepat dan itu membuat Alin cukup kesulitan untuk mengejarnya. Jadi Alin terpaksa berlari untuk bisa mengejarnya.


"Lina tunggu" pinta Alin.


"Aku tidak apa-apa, jangan kuatir kan aku" Sahut Lina sudah mengerti seraya meyakinkan nya.


Tiba-tiba Alin memeluknya, ia tau kalau Lina sungguh terluka karena perkataan Neli tadi. Ia memeluknya dengan erat, tak Lina sadari air matanya menetes satu per satu.


"maafkan aku... ini salahku."


"Ini bukan salah mu Alin, Aku seharusnya tidak mendekati mu tadi. Aku hanyalah rakyat biasa, dan sekarang kau juga di salahkan oleh karena ku." Sahut Lina merasa bersalah. Ia pun menyeka air matanya.

__ADS_1


Alin melepaskan pelukannya dan memegang kedua pundak Lina dengan erat dan Alin menatap mata Lina dengan serius.


"Hei dengar! Seberapa tinggi pun statusku kamu tetap sahabatku, sahabatku untuk selamanya. Jadi aku akan melindungi mu." Tegas Alin.


"benarkah?"


"tentu"


"Apa kau tidak merasa ini terlalu berlebihan, kita ini seperti memainkan film saja" Ucap Lina bercanda seraya memanyunkan bibirnya.


"entahlah" balas Alin bercanda sambil memanyunkan bibirnya juga.


"Hahahaha" kekeh mereka tertawa geli.


Tiba-tiba Gion datang menghampiri mereka sambil terengah-engah. Dari tadi Gion telah mengejar mereka, tapi mereka terlalu cepat berjalan dan akhirnya ia memutuskan untuk berlari.


"Hei!...Kalian tunggu dulu!...Hufttt..." Teriak Gion dari kejauhan sambil terengah-engah menghampiri mereka.


Karena mendengar Gion berteriak, mereka menunggunya. Saat Gion sudah hampir menghampiri mereka ia pun berkata.


"Kalian cepat sekali berjalan" Keluh Gion.


"apa kau mengejar kami dari academy tadi?" tanya Alin.


"hooh" Jawab Gion singkat.


"Eh, maafkan saya pangeran Gion." Ucap Lina sambil menundukkan kepalanya, tersadar akan ucapan nya.


"Tidak apa-apa" sahut Gion.


"tapi Lina benar, kenapa kamu tidak pergi menggunakan sihir teleportasi" tanya Alin juga.


"oh iya yah, baru kepikiran" sahut Gion.


"Sudahlah, sudahlah" batin keduanya bersamaan.


Lina pun mengajak Alin dan Gion kerumahnya untuk berkunjung sekalian makan malam bersama.


Pada saat mereka ke rumah Lina, ibu Lina dan Renu sedang ada di rumah. Lina mengetuk pintu dan keluarlah Renu membukakan pintu untuk mereka.


"Kak Lina sudah pul..." Sapaan Renu terpotong saat melihat Gion.


"Hai" sapa Gion dan Alin bersamaan dengan ramah.


Karena Renu ketakutan, ia berlari ke dapur dan menghampiri ibunya.


"Ibuuuu!" Teriak Renu sambil berlari ke dalam.

__ADS_1


Lina mempersilahkan Alin dan Gion untuk masuk dan mereka duduk di kursi tamu yang terbuat dari bambu di rumahnya Lina. Beberapa lama kemudian ibunya Lina datang dan menghampiri mereka di ruang tamu. Saat ia melihat Gion ia terkejut dan langsung bersujud.


"Pangeran Gion, maafkan kami jika kami ada salah. Biarkan kami hidup..." Tangis ibu Alin sambil bersujud.


"Eh Bu, ada apa.?" tanya Gion kebingungan


Gion sontak terkejut, ia pun membantu ibunya Lina berdiri. Setelah ibunya Lina berdiri ia kini memberi salam dengan benar.


"Selamat sore Bu, Saya Gion temannya Lina dan Alin" Sapa Gion.


"Salam sejahtera untuk pangeran Gion. Pangeran Gion jangan merendahkan diri seperti itu, tidak mungkin seorang rakyat jelata berteman dengan seorang bangsawan."Ucap ibu Lina.


"Memang benar kok Bu, saya temannya Lina juga." ucap Gion meyakinkan ibu Lina lagi.


"Syukurlah kalau begitu" gumam ibu Alin lega.


Mereka kemudian diajak keluarga Lina untuk makan bersama. Makannya sungguh sederhana dan apa adanya, tapi Alin dan Gion tidak akan mempersalahkan nya. Mereka duduk di meja makan yang terbuat dari bambu yang sederhana . Renu ketakutan melihat Gion jadi ia duduk di ujung dekat ibunya.


"Renu kemarilah..." Bujuk Alin.


Perlahan Renu mendekati Alin dan Lina. Ia duduk di tengah-tengah mereka berdua. Gion berusaha keras agar anak kecil itu bisa dekat dengannya.


"Kemari lah...Ayo kemari" panggil Gion. Renu pun mendekati Gion..


"Siapa nama mu?" tanya Gion dengan ramah.


"Na-nama ku Renu" sahut Renu menjawab Gion.


Saat ibu Lina dan Lina sedang menyajikan makanan, ibu Lina mendengar percakapan mereka dan menghampiri nya.


"Renu... bersikap sopan lah pada pangeran pangeran Gion dan kak Alin." pinta ibu Lina.


"baiklah bu"


"Tidak usah terlalu formal begitu tante, kita kan sedang makan malam bersama nanti akan terasa canggung." Sahut Alin.


"Tapi kami tidak bisa begitu, apa lagi pada keluarga bangsawan seperti kalian." Sahut ibu Lina lagi.


"Baiklah, kalau Ibu merasa nyaman begitu terserah kalian saja" Gion menyetujui perkataan ibu Lina.


Beberapa lama kemudian makanan sudah di sajikan dan mereka pun makan bersama. Setelah mereka selesai makan dan mengobrol beberapa lama, Alin dan Gion pun pulang.


"Terima kasih atas makanan nya Bu" Ucap Gion dengan ramah.


"Terima kasih atas makanan nya Tante, kapan-kapan kami akan mampir ke sini lagi" Ucap Alin juga.


"Ya, berhati-hatilah" Jawab mereka bertiga bersamaan.

__ADS_1


Alin dan Gion pun pulang ke istana, sambil mereka berjalan mereka mengobrol bersama. Gion asik sekali bercerita tentang misi Regental nya pada Alin. Alin juga suka mendengarkan cerita nya Gion yang terdengar menarik. Beberapa lama kemudian mereka akhirnya tiba di Istana. Mereka berpisah di tengah jalan dan pergi beristirahat ke kamar mereka masing-masing.


__ADS_2