Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 63 Curhatan hati saudara.


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, Alin, Gion, Reyhan dan Viko berpamitan kepada keluarga Lina sebelum pulang ke istana.


"Tante, Lina dan Renu. Kami pulang yah.." Pamit Alin.


"Iya, berhati-hati lah."


"Dah Lina, dah Ren.."


"Ehem, ehem" Dehem Alin menggoda Reyhan.


Belum sempat Reyhan menyelesaikan kalimat perpisahan nya, Alin sudah mulai menjahilinya lagi. Reyhan terlihat menahan amarahnya kepada Alin. Ia sangat kesal kepada Alin yang tetap bersikeras untuk membeberkan hubungan nya dengan Lina.


Sementara itu Gion, Renu, dan ibu Lina merasa sangat diasingkan. Dari tadi mereka sangat tidak paham dengan apa yang terjadi di antara mereka bertiga. Dengan perasaan yang masih kesal, Reyhan kembali berpamitan kepada keluarganya Lina.


"Emh.. Kami akan pulang." Ucap Reyhan dengan canggung.


"Iya, sampai jumpa besok." Balas Lina sambil melambaikan tangannya


Setelah berpamitan, mereka bertiga pergi meninggalkan rumah Lina dan kembali pulang ke istana. Di perjalanan pulang ke istana, Gion dan Reyhan selalu mengobrol di sepanjang jalan. Sementara itu, Alin hanya terdiam melamun di belakang mereka. Hingga suatu pikiran melintas di kepala Alin.


"Tunggu dulu!" Seru Alin.


Sontak Reyhan dan Gion berhenti berjalan dan langsung menghampiri Alin. Mereka mengira ada sesuatu yang terjadi kepada Alin dan langsung merasa panik.


"Ada apa?!"


"Kau baik-baik saja kan?!"


Alin yang melihat tingkah Reyhan dan Gion yang terlihat panik itu, merasa kebingungan. Ia mengerutkan dahinya dan berjalan mendekat ke arah mereka.


"Kalian berdua kenapa terlihat panik begitu?"


"Bukannya kamu yang berteriak?" Tanya Gion balik.


"Iya, apa kau baik-baik saja?"


"Oh, itu... aku ingin menanyakan sesuatu saja. Hehe..." Kekeh Alin.


Gion dan Reyhan yang mendengar itu, seketika merasa sedang dijahili. Mereka berdua mengira kalau Alin dalam bahaya saat itu. Dengan kesal mereka memasang ekspresi datar, kemudian berbalik dan kembali berjalan.


"Hei, tunggu dulu! Ada yang ini aku tanyakan." Teriak Alin.

__ADS_1


Alin mengejar mereka dan berusaha untuk menyamakan langkahnya dengan para pria itu. Alin berjalan di tengah-tengah mereka berdua dan menatap nya dengan tatapan yang memelas.


"Katakan saja Alin. Kau tidak boleh berteriak seperti tadi lagi yah.. Orang-orang pasti akan langsung terkejut dan panik. Kau dengarkan?" Tegur Gion dengan nada yang lembut.


"Hm, maafkan aku komandan!" Jawab Alin sambil bercanda.


"Jadi berapa banyak hal yang kau ingin ketahui?" tanya Reyhan.


"Satu saja. Bukannya kau itu anak tunggal dari Kaisar Otean. Lalu, Kael itu sebenarnya siapa?"


"Owh, Kael yah..?"


"Kak Kael itu sebenarnya adalah kakak angkat ku. Saat aku berumur 8 tahun, ayah mengangkat kakak menjadi anak angkatnya. Tapi ayah tidak pernah menganggap kakak sebagai anaknya. Walaupun dia bukanlah kakak kandung ku, tapi aku tetap menyayangi nya seperti layaknya saudara." Jelas Reyhan.


"Owh..Tapi memang benar. Setiap kali aku melihat Kau dengan Kael, kalian terlihat seperti seorang saudara kandung. Aku merasa agak iri padamu..." lirih Alin.


"Yah...Aku juga iri padanya." Balas Gion.


"Hm? Kenapa kau juga iri pada Reyhan. Bukannya kau memiliki Lukas, ia bahkan saudara kandung mu. Kau bahkan memiliki 3 saudara kandung."


"Huhu..Memang benar dia saudara kandungku. Tapi dia begitu kejam dan dingin. Dia bahkan membuatku merasa seperti adik kecilnya." Jelas Gion sambil berpura-pura menangis sebagai candaan nya.


"Kalau kau bagaiman Alin?" Tanya Gion penasaran.


"Kalau aku.. Aku anak tunggal. Setelah ayahku meninggal, ibu menikah dengan seorang pria yang sudah memiliki 2 orang anak."


"Bagaimana sikap mereka terhadap mu?"


"Hmm... entahlah." Jawab Alin dengan nada yang sedih sambil menundukkan kepalanya.


Saat Gion dan Reyhan melihat tingkah Alin yang berubah menjadi sedih dengan tiba-tiba, merasa paham dengan situasinya saat itu. Reyhan dan Gion terdiam dan memutuskan untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka pada saat itu juga.


"Ngomong-ngomong, akhir-akhir ini Lukas sangat sulit untuk di temui yah?" Gumam Reyhan.


"Iyah, yah." Balas Gion.


Namun, pembicaraan mereka tetap terhenti sampai situ. Untuk beberapa saat mereka berjalan di dalam keheningan. Hingga Gion memulai pembicaraan mereka kembali.


"Hei, Alin!" Panggil Gion.


"Hm?"

__ADS_1


"Apa kau.. benar-benar mencintai adikku? Jika kau mencintai nya, aku pasti akan merestui hubungan kalian. Tapi dengan 1 syarat, kau tidak boleh menyakiti nya." Ucap Gion.


"Iya, aku juga setuju!" Tambah Reyhan.


"Tu-tunggu, apa maksud kalian?" Tanya Alin mulai kelabakan.


"Jangan pura-pura tidak tau!" Bantah Reyhan.


"Apa maksudmu?!"


"BLEEEE... Alin benar-benar menyukai Lukas. Bleee..." Ejek Reyhan.


Dengan cepat Reyhan berlarian dan berpindah tempat untuk menghindari Alin. Alin yang mulai kesal dengan tingkah Reyhan, ia pun mengejarnya.


"Hei kau simpanse! Awas saja kau!" Teriak Alin sambil mengejar-ngejar Reyhan.


"BLEEEE...Kejar saja kalau bisa. Alin menyukai Lukas~ Ciecie."


Viko turun dari pundak Alin dan langsung ikut mengejar Reyhan karena tidak terima majikannya di ejek-ejek.


Sementara itu Gion yang melihat mereka berkejaran, hanya menggelengkan-gelengkan kepalanya. Tentu saja, dalam kesempatan ini Gion akan bersikap so dewasa dan membiarkan mereka bersikap seperti anak kecil.


Di sisi lain Reyhan tetap saja berlarian di sekitaran Gion dan mencoba untuk terus menjauhi Alin. Dan Alin mencoba untuk terus mengejar Reyhan. Hingga Alin kini sudah mulai kelelahan.


"Reyhan berhenti! Huft... Aku sudah lelah." Keluh Alin yang sudah mulai ngos-ngosan.


"Tidak mau! Kau juga mengejek aku dan Lina. Bahkan kau mencoba untuk membeberkan hubungan kami. Jadi aku akan membalas mu!"


"Baiklah, kau yang mintanya!"


Kali ini Alin mengeluarkan semua tenaganya untuk mengejar Reyhan kembali. Namun dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya. Walaupun begitu, Reyhan masih lebih unggul dari Alin. Reyhan memiliki tenaga yang lebih besar dari Alin dan tentu saja Reyhan pasti bisa mengelak darinya untuk beberapa saat.


Gion yang mendengar percakapan mereka barusan, merasa kebingungan. Setelah berpikir-pikir, ia mengerti apa maksud dari yang mereka katakan tadi. Karena merasa tidak terima di bohongi oleh Reyhan dan Alin, Gion merasa agak kesal. Gion pun langsung mengejar dan meneriaki mereka berdua juga. Hingga terjadilah aksi kejar-kejaran di antara mereka.


"Hei! Jadi kalian berdua membohongi ku ya?! Awas ya!"


Kini jalan setapak yang tadi nya sunyi, sudah di penuhi dengan canda dan tawa mereka. Mereka mengejar satu sama lain, menggangu satu sama lain, hingga tak terasa mereka sudah tiba di dekat istana.


Sesampainya di istana, mereka berpamitan dan masuk ke dalam kamarnya masing-masing. Alin yang sudah sangat kelelahan langsung meletakan Viko di lantai dan pergi untuk membersihkan diri.


Saat Alin keluar dari kamar mandi, Alin melihat Viko sudah tertidur pulas di atas kasurnya. Alin yang melihat Viko tertidur pulas juga ikut mengantuk. Ia merebahkan tubuhnya ke atas kasur dan mengelus-elus bulu Viko hingga tertidur.

__ADS_1


__ADS_2