Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 80 Sadarnya Lukas.


__ADS_3

Setelah percakapan mereka itu selesai, Gion membawa Yura untuk pergi ke taman istana. Yura tentu saja sangat senang karena bisa tinggal di dunia sihir itu. Banyak hal-hal yang menakjubkan dan luar biasa di sana. Gion membawa Yura untuk berkeliling istana sebelum Yura pergi ke kamar baru nya.


Mereka duduk di bangku taman sambil memandangi langit yang terlihat cerah. Dengan di temani oleh hembusan angin yang terasa segar. Sudah lama sekali mereka tidak berkumpul. Dulunya, ke empat saudara itu selalu berkumpul di taman istana untuk menyambut kedatangan Yura, namun kali ini mungkin sedikit berbeda.


"Kak, apa kalian punya waktu besok?"


"Ada apa?" Sahut Gion yang lalu menoleh ke arah Yura yang berada di sampingnya.


"Tidak kenapa-kenapa. Hanya saja aku ingin menghabiskan waktu besok hari bersama dengan kalian."


"Maaf Yura, sepertinya aku besok tidak bisa menemanimu, aku akan pergi untuk memperbaiki hutan Jlim bersama dengan kelompok Regental yang lainnya. Sedangkan kak Yuno sedang sibuk mengurus urusan kerajaan dan Lukas sedang sakit. Maafkan kami yang belum bisa menemanimu." Ucap Gion merasa agak bersalah.


"Tidak apa-apa. Bagaimana dengan kak Reyhan?"


"Hmmm.. Sepertinya dia sedang tidak ada kesibukan besok."


"Bagus! Ayo kita menjenguk kak Lukas!" Ajak Yura seraya melompat turun dari bangku.


Gion pun menuruti ajakan Yura. Ia beranjak dari tempatnya dan mengandeng tangannya, lalu mereka pergi ke tempat penyembuhan Khusus. Sesampainya di depan pintu mereka sudah di sambut oleh para penjaga yang ada, lalu membukakan pintu dan mereka pun masuk ke dalam.


Saat mereka sudah masuk, Yura melihat Alin yang terbaring lemah di samping Lukas. Untuk beberapa saat ia menatap Alin, lalu menanyakannya kepada Gion.


"Kak, siapa dia?" Tanya Yura yang menunjuk ke arah Alin.


"Oh, dia? Dia adalah anggota KIMASEF dan dia adalah cucu dari master ketua Lio Jun Yeo."


"Woahhh, cucu dari tokoh legenda dunia sihir itu?! Benarkah?!" Tanya Yura yang tiba-tiba saja terlihat antusias.


"Hm, benar."


"Woahhh, apa aku boleh berteman dengannya nanti?"


"Tentu saja, kenapa tidak?" Jawab Gion yang langsung senyuman manisnya.


Namun percakapan mereka itu terhenti karena adanya tabib yang masuk ke dalam ruangan. Dengan terpaksa Gion dan Yura harus pergi dari ruangan itu sekarang.


Tiga hari telah berlalu, Lukas dan Alin masih belum saja sadar. Sehingga membuat Deon Li kuatir dengan keadaan mereka, begitu juga yang lainnya. Di ruangan Alin dan Lukas, terlihatlah para anggota KIMASEF yang lainnya di dalam ruangan bersama dengan Olivia berserta Kael yang sedang mencoba menyembuhkan mereka. Tapi Yeni tidak ada di sana, ia beralasan ikut dengan ayahnya ke kota sebelah untuk mengurus beberapa urusan.


Mereka hanya bisa menunggu dan berharap, jika Alin dan Lukas tak kunjung sadar dalam waktu 17 hari, dengan kondisi tubuh yang masih teracuni oleh racun Beockeil, maka nyawa mereka tidak akan bisa tertolong lagi.


Seluruh tenaga medis istana sudah berusaha keras dalam tiga hari terakhir, namun tak kunjung menunjukkan tanda-tanda yang baik. Tapi, saat Kael dan Olivia melepaskan mantra mereka, tiba-tiba saja Lukas membuka matanya. Semua orang yang ada terkejut, mereka langsung menggerumbuni Lukas yang baru sadar itu.

__ADS_1


"Lukas?!"


"Lukas sadar!"


"Semuanya, beritakan kepada master!"


"Apa yang sakit? Apa yang kau butuhkan?"


"Whaaaaa... Lukasssss..."


Seru mereka yang kegirangan, sehingga suara itu tercampur dan tak ada yang tau siapa-siapa saja yang mengatakan kata-kata tersebut. Lukas duduk dan menggaruk-garuk kepalanya dengan kesal. Ia menatap dingin mereka yang ada di depannya.


"Berisik sekali!" Gerutu Lukas dengan nada malas.


"Ulurkan tanganmu, aku akan memeriksa nadi mu." Ucap Kael.


Lukas menurut dan mengulurkan lengannya ke arah Kael. Saat Kael ingin memeriksa nadinya, Olivia menghentikannya.


"Ehm, apa aku boleh?" Tanya Olivia yang berusaha menawarkan diri.


"Oh, baiklah."


Kael berpindah kebelakang Olivia dan membiarkan nya untuk memeriksa keadaan Lukas. Saat Olivia menyentuh tangannya, Lukas menatap ke arah Olivia yang terlihat asing di matanya dengan tatapan yang tajam. Olivia hanya acuh dan berfokus dengan Lukas.


"Nah, Racun nya sudah hilang. Kau akan baik-baik saja setelah ini."


"Bagaimana dengan nya?" Tanya Lukas yang menoleh ke arah Alin.


"Alin masih belum kunjung membaik. Kau tidak perlu kuatir, istirahatlah dulu." Sahut Kael.


"Hm, baiklah. Kalian pergi saja sana. Tapi tunggu dulu, sudah berapa lama aku tertidur."


"Tiga hari."


"Hm."


Lukas menyikap selimutnya dan menyelimuti seluruh tubuhnya, lalu berbalik. Semua orang pergi dan membiarkan Lukas untuk beristirahat di dalam. Namun tak lama setelah itu, Gion kembali masuk lagi kedalam untuk memberikan sekeranjang obat yang Kael resep kan untuk nya.


...Ckelek...


"Ck, ada apa lagi?!" Lukas menoleh ke arah sumber suara yang ia dengar.

__ADS_1


"Oh, tidak. Aku hanya ingin mengantarkan obat ini dari Kael." Sahut Gion yang menyodorkan keranjang kecil yang ada di tangannya.


"Sebanyak ini?" Tanya Lukas yang keheranan dengan obat yang sebegitu banyaknya.


"Hm. Oh iya, cepatlah sembuh, Yura sudah menunggu mu untuk menemuinya."


"Tentu."


"Berjanjilah, adik. Kami akan menunggu mu." Ucap Gion yang berbalik dan pergi meninggalkan nya.


Setelah Gion pergi dari ruangannya itu, Lukas menoleh ke arah Alin yang masih terbaring lemah di bangsal sebelah. Ia merasa sangat sedih dengan Alin yang kini terluka. Lukas turun dari bangsalnya dan ia mengunci ruangan itu dengan mantra pengunci sementara. Untuk beberapa saat Lukas menatap Alin dengan jarak yang cukup dekat.


Ia lalu menyentuh pergelangan tangannya dan memasangkan mantra penyembuh. Tanpa yang lainnya sadari, Lukas sudah menguasai berbagai macam bidang selama beberapa tahun terakhir. Ia tentu saja berusaha untuk membantu menyembuhkan Alin yang sedang lemah itu, tanpa sepengetahuan yang lainnya.


"Maafkan aku, ini... salahku yang belum bisa melindungi mu dengan baik."


Ke esokkan harinya, semua orang kembali melakukan aktivitas mereka seperti biasanya. Begitu juga dengan anggota KIMASEF, mereka memiliki tugas kerajaan dan tugas academy yang menumpuk. Semua anggota KIMASEF berkumpul di taman istana untuk mendiskusikan tentang apa yang akan mereka lakukan pada hari itu. Semua anggota hadir, begitu juga dengan Lukas dan Yeni, hanya Alin lah yang tidak ada di sana.


"Semua sudah tiba, bukan?" Tanya Lukas yang sedari tadi berada di hadapan yang lainnya.


"Sudah, jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya Yeni.


"Gion akan pergi ke hutan Jlim lagi pada hari ini bersama dengan anggota Regental yang lainnya. Dan kita berlima akan pergi ke perbatasan pusat untuk membuat perisai lagi. Jika sudah selesai, aku akan memutuskan apa lagi yang akan kita lakukan setelah itu."


"Aku, aku dan Neli akan pergi ke titik kerajaan agar bisa membuat perisai lebih kuat lagi." Tambah Yeni.


Lukas tentu saja tidak suka dengan Yeni yang suka bertindak sendiri itu, ia langsung mengalihkan pandangannya ke Yeni dengan tatapan yang tajam.


"Tidak perlu. Kau tidak bisa bertindak semau mu, Yeni. Kita akan membuat perisai bersama sebagai anggota KIMAFI seperti saat itu, karena Alin dan Gion tidak bisa membantu kita sekarang." Bantah Lukas.


Yeni terdiam dan menundukkan kepalanya sedikit. Ia tidak bisa berkata-kata lagi setelah di bantah oleh Lukas yang seorang ketua organisasi mereka, sekaligus sebagai orang yang ia sukai. Kini Reyhan maju dan menyampaikan sesuatu kepada Lukas.


"Bagaimana caranya kita bisa membuat perisai? Pohon Uyen sudah habis terbakar di hutan Jlim sebelumnya. Kita hanya memiliki buah sihir saja, kan?" Tanya Reyhan yang maju ke depan untuk beberapa langkah.


"Aku.. seperti nya punya batang pohonnya." Gumam Neli dengan suara yang pelan.


"Aku punya daunnya dan Neli punya batang pohon Uyen." Sahut Sarah dengan tiba-tiba.


"Aku juga punya serbuk batangnya!" Ucap Gion dan Yeni secara bersamaan.


Gion dan Yeni kini saling menoleh kesatu sama lain. Mereka setidaknya punya bahan yang lebih dari cukup untuk membuat perisai. Dan kemampuan Lukas yang cukup hebat, ia bisa menyelesaikannya dengan mudah.

__ADS_1


"Baiklah, sudah di putuskan. Gion kau bisa pergi sekarang, tinggalkan serbuk kayunya. Dan Kita berlima akan pergi sekarang."


"Baik, aku pergi sekarang!" Sahut Gion yang lalu pergi meninggalkan mereka menggunakan mantra teleportasi dan hanya menyisakan serbuk kayu Uyen yang ada di sebuah botol.


__ADS_2