
*Masih di kondisi yang sama
Tak beberapa setelah Lukas pergi, ia masuk lagi ke kamar Alin tanpa mengetuk lagi. Alin sontak terkejut saat melihat Lukas, untung saja Alin segera menyembunyikan barang yang ia pegang tadi.
"hm, Kenapa Lukas?" tanya Alin.
Lukas hanya diam tak menjawab pertanyaan Alin. Seketika Alin merasa takut, ia mengira Lukas tau apa yang di sembunyikan.
"A-apa Lukas tau apa yang sedang terjadi ini?" batin Alin mulai cemas.
"Kenapa?" Tanya Lukas seraya duduk di lantai tepat di seberang Alin.
"Hah?apa?" Tanya Alin balik kebingungan.
"hm sudahlah, Kamu tadi pergi kemana saja dengan Lina" tanya Lukas.
"hmmm...kami tadi ke perpustakaan pusat"Jawab Alin.
"Berhati-hatilah, orang dari dunia sihir merah beberapa bulan yang lalu pernah masuk ke situ, takutnya mereka menaruh jebakan untuk kita." ujar Lukas memperingati Alin.
"oh baiklah"
"apa kejadian yang menimpa aku ini sebuah jebakan dari orang dari dunia sihir merah?! ahhhh menyebalkan" batin Alin cemas sekaligus takut.
Lukas kemudian berdiri dan melangkah menuju pintu kamar untuk pergi. Saat ingin membuka pintu, ia berbalik dan mengajak Alin untuk ke luar.
"ikut dengan ku"
"kemana?" tanya Alin.
Lukas hanya diam dan langsung pergi ke luar tanpa menghiraukan pertanyaan Alin. Terpaksa ia pun mengikuti Lukas ke luar.
...****************...
Lukas berjalan di depan memimpin jalan sedangkan Alin berjalan di belakang mengikuti Lukas. Mereka terus berjalan hingga akhirnya mereka berdua tiba di hutan Jlim, dan di sana sudah ada Gion, Reyhan, Yeni, sarah, dan Neli di sekeliling api unggun. Alin dan Lukas pun ikut duduk dengan anggota KIMASEF yang lainnya di tanah.
"lama sekali kalian berdua, kami sudah menunggu lama sekali" keluh Reyhan.
"memang nya kita ingin melakukan apa?" tanya Alin kebingungan.
"kita akan melakukan ritual untuk memperkuat perisai pemisah kedua dunia sihir. Ini salah satu kewajiban kita." Jelas Reyhan lagi.
"Ta-tapi aku belum mempelajari Matra sihir apapun selain mantra dasar" ucap Alin.
"Cukup diam dan berkonsentrasi!" sahut Lukas dingin.
__ADS_1
"eh apa?" tanya Alin masih kebingungan dengan apa yang mereka bicarakan.
"Cerewet!" ucap Sarah kesal pada Alin.
"tapikan aku tidak mengerti apa kalian bicarakan" ucap Alin dengan suara pelan seraya menundukkan sedikit kepalanya.
"Jadi begini, kita akan melakukan salah satu tugas kita sebagai KIMASEF. Kamu tidak perlu kuatir, seperti yang Lukas katakan kamu hanya perlu diam dan berkonsentrasi melakukan ritual untuk memperkuat perisai." Jelas Gion.
"hm, baiklah"
Mereka pun bersiap-siap untuk melakukan ritual, Gion dan Reyhan membuat sebuah simbol besar di tengah-tengah mereka. Setelah simbol itu selesai di buat Lukas duduk di tengah-tengah simbol itu, kemudian yang lainnya juga duduk mengelilingi Lukas.
Lukas membacakan sebuah Mantra pelindung dan tiba-tiba muncullah sebuah cahaya merah dari tubuh mereka semua. Semuanya terlihat seperti menahan suatu rasa sakit namun berusaha untuk tetap berkonsentrasi.
"panas sekali..." batin Alin, Alin merasa tubuhnya seakan-akan terbakar karena api namun ia juga berusaha berkonsentrasi seperti yang lainnya.
Beberapa menit kemudian api dari tubuh mereka berkumpul di atas Lukas dan perlahan terlihat lah sebuah perisai besar yang melemah. Api itu terus saja berkumpul di atas Lukas. Lama-kelamaan sekumpulan api itu naik dan seakan-akan menghantam perisai, namun hantaman api itu malah membuat perisai itu semakin kuat.
Beberapa lama kemudian api itu memudar dan semuanya membuka mata mereka. Ritual untuk pelindung telah selesai. Namun itu mungkin tidak akan bertahan lama jika di terus-menerus di hantam oleh musuh.
"ahh lega nya..."ucap Reyhan melepas lelahnya seraya merebahkan tubuhnya ke rerumputan.
Semuanya kelelahan dan beristirahat sebentar disitu. Namun Lukas tidak beristirahat dengan mereka, ia pergi ke suatu tempat. Karena merasa penasaran kemana Lukas pergi, Alin pun pergi mengikuti Lukas secara diam-diam.
"Ada apa?" tanya Lukas dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari sungai itu.
"hehehehe...rubah kutub ternyata menyadari nya" batin Alin. Alin kemudian duduk di sebelah Lukas.
"kenapa kamu tidak ikut Dengan yang lain?" tanya Alin.
"Lah kamu, kenapa kamu tidak ikut dengan yang lain?" tanya Lukas balik.
"ehh...kok bertanya balik"
Namun Lukas tak menjawab. Alin kemudian menyandarkan kepalanya di lututnya dan melamun. Keadaan seketika menjadi hening, Lukas pun tak kunjung bicara dan Alin terus melamun.
"huftttt....apa aku harus mengatakan yang sebenarnya saja kepada Lukas? Jika itu benar-benar jebakan...itu pasti akan menjadi masalah besar. Tapi Lukas pasti akan memarahi ku habis-habisan. Aku harus bagaimana? Ahhh terserah, aku akan mengatakan nya." batin Alin berpikir.
"anu.."
"ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" ucap Alin memulai percakapan.
"apa?" tanya Lukas tanpa ada rasa penasaran.
"tapi kamu janji ya jangan marah" ucap Alin dengan lantang.
__ADS_1
"hm"
"Jadi...Tadi itu aku dan Lina ke perpustakaan dan menemukan sebuah buku yang terlihat aneh... (menceritakan semuanya pajang lebar)"
Lukas hanya menyimak cerita Alin tanpa ekspresi, namun sebenarnya Lukas mendengar kan semua cerita Alin dengan detail.
"Jadi begitu...Jadi apa kau bisa membantu ku..." Lirih Alin merasa takut sekaligus merasa bersalah.
"baiklah" Jawab Lukas singkat.
"Benarkah?! Wahhhh terimakasih Lukas" Seru Alin sambil melompat-lompat kegirangan.
"tapi kau sungguh tidak marah pada ku kan?" tanya Alin lagi seraya berjongkok di samping Lukas.
"hm"
Tak beberapa Lama yang lain menghampiri mereka berdua, mereka semua sudah selesai beristirahat dan ingin kembali ke istana bersama. Saat mereka tiba Lukas dan Alin langsung berdiri.
"Ayo pulang ini sudah malam" ajak Gion.
"memangnya ini pukul berapa" tanya Alin.
"pukul setengah 12"
"Apa?!" Sahut Reyhan.
"Wuahhhh PR sejarah ku belum selesai".
"Ayo Lukas" ajak Yeni pada Lukas seraya menggandeng tangannya.
Namun Lukas tidak menghiraukan nya dan terus berjalan tanpa menepis atau pun berbicara pada Yeni. Mereka berdua mendahului yang yang lainnnya.
"Wahhh mereka terlihat serasi sekali yah" puji Reyhan pada Lukas dan Yeni.
"Diam kamu!" ucap Gion kesal pada Reyhan.
"eh kok kamu yang marah, aku kan menyandingkan Lukas dengan Yeni. Kok kamu yang marah" olok Reyhan lagi.
Gion pun menghela nafas dan tidak menghiraukan Reyhan si nyamuk lagi.
"Ayo Alin.."Ajak Gion
"eh hm oke"
Reyhan, Neli dan Sarah pun mengikuti mereka dari belakang. Sarah merasa sedikit iri dengan Alin, namun ia sadar status nya yang tidak setinggi Alin.
__ADS_1