Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 106 Fugonu.


__ADS_3

Lukas mengambil kertas yang Yuno tunjukan padanya itu. Lalu ia membacanya. Setelah beberapa lama Lukas memandangi dan menyerapi isi dari setiap kata-katanya, ia menoleh ke arah Yuno.


"Apa kau ingin melanjutkan kerja sama kita? Senjata ku sudah mencapai 85%. Itu terserah padamu ingin melanjutkannya atau tidak. Aku juga sudah menyerahkan informasi tentang Anita seperti yang aku janjikan sebelumnya." Ucap Yuno yang terlihat serius.


"Kurasa tidak. Aku sudah tidak memerlukan informasi itu lagi."


"Yahhh... aku tidak bisa memaksamu juga. Apalagi setelah kau terluka dan sakit beberapa waktu yang lalu. Maaf sudah memaksamu sebelumnya." Ucap Yuno yang langsung duduk kembali di samping Lukas.


"Tidak masalah. Apa ada pergerakan dari Indra baru-baru ini?" Tanya Lukas dengan serius, yang mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Ehmm... Sepertinya tidak ada yang aneh. Tapi salah satu pasukan kita menemukan pil penyamar yang terlarang di dekat perbatasan beberapa hari yang lalu."


"Pil penyamar? Bukannya itu obat terlarang? Kenapa bisa ada di dekat perbatasan?"


Pil terlarang adalah salah satu barang yang sangat di larang di salah satu kedua belah pihak. Tapi pil penyamar adalah pil yang legal di dunia sihir merah, namun itu ilegal di dunia sihir putih, hanya orang tertentu dan pada situasi tertentu saja boleh memakai pil tersebut. Barang-barang terlarang memiliki kekuatan serta hasil yang fantastis, tapi bahan yang di gunakan untuk membuatnya pun tidaklah mudah untuk di dapat. Bisa berupa jiwa, darah, tanaman langka dan barang-barang yang sulit di dapatkan lainnya.


"Hm. Belum diketahui secara pasti. Tapi setelah kakaknya Alin menyelesaikan tes dan kerjasama kita dengan kota Ohan selesai, kita akan menyelidikinya secara menyeluruh."


"Tidak masalah, tapi sebaiknya kita harus segera menyelesaikan misteri dari pelindung perbatasan yang terbuka dan juga pil penyamar yang tiba-tiba ada di sini. Yang kita kuatir kan tidak hanya jiwa Clorian yang ada, tapi juga Kristal Fugonu. Kedua budak jiwa itu adalah kekuatan yang terkuat, jika salah satu dari mereka-"


"Aku tau, aku tau... Tapi mau bagaimana lagi. Kita pun tidak tau dimana posisi kristal Fugonu berada. Hmm... tunggu, tunggu... Jangan bilang..."


"Kristal Fugonu ada pada... orang itu juga...!" Tebak Lukas dengan ekspresi terkejut yang aneh.


"Hmm... tapi... Apa mungkin orang itu bisa menyandang budak jiwa yang kuat seperti itu? Jika tidak bisa menguasainya, dia yang akan dikuasai."

__ADS_1


Siapa? Siapa yang mereka sedang bahas? Siapa orang yang menyandang budak jiwa Fugonu itu? Sama halnya dengan Clorian, Fugonu pun tak kalah hebat dari nya. Tapi untuk saat ini, kekuatan Clorian masih terkunci di tubuh Alin yang sulit di tebak itu. Bahkan jiwanya yang sudah di telan oleh Clorian pun bisa kembali walaupun dalam keadaan yang sangat parah.


"Tidak juga, jika Fugonu di segel dengan kuat, tidak mungkin dia bisa lolos dan menguasainya dengan mudah."


"Benar... Yasudah lah. Sudah malam, kau pergilah beristirahat." Ucap Yuno yang dengan terburu-buru menutup pembicaraan mereka itu.


Dengan terburu Yuno berjalan ke arah kasur khusus miliknya di ruang belajar itu dan duduk di atasnya. Tapi Lukas terlihat kebingungan melihat tingkah Yuno yang terburu-buru itu. Lalu ia menegurnya.


"Kenapa kau terburu-buru seperti itu?" Tanya Lukas yang kebingungan melihat Yuno yang terburu-buru.


"Haishhh... Aku harus menemani Yu tes besok. Tentu saja aku ingin istirahat dan tidur. Pergilah ini sudah sangat larut." Usir Yuno.


"Baiklah."


Sementara itu di ruangan belajar Yuno, Yuno yang tadi duduk di atas kasurnya telah berada di meja belajarnya. Ia terlihat serius sambil memegangi selembar kertas dan kuas yang ada di hadapannya. Ia menulis sebuah surat, lalu memanggil pengawalnya yang ada di luar.


"Pengawal!" Panggilannya.


Salah satu pengawal yang ada di depan, setelah mendengar panggilan dari Yuno langsung masuk dan menghampirinya. Ia memberi hormat, lalu Yuno pun memberikan surat yang telah ia tulis tadi kepada pengawal itu.


"Putra mahkota, untuk siapa ini?" Tanya pengawal itu.


"Kau tidak perlu tau. Pergilah ke bagian selatan sekarang dan seseorang akan datang menghampiri mu untuk mengambil surat ini. Jangan sampai ada seorang pun yang tau. Apa kau mengerti?" Jelas Yuno.


"Saya mengerti. Siap laksanakan, Yang mulia putra mahkota!" Tegas pengawal itu sambil membungkukkan badannya.

__ADS_1


Setelah itu pengawal itu pergi dari hadapan Yuno dan langsung pergi ke bagian selatan pada saat itu juga. Dengan hati-hati pengawal tersebut menyelinap pergi dari istana tanpa seorang pun yang tau, hingga sampailah ia di gerbang istana, lalu pergi menggunakan mantra teleportasi nya untuk ke selatan.


*Beberapa hari kemudian..


Hari ini adalah hari di mana Alin akan menjalankan misi pertama yang sangat di tunggu-tunggu nya. Hari dimana ia akan melaksanakan sesuatu yang amat berbahaya dan juga menantang tanpa adanya bantuan dari teman-temannya.


Pagi-pagi buta sekali Alin pergi kepada Henil, memintanya menyampaikan pesan kepada wali kelas, kalau ia akan absen pada hari itu. Setelah itu ia kembali berlari dengan gembiranya ke kantor misi. Hingga tak terasa saat Alin menghadapkan pandangnya kedepan, ia sudah melihat gedung kantor misi yang besar itu.


Di sekitar jalan itu sangatlah sepi, hanya ada beberapa orang yang lewat oleh karena masih sangat gelap. Tapi itu adalah hal biasa bagi seorang anggota misi regental. Apalagi untuk peserta baru, mereka di haruskan berlatih sebelum fajar muncul menerangi.


Setelah itu, Alin langsung masuk ke dalam ruang master Gi dan mendapati Ji Ku sendirian yang terlihat sedang menulis sesuatu di meja kerjanya. Alin pun duduk kursi yang ada di situ dan menunggu Ji Ku menyadari keberadaannya. Setelah beberapa lama, Ji ku telah menyelesaikan hal yang di urus nya dan langsung duduk di samping Alin.


"Ini dia, putri Jiu. Ini lokasi tempat dan beberapa informasi tentang objek misi anda." Ucap Ji Ku seraya menyodorkan selembar peta dan beberapa foto yang di selipkan.


"Oke, terima kasih. Ngomong-ngomong di mana master Gi, aku tidak melihatnya di depan." Tanya Alin.


"Ohh, Master Gi sedang melatih beberapa peserta baru yang seperti anda di hutan Jlim."


"Tapi kenapa aku tidak diajarkan oleh master Gi seperti yang lainnya...? Malah diajari oleh ketiga monyet menyebalkan itu." Protesnya.


"Hehe.. Itu karena pangeran sendiri yang ingin melatih anda. Sebenarnya para peserta baru seperti anda di haruskan untuk dibimbing oleh penanggung jawab. Tapi pangeran bersikeras untuk melatih anda sendiri, dia bahkan rela datang kesini pagi-pagi pada setiap harinya untuk membujuk master Gi." Jawab Ji Ku sambil sedikit terkekeh.


Kemudian Alin termenung sebentar sambil menatap kertas misi yang ada di tangannya. Ia tidak menyangka bahwa Lukas walaupun terlihat dingin dan tidak terlalu peduli, ternyata memiliki jiwa peduli dan tanggung jawab yang sangat besar. Tapi dalam pikiran Alin sekarang, Lukas tidaklah peduli terhadapnya dengan alasan yang berkaitan dengan perasaan pribadi, melainkan oleh tugas yang telah di tetapkan.


"Ternyata dia peduli padaku. Hufftt... Andai saja dia peduli oleh karena perasaan lain selain tanggung jawabnya itu. Yahhh... Aku tidaklah sekuat Lina apalagi dirinya."

__ADS_1


__ADS_2