Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 12. Tinggal di Istana


__ADS_3

* ke esokan harinya...


Alin bangun dari tidur nya dengan mata yang sembab karena menangis semalaman. Setelah membersihkan tempat tidur, ia lalu mandi dan kembali meringkuk duduk di sisi ranjang sambil melamun.


"kenapa begini, saat di dunia manusia tak ada yang peduli denganku hanya kakek yang peduli, kakek sekarang tidak ada. Saat di dunia sihir tak ada yang peduli hanya keluarga Lina yang peduli, sekarang aku di sini tidak ada yang peduli. Kenapa nasibku seperti ini, apa aku memang di takdir kan menderita?!" batinnya sedih hampir meneteskan air mata lagi.


Lukas pun masuk kamar Alin dan memanggilnya untuk makan "Ayo, makan yang lain sudah menunggu. kenapa matamu sembab?" ajak Lukas sambil menanyakan mata Alin yang sembab.


"Tidak apa, tidak, aku tidak lapar" tolak Alin dengan nada yang malas dan masih melamun.


"ini perintah Master ketua, apa kamu mau kepalamu benar-benar di penggal?" ancam Lukas dengan nada yang dingin.


Alin pun tertegun dari lamunan nya dan langsung berlari ke ruang makan. Lukas pun tersenyum melihat sifat Alin yang lucu dan menarik.


" cih, gadis yang aneh" gumam Lukas sedikit tersenyum lalu menuju ruang makan.


"Apa aku salah liat? aku melihat pangeran Lukas tersenyum." ucap salah satu pengawal di depan kamarnya Alin. "Mungkin tidak..." sahut penjaga lainnya sambil melongo.


*di ruang makan istana...

__ADS_1


Ketika Alin di depan pintu dia melihat Master Ketua, Ratu, pangeran dan putri lainnya sudah datang. Karena merasa takut ia berencana kembali ke kamar, tapi tiba-tiba saat berbalik dia menabrak Lukas yang ingin masuk dan melirik wajah Lukas sekilas.


"ayo" ajak Lukas dengan suara yang pelan lalu mendahului Alin, Alin pun mengekor di belakang dan duduk di sebelah Lukas.


Yeni dan Sarah tidak suka karena Alin duduk di samping Lukas. "heh, liat itu Yen Berani sekali dia." ucap Sarah pada Yeni yang duduk di sebelah nya.


"kita liat saja nanti" ucap Yeni dengan senyuman licik.


* di sisi lain, tempat Alin duduk...


"Alin kamu mau pulang ke dunia manusia atau tinggal di istana?" tanya Deon Li pada Alin dengan serius. Alin pun berpikir sejenak untuk memutuskan di mana ia akan tinggal."huh... pilihan yang sulit. Mungkin aku akan tinggal di dunia sihir saja, jika aku pulang ke bumi... mereka saja tidak peduli atau pun merindukanku. hah.. sungguh nasib..." batin Alin berpikir.


Alin kemudian memainkan makanannya dan berpikir sejenak "kalau aku pulang.... aku mungkin akan di bunuh ibu, lebih baik aku di sini kakek juga yang menuntun ku kemari mungkin itulah yang terbaik untukku." batin Alin berpikir.


"hmm... aku akan tinggal di sini. Tapi berikan aku beberapa hari untuk berpamitan dengan keluarga Lina" pinta Alin dengan ragu takut kalau Deon Li akan menolaknya.


"baiklah setelah kamu berpamitan dengan keluarga Lina, kamu harus berpamitan juga dengan orang tuamu yang ada di dunia manusia dan Lukas akan menemani mu" jelas Deon Li dengan serius. Lukas yang mendengarkan kalau dia akan menemani Alin ke dunia manusia pun tersedak.


"uhuk.. uhuk.. apa tidak ada orang lain?" tanya Lukas sedikit kesal.

__ADS_1


"Tidak" tolak Deon Li singkat lalu melanjutkan makannya.


"baiklah Master, terimakasih" ucapnya sambil sedikit menundukkan kepalanya lalu lanjut makan. Setelah makan Alin pun pergi ke rumah Lina untuk berpamitan dengan keluarga Lina selama 2 hari.


*skip, di rumah Lina....


Setelah sampai di rumah Lina Alin pun mengetuk pintu rumah "tok..tok..tok". Lina kemudian membukakan pintu rumah dan terkejut melihat Alin ada di depannya ia lalu memeluk Alin. "ALIN, ini kamu kan? kamu gak papa kan? kamu diapain sama mereka?" ujar Lina membanjiri Alin dengan banyak pertanyaan seraya memeluknya.


" aku tidak apa-apa Lina, mereka hanya menyuruh ku untuk tinggal di istana" kata Alin menenangkan Lina.


"Ayo masuk, ibu dan Renu ada di dalam" ajaknya sambil menggandeng tangan Alin.


"Bu, Alin datang Bu" ucap Lina gembira. Ibu Lina lalu keluar dari dapur dan menghampiri mereka bersama Renu.


"Alin kamu gapapa kan?" tanya Ibu Lina kuatir.


"tidak apa-apa Tante, Alin hanya di suruh mereka untuk tinggal di istana. Mereka bilang Alin tidak boleh di sini karena banyak Hom yang mengintai."ucap Alin meletakkan tasnya.


Lina pun menghela nafas dan bertanya pada Alin "Apa kita tidak akan bertemu lagi?" tanya Lina dengan wajah yang cemberut. "Entahlah, sepertinya aku akan tetap di sekolah di academi Ligen" jawab Alin kepada Lina sambil menepuk pundak nya. Mereka pun ke dapur untuk makan siang dan mengobrol.

__ADS_1


__ADS_2