Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 25. Buku misterius


__ADS_3

*perpustakaan pusat Dunia sihir putih


Setelah beberapa lama menaiki sepeda mereka pun tiba di perpustakaan pusat. Perpustakaannya sangat megah dan ramai pengunjung, Jika di perkirakan besarnya perpustakaan itu seperempat istana dunia sihir putih.


Mereka berdua pun masuk ke dalam perpustakaan dan memilih tempat di ujung yang di mana suasana nya sangat sepi di sana.


"ayo ke sana sana" ajak Alin seraya menarik tangan Lina menuju sudut ruangan yang paling sepi di perpustakaan itu.


Alin langsung menyerbu buku-buku yang terlihat menarik di sekitar situ, begitu juga dengan Lina. Beberapa menit kemudian Lina menemukan buku panduan dunia sihir tingkat 2-3. Ia pun memanggil Alin untuk melihat nya juga.


"Alin, coba sini liat" panggil Lina.


Alin pun berjalan ke arah Lina dan ikut melihat buku itu. Ia sangat senang saat melihat buku itu, namun sampul bukunya jauh berbeda dari tingkat 1 yang di berikan oleh Lukas pada waktu itu.


"Kenapa sampul bukunya berbeda dari buku yang aku miliki?" tanya Alin.


"Tentu saja, buku yang ada di perpustakaan ini sebagian besar hanya salinannya saja. Sedangkan yang kamu miliki itu asli..." Jelasnya terpotong.


"apa Lina?" tanya Alin penasaran.


"mungkin asli atau palsu" lanjutnya lagi dengan ekspresi yang tidak merasa bersalah karena telah membuat seseorang berharap.


Alin pun menjeplok dahinya saat Lina berkata begitu.


"Haduhhhh....Lina, Lina, Aku kira kamu tau semuanya. Dari aku datang ke dunia sihir kamu seperti orang yang tau segalanya, tapi.... Ah sudahlah lupakan saja. Aku kira kamu orang yang tau segalanya tentang dunia aneh ini, sudahlah aku sudah terlalu banyak berharap pada mu. "


"hehehehe" kekeh Lina.


*Di sisi lain perpustakaan


"Heh Alin, aku akan memberi mu pelajaran karena sudah berani mendekati Lukas " batin seseorang di sudut ruangan yang lainnya.


Ia kemudian berpindah tempat menggunakan mantra teleportasi ke belakang rak yang dekat dengan tempat Lina dan Alin berada. Ia meletakkan sebuah buku berwarna merah menyala di antara buku-buku yang lainnya. Dengan cepat ia pergi menggunakan mantra teleportasi lagi.


Tak beberapa lama Alin beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju rak buku untuk mencari buku yang lainnya. Saat ia berjalan menyusuri rak-rak buku, perhatian nya tertuju ke sebuah buku berwarna merah menyala yang orang itu letakkan tadi. Alin ingin mengambil nya tapi ia takut, jadi Alin memanggil Lina untuk melihat nya juga.


"Lina, kemari lah" perintah Alin.


"Ada apa?" tanya Lina seraya berjalan menuju Alin.


Lina pun merasa penasaran dengan buku itu, ia pun mengambilnya dan membawanya ke tempat duduk mereka. Alin mengikuti Lina dari belakang dan ikut duduk juga.


"buku apa ini?"

__ADS_1


"entahlah" ucap Lina sambil memperhatikan buku itu dengan seksama.


Karena perasaan penasaran mereka semakin memuncak, mereka pun akhirnya membuka buku itu. Saat mereka membuka buku itu betapa terkejutnya mereka melihat isinya. Di dalam buku itu ada sebuah tulisan dengan bahasa kuno dunia sihir yang dulu.


"bahasa apa ini Lina?"


"seperti nya ini bahasa kuno dunia sihir" Jawab Lina.


"hmmm, bagaimana kalo kita liat di rumah saja" Ucap Lina.


"tapi ini tidak ada stempel perpustakaan, bagaimana kita akan membawanya?" tanya Alin ragu.


"biasanya kalau tidak ada stempel perpustakaan itu boleh di bawa pulang langsung"


"oh, benarkah" ujar Alin tidak percaya.


Lina pun mengangguk. Lalu mereka memutuskan untuk pulang ke rumah untuk memeriksa buku itu. Alin dan Lina membawa buku-buku yang telah mereka kumpulkan tadi ke lantai pertama untuk di periksa oleh pustakawan agar bisa mereka pinjam. Buku misterius itu tadi Lina masukkan ke dalam tas, agar tidak menarik perhatian orang lain dengan warna merah menyala nya itu. Mereka pun pulang ke rumah


*Rumah Lina


Mereka pun tiba di rumah. Setelah mereka tiba, mereka masuk ke dalam kamar dan mengunci kamar nya. Dengan cepat mereka mengeluarkan buku itu dari dalam tas. Mereka memperhatikan lagi buku itu dengan seksama dan membalik-balikan halamannya.


Pada halaman terakhir buku terdapat sebuah tempat sebuah simbol dan simbol itu mirip sekali dengan liontin kalung milik Alin.


"benar...benar, mirip sekali"


"bagaimana kalau kita coba meletakkan nya di situ" ajak Lina.


Karena merasa penasaran, Alin pun setuju untuk mencoba nya. Ia melepas kalungnya dan meletakkan kalung itu di tempat yang ada di buku itu. Ukuran nya sangat pas di situ. Tapi, ketika Alin ingin mengambil nya kembali liontin itu tidak bisa lepas. Alin dan Lina pun berusaha untuk melepaskan Liontin itu dari buku.


"Kenapa ini?! Ke-Kenapa tidak bisa lepas?!" tanya Alin panik.


"Entahlah..."Jawab Lina seraya berusaha menarik kalung itu.


Tapi tiba-tiba ibu Lina pulang lebih cepat dari biasanya. Renu di suruh ibunya memanggil Lina dan Alin untuk makan.


"Kak Lina, Kak Alin. Ayo cepat kita makan" Panggil Reni sambil menggedor-gedor pintu kamar.


Alin dan Lina merasa panik, mereka takut jika akan terjadi sesuatu jika kalung itu tidak bisa di lepas dari buku misterius itu.


"I-iya sebentar lagi kami keluar" Jawab Lina gugup. Renu pun pergi ke dapur lagi.


"Alin bagaimana kalau kau simpan saja ini dulu sampai kita menemukan solusi atau kau suruh saja pangeran Lukas melepaskan nya" Ucap Lina pada Alin.

__ADS_1


"Aku akan menyimpan nya saja, jika Lukas tau dia pasti akan marah pada kita" Jawab Alin.


Alin pun menyimpan buku itu kedalam tas dengan keadaan masih menempel dengan kalungnya Alin. Mereka bergegas ke dapur untuk makan agar Renu dan ibu nya Lina tidak curiga.


"bagaimana ini... kalung ku masih menempel pada buku itu. Kalau Lukas tau dia pasti akan memarahi ku habis-habisan" batin Alin cemas.


Tak terasa hari semakin gelap. Para utusan Lukas datang untuk menjemput Alin pulang, Alin dengan cepat membereskan barang-barang. Karena terburu-buru, Alin hampir saja meninggalkan tasnya yang berisi Kalung dan buku misterius itu di dalam kamar. Untunglah Lina mengingat kan nya.


"Jadi bagaimana Alin masih tidak mau lepas" Tanya Lina dengan wajah yang merasa bersalah.


"hmm"


"maaf" lirih Lina.


"ini bukan salah mu, mungkin kita bisa mengatasi nya nanti" ujar Alin.


Alin pun pulang ke istana bersama dengan para pengawal dan utusan.


*Istana Dunia sihir putih


Setelah sampai di Istana Alin langsung masuk ke dalam kamar nya. Ia mengeluarkan buku tadi dan kembali berusaha untuk melepaskan Liontin itu, namun itu sia-sia saja Liontin itu tidak bergeser sedikit pun dari buku itu. Hingga akhirnya ia tertidur di kursinya.


*Ke esokkan harinya


Ke esokkan harinya semua orang melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Alin sangat kuatir dengan kalungnya yang menyangkut di buku itu sehingga ia tidak fokus dalam pelajaran nya. Setelah ibu guru memberi materi terakhir, ibu juga memberikan mereka PR tentang sejarah dunia sihir. Mereka semua pulang ke rumah mereka masing-masing dan para bangsawan pulang ke istana.


Setelah tiba di istana Alin bergegas mengganti bajunya dan langsung mengambil buku misterius itu lagi dan berusaha melepaskannya dengan segala cara.


Alin terus mencoba untuk melepaskan kalungnya dari buku, namun hingga hari menggelap usahanya tidak membuahkan hasil


Beberapa menit kemudian Lukas masuk ke kamar Alin tanpa mengetuk seperti biasa. Hal itu membuat Alin terkejut, untung nya dengan cepat ia menyembunyikan buku itu.


"Sedang apa?" tanya Lukas dingin.


"hmmm tidak ada, seharusnya aku yang bertanya kau ingin apa kemari?" tanya Alin balik.


"tidak ada hanya memeriksa keadaan mu" ucap Lukas seraya mengarahkan pandangannya ke arah lain.


"apa yang kau sembunyikan tadi?" tanya Lukas lagi.


"A-apa maksudmu, ti-tidak ada apa-apa" Elak Alin dengan perasaan yang mulai cemas.


"oh" jawab Lukas singkat. Setelah itu ia langsung keluar kamar dan pergi.

__ADS_1


Alin merasa sedikit lega saat Lukas pergi tadi, Ia pun kembali berusaha melepaskan Liontin kalungnya.


__ADS_2