Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 79 Ulang tahun Ibu Suri


__ADS_3

Semua kini sedang berkumpul di aula istana untuk melaksanakan ulang tahun ibu suri sekaligus melaksanakan rapat tentang peperangan dadakan yang terjadi pada malam kemarin. Karena acaranya belum di mulai, para pelayan masih berlalu-lalang di tengah aula untuk menyiapkan hidangan.


Setelah semuanya selesai, para pelayan keluar dari aula dan mereka memulai acaranya. Terlihat di sana, Deon Li yang baru saja datang, berjalan dan duduk di kursi yang ada di atas panggung di susul oleh ibu suri. Deon Li duduk di samping kursi istri pertamanya, sedangkan ibu suri duduk di kursi yang biasanya di duduki oleh Deon Li.


Ketika Deon Li dan ibu suri sudah duduk, semua orang yang ada di aula berdiri dan memberi hormat.


"Salam sejahtera untuk Master ketua dan Ibu suri"


Mereka kembali duduk dan memperhatikan orang yang ada di depannya lagi. Deon Li selaku pimpin dunia sihir putih yang sekarang, memberi salam untuk semuanya dan memulai acara mereka. Ia beranjak dari tempatnya dan berdiri di tengah-tengah aula.


"Salam semuanya." Sapa Deon Li.


"Salam, Master."


"Semuanya pasti sudah tau tentang kejadian tadi malam, melalui pengumuman yang Kaisar Otean dan Kaisar Jean sampaikan. Ada peperangan dadakan yang terjadi pada malam hari tadi antara, kerajaan kita dengan kerajaan dunia sihir merah. Untungnya peperangan itu sudah usai dan kita telah menangkan peperangan nya. Namun saya..."


"Maaf memotong pembicaraan anda, Master. Tapi ada hal yang saya tanyakan." Sahut salah seorang bangsawan yang berada di kerumunan orang yang duduk di aula.


"Silahkan."


"Saya dengar, ada seorang putri yang berhasil mengeluarkan budak jiwa pendekar iblis yang sudah lama di segel. Di mana dia sekarang? Apa dia masih hidup?" Tanya orang itu.


"Benar, Master. Apa dia masih hidup sekarang?"


"Jika orang itu berhasil mengeluarkan budak jiwa iblis Clorian, tentu saja dia akan mati."


"Malang sekali nasib putri itu..."


"Iya, iya." Tambah yang lainnya.


Suasana menjadi agak rusuh pada saat itu. Mereka berbisik-bisik dan membicarakan tentang orang yang mengeluarkan budak jiwa tersebut. Namun Deon Li tetap terlihat tenang dan mencoba untuk menenangkan keadaan seperti semula.


"Tenang, tenang semua. Putri itu masih hidup dan sedang di rawat. Identitas nya memang kami rahasiakan, saya benar-benar merasa bersalah. Sebagai pemimpin kerajaan ini, saya masih belum bisa melindungi kerajaan kita. Maafkan saya yang masih belum bisa melindungi kalian semua..." Ucap Deon Li seraya membungkukkan badan nya sedikit.


Semuanya menjadi hening dan termenung akan Deon Li yang meminta maaf di hadapan mereka. Para pejabat dan bangsawan yang lain pun merasa sangat bersalah karena tidak bisa melindungi kerajaan tersebut dengan baik. Itu juga tanggung jawabnya mereka semua, mereka juga merasa bersalah sama seperti Deon Li yang tengah meminta maaf kepada mereka. Semuanya berdiri dan membungkukkan badannya secara bersamaan, meminta maaf kepada yang lainnya serta Deon Li karena belum menjaga dunia sihir dengan baik.


"Maafkan kami juga.." Ucap mereka semua secara bersamaan.


Ibu suri yang melihat mereka dari tadi, terlihat tersenyum senang saat melihat semua pejabat dan bangsawan yang bertoleransi terhadap kerajaan mereka dan pemimpin mereka. Dengan wajah yang terlihat manis, ia tersenyum tipis ke arah semuanya.


"Kalian semua, angkatlah kepala kalian. Kita satu kerajaan, satu kelompok dan satu keluarga. Sudah semestinya kita bertoleransi." Ucap Ibu suri.


Mereka semua yang mendengar perkataan ibu suri itu langsung mengangkat kepalanya dan menoleh kepada wanita tersebut. Ibu suri yang ada dihadapan mereka sekarang, memanglah pemimpin yang sangat bijak saat di masa jabatannya. Ia sungguh pemimpin yang di hormati dan di sayangi oleh semuanya.

__ADS_1


Semua memandang Ibu suri untuk beberapa saat. Karena kebingungan melihat mereka yang terus memandanginya, Ibu suri menegur mereka.


"Apa yang kalian liat? Apa acara ini tidak akan kalian lanjutkan?"


"Oh, iya. Baiklah kalau begitu, kita lanjutkan acaranya. Jadi kita berkumpul di sini karena suatu acara, yaitu acara ulang tahun ibu suri. Bawa kue nya kemari!" Perintah Deon Li.


Beberapa Koki datang dan membawa sebuah kue yang sangat besar di troli. Kuenya begitu mewah, anggun dan cantik seperti orang yang akan meniup lilin dari kue tersebut. Sekarang, kue itu telah ada di tengah-tengah aula. Ibu suri, ratu pertama, ratu kedua dan ketiga maju ke tengah-tengah aula lalu berdiri samping Deon Li.


"Silahkan hidupkan apinya, yang mulia." Ucap Deon Li.


Ibu suri maju untuk beberapa langkah, lalu menyalakan lilin yang ada menggunakan mantra api nya.


"Terima kasih atas semuanya. Pada hari ini kita semua akan merayakan ulang tahun ku yang ke 1376 tahun. Terima kasih karena kalian sudah mau bersamaku, mendukungku, dan menghormati ku selama 1376 tahun terakhir. Tapi aku bukanlah pemimpin kalian tanpa adanya bantuan dari Lio Jun Yeo. Namun.. dia sudah bahagia di atas sana. Ini juga berkat bantuan dari kalian. Terima kasih banyak semuanya." Ucap Ibu suri seraya menatap ke arah rekan-rekan yang lainnya.


"Terima kasih kembali, Ibu suri." Sahut semua dengan serempak.


Ibu Suri meniup lilin yang ada di kue itu, yang menandakan umurnya yang kini sudah genap berumur 1376 tahun. Semuanya bertepuk tangan, acara berjalannya dengan meriah dan juga mulus. Setelah peniupan lilin selesai, mereka melanjutkan acaranya dengan berdoa untuk Ibu suri, pemberian hadiah dan selanjutnya mereka makan makanan yang sudah di hidangkan.


Beberapa jam telah berlalu, kini sudah jam 2 siang, acara sudah selesai, para pejabat dan bangsawan lainnya keluar dari aula, lalu pulang ke kamar nya masing-masing. Sementara itu, tinggal lah Gion, Reyhan dan Kael di sana bersama dengan Ibu suri, Deon Li berserta dengan ketiga istrinya.


"Selamat ulang tahun, nenek." Ucap Gion seraya berlutut di hadapannya.


"Selamat ulang tahun, Ibu suri." Tambah Kael dan Reyhan yang berlutut di samping Gion juga.


Mereka bertiga berdiri kembali.


"Bagaimana dengan keadaan Lukas dan Alin sekarang, Kael?" Tanya Ibu suri.


"Mereka sudah melewati masa kritisnya sekarang. Tapi mereka masih butuh pengobatan lanjutan."


"Baiklah, aku serahkan semuanya kepadamu. Tolong rawat mereka dengan baik."


"Pastinya, Yang mulia, ibu suri." Sahut Kael seraya menundukkan kepalanya sedikit.


Saat pembicaraan mereka itu berlangsung, tiba-tiba saja ada seorang gadis kecil yang berlari ke arah mereka. Gadis itu terlihat berumur 6-7 tahun, ia berlari dengan cepat dan memeluk kaki ibu suri.


"Nenek! Nenek apa kabar? Yura rindu pada nenek. Aku tidak ingin bersekolah di dunia manusia lagi... Tidak seru! Tidak boleh menggunakan sihir!" Rengek gadis itu dengan manjanya.


Gadis itu tidak lain dan tidaklah bukan adalah anak dari Deon Li juga, adik terkecilnya Lukas yang bernama Yura Pranatha. Yura tinggal di dunia manusia sejak berumur 5 tahun untuk menempuh pendidikan secara lisan di sana. Ia akan pulang ke dunia sihir jika sudah memasuki libur sekolah. Kini Yura di sini karena neneknya sedang berulang tahun. Jadi kesempatan ini ia pergunakan untuk membujuk neneknya itu agar mau memindahkannya kembali ke dunia sihir.


Ketika Yura memeluknya, Ibu suri langsung menoleh ke arahnya dan berjongkok di sebelahnya. Ia menatap Yura dengan penuh kerinduan.


"Olo,olo... Cucu nenek sekarang sudah besar yah... Kenapa kau tidak mau di dunia manusia? Bukannya di sana sangatlah seru, di sana kan ada banyak teknologi yang canggih?" Tanya Ibu suri yang terlihat gemas dengan Yura, seraya membekap kedua pipi tembem tersebut.

__ADS_1


"Tapi aku bosan dengan teknologi nya. Apalagi orang-orang di dunia manusia sangatlah kejam dengan kata-kata nya."


"Apa yang mereka katakan kepada adik kecilku ini? Hm?" Tanya Gion yang ikut berjongkok di samping Yura.


"Bukan dengan ku, tapi dengan teman dekatku. Ada seorang teman ku yang lainnya yang mengejek teman dekatku itu. Orang itu bilang kalau dia tidak punya ayah, karena ayah nya tidak datang ke acara kenaikan kelas waktu itu." Jawab Yura dengan polosnya.


"Ohhh.. Bagaimana dengan ayah, apa dia datang pada saat itu?" Tanya Gion seraya menatap Deon Li.


"Ehm, ayah datang ke sana. Tapi aku tidak yakin kalau itu dia. Ada aura pil penyamar di sekitarnya pada saat itu!" Tegas Yura, yang lalu menatap Deon Li juga.


Deon Li kini kelabakan, hampir saja ia tertangkap basah dengan kelakuan nya itu. Namun ia berusaha untuk menyakinkan mereka.


"Hehe... Ti-tidak aku datang pada saat itu. Hanya saja... itu mungkin pil penyamar nya... Kaisar Jean yang... menemaniku pada saat itu. Hehehe..." Jawab Deon Li yang sudah mulai berkeringat dingin, karena takut ketahuan.


Yura sebenarnya tau kalau ayahnya itu berbohong kepadanya. Namun ia tidak ingin membuat Deon Li marah dan ia tidak bisa membujuk ayahnya untuk memindahkannya ke dunia sihir kembali.


Yura berpindah ke Deon Li dan memeluk kakinya juga. Sementara itu Ibu suri dan Gion bangkit dari tempatnya dan menatap Yura yang berusaha membujuk ayahnya itu.


"Ayahhh... Aku ingin pulang kemari, aku tidak ingin di sana lagi. Yura tidak ingin jauh dari kalian, aku tidak akan nakal! Kumohonnn..." Rayu Yura lagi dengan mata yang berbinar-binar.


"Tidak bisa, Yura..."


"Oh ayolah, ayah..."


Ibu suri yang melihat Yura yang terus merengek itu menjadi luluh dan menyuruh putranya itu untuk mengizinkan Yura untuk pindah kemari.


"Sudahlah, Deon Li. Biarkan saja dia pindah kemari. Dia masih sangat kecil dan kau sudah memisahkan nya dari kalian. Biarkan saja dia." Tegur ibu suri.


"Tapi, ibu..."


"Sudahlah, ibu benar. Aku juga sudah sangat rindu dengan anak ku yang satu ini." Tambah Yiu Shi lagi.


"Benar, ayah. Ayah tenang saja, aku yang akan menjaga Yura!" Tegas Gion.


"Benar, Master. Putri Yura sudah sangat lama tidak pulang kemari." Ucap Kael.


"Iya, Master." Tambah Reyhan.


Yura mendapat dukungan dan suara yang terbanyak dari mereka, sehingga Deon Li kalah dan dengan berat hati, ia harus menyetujui nya. Namun dengan suatu syarat yang harus Yura setujui.


"Hufttt... Baiklah. Tapi kau tidak boleh mempublikasikan identitas mu sebagai putri kerajaan di lingkungan sekolah dan masyarakat di sini. Apa kau mengerti?"


"Hm! Terima kasih, ayah.. Yeyyyyy."

__ADS_1


__ADS_2