Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 40 Akhir pekan


__ADS_3

Alin duduk di sebelah nya dan hanya memperhatikan Gion yang nampak sangat sibuk memasukan bahan-bahan nya. Gion memasukan ini, itu, ini, itu ke dalam tungku.


"Lalu... Apa yang bisa ku bantu?" tanya Alin yang sudah mulai merasa bosan.


"Ini, pegang ini untuk ku"


Gion menyerahkan dua buah Kristal hijau dan putih ke pada Alin dan sementara itu Gion memegang dua kristal juga yang berwarna biru dan coklat. Gion memegang kedua kristal itu sambil melihat sebuah buku yang melayang-layang di depannya.


"Lalu?" Tanya Alin lagi.


"Tinggal masukkan saja..." Sahut Gion masih


fokus membaca buku itu.


Karena Gion mengatakan itu, Alin mengangkat kedua kristal yang ada padanya dan mensejajarkan itu di atas tunggu. Gion kembali menghadapkan pandangan nya ke depan dan terkejut melihat Alin hendak memasukkan nya. Dengan cepat ia mengayunkan tongkat dan mengangkat kedua kristal itu secepat mungkin.


"Jangan di masukkan dulu!" Ucap Gion.


"Lah, tadi... bukannya kamu yang bilang 'tinggal masukkan saja' ?" Tanya Alin.


"Apa benar aku yang mengatakan itu?" Tanya Gion tidak menyangka.


"Iya, benar"


"Maaf Alin, seperti nya aku tadi tidak fokus" Ucap Gion sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"tidak apa, Jadi kapan mulai?" tanya Alin, lalu berdiri dan mengambil kristal yang dia pegang nya tadi dari sihir nya Gion.


"Kita bisa mulai sekarang!"


"Baiklah, berikan aku aba-aba kalau sudah di mulai" Alin menyiapkan kedua tangannya.


"Oke, Jadi jika sebuah cahaya sudah muncul dari tungku tinggal kita masukkan saja ke empat kristal ini secara bersamaan." Jelas Gion.


"Oke, Mengerti!"


Gion mulai membacakan sebuah bacaan mantra yang cukup panjang dan sementara itu Alin menyiapkan tangannya untuk menjatuhkan kristal yang ada di tangan. Beberapa menit kemudian sebuah cahaya muncul dari dalam tungku. Dengan cepat Alin menjatuhkan kedua kristal yang ia pegang bersamaan dengan milik Gion sesuai instruksi nya. Mereka berhasil, ramuan itu telah selesai dan berubah menjadi berwarna hijau muda.


"WOHHHH HEBAT!" Seru Alin takjub untuk kesekian kalinya.


"Sudah selesai!!!!" Gumam Gion sambil memasukkan cairan itu ke dalam sebuah botol.


"Ramuan apa itu?" tanya Alin penasaran sambil mendekatkan kepalanya ke dalam tungku untuk melihatnya.


"Ini ramuan untuk menyuburkan tanaman agar cepat tumbuh" Jelas Gion masih fokus.


Beberapa lama kemudian Gion telah selesai dengan urusan nya dan membawa ramuan itu. Mereka kembali ke ruangan utama di depan. Dari kemarin malam Alin terlihat agak lesu dan tidak bersemangat. Sebelum mereka pulang ke istana, mereka berdua memutuskan untuk bersantai sejenak di tepi sungai itu.


Mereka duduk di tepi sungai sambil memain-mainkan air sungai itu. Entah kenapa Alin tiba-tiba menjadi lebih fokus pada ikan-ikan yang berlalu-lalang di sepanjang sungai.


"ikan, ikan, ikan...."

__ADS_1


"Wahhh, banyak ikan..." Gumam Alin.


"Mau aku tangkap kan ikannya?" tanya Gion sambil menghampiri nya.


"Kalau kau bisa menangkap nya, ya tidak masalah..." Ucap Alin sedikit meremehkan Gion.


"Baiklah"


Gion mengangkat tongkatnya ingin menggunakan suatu mantra, namun ia di hentikan oleh Alin.


"Pakai cara manual!" tegasnya.


"Tapi itu akan sulit" Bantah Gion.


"Yasudah biar aku saja"


Alin mengambil sebuah ranting pohon yang agak runcing dan masuk ke dalam sungai dengan perlahan. Ia menyambar ikan-ikan yang ada sungai itu dan mencoba untuk menusuknya dengan ranting. Namun Alin terus saja gagal menusuknya, tapi Alin tidak menyerah begitu saja.


Gion hanya duduk tersenyum sambil melihat Alin dengan tingkah kekanak-kanakan nya. Beberapa menit kemudian Gion ikut turun ke sungai dan menghampiri Alin yang sudah terlihat kelelahan menangkap ikan.


"Bagaimana? Apa sudah mendapatkan ikan?" tanya Gion menggoda Alin.


Alin hanya mengerutkan keningnya dan terlihat cemberut karena kesal.


"Hahahaha... muka mu lucu sekali kalau cemberut begini" bahak Gion tertawa.


"Tidak lucu!" Gerutu Alin kesal.


"Pfffttt... oke,oke. Ayo kita pulang" Ajak Gion sambil tersenyum menatap Alin.


"Ayo...Kau bisa sakit kalau tidak cepat ganti baju."


"Kita istirahat sebentar di sini yah?" Bujuk Alin sambil memasang ekspresi memelas.


"oke, oke aku kalah"


Mereka kembali duduk ke tepi sungai dan beristirahat sebentar. Panas matahari semakin terasa menyengat di kulit, namun Alin masih kelelahan karena berusaha menangkap ikan di sungai tadi dan tidak mau pulang sebelum semua energi nya terkumpul.


"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Gion.


"Hah?" tanya Alin balik tidak mengerti.


"Kau kan sudah membantu ku tadi, jadi apa yang kau inginkan?" tanya Gion lagi.


"Entahlah... Aku tidak tau, tidak ada hal yang ku inginkan" Sahut Alin bingung.


"Bagaimana kalau aku menemani mu ke dunia manusia akhir pekan nanti?"


"hmm...."


"Aku... merindukan ibu, walaupun ibu bukan ibuku yang aku kenal dulu tapi aku tetap merindukan nya. Dan aku juga merindukan kakek, mungkin aku akan menerima tawarannya Gion." batin Alin

__ADS_1


Setelah berpikir beberapa saat, Alin pun menentukan pilihannya.


"Baiklah, aku terima tawaran mu!" jawab Alin atas tawarannya Gion tadi.


"oke, aku akan mengabari mu nanti."


"Ayo pulang, harinya semakin panas di sini. Aku juga sudah meninggalkan Viko terlalu lama di kamar." Ajak Alin.


"Ayo"


Mereka berjalan pulang kembali ke istana. Saat di perjalanan mereka hanya diam tanpa mengobrol. Sepanjang jalan Alin hanya melamun, melamun kan apa yang bisa ia lamun kan.


Beberapa lama kemudian mereka tiba di istana dan berpisah di tengah jalan karena Gion ada urusan mendadak. Alin berjalan sendirian di istana menuju ke kamarnya, hingga Reyhan menghampiri nya. Reyhan menghampiri Alin yang tengah melamun sambil membawa buah-buahan yang segar.


"Hei, Alin" Sapa Reyhan dengan tiba-tiba hingga Alin tertegun dari lamunannya.


"Eh Reyhan, kau mengagetkan ku saja"


"Maaf, maaf Aku hanya bercanda" Ucap Reyhan sambil bercanda.


Hingga perhatian Reyhan teralihkan ke baju Alin yang basah kuyup dan perhatian Alin juga tertuju pada buah-buahan yang ia bawa.


"Kenapa...?!" Ucap mereka bersamaan. Ucapan mereka berdua terpotong karena tidak ingin mendahului satu sama lain.


"Kau duluan" perintah Reyhan.


"Kau saja" perintah Alin balik.


"baiklah... Kenapa baju mu basah?"


"oh, aku tadi pergi ke sungai bersama Gion sambil mencari ikan" Jawab Alin terus terang.


"Apa kau mendapatkan ikannya?" tanya Reyhan berharap.


"Tidak" Jawab Alin singkat.


Reyhan kecewa, dia sangat ingin makan ikan bakar yang baru di tangkap. Namun Alin mendapatkan seekor belalang di tengah perjalanan tadi dan memberikan nya pada Reyhan.


"Ini" Alin memberikan belalang itu pada Reyhan.


"Apa ini bisa di makan?" tanya Reyhan dengan bodohnya sambil mengamati belalang itu.


"Pastinya bisa mungkin, tapi sebaiknya di pelihara saja."


"oh, baiklah terima kasih Alin" Ucap Reyhan pada Alin sambil tersenyum.


"sama-sama, oh iya buah itu untuk siapa?" tanya Alin.


"Ini untuk mu, ambillah" Reyhan kemudian memberikan buah-buahan itu pada Alin.


"Wow, terima kasih yah"

__ADS_1


"Terima kasih kembali..."


Reyhan pun pergi bersama belalang itu ke kamar dan Alin juga bergegas pergi ke kamarnya. Alin baru ingat bahwa ia meninggalkan Viko sendirian di kamar.


__ADS_2