Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 74 Akhir dari pemberontak Clorian.


__ADS_3

Deon Li dan yang lainnya menjadi kebingungan saat melihat Kael dan Reyhan yang terlihat panik dan terengah-engah. Lalu, Deon Li memutuskan untuk mengakhiri rapat mereka dan menghampiri Reyhan dan Kael.


"Ada apa?! Tenangkan diri kalian dan jelaskan semua nya kepadaku."


"Huftt... Jadi... Putra mahkota kerajaan dunia sihir merah menyerang di ketujuh titik pusat perbatasan dunia sihir. Setelah itu, dia merusak segel kembar yang ada pada putri Jiu. Kini..." Jelas Kael yang masih terengah-engah.


"Lalu apa?! Apa dia mengambil kalungnya?!"


"Tidak, master. Justru itulah yang membuat kami bingung. Jiwa kristal Clorian kini menguasai tubuh Alin. Tapi pangeran Lukas sudah mengurungnya di dalam penjara jiwa. Tapi lagi... hah..." Tambah Reyhan yang masih terengah-engah juga.


"Saat kami pergi kemari, penjara jiwa sudah retak dan kami tidak tau bagaimana kondisi mereka sekarang ini. Tolong kami master..." Sambung Kael.


"Apa?! Jiwa Clorian?! Bagaimana bisa jiwa Clorian bisa lepas dari kalung Alin?!"


"Akan kami jelaskan nanti, master. Sekarang kita tidak punya waktu lagi!" Tegas Kael.


Setelah mendengar itu, Deon Li akhirnya mengiyakannya. Ia berbalik dan menyuruh bawahannya untuk memeriksa di titik pusat perbatasan.


"Otean! Pergi dan periksa ke enam perbatasan pusat bersama dengan yang lainnya. Aku akan menemui mereka."


"Baik, master." Sahut Kaisar Otean.


Sementara itu di sisi lain aula istana, seorang misterius menatap mereka dengan senyuman yang tampak puas. Dengan senyumannya itu, ia melambung-lambung kan sebuah batu merah Hom di tangannya.


"Heh! Bagaimana? Apakah kalian suka dengan awal permainan ku? Jika Alin tidak bisa mengendalikan jiwa kristal itu, dia pasti akan mati atau pun terluka parah..."

__ADS_1


Setelah itu Deon Li, Reyhan dan Kael langsung pergi ke tempat Gion dan lainnya berada, mengunakan mantra teleportasi. Sesampainya mereka di sana, mereka sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Sampai detik itu, Lukas masih memeluk Alin yang masih di selimuti oleh api.


"Oalahhh... Seberapa bodohnya anak ku ini?!!! Kenapa dia memeluk Alin yang masih di kendalikan oleh jiwa Clorian?!!!" Teriak Deon Li dengan histeris.


"Ini... apa... yang dia... lakukan...?" Gumam Kael yang sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


Gion yang sudah menyadari akan kedatangan mereka, langsung menghampirinya. Matanya terlihat bengkak, seperti orang yang habis menangis. Dengan keheranan lagi, Deon Li bertanya kepadanya.


"Kau kenapa lagi?!"


"Ayah... maafkan aku... aku tidak bisa menjaga adik ku dengan baik... huhuhu..." Tangis Gion.


Walaupun Gion terlihat dewasa, namun sifatnya sangat manja dengan ayah serta ibunya. Gion menangis tersedu-sedu di hadapan banyak orang seperti seorang anak kecil. Dengan berlinang air mata, Gion terus meminta maaf kepada ayahnya.


"Ayah... Lukas... Dia... Hwaaaa...."


"Aku akan membunuhmu! Huhuhu..."


"Sudahlah Gion, ayah akan mengurusnya. Berhentilah menangis." Sahut Deon Li dengan tatapan khas kasih sayang seorang ayah.


Setelah itu, Deon Li berjalan mendekat ke penjara jiwa dan memperhatikan nya dari dekat. Ia sedang mencari titik lemah dari Alin yang bisa membuat jiwa Clorian masuk kembali ke dalam kalungnya. Melumpuhkan nya tidaklah mudah, ia harus menembus penjara jiwa Lukas dan harus melawan jiwa Clorian.


"Titik lemah Alin... Itu dia! Kepala bagian belakangnya. Tapi... Kenapa kekuatan dan aura Clorian melemah? Apa ini karena Lukas yang memeluknya? Tidak masuk di akal, tapi mungkin bisa masuk ke dalam buka pemecah masalah. Apa yang sebenarnya terjadi? Kekuatan Clorian... hampir di pudarkan!!"


Sementara itu, jiwa Clorian masih menguasai tubuh Alin yang masih Lukas peluk itu. Semakin lama, Lukas semakin melemah. Racun Beockeil, energi yang dipaksakan, dan juga api Clorian yang terus menyerang tubuhnya, secara bersamaan menyakiti dirinya. Ia memejamkan matanya agar bisa menahan Alin hingga bantuan datang.

__ADS_1


"Wanita ini sungguh kuat, apa dia yang Lio Jun Yeo pesankan? Dan... pria ini memiliki tekad yang begitu kuat, aku tidak habis pikir dengannya. Baiklah kalau begitu, mungkin wanita ini benar-benar tuanku. Aku akan menyerahkan jiwa ku untuk nya, sisanya tergantung ia bisa menguasai atau tidak... Clorian... memberi hormat untuk tuan baru..."


Cahaya putih bertebaran mengelilingi penjara jiwa, yang menandakan kalau jiwa Clorian perlahan-lahan keluar dari tubuh Alin. Deon Li yang melihat hal itu sangat terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang.


Clorian adalah jiwa iblis dari seorang pendekar yang pernah kakek Alin kalahkan dulu. Sejarah pun mengatakan kalau jiwa Clorian adalah jiwa yang sangat ganas, ia memiliki kekuatan yang sangat besar dan ia bisa mengalahkan 10.000 pasukan hanya dengan satu serangan.


Clorian memiliki kekuatan yang sangat dahsyat, bahkan lebih dahsyat dari kakek Alin yang digelarkan sebagai master ketua yang paling terkuat di dunia sihir. Namun takdir berkata lain dan takdir mengijinkan kakek Alin untuk mengalahkan pendekar itu. Pendekar itu bukanlah pendendam, ia memaafkan kakek Alin dan memberinya sebuah hadiah berupa budak jiwa yang ia miliki.


Dengan keputusan Clorian itu, Deon Li bisa dengan sangat mudah untuk mengembalikannya. Saat jiwa Clorian memecahkan penjara jiwa, secara bersamaan Deon Li menyerang titik lemah Alin. Ia mengambil kalung yang ada di leher Alin dan memasukan jiwa Clorian kembali ke tempat asalnya.


Setelah jiwa Clorian kembali ke tempat asalnya, secara bersamaan Lukas dan Alin langsung tumbang di tempat mereka berdiri sekarang. Semua orang terkejut, Gion dan Kael berlari ke arah mereka berdua dan membantu nya.


"Hei bangun! Sadarlah! Alin! Lukas!" Panggil Reyhan.


"Bangunnnnn.... Hwaaa...." Tangis Gion lagi.


"Apa kau tidak bisa berhenti menangis?! Kau sudah memiliki 2 orang adik! Bersikaplah seperti orang dewasa!" omel Kael yang mulai kesal.


"Tidak bisa... Hwaaaa....."


Kael pasrah dan pergi meninggalkan Gion menangis di tempat nya itu. Ia berjalan ke tengah-tengah Lukas dan Alin, lalu memasang mantra penyembuhan. Sementara itu, Deon Li masih termenung dengan Kalung Clorian yang ia pegang sekarang.


Hal aneh terjadi pada jiwa Clorian, hanya karena Lukas memeluk Alin. Ia kebingungan dan terus memikirkan nya. Hingga ia tersadar akan anaknya dan Alin yan yang sedang terluka.


"Aduhhhh... Anak ku ini pintar atau bodoh sih?! Dia menantang maut, sudah bosan hidup?! Hadeuhhh..." Gerutu Deon Li yang terlihat pening.

__ADS_1


Kael dan Reyhan yang mendengar itu merasa lucu akan kocaknya kehidupan keluarga mereka (kecuali gunung kutub itu :v). Sementara itu, Gion terus saja menangis.


Beberapa saat kemudian, kepala penjaga datang membawa beberapa kereta kuda untuk membawa mereka pulang ke istana. Setelah Kael selesai mengobati luka-luka Lukas dan Alin, Kepala penjaga dan yang lainnya membantu mereka untuk pulang ke istana.


__ADS_2