Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 56 Penyakit cinta


__ADS_3

Gion salah mengartikan kata-kata yang Reyhan katakan. Tentu saja Gion mengira kalau Reyhan ingin mengatakan kalau Lukas bersikap so pintar. Gion merasa kesal dan ia langsung melewati Alin lalu menjitak kepala Reyhan dengan sedikit keras.


...Pletkkk...


"Aduh... Bukan itu maksudku Ayam bau! Maksudku itu-"


"Hei sudahlah, sudah kalian berdua! Aku ingin belajar, kalau kalian ingin bertengkar jangan libatkan aku di tengah-tengah kalian seperti ini!" Omel Alin kesal seraya mendorong keduanya menjauh secara bersamaan.


Alin merasa sangat kesal pada Gion dan Reyhan. Padahal Alin juga sudah sangat kesal dari tadi karena di tumpukan dengan tugas yang menggunung.


"Baik..." Ucap keduanya dengan nada yang malas.


Mereka bertiga pun kembali fokus ke depan untuk memperhatikan penjelasan ibu guru. Berjam-jam mereka sudah mengikuti pelajaran, tak terasa kini hari sudah semakin siang. Tapi entah kenapa matanya Alin terasa sangat berat. Setelah berpikir-pikir, kini Alin ingat bahwa dia tidak ada tidur samasekali hari itu.


Yah.. maksudnya belum tidur selama hampir 24 jam. Jam kini sudah menunjukkan 1 siang dan bel istirahat makan sudah berbunyi. Semua siswa dan siswi yang ada di academy berhamburan menuju ke luar, namun tidak dengan Alin dia tetap di dalam kelas. Ia merasa lesu dan tidak bersemangat karena tidak ada tidur. Lina yang melihat Alin sendirian di kelas, langsung menghampirinya.


"Alin" Panggil Lina seraya menepuk Alin yang sedang mendekap kepalanya di antara lengan-lengan.


"oh... Lina? Ada apa?" tanya Alin sambil mengucek matanya.


"Kenapa kau tidak keluar dengan yang lainnya?"


"Aku... mengantuk sekali. Hoammm..."


Alin kembali mendekap kepalanya di antara lengan-lengan nya. Lina sebenarnya ingin menawarkan bantuan kepada Alin. Namun saat Lina melihat Alin yang begitu kelelahan, ia menjadi tidak tega untuk menggangu Alin. Lina akhirnya memutuskan untuk pergi keluar kelas dan membiarkan Alin beristirahat di dalam.


Sementara itu, di sisi lain, Lukas yang menunggu Kael di dalam kamarnya mereka sangat bosan. Lukas akhirnya memutuskan untuk kembali meminta tolong ke para penjaga untuk memanggil Kael lagi.


"Kenapa Kael belum datang?!"


"Anu... tuan Kael sedang sibuk tadi, dia bilang dia akan segera ke sini sebentar lagi." Sahut salah satu penjaga yang ada di depan pintu.


Lukas memang mendengarkan perkataan penjaga itu, namun dia memilih untuk tetap diam dan tidak merespon penjaganya. Lukas pun duduk di bangku yang ada di depan kamarnya.


Beberapa menit kemudian, Kael datang dan ia menghampiri Lukas yang tengah duduk di bangku depan kamarnya. Saat Lukas melihat Kael datang, dia langsung menatap Kael dengan tatapan sinis nya. Kael sudah tau jika Lukas memasang ekspresi seperti itu, Lukas pasti kesal padanya.


"Hehe... Maaf, aku tadi sangat sibuk. Ada banyak sekali pasien yang harus aku tangani." Ucap Kael seraya menggaruk-garuk kepalanya yang sedikit gatal.

__ADS_1


"Aku tidak peduli dengan urusanmu!" Sahut Lukas ketus.


"Sabar Kael, sabar... Gunung kutub seperti dia memang sulit diatasi. Untung saja aku tampan dan penyabar..." Batin Kael sambil tersenyum palsu ke arah Lukas.


Mereka berdua pun masuk ke dalam kamarnya Lukas. Setelah mereka berdua masuk, Kael meminta Lukas untuk merebahkan tubuhnya dia kasur. Kael pun memeriksa Lukas secara menyeluruh.


Beberapa menit kemudian Kael sudah selesai memeriksa keadaannya Lukas. Namun anehnya tidak ada penyakit yang terlihat aneh pada Lukas.


"Jadi apa?" Tanya Lukas seraya duduk di pinggiran kasur.


"Tidak ada yang aneh, hanya kelelahan saja. Memangnya apa keluhan mu?"


"Detak jantung yang berdetak dengan kencang dan muka yang tiba-tiba terasa panas." Jawab Lukas.


"Hmm... Apa itu sering terjadi?"


"Hm."


"Kapan gejala itu muncul biasanya?" tanya Kael lagi.


"Itu sering terjadi jika Alin berada di dekatku."


"Kenapa? Apa penyakit ku serius?" Tanya Lukas dengan ekspresi yang terlihat tenang.


"Penyakit?! Dia bilang penyakit?! Sepertinya dia sudah benar-benar lupa cara untuk jatuh cinta. Dia bahkan tidak tau kalau dia Sekarang sedang jatuh cinta."


Kael benar-benar sudah habis pikir dengan Lukas. Dia bahkan tidak tau apa yang sedang ia rasakan saat itu. Mungkin... penyakit cinta akan menjadi penyakit baru.


"Hm.. anu.. Sebaiknya kau hubungi dokter yang ada di dunia manusia saja. Mereka pasti bisa menjelaskan nya padamu." Jawab Kael.


Kael terlihat seperti sedang mencoba untuk mengendalikan dirinya. Lukas sangat kesal, dia sudah menunggu Kael sejak lama tapi dia malah hanya mendapatkan jawaban yang seperti itu.


"Jangan banyak basa-basi! Aku tidak punya banyak waktu lagi untuk menunggu jawaban mu. Aku akan menerima apapun yang kau katakan."


"Baiklah. Ehem... Jadi... Bisa dibilang... Kau mungkin... sedang jatuh cinta sekarang."


"Dengan siapa?" Tanya Lukas dengan bodohnya.

__ADS_1


"Hadeuh... Entahlah, pikirkan saja sendiri!"


Ternyata Lukas sangat bodoh jika membahas tentang perasaan dan cinta. Dia hanya bisa menguasai mantra sihir dengan baik, tapi tidak bis menguasai perasaan nya sendiri. Kael kini sudah kehilangan batas kesabarannya, dia mengambil tas peralatannya dan langsung pergi meninggalkan Lukas sendirian untuk memikirkan jawabannya.


"Apa maksudnya... Aku telah jatuh cinta denan Alin?! Arghhh... Aku tidak mengerti sama sekali tentang ini semua."


Tiba-tiba saja Kael kembali masuk ke dalam kamarnya Lukas. Kael berdiri di dekat pintu dan ia menatap Lukas.


"Ehm... Satu saran untukmu. Pilih orang yang paling membuatmu nyaman."


Setelah ia mengatakan itu kepada Lukas, Kael langsung pergi lagi dari situ tanpa berpamitan. Lukas terdiam di dalam kamarnya, merenungkan semua perkataanya Kael tadi.


"Jatuh cinta?! orang yang paling membuatku nyaman?"


Untuk beberapa saat Lukas tenggelam dalam pikirannya. Namun tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu di depan kamarnya. Lukas berjalan ke arah pintu itu lalu ia membukanya. Terlihatlah 3 orang pengawal khusus putra mahkota di depan pintu yang tengah berlutut di hadapannya.


"Apa tujuan kalian kemari?"


"Putra mahkota mengutus kami untuk menjemput anda, pangeran. Beliau ingin bertemu dengan anda di ruang bacanya sekarang."


"Apa urusannya mencari ku?"


"Kami tidak tau pangeran." Jawab mereka secara bersamaan.


Lukas hanya menatap mereka dengan tatapan sinis sekilas. Lalu, Lukas pun berjalan pergi menuju ke ruang baca putra mahkota di ikuti ketiga pengawal tadi.


Sesampainya di depan ruang baca putra mahkota, para penjaga tadi membukakan pintu untuknya. Di dalam terlihatlah seorang pria yang sedang berdiri di dekat jendela.


Saat Lukas masuk ke dalam, ia sudah menyadarinya dan ia pun menoleh ke arah Lukas. Pria itu adalah putra mahkota kerajaan dunia sihir putih, Yuno pranatha.


"Ternyata kau datang juga" Ucap Yuno sambil berjalan ke arah Lukas.


"Kenapa kau menemui ku?!" Tanya Lukas seraya duduk di bangku yang ada itu.


"Memangnya aku tidak boleh menemui adik ku sendiri?" Tanya Yuno. Ia berjalan ke arah Lukas lagi dan duduk di sampingnya.


"Jangan banyak basa-basi lagi! Apa yang kau inginkan?"

__ADS_1


"Haishhh... Kau masih saja dingin. Apa kau belum melupakan cinta pertama mu itu?"


"Kalau kau hanya ingin menanyakan itu, aku akan pergi sekarang."


__ADS_2