Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 72 Kekuatan Clorian.


__ADS_3

Alin sudah semakin termakan oleh kata-kata Indra yang menggugah kan hatinya. Emosi Alin kini sudah menguasai hati serta pikirannya, bahkan pikiran Alin yang tadinya bersifat positif menjadi negatif. Alin yang tadinya bertekad untuk melindungi para warga dan teman-temannya menjadi tidak peduli akan semua itu lagi, ia lebih memikirkan kepentingan sendiri.


"Ya, dia benar! Jika aku memberikan kalung ini kepadanya, aku pasti masih bisa bersama dengan Lukas dan hidup bersama dengannya. Terserah saja dengan dunia ini! Mereka punya tetua yang kuat, mereka bisa mengalahkan kejahatan dengan kekuatan mereka, bukan?"


"He! Kristal Clorian.. kau akan mejadi milik ku segera setelah segel wanita ini hancur!" Batin Indra yang sudah merasa dihadapan kemenangan.


"Aku harap kau tidak akan mengambil keputusan yang salah. Kristal Clorian... adalah kehidupan kita semua!" Batin Lukas yang menaruh harapan besar.


Dada Alin yang awalnya terasa sesak mejadi semakin lega dan itu adalah tanda-tanda segel kembar Alin yang mulai melemah. Indra semakin senang saat melihat segel jantung Alin yang semakin melemah, dengan begitu segel pusat pun akan melemah dan ia bisa mengambil kalung Alin dengan mudah.


Senyuman demi senyuman kepuasan, Indra tampilkan di wajahnya itu. Namun Lukas hanya menatap mereka dengan tatapan tajam, hanya bisa berharap akan keputusan yang akan Alin ambil. Teman-teman mereka hanya bisa terdiam akan kejadian itu, dengan rantai jiwa yang Indra pasang, mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain melihat kejadian yang menegangkan itu.


"Keputusan ku sudah bulat! Aku akan menyerahkan kalung ini!"


"Aku sudah memutuskan! Aku..!"


...DEG...


Belum sempat Alin menyelesaikan perkataannya, ia sudah di serang oleh sebuah tekanan kuat yang ada di dalam jantungnya. Seakan-akan di hantam oleh batu besar, itulah yang Alin rasakan di dadanya. Rasa sakit yang tak tertahan kan itu membuat Alin langsung tak sadarkan diri. Dengan kepala yang tertunduk, Alin sudah tak sadarkan diri.


Indra hanya tersenyum dan merasa semakin senang, ia tau kalau segel jantung kini sudah hancur dan itulah kesempatan bagus untuk nya merebut kalung Clorian. Lukas yang melihat itu langsung panik, ia ketakutan dan kuatir akan kondisi Alin yang seperti itu. Namun senyuman yang terpancar di wajah Indra malah membuat Lukas semakin emosi kepadanya.


"Alin! Alin! Bangun! Brengsek kau!!! AKU AKAN MEMBUNUHMU!" Teriak Lukas yang sudah sangat emosi.


Emosi yang telah Lukas pendam untuk beberapa saat, akhirnya keluar semua. Api-api biru keluar dan hawa dingin pun mulai menyebar ke segala arah. Bola mata yang tadinya berwarna coklat berubah menjadi biru terang. Penyihir elemen api biru, dengan amarah yang membara.


Tanaman rambat raksasa yang menjeratnya pun langsung terbakar dan meleleh, sekuat itulah kekuatan Lukas. Ataupun lebih kuat dari itu. Karena fisik yang lemah dan karena dalam keadaan yang mendesak, emosinya memaksa kekuatan Lukas yang sebenarnya untuk muncul.


"Orang ini..."


"Gawat!"


Indra yang melihat itu langsung terkejut, ia tidak menyangka akan kekuatan Lukas yang luar biasa itu. Dengan paniknya Indra langsung mengacungkan sebuah pedang tajam ke arah Lukas.


"Kekuatan yang lemah begitu, apa yakin bisa membunuhku?! Mimpi saja!" Ucap Indra menantang amarah Lukas.


"Lihat saja!"


Dengan tatapan yang tajam, Lukas berlari ke arah Indra dan mengacungkan pedangnya juga. Dan terjadi lah pertarungan di antara mereka berdua. Pertarungan mereka hampir seri, kekuatan mereka sama-sama kuatnya sehingga pertarungan ini akan berlangsung lama.


Tetapi, di saat Lukas lengah, dengan cepat Indra langsung menyerang Lukas dengan tanaman menjalar kecil miliknya.

__ADS_1


...KREERK...


"Ugh... Sialan kau..!"


Tanaman itu menusuk tepat di perut Lukas, darah pun mulai bercucuran dari tempat tusukan itu. Seketika itu juga, Lukas kembali melemah. Racun, energi, dan lukanya lah yang menghambat ia untuk mengalahkan Indra.


"Hahaha... Benar, bukan?! Kau memang lemah! Pantas saja Anita meninggalkan mu, lemah..."


Indra kembali menjerat Lukas di tanaman menjalar miliknya dan sementara itu ia berjalan menghampiri Alin yang tengah tak sadarkan diri. Ia maju dan menatap Alin untuk beberapa saat sambil menyeringai. Dengan perlahan ia mendekatkan tangan nya itu ke kalung Clorian.


Namun saat ia sudah memegang kalung itu, Alin tiba-tiba saja menangkap tangan Indra dan menggenggam tangan nya dengan kuat. Indra terlihat agak terkejut akan hal itu. Ia mengangkat kepalanya dan terlihatlah Alin yang bukan dirinya. Tatapan yang kosong dan auranya terasa sangat kuat dan pekat. Itu bukanlah Alin, namun ada sesuatu yang mengendalikannya.


Indra menjadi sangat panik dan ketakutan, ia memberontak dan hingga akhirnya terlepas dari genggaman Alin. Dengan cepat ia langsung mundur dan menjauh darinya.


"Apa-apaan ini?! Film mayat yang bangkit, kah?! Pertama dia, sekarang kau!" Gerutu Indra.


"Kau harus mati...! Kalian semua harus mati...!" Ucap Alin dengan tatapan yang terlihat kosong.


Dengan tatapan yang kosong itu, mereka semua yakin bahwa Alin yang ada di hadapan mereka, bukanlah Alin. Tatapan kosong, aura kristal Clorian yang pekat, tidak lain dan tidak bukan, Alin sedang di kendalikan oleh kristal Clorian.


Ada sebuah cahaya putih yang keluar dari tubuhnya dan seketika, semua mantra yang Indra buat untuk menahan mereka langsung menghilang dengan segejap. Rantai jiwa dan tanaman rambat, semuanya langsung musnah.


Lukas berserta yang lainnya sudah terlepas dan yang lainnya langsung menghampiri Lukas yang terluka itu untuk mengobati lukanya.


"Hm."


"Indra! Kau harus mati!" Tegas Gion.


"Tunggu, Alin sedang di kuasai oleh kristal Clorian. Dia pasti akan membunuh semua orang yang ada di dekatnya. Kita harus mencari cara untuk menenangkan Alin." Sahut Reyhan yang menghadang Gion untuk tidak pergi.


Setelah mendengar itu, Gion hanya terdiam sambil memikirkan cara untuk menenangkan Alin nantinya. Sementara itu, Alin dan Indra masih di dalam ketegangan. Alin berjalan ke arah Indra seraya mengacungkan pedang tajam ke arahnya.


"Hahaha... Kau kira, kau bisa mengalahkan aku dengan pedang itu, kah?"


"Clorian tidak suka pertikaian yang memakan banyak korban. Clorian dan Alin benci itu...! Kalian semua harus mati...!" Gumam Alin.


Alin terus saja menggumamkan kalimat itu berkali-kali sambil berjalan ke arah Indra dengan tatapan kosong. Hingga pedang Alin sudah berada tepat di depan perut Indra.


"Nggg..."


Saat sudah menepati target, Alin langsung menebaskan pedangnya. Tetapi Indra lebih gesit dari tebas Alin itu sehingga terbebas dari tebasannya. Namun yang menakjubkan nya, tebasan Alin itu berhasil menebas pohon yang berjarak sekitar 20 meter dari tempat nya sekarang dan itu membuat semua orang kagum.

__ADS_1


"Wah! Apa itu?!" Seru semuanya secara bersamaan.


"Hahaha... Tidak bisa kan?! Payahhhh!" Ujar Indra meremehkan Alin.


Kini giliran Indra yang beraksi. Ia mengeluarkan api tingkat atas miliknya ke arah Alin. Semua orang yang melihat itu langsung histeris berteriak.


"Alin, awas!" Teriak mereka secara bersamaan.


Namun itu tidak berpengaruh dengan Alin. Dengan mudahnya, Alin langsung memudarkan api milik Indra dengan sekali tebasan pedang. Indra tentu saja terkejut dan tertegun melihat hal itu.


"Apa?!"


"Oh, masih hidup, toh? Ternyata kristal Clorian sangat kuat!" Gumam Reyhan.


Alin masih belum melepaskan Indra, ia terus mengejar dan menyerangnya. Mereka berdua terus bertarung dengan elemen dan pedang mereka, namun Alin sepertinya lebih unggul dari Indra oleh karena Clorian yang menguasai tubuhnya itu.


Hingga akhirnya, Alin menyerang Indra dengan elemen api tingkat akhir. Serangan itu mengenai Indra, namun karena Indra sempat membuat pelindung, itu hanya membuatnya terluka parah saja.


"Ughhh!"


"Kena! Kau akan mati sekarang!" Tegas Alin yang masih dengan aura Clorian.


Tetapi teman-teman Alin sudah merencanakan sesuatu. Lukas berlari ke arah Alin dan membuat sebuah penjara jiwa untuk mengurung Alin. Sementara itu, yang lainnya akan menangkap Indra yang akan pergi dan kabur.


"Hehe.. Putra mahkota, kenapa terburu-buru?! Bukannya kau bilang akan membiarkan ku membunuhmu?! Ayolah, ini pasti akan seru..." Ucap Gion yang sudah merasa jengkel terhadap Indra dari tadi.


"Pergi kalian! Brengsek rencana ku gagal!"


Dengan cepat Indra langsung mengeluarkan mantra api nya dan kabur. Seketika itu juga, Indra langsung menghilang dengan sekejap dari hadapan mereka.


"Weeeee... Mulut bau!" maki Reyhan kepada Indra.


Karena melihat kondisi Alin yang sedang memburuk, ia menghampiri nya. Dengan cepat Lukas langsung membuat sebuah lingkaran dan membacakan sebuah mantra penjara jiwa agar Alin tidak bisa bergerak untuk beberapa saat. Namun Alin yang masih di kuasai oleh kristal Clorian masih tidak sadar dengan siapa orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Alin, sadarlah! Ini kami!"


"Kalian semua harus mati! Kalian sudah mengorbankan banyak orang! Kalian harus mati! Clorian dan Alin tidak suka itu...!" Gumam Alin.


Saat Alin mengatakan itu, sekilas Lukas melihat Alin mulai meneteskan air mata. Air mata terus saja mengalir di tatapan yang terlihat kosong itu. Hingga akhirnya Lukas ingat akan yang pernah Alin katakan kepadanya beberapa waktu yang lalu.


"Biasanya saat aku sedih kakek selalu memelukku dan menenangkan ku, itu membuatku sedikit lebih tenang. Bahkan itu bekerja pada mu"

__ADS_1


"Apa itukah yang kau butuhkan sekarang?"


__ADS_2