
*Beberapa hari kemudian
Beberapa hari lagi festival bulan dunia sihir putih akan diadakan. Pada malam itu bulan akan menyinari seluruh bagian dunia sihir dengan waktu yang sangat lama secara bersamaan. Menurut rumor rakyat dunia sihir putih, siapapun yang memulai hubungan mereka pada malam itu akan bahagia selamanya. Namun ada seseorang yang menganggap malam itu bukan lah malam yang bahagia.
"Ayo ikut dengan ku Alin" Ajak Gion pada Alin yang tengah memetik bunga di taman.
"kemana?"
"Ayo...ikut saja" ajak Gion seraya menarik tangan Alin dengan lembut.
Gion terus menerus menarik tangan Alin menuntun Alin ke suatu tempat. Hingga mereka pun tiba di sebuah air terjun, Gion dengan perlahan menggendong Alin menuju belakang air terjun itu.
"Gion apa yang ingin kau lakukan?" tanya Alin sedikit cemas.
"liat saja nanti"
Setelah mereka masuk ke belakang air terjun Gion menurunkan Alin dan mengayunkan tongkatnya. Seketika obor-obor menyala, dan Alin sangat takjub dengan yang ia lihat.
"Woahhhh apa ini? bagus sekali...." Seru Alin takjub saat melihat gua yang ada di belakang air terjun itu.
Hampir seluruh gua itu di penuhi dengan benda-benda unik yang Gion kumpulkan saat misi Regental Luar nya. Saat ia melihat sekeliling dan mata nya langsung tertuju pada sebuah sisir berwarna putih dengan bunga yang berwarna emas. Ia mendekati sisir itu untuk melihatnya dengan jelas.
Saat Gion melihat Alin mendekati sisir itu, ia sudah tau kalau Alin tertarik dengan sisir itu. Ia berjalan mendekati Alin dan menepuk pundaknya seraya berkata.
"Ambil saja kalau mau" ucap Gion dengan nada yang lembut.
"boleh?"
"iya, nah sekarang ini jadi milikmu" Jawab Gion seraya mengambil sisir itu dan meletakkan nya di telapak tangan Alin.
"terima kasih Gion" ucap Alin dengan senyuman yang manis.
"Cantik" gumam Gion dengan suara pelan seraya tersenyum ke Alin.
"eh apa?" tanya Alin.
"eh sisir...iya sisirnya Cantik" elak Gion tersadar dengan gumaman nya tadi.
"owh"
"Ayo kita pulang" ajak Gion.
"ayo"
Gion kemudian menggendong Alin lagi seperti tadi. Alin terkejut saat Gion menggendong nya.
__ADS_1
"Eh Gion, turunkan aku. Aku bisa berjalan sendiri" rengek Alin seraya berusaha turun dari pelukan Gion.
"Di sini jalannya licin, tidak apa aku akan menggendong mu" Sahut Gion.
Alin hanya terdiam, dengan segera Gion membawa Alin keluar dari gua itu. Setelah mereka keluar gua, Gion menurunkan nya dengan perlahan. Alin kemudian duduk di sebuah batu besar yang ada di pinggir sungai.
"kita santai di sini sebentar bolehkan?" tanya Alin.
"Tentu saja boleh" Jawab Gion lalu duduk di sebelah batu yang Alin duduki.
"Aku ingin menanyakan sesuatu boleh tidak?" tanya Alin lagi.
"tentu saja, langsung saja bicara"
"Jadi Reyhan pernah membawaku ke kamar Lukas. Saat kami masuk, di dalam kamarnya banyak sekali serpihan keramik yang berserakan" Jelasnya.
"Lalu?"
"Sebenarnya kenapa bisa ada begitu banyak keramik yang berserakan di kamarnya?" tanya Alin penasaran.
"apa kau sangat ingin tau?" tanya Gion balik.
"Tentu saja" Jawab Alin dengan lantang.
"Aku pasti akan paham kok" sahut Alin dengan muka cemberut nya.
"hehehehe aku hanya bercanda" Gion terkekeh dengan ekspresi Alin.
"Jadi setiap tahun di hari festival bulan Lukas akan memecahkan dan menghancurkan barang-barangnya, bahkan ia pernah mengamuk sampai membahayakan diri sendiri." Jelas Gion, dengan perlahan ia menengadahkan kepalanya ke atas dan berpikir sejenak.
"Ng..Kenapa dia melakukan itu?"
"Lukas itu punya cinta pertama dan mereka memulai hubungan mereka pada saat malam festival bulan. Tapi cinta pertamanya itu meninggal kan dia, Lukas sudah terlanjur sangat mencintai dia. Jadi setiap malam festival bulan ia akan mengamuk sejadi-jadinya, karena ia selalu mengingat Anita. Jadi itulah sebabnya." Jelas Gion lagi.
"Jadi begitu..." Lirih Alin seraya menundukkan kepalanya sedikit.
"Huftttt...percuma saja kau menyuruh nya membersihkan pecahan itu. Kau pasti akan di usir oleh Lukas" tambahnya lagi.
"Seperti kita terlalu lama pergi, Ayo pulang" Ajak Gion.
"hm"
Mereka pun kembali ke istana. Saat di perjalanan Alin terus saja melamun Dan tidak terlalu memperhatikan Jalan. Ia memikirkan apa yang Gion beritahukan tadi dan berusaha mencerna perkataan Gion.
" owhhh... jadi itu ya sebab nya kamar Lukas selalu berserakan keramik, apa mungkin Lukas dingin karena ia ditinggal cinta pertamanya?!hmm... sepertinya benar, semenjak aku tinggal di istana keluarganya ramah-ramah, auranya juga hangat. Tapi Lukas.... Nggg membayangkan nya sudah membuatku menggigil." batin Alin berpikir.
__ADS_1
Saat ia berjalan ia tidak memperhatikan jalan dan tidak sengaja menginjak sebuah lubang yang cukup besar.
...Brukkkk...
"ahhh sakit" Jeritnya.
Alin terjatuh ke tanah karena terinjak sebuah lubang. Sontak Gion berbalik saat mendengar Alin menjerit dan menghampiri nya.
"apa kau baik-baik saja?" tanya Gion sedikit panik.
"hm, aku tidak apa-apa"
Saat Alin berdiri, tiba-tiba ia hilang keseimbangan karena kaki nya tiba-tiba terasa nyeri. Untungnya dengan sigap Gion menangkap Alin agar tidak jatuh ke tanah lagi.
"apa kaki mu keseleo?" tanya Gion lagi.
"hm, seperti nya kaki ku keseleo"
Dengan cepat Gion mengangkat dan menggendong Alin. Mereka kemudian pulang ke istana. Alin hanya diam tak berkutik di pelukan Gion.
"maaf sudah merepotkan mu" lirihnya.
"tidak apa, aku tidak merasa tidak di repot kan kok" Sahut Gion sambil tersenyum.
*Istana dunia sihir putih
Beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di istana, karena kaki Alin keseleo jadi Gion menggendong nya sampai ke dalam istana. Semua orang tercengang sekaligus terkejut melihat Gion menggendong Alin. Tapi tiba-tiba salah satu pengawal berlari ke arah Gion dengan tergesa-gesa.
"Pangeran... pangeran Gion, hufttt..." ucap pengawal itu sambil terengah-engah.
"ada apa?!" tanya Gion.
"Ratu ke 3 tadi mencari pangeran, tapi pangeran tidak ada. Sekarang Ratu ke 3 sangat marah." Jawab pengawal itu.
Gion sangat bingung yang mana yang harus ia lakukan terlebih dulu. Ia tidak mungkin menyuruh pengawal kerajaan membawa Alin ke kamarnya langsung. Dan jika ia tidak segera menemui ratu ke 3 ia akan sangat murka.
Untungnya Lukas pas sekali lewat situ. Dengan cepat Gion menyerahkan Alin ke pelukan Lukas, Lukas sangat terkejut saat Gion tiba-tiba menyerahkan Alin padanya.
"Lukas, tolong bawa Alin ke kamarnya" pinta Gion seraya meyerahkan Alin dengan tergesa-gesa. Setelah itu ia segera pergi menggunakan mantra teleportasi.
"merepotkan sekali" keluh Lukas dengan suara yang sangat pelan sehingga Alin tidak mendengar nya.
Dengan terpaksa Lukas menggendong Alin ke kamarnya. Saat Gion menyerahkan ia kepada Lukas, Alin sungguh ketakutan.
"Ngggg.... enak saja main oper sembarangan, memangnya aku ini anak anjing" batin Alin menggerutu.
__ADS_1