
Ke esokan paginya, langit terlihat begitu cerah seolah-olah siap untuk menyambut orang-orang yang akan beraktivitas di pagi itu.
Hari ini adalah hari yang Alin tunggu-tunggu, hari dimana ia akan pergi ke academy setelah sekian lamanya ia berdiam diri di istana. Alin yang sangat bersemangat ingin pergi ke academy, bangun lebih pagi dari sebelumnya. Ia mandi dan makan ke dapur, lalu menunggu para rombongan KIMASEF yang belum datang di bangku taman istana.
Sambil menunggu mereka, Alin mencoba untuk menghirup udara segar yang ada di taman. Wangi-wangi bunga bertebaran di mana-mana, semua aroma bunga bercampur di suatu hembusan angin yang seakan-akan menjadi satu di hidung yang akan menghirupnya.
Tak lama setelah Alin duduk bersantai di situ, datanglah seseorang yang langsung meletakkan sesuatu di atas kepalanya. Alin tentu saja sangat terkejut dengan hal tersebut karena seperti ada yang mencakar sedikit kepalanya. Dengan pelan-pelan ia memalingkan kepalanya untuk menoleh ke arah orang yang ada di belakangnya tersebut.
"Ah... Gion rupanya, aku kira siapa. Hahaha.."
Gion hanya merespon senyuman di wajahnya. Kemudian Alin menurunkan sesuatu yang mencakar di kepalanya, yang sebenarnya adalah Viko. Ia sangat senang dengan kedatangan Viko yang sudah lama tak lihat selama satu minggu terakhir, Alin pun berterima kasih kepada Gion.
"Wahhh... terima kasih Gion."
"Oh iya, selama seminggu terakhir, aku yang merawatnya. Dan aku juga sudah mengajarkannya beberapa mantra sihir, bagaimana? Hebat bukan?" Tanya Gion yang terdengar seperti membanggakan diri.
"Iya, iya. Kau sangat hebat!"
Alin hanya menganggap lucu tindakan Gion tersebut, tapi di sisi lain ia juga merasa sangat berterimakasih kepada Gion yang sudah berusaha keras untuk menjaga Viko yang terbilang nakal itu. Setelah di pikir-pikir, Gion pasti ada tujuan lain selain mengantarkan Viko.
"Hmm... Kau pasti ingin meminta sesuatu, bukan?" Tebak Alin sambil memanyunkan bibirnya.
"Hehehe... Kau sudah mulai hapal dengan ku. Benar sekali."
"Jadi apa yang kau inginkan?" Tanya Alin sambil mengelus-elus Viko yang ada di lengannya sekarang.
"Hmm... Reyhan pernah bilang... Kalau kau... Bisa membuat roti sobek yang enak, apa kau... bisa membuatkannya untuk ku, kumohon...." Pinta Gion.
"Owhhh... Tentu saja, aku akan membuatkannya untuk mu. Temui saja aku di dapur istana nanti malam, oke?"
"Hm, oke."
Gion pun duduk di situ bersama Alin di bangku istana. Tapi yang lainnya masih saja belum datang dan itu membuat Alin kebingungan. Sambil memasang ekspresi yang cemberut Alin kembali menoleh ke kiri dan ke kanan taman istana kembali untuk memastikan keberadaan mereka.
"Stttt... Di mana yang lainnya, aku sudah menunggu lama sekali, tapi mereka belum datang juga. Apa aku datang terlalu pagi?" Gumam Alin.
"Yang lainnya pergi melaksanakan misi Regental dadakan, jadi mereka akan absen nanti." Jawab Gion.
"Apa?! Apa?! Jadi... Apa yang kau lakukan di sini sekarang?!"
"Menunggu Lukas." Jawabnya.
__ADS_1
Tak berselang lama setelah percakapan itu tergantung, Lukas berjalan ke arah mereka dan menghampiri nya. Rerumputan di sekitar tempat mereka berbunyi oleh karena langkah kakinya, Alin pun menoleh ke arah Lukas yang dengan anggunnya melangkah ke arah mereka dengan pakaian khusus istana yang di kenakan nya. Sontak Alin langsung terpesona dan pandangannya langsung terpaku dengan begitu saja.
Terlihat lah Lukas yang tampan itu berjalan ke arah mereka, berbalutkan baju putih dan jas putih serta jubah biru putih dengan beberapa aksesoris jas yang begitu anggun dan juga indah. Saat berjalan ke arah mereka, rambut putih peraknya tersebut tersapu oleh angin yang menambah suasana menjadi semakin anggun dan juga astetic dengan bunga-bunga yang tersusun rapi di taman.
Alin yang melihat itu, masih tidak bisa memalingkan pandangannya dan tetap terpaku sampai Lukas mendekati mereka.
"Bagaimana Alin, apa kau siap?" Tanya Lukas dengan sedikit senyuman tipis di wajahnya.
"Hah...? Apa...? Oh iya, Siap! Eh! Siap apa?" Tanya Alin mulai tersadarkan.
"Kita akan mengambil formulir pendaftaran misi Regental di kantor pusat misi. Kami berdua akan pergi bersama mu." Jawab Gion.
"Owhh... Iya, baiklah. Tapi... apa aku harus absen hari ini?"
"Hm. Kau tenang saja, aku dan Lukas sudah mengurus persiapannya. Baik, kita pergi sekarang." Ucap Gion yang langsung berdiri dari duduknya.
Setelah mendengar itu, Alin berdiri dari tempatnya dan mereka pun pergi ke kantor pusat misi. Dengan teleportasi, mereka bisa tiba di sana dengan sekejap mata saja. Mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam kantor dan menemui seorang master di dalam.
Sesampainya mereka di dalam, sudah terlihat sekali kalau semua anggota misi Regental sedang sibuk hari ini. Semua orang berlalu lalang dengan cepatnya dengan berbagai kegiatan yang berbeda-beda. Ada yang membawa setumpukan buku dan kertas, ada yang sedang mengobrol dengan temannya, ada yang sedang memasang papan misi dan masih banyak lagi.
Ruangan yang besarnya hampir sama dengan perpustakaan academy itu terisi oleh banyak sekali orang yang benar-benar sibuk, tidak ada orang berdiam di tempat. Saat Alin tengah terdiam melihat orang-orang tersebut, Gion pergi meninggalkan nya bersama dengan Lukas sendirian.
"Ayo." Ajak Lukas.
"Silahkan duduk pangeran, putri. Kami akan mencarikan berkasnya untuk kalian." Ucap orang tersebut yang mempersilahkan mereka duduk di kursi yang ada.
Mereka duduk di kursi itu bersama orang tadi yang langsung menyodorkan selembar kertas yang terbalik ke Alin dan Lukas yang ada di depannya. Sebelum ia menunjukkan nya kepada mereka, ia memperkenalkan dirinya kepada Alin yang mungkin tidak mengenalnya sekarang.
"Putri Jiu, perkenalkan nama saya Gu Gi Gi, anda bisa memanggil saya Master Gi seperti pangeran Lukas. Senang bisa bertemu dengan anda."
"Nama saya Jiu Xiao Alin, Master. Senang bertemu dengan anda juga Master." Balas Alin dengan sopan.
Setelah mereka berkenalan, Master Gi membalikkan kertas itu dan memperlihatkan nya kepada Alin dan Lukas yang ada di depannya. Karena penasaran dengan isi dari kertas itu, Alin mengambilnya dan membaca kertas tersebut.
"Ini... maksudnya apa? Pelepasan setengah misi?" Tanya Alin yang terlihat kebingungan setelah membaca kertas yang ada di tangannya sekarang.
"Jadi begini putri Jiu, pangeran Lukas mengambil misi Regental dan memasukan nama mu di dalam daftar misinya. Jika putri ingin masuk ke misi Regental juga, maka pangeran harus melepaskan setengah tanggung jawabnya atas anda kepada kami dan kemampuan anda sendiri." Jelasnya.
"Owhh... Jadi begitu..."
"Master Gi, aku akan menandatangani kesepakatan ini. Aku harap kalian bisa menjaganya dengan baik." Ucap Lukas.
__ADS_1
"Anda bisa mempercayakannya kepada kami, pangeran."
Karena sudah yakin, Lukas mengambil kertas tadi dari tangan Alin dan meletakkan nya di atas meja, lalu memunculkan sebuah pena dan menandatanganinya. Dengan menandatangani selembar kertas itu, Lukas sudah melepaskan setengah tanggung jawabnya terhadap Alin kepada pengurus Regental yang ada.
Tak berselang lama setelah Lukas menandatangani kertas tersebut, asisten Master Gi, Ji Ku datang menghampiri mereka dengan beberapa lembar kertas dan buku yang melayang-layang di udara. Ia meletakkan nya di atas meja yang tepat di depan mereka berempat sekarang. Ji Ku duduk dan membuka-buka kertas yang ia bawa itu, lalu menunjukannya kepada Alin dan Lukas.
"Putri Jiu, silahkan isi biodata ini dan tanda tangan di sini dan di sini." Ucap Ji Ku yang meletakan beberapa lembaran kertas di atas meja.
Setelah itu Alin mengambil kertas itu dan membacanya sekilas, ia lalu mengisi biodata tersebut dengan lengkap dan cepat. Kemudian Ji Ku membuka buku besar yang ia bawa dan menunjukkan nya kepada Master Gi.
"Apa misi pertama nya?" Tanya Lukas yang terlihat penasaran.
"Eh, apa? misi pertama?" Gumam Alin.
"Haha... ternyata pangeran Lukas cukup perhatian dengan objek misi nya." Ucap Master Gi.
Saat mendengar itu, Alin langsung mengepalkan tangannya, ia merasa tidak terima akan kenyataan yang tidak ingin ia dengar itu. Alin bukannya mau di perhatikan dan di pedulikan oleh Lukas oleh karena tujuan tertentu, namun dengan hatinya sendiri. Ia merasa kecewa, tapi Alin tetap memasang senyum di wajahnya sambil mengepalkan tangannya dengan kuat yang tidak sengaja di lihat oleh Ji Ku.
"Objek misi... Apa sebatas itukah Lukas kepada ku?"
"Baiklah, misi pertama putri Jiu tidaklah sulit. Anda hanya perlu mencari seekor harimau peliharaan seorang penduduk yang hilang beberapa hari terakhir." Ucap Master Gi.
"Aku rasa itu misi yang sangat cocok untuk nya." Sahut Lukas yang langsung setuju.
"Hah? Harimau?!" Tanya Alin yang langsung terkejut.
"Eh, ma-maksud saya... Kucing! Ya, kucing, kucing. Hehehe..."
Alin pun keheranan dan mengerutkan keningnya setelah mendengar itu. Tapi ia akhirnya percaya dan mengiyakan perkataan Master Gi tersebut.
"Hmm... Baiklah."
"Master Gi, apa tidak ada rintangan yang menantang nantinya? Dia harus belajar untuk melindungi dirinya sendiri, tolong siapkan." Pinta Lukas dengan senyum-senyum jahil.
"Hah! Apa?! Tidak, tidak. Jangan dengarkan gunung kutub ini Master! Aku..."
"Kau harus belajar menghadapi rintangan dan serangan." Sahut Lukas lagi.
"Jahat sekali! Humpt!"
"Hahaha... Kalian berdua terlihat sangat dekat sampai bisa bertengkar seperti ini. Ji Ku akan menyiapkannya nanti, pangeran. Putri, anda bisa melaksanakan misi anda 3 hari lagi, bersiaplah dulu." Ucap Master Gi.
__ADS_1
Setelah mendapatkan misinya, Alin dan Lukas berberes-beres dan berpamitan kepada mereka bertiga untuk pergi. Tapi tiba-tiba saja pengawal istana dengan panik datang ketempat itu dan memanggil-manggil nama Lukas dengan keras, hingga menggema cukup nyaring untuk memecahkan kebisingan di luar.