Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 89 Bersenang-senang.


__ADS_3

Saat itu angin segar berhembus dengan kencangnya. Bunga-bunga yang indah tertata rapi di taman istana tersebut, cocok sekali untuk tempat bersantai bagi sepasang pasangan. Mereka berdua mungkin saja akan dikira oleh orang lain sebagai pasangan kerena kedekatannya, tapi mereka tidak memperdulikan akan hal itu.


Saat Lukas dan Alin sedang bersantai di bangku taman, tiba-tiba saja ada suara seorang pria yang memanggil mereka dari kejauhan.


"Lukas! Alin!" Panggil orang itu.


Lukas dan Alin yang merasa nama kalau mereka di panggil, refleks menoleh ke arah sumber suara. Terlihatlah seorang pria yang sedang berjalan ke arah mereka bersama dengan seorang gadis kecil di belakangnya. Saat di perhatikan dengan baik-baik, orang itu terlihat sangat familiar. Orang itu ialah Gion dan Yura yang memang kebetulan lewat taman istana dan memutuskan untuk menghampiri Alin dan Lukas di tempat itu.


"Ada apa Gion?" Tanya Alin.


"Itu, aku ingin pergi ke kota sebelah untuk mencari obat-obatan herbal. Apa kalian bisa menjaganya? Aku hanya akan pergi sebentar saja."


"Tentu."


"Yeyyyy! Terima kasih, kak." Ucap Yura.


Yura yang mendengar itu langsung senang, ia sangatlah bosan jika di tinggal sendirian di istana dengan para pengasuhnya. Akan sangat seru jika mereka bertiga bisa bersenang-senang bersama walaupun hanya sebentar saja.


"Kemari lah, Yura." Panggil Lukas kepada Yura yang ada di belakang Gion dari tadi.


"Hm!"


Dengan senang hati Yura ikut menuruti perkataan Lukas. Ia berjalan ke arah Lukas dengan senyuman manisnya, sambil menjinjing sekeranjang kecil buah segar di tangannya.


"Kenapa kau tidak pergi ke academy?" tanya Alin lagi.


"Owh... itu, tadi misi Regental ku keluar, dan akan lebih baik jika aku menyelesaikannya segera. Kalau begitu aku pergi dulu, jangan nakal-nakal ya Yura. Dengarkan ucapan kakak ketiga mu dan kak Alin ya..." Pesan Gion. kepada Yura.


"Baiklah, aku tidak akan nakal-nakal."


"Dah..."Pamit Gion yang langsung pergi dari hadapan mereka pada saat itu juga.


Setelah Gion sudah pergi, mereka bertiga berbincang-bincang untuk rencana mereka selanjutnya. Saat berbincang Yura terlihat sangat penasaran dan berantusias terhadap Alin. Alin pun merasa sangat senang dengan Yura yang begitu menyukainya.


"Kakak, kau cantik sekali. Apa kau mau menjadi temanku? Namaku Yura, Yura Pranatha." Ucap Yura pada Alin sambil menyodorkan tangannya.


"Tentu saja, kenapa tidak? Namaku Jiu xiao Alin, kau bisa memanggilku Alin." Balas Alin yang langsung menjabat tangan Yura dengan senyuman yang terlihat tulus di wajah nya.


Setelah berkenalan, Yura ingin sekali mengajak mereka berdua untuk pergi jalan-jalan sebentar. Tapi jika Lukas yang harus memutuskannya, maka akan sulit untuk membujuk gunung kutub itu.

__ADS_1


"Kakak ketiga, kita akan jalan-jalan kemana? Bagaimana dengan ke kebun keluarga Yiu? Aku dengar pohon buah sihir mereka sedang panen." Ajak Yura yang langsung menggerumbuni Lukas.


"Tidak."


"Ayolah, kak... Jam kedua kelas kakak kan masih 3 jam lagi, ini masih sempat." Rayu Yura lagi.


"Ayolah, Lukas... Aku belum pernah melihat pohon buah sihir dan bagaimana cara orang memanen buahnya. Itu pasti sangat menakjubkan. Ayolah..."


"Kami mohon..." Rengek keduanya.


Dengan mata yang berbinar-binar Alin dan Yura mencoba untuk membujuk Lukas yang sebenarnya sedang malas untuk pergi keluar istana. Tapi karena melihat tingkah Yura dan., ini Alin yang kompak merayunya, hatinya menjadi luluh dan Lukas akhirnya mengiyakannya.


"Baiklah."


"Yeyyyy!" Seru keduanya yang terlihat sangat senang.


Mereka bertiga akhirnya pergi ke kebun keluarga Yiu di dekat kota Ohan yang tidaklah jauh dari kota Krestin. Dengan bermodalkan mantra teleportasi dari Lukas, mereka sudah bisa sampai di sana dengan hitungan detik.


Setelah mereka sampai di gerbang kebun buah sihir milik keluarga Yiu, mereka langsung di sambut oleh para penjaga yang langsung membukakan gerbang. Benar akan yang Yura katakan waktu itu, banyak sekali orang-orang yang berlalu-lalang di sekitar tempat tersebut untuk memanen buahnya.


Mereka pun masuk ketika gerbang sudah di buka. Di dalam, terlihatlah kepala keluarga Yiu yang sedang sibuk memantau pemasukan panenan buah mereka pada saat itu. Saat kepala keluarga Yiu, Yiu Ora menyadari akan kedatangan Lukas dan yang lainnya, ia langsung menyambut mereka dengan hangat.


"Paman, paman, apa kami boleh melihat-lihat kebun buah sihir anda?" Tanya Yura dengan sangat berantusias.


"Hoho.. tentu saja putri kecil. Mari..."


Saat Ora ingin mengajak mereka untuk berkeliling, Lukas menyelanya dan meminta tempat yang mungkin tempat untuk mereka. Ora pun menyetujui permintaan Lukas itu.


"Kau bisa memberikan kami tempat yang sepi di sekitar kebun ini, kami hanya akan melihat-lihat dan bersantai sebentar saja." Ucap Lukas.


"Baiklah, pangeran. Saya akan menyuruh pelayan saya untuk menunjukan tempatnya. Dan putra sulung saya akan pergi untuk menemui putri Yura nanti."


"Hm."


Ora pergi meninggalkan mereka dan meminta pelayan nya untuk menunjukan tempat yang sesuai yang diinginkan oleh Lukas tadi. Pelayan itu menghampiri mereka dan mereka pun mengikutinya.


Sesampainya di tempat itu pelayan itu langsung pergi meninggalkan mereka di tempat itu. Alin dan Yura terlihat sangat senang dengan tempat tersebut, tempatnya begitu indah dan pas untuk bersantai. Dengan gembiranya Alin dan Yura merentangkan tangan dan berputar-putar mengelilingi pandang rumput yang indah dan luas itu.


"WAHHHHH, segar sekali."

__ADS_1


"Ehmmm... Indahhhhh sekaleeeehhh epribadehhhh!!!"


Sementara itu, Lukas duduk di salah satu pohon buah sihir sambil menatapi mereka berdua dengan senyuman di wajahnya. Lukas, Alin dan Yura terlihat sangat gembira, yang mereka pikirkan saat ini hanyalah bersenang-senang.


Tak terasa sudah hampir satu jam Alin dan Yura bermain-main di situ, sedangkan Lukas, ia sudah tidak bisa menahan mata nya dan tertidur di bawah pohon tadi. Tanpa Lukas sadari Alin dan Yura naik ke atas pohon yang ada di belakangnya sekarang, dan dengan santainya mereka duduk di cabang-cabang pohon tersebut.


Dengan jahilnya, Yura memetik buah sihir yang ada lalu menjatuhkan buah itu dengan sengaja ke atas kepala Lukas. Lukas yang tadinya tertidur langsung terbangun karena terkejut.


"Hihihi.."


"Shttt..."


Alin dan Yura masih saja di atas sambil cekikikan tertawa melihat Lukas yang sedang lang-ling-lung mencari keberadaan mereka berdua yang sudah tidak ada di hadapannya. Tapi setelah mendengar suara cekikikan mereka, Lukas sudah tau kalau ada seseorang yang sedang menjahilinya sekarang.


Lukas berdiri dan menyandarkan punggungnya sambil menyilangkan tangannya. Ia sedang menunggu para pelaku yang masih saja belum mengaku dan menampakkan diri. Tapi mereka masih belum mau mengaku dan menampakan dirinya.


"Kak Alin, jangan berisik atau kakak ketiga pasti tidak akan menemukan kita berdua di sini." Bisik Yura.


"Tentu saja... Dia pasti tidak akan menemukan kita berdua sekarang."


"Alin, Yura.. Turun sekarang!" Perintah Lukas yang masih saja memejamkan matanya.


Alin dan Yura langsung tertegun dan kelabakan karena sudah ketahuan. Karena tidak bisa berbuat apa-apa lagi, mereka berdua akhirnya pasrah dan hanya bisa tertawa canggung kepada Lukas yang sedang berada di bawah mereka sekarang.


"Hehehe... Lukas..."


"Hehehe... Kakak ketiga..."


Lukas kemudian menoleh ke atas dan menyuruh mereka untuk turun lagi. Tapi mereka bukannya menurut malah menyuruh Lukas untuk menangkap buah-buah sihir yang mereka petik, lalu di lemparkan kebawah.


"Turun, kalian akan jatuh kalau seperti itu."


"Tidak mau!" Bantah keduanya.


"Lukas! Tangkap!" Seru Alin yang lalu melemparkan buah sihir kebawah.


"Hahaha... Kakak, tangkap!" Tambah Yura yang juga ikut-ikutan melempar buah sihir itu.


"Hei, kalian berdua! Turun sekarang!"

__ADS_1


Buah-buah sihir berjatuhan kebawah secara bersamaan dan karena mereka melemparkan nya dengan tiba-tiba, Lukas menjadi agak kesulitan untuk menangkap buah-buah itu menggunakan mantra sihir nya. Lukas sekarang ikut bermain bersama mereka juga, mereka melemparkan buah-buah itu dari atas dan Lukas lah yang akan menangkap nya dari bawah. Permainan itu kembali mengundang tawa dan senyuman dari ketiga orang tersebut.


__ADS_2