Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 14. Menanti Anita


__ADS_3

Mereka pun sudah tiba di aula istana, yang sudah ada Master Ketua yang menunggu. Alin dan Reyhan pun menunduk memberi hormat.


"salam sejahtera untuk Master ketua" ucap keduanya bersamaan. Deon Li pun mengangguk merima salam mereka.


"Alin... besok adalah hari penobatan mu, persiapkan lah diri mu baik-baik" ucap Deon Li dengan nada yang lembut sambil tersenyum gembira.


"tapi besok... bukannya sekolah di academi sihir" sahut Alin.


"besok academi akan di liburkan untuk penobatan mu" sahut Deon Li santai. Alin pun mengangguk mengerti dan mereka memberikan hormat lagi lalu pergi keluar Aula.


"Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Ayo kita ketempat Lukas" ajak Reyhan menuntun Alin ketempat Lukas seraya menenangkan nya.


Mereka pun sampai di depan kamar Lukas tiba-tiba Alin bersembunyi di belakang Reyhan, Reyhan terkejut sekaligus heran pada Alin "kamu kenapa?" tanya Reyhan heran.


"Aku takut dengan pangeran Lukas, dia terlihat mengerikan dengan muka dinginnya" sahut Alin sambil mencengkram belakang baju Reyhan. Reyhan pun menghela nafas dan membuka kamar Lukas tanpa mengetuk.


"Ada apa? jika tidak ada urusan yang mendesak jangan menggangguku" ujar Lukas dingin sambil membaca bukunya. "oh ayolah, aku kan sahabat mu juga jangan seperti itu" goda Reyhan lalu langsung nyelonong masuk ke dalam dengan Alin yang mengekor bersembunyi di belakangnya.


Betapa terkejutnya Alin melihat kamar Lukas yang berantakan serta banyak serpihan kaca dan keramik yang berserakan.


"Kenapa serpihan keramik ini tidak menghilang juga? bukannya aku sudah mengirim pelayan untuk membersihkan kamarmu" tanya Reyhan seraya duduk di kursi dengan Alin yang masih bersembunyi di belakangnya.

__ADS_1


"memangnya apa urusan mu? sudahlah, temani aku membeli roti yang waktu itu!" perintah Lukas sambil menutup bukunya dan menatap ke arah Reyhan.


"hoammmm... sebenarnya kita tidak usah repot-repot pergi, orang yang membuat nya sudah ada di sini" ucap Reyhan sambil menguap dan menunjuk Alin yang ada di belakangnya.


Lukas pun memiringkan sedikit kepalanya untuk melihat kearah yang di tunjuk oleh Reyhan dan setelah melihat Alin ia pun tersenyum lalu mengambil tongkat sihir nya.


Tiba-tiba muncullah buku resep masakan di dekat Alin, "AAh.. hantu!!" teriak Alin terkejut lalu masuk ke dalam pelukan Reyhan, ia kira itu adalah hantu dan dia lupa kalau dia ada di dunia sihir.


"heh..hantu dari mana? apa kamu lupa kalau ini dunia sihir? Cepat buat!" Perintah Lukas pada Alin, tanpa ia sadari ia tersenyum kecil. Lukas pun pergi ke dapur untuk menunjukkan jalan dan di susul oleh Alin.


Reyhan pun berjalan ke depan pintu kamar yang ada penjaga "hoh, apa aku salah liat? aku melihat Lukas tersenyum" gumam Reyhan tidak percaya sambil memiringkan sedikit kepalanya.


"tidak pangeran" sahut salah satu penjaga.


"pangeran!!" seru 2 penjaga bersamaan pada Reyhan. Reyhan pun menghela nafas kesal dan pergi meninggalkan penjaga itu.


*Di dapur istana...


Setelah Alin tiba ia langsung mengambil bahan-bahannya untuk membuat roti lalu mengadonnya. Lukas biasanya membaca buku di mana pun dia berada tapi kali ini di fokus melihat Alin yang sedang memasak, lalu datanglah Reyhan.


"Lukas bagaimana? apa para utusan telah pergi ke dunia manusia?" tanya Reyhan serius.

__ADS_1


"hm" jawab Lukas singkat.


"ishhh, kalau kamu dingin seperti ini terus kamu tidak akan mendapatkan pacar, Alin saja takut pada mu" ejek Reyhan dengan muka yang menggoda.


Lukas pun mengayunkan tongkatnya dan muncul lah sebuah buku di hadapan nya "Selama ini aku perhatikan, malah para wanita semakin banyak mengejar walaupun aku dingin, Alin saja yang aneh. Walaupun begitu...aku akan tetap menunggu Anita" sahutnya dengan muka yang agak sedih.


"percuma saja kamu menunggu Anita, dia sudah bersama orang lain" ucapnya menasehati Lukas, Lukas pun terdiam sejenak. Beberapa lama kemudian Alin datang dengan nampan yang berisi roti yang besar.


"Hah..., ini dia. Melelahkan sekali" ucap Alin sambil menyeka keringat di dahi dengan lengan bajunya lalu duduk di hadapan mereka.


Mereka pun menyantap nya bersama kecuali Alin "kenapa tidak memakan nya?" tanya Reyan pada Alin yang diam dari tadi.


"tidak, aku tidak lapar" ucap Alin berbohong,


"kamu sakit?" tanya Reyhan.


"tidak papa. Oh iya, pangeran Lukas aku ingin menanyakan sesuatu. hmm...Master ketua itu Kakak atau Ayah pangeran? dia terlihat sangat muda" tanya Alin dengan ragu sekaligus takut.


Lukas pun mengambil satu roti lagi lalu memainkannya dan menjawab pertanyaan Alin "dia ayahku, setiap orang tua di dunia sihir akan tetap terlihat muda seperti umur 23 tahun. Apa kau tidak tau?" lalu menatap Alin.


"owh, pantasan saja. Aku tidak tau, Lina juga belum memberi tahu ku" sahut Alin sedikit memajukan bibirnya. Lukas pun mengayunkan tongkatnya lagi dan muncul lah buku di hadapan Alin.

__ADS_1


"pelajari!" perintahnya singkat.


Alin pun membuka buku itu dan membaca 1 halaman depan, karena Reyhan penasaran ia pun ikut melihatnya "woah... buku panduan dunia sihir. Aku belum pernah membacanya" ucap Reyhan kagum pada buku itu.


__ADS_2