Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 45 Menjenguk Reyhan


__ADS_3

Saat tiba di depan kamarnya Reyhan, Lukas membuka pintunya dan masuk di ikuti oleh Alin di belakang nya. Di dalam terlihat ada Gion dan Kael sedang berbincang-bincang di bangku kamar dan sementara itu Reyhan terbaring di kasurnya.


Alin berdiri di belakangnya Lukas sambil tertunduk. Saat mereka melihat Lukas dan Alin masuk, Gion dan Kael berdiri dari tempat nya.


"ooh.., Jadi ini yah gadis yang kalian maksud, gadis yang belakangan ini selalu bersama Lukas?" Ucap Kael sambil berjalan menghampiri Alin.


"Reyhan...Maafkan aku... Aku tidak tau.... huhuhu"


"Eh?"


Alin tidak menghiraukan Kael dan langsung berlari ke arah Reyhan. Alin menangis di sampingnya. Ternyata Reyhan tidak tidur, tapi dia hanya memejamkan mata nya saja. Saat Alin tiba-tiba berlari dan menangis ke arahnya, ia langsung duduk karena terkejut.


"Wehh, Kenapa kau menangis?" Tanya Reyhan kebingungan.


"Ini semua salahku... hiks... Aku membuat mu sakit... " isak nya Alin.


"Hehehe... Aku tidak apa-apa, aku sudah sehat kok." Sahut Reyhan meyakinkan nya. Reyhan terkekeh geli melihat kepolosan nya Alin.


"Itu sudah sering terjadi pada Reyhan. Dia tidak selemah yang kau kira." Tambah Kael, ia pun menghampiri Alin dan menepuk bahunya.


Saat Kael mendekati Alin, Viko merasa cemburu karena terlalu banyak laki-laki yang mendekati Alin. Viko menggeram pada Kael.


...GRERRRR GRARR...


"Rubah nakal" Tapi Kael lebih cepat dari pada Viko, dengan cepat Kael menangkap Viko saat ia meloncat ke arahnya.


"Apa kau benar-benar baik-baik saja? Hiks..." tanya Alin masih sedikit terisak.


"Iya, aku benar-benar tidak apa-apa. Mungkin aku bisa kembali ke academy besok, benarkan?" tanya Reyhan pada Kael sambil mengedipkan sebelah matanya.


Kael pun melihat isyarat dari Reyhan. Ia menganggukkan kepalanya.


"iya, iya"


Alin kemudian teringat akan barang yang ia bawa tadi. Alin mengambil bubuk obat di dalam tasnya yang telah dibuat oleh Lina tadi lalu menyerahkan nya pada Reyhan.


"Ini, ini adalah obat alergi. Minum ini!" Perintah Alin sambil menyodorkan botol itu pada Reyhan.


"Apa ini?"

__ADS_1


"Ini bubuk obat yang di buat oleh Lina tadi."


"Biar ku periksa dulu" Kael mengambil botol itu dari tangan Reyhan dan membaui nya untuk mengecek kandungannya. Namun Kael tidak bisa mengetahui kandungan nya.


"Biarkan aku saja yang melakukan nya"


Kini Gion mengambil alih dan mengambil botol itu dari tangan nya Kael. Namun Gion yang juga seorang penyihir yang sering membuat ramuan pun tidak tau apa kandungan nya.


"Aku tidak bisa merasakan bahan obat-obatan nya. Coba kau yang periksa!" Gion pun menyerah bubuk itu pada Lukas. Lukas mengambilnya dan memeriksa nya.


"Hei... Apa yang kalian lakukan?! Berikan pada ku sini!" Reyhan mulai kesal pada mereka, karena mereka terus saja mengoper-oper itu.


"Kalian ini penyihir tingkat 'tengah' tapi tidak bisa mengatasi hal kecil yang seperti itu" Tambah Reyhan lagi seraya meremehkan mereka bertiga.


"Lalu kamu tingkat apa?! Apa kau bisa melakukan nya?!" Tanya Alin, Gion dan Kael bersamaan dengan ekspresi datar.


"Sebenarnya... aku juga tidak bisa, hehehehe..." Kekeh Reyhan sambil menggaruk-garuk kepalanya.


Alin, Gion, dan Kael secara bersamaan menjeplok dahinya. Reyhan sangat bodoh, dia meremehkan orang lain tapi dia sediri juga tidak bisa melakukan nya.


Sudah 20 menit sejak Gion memberikan botol obat itu pada Lukas, mereka belum mendapatkan jawaban dari nya. Yang lainnya merasa sudah bosan karena sudah sangat lama mereka menunggu jawabannya, sampai-sampai mereka menyempatkan diri untuk membaca buku-buku pelajaran. Lukas menutup kembali tutup botol itu dan menghela nafas.


"Obat itu terbuat dari hati rusa, hati ikan, teratai ungu, kayu Ju, dan buah dari pohon sihir." Jawab Lukas.


"APA?! HATI HEWAN?!.Tapi... kenapa bisa bahan-bahan sederhana yang seperti itu tidak bisa kalian berdua tebak?" tanya Reyhan.


"Obat ini menggunakan daun filium untuk menyamarkan aromanya. Tapi aura dari bahan-bahan ini tidak bisa tersamarkan oleh daun filium." Jawab Lukas lagi.


"itu berarti... Lina menyamar kan baunya agar Reyhan mau memakannya nya bukan?" Tanya Alin.


"Bisa jadi. Yah... Reyhan sangat benci dengan hati hewan. Jadi itu bagus..." Sahut Kael dengan senyuman licik


"A-apa tidak bisa di ganti dengan obat yang lain?" tanya Kael.


"Tidak bisa! Lina sudah bersusah payah membuat nya untuk mu, harus di minum!" Tegas Alin.


"Kakakkkk, ayolah... Aku benci dengan hati hewan. Tolong aku... lakukan sesuatu!" Pinta Reyhan sambil merayu Kael.


"Maaf tapi tidak bisa, obat ini juga cukup efektif dan... Teman nya sudah bersusah payah membuat nya. Minum!" Tolak Kael.

__ADS_1


"TIDAK MAUUUU" Teriak Reyhan.


"Minum!" Seru ketiganya bersamaan.


Mereka bertiga mengejar Reyhan bagaimana pun caranya. Mereka melakukan segala cara agar Reyhan mau mau meminum obatnya. Sementara itu Lukas dan Viko hanya menikmati pertunjukan mereka sambil duduk di kursi dengan bukunya.


...****************...


Beberapa jam kemudian Reyhan tertidur. Hari pun sudah larut, jam sudah menunjukkan pukul setengah 10 malam. Viko kini sudah tidur di pelukan Alin dari tadi dan kini matanya Alin terasa sangat berat, hampir saja ia tertidur di situ. Lukas pun membawanya untuk kembali.


"Kami akan kembali ke kamar"


"oh baiklah, Aku dan Kael akan berjaga di sini" Sahut Gion.


"Tapi... Reyhan akan baik-baik saja kan?" Tanya Alin.


"Dia memang sering seperti ini saat kecil dulu, kamu tidak perlu kuatir. Besok dia akan membaik dan akan kembali ke academy lagi" Jawab Kael meyakinkan nya.


"hm, aku sangat mengantuk... hoamm"


Lukas dan Alin keluar dari situ dan berjalan pergi ke kamar mereka masing-masing. Saat di depan kamarnya, Alin langsung membuka pintu kamarnya dan langsung menjatuhkan badannya ke atas kasur tanpa mengganti pakaiannya sebelum tidur. Lukas masuk ke kamar Alin sebentar untuk meletakkan Viko, setelah itu Lukas langsung keluar dan memerintahkan para penjaga untuk berjaga di depan kamar.


"Jaga dia!" perintah nya dingin.


"baik"


Saat Alin tidur, ia bermimpi bertemu dengan kakek serta ayahnya. Mereka berdiri di hadapannya menggunakan baju yang serba putih di sebuah ruangan yang berwarna putih juga.


Mereka melangkah maju ke arahnya dengan tersenyum lebar. Tentu saja Alin sangat senang bisa melihat Ayah dan kakek nya lagi walaupun itu hanya di dalam mimpi.


"Alin... Bahaya akan selalu menghampiri mu. Jadilah anak yang baik, jalani saja kehidupan mu yang sekarang dengan baik. Ayah harap kamu akan bahagia." Ucap Ayahnya pada Alin.


"Lukas adalah takdir mu, belajar lah untuk mencintai nya." Ucap Kakek Alin.


Alin pun kebingungan dan bertanya-tanya pada diri nya sendiri. Namun seiring nya waktu mereka terlihat memudar, mereka akan pergi! Alin berteriak pada mereka berdua.


"Ayah! Kakek! Kalian akan pergi ke mana lagi?! Jangan tinggalkan Alin sendirian... hiks... Ayah, Kakek." Tangisnya.


"Kami tidak akan pergi, kami akan selalu bersamamu" Sahut ke duanya bersamaan. Perlahan mereka mulai memudar hingga akhirnya menghilang.

__ADS_1


__ADS_2