
Di perjalanan mereka ke istana hanya ada keheningan. Mereka bertiga berjalan beriringan di tengah kekacauan bekas pertarungan tersebut. Terlihat, Olivia sedang terlihat kesal dengan borgol Kael yang mengikat tangannya. Sambil berjalan dengan sayu-sayu, Olivia berjalan sambil diiringi oleh Kael, dan Reyhan membawa Viko di pelukannya sambil membuat mantra penyembuh kecil.
Sesampainya mereka di istana, Kael dan Reyhan langsung membawa Olivia ke aula istana. Mereka langsung di sambut oleh penjaga yang berjaga di depan. Mereka masuk dan melihat Deon Li yang terlihat gelisah.
Kael menyerahkan Viko dan Olivia ke penjaga yang ada, untuk di tangani. Sementara itu, Kael dan Reyhan langsung memberikan hormat kepada Deon Li.
"Salam sejahtera untuk master ketua." Ucap keduanya secara bersamaan.
Namun karena sakin gelisah dan kuatir nya Deon Li, ia sampai tidak mendengarkan Kael dan Reyhan yang memberi salam. Hingga penasehat kerajaan, Juko, ayahnya Neli berdehem, Deon Li langsung tersadar akan keberadaan mereka.
"Ehem!"
"Oeh... Kael? Reyhan? Ada apa lagi?" Tanya Deon Li yang terlihat masih gelisah.
"Kenapa anda terlihat gelisah, Master?" Tanya Reyhan.
"Ah, tidak... Aku hanya sedikit kuatir dengan Lukas dan Alin. Pihak tabib besar belum mengabarkan tentang kondisi mereka sekarang. Jadi.. Ada apa?" Tanya Deon Li lagi.
"Kami menemukan seorang wanita misterius itu di dekat lokasi peperangan. Sesuai dengan perintah master, kami membawa sesuatu yang terlihat misterius yang ada di sekitar lokasi. Dan.. Viko sekarang sedang terluka parah, tolong bantu dia master." Pinta Reyhan seraya menundukkan kepalanya.
"Baiklah, serahkan saja sisanya kepada ku. Ulang tahun ibu suri akan di laksana pada pukul 11 siang nanti, Kalian pergilah beristirahat dulu. Juko, bawa wanita itu ke penjara bawah tanah dulu, aku akan menemui nya nanti dan bawa Viko ke tabib besar." Perintah Deon Li kepada Juko yang sedari berdiri di samping dari tadi.
"Baik, master."
Tanpa banyak basa-basi lagi, Juko menyuruh beberapa pengawal untuk membawa Olivia yang sudah tidak berdaya itu ke dalam penjara bawah tanah. Dengan pasrah Olivia mengikuti mereka hingga ke penjara bawah tanah. Sementara itu Viko pun di bawa pergi untuk ke tempat tabib besar Istana.
Setelah itu, Kael dan Reyhan berpamitan dengan Deon Li, lalu pergi keluar aula. Mereka berpisah di dekat pintu aula dan pergi ke kamarnya masing-masing.
__ADS_1
Sementara itu, di tempat penyembuhan Khusus istana, terlihat ada Lukas dan Alin yang tengah terbaring di tempat tidur yang bersebelahan dengan kain putih yang membatasi tempat mereka. Terlihat juga para tabib yang sedang sibuk dan kelabakan mempersiapkan dan mencari barang-barang yang harus mereka perlukan untuk menyembuhkan Lukas dan Alin.
Beberapa menit setelah para tabib mengobati mereka, kondisinya sudah semakin membaik. Semua tabib dan orang-orang yang ada di situ terlihat sangat senang dengan perjuangan mereka yang tidak sia-sia itu. Mereka mengusap-usap keringat keberhasilan yang terus bercucuran bahagia tersebut. Tapi itu tidaklah bertahan lama.
"Wahh, akhirnya selesai juga..."
"Untung saja pangeran dan putri bisa melewati masa kritis mereka."
"Iya, lelah sekali."
"Akhirnya..."
Namun saat mereka sedang asyik-asyik melepas penat mereka sejenak, hal yang tak terduga terjadi. Tiba-tiba saja racun Beockeil Lukas dan Alin kambuh, racun itu bahkan bertambah parah. Dengan kondisi yang masih belum sadar, secara bersamaan keluarlah darah dari mulut mereka berdua. Itu sangat mengejutkan bagi para tabib yang sedang berjaga pada saat itu.
Yang tadinya sudah melepas kekuatiran, kini harus memasang kekuatiran itu kembali. Semuanya panik, mereka berlari dan bergegas menangani Lukas dan Alin lagi.
"Bergerak cepat! Pangeran dan putri mengalami masa kritis lagi!"
"Ada apa ini?! Kenapa racun Beockeil mereka bisa kambuh secara bersamaan?! Kita harus cepat!"
"Panggil master Deon Li! Cepat! Siapa saja!"
Situasi mereka sekarang menjadi sangat kacau. Orang-orang yang ada di situ terlihat kuatir dengan kondisi Lukas dan Alin yang semakin memburuk di setiap detiknya. Hingga mereka memerintahkan beberapa pengawal untuk memanggilkan Deon Li.
Sementara itu, Deon Li yang ada di penjara bawah tanah sedang mengintrogasi Olivia yang tengah duduk di kursi yang ada di hadapannya. Walaupun sudah masuk di dalam pengadilan istana, Olivia masih saja terlihat tenang di hadapan orang lain. Sehingga membuat Deon Li menjadi tidak sabar untuk mengintrogasi nya.
"Siapa kau?! Dari mana kau berasal?!" Tanya Deon Li.
__ADS_1
"Huffft... Bukannya sudah ku katakan pada kalian, aku ini hanyalah seorang pengembara."
"Katakan pada ku, apa tujuanmu datang kemari?! Apa kau orang suruhan dunia sihir merah?!"
"Enak saja menuduh orang lain. Tujuanku kemari.. hanyalah menjalankan permintaan terakhir dari kakak ku yang sudah lama meninggal. Kalian tenang saja, aku tidak akan mencelakai ataupun menyerang kalian. Aku hanya ingin menjalankan permintaan kakak ku itu." Jelas Olivia.
"Apa jaminan kepercayaan untuk ku?! Mulutmu itu?!" Tanya Deon Li yang sudah mulai merasa jengkel.
"Aku.."
...BRAKK...
Belum sempat Olivia menjawab pertanyaan Deon Li, mereka sudah di kejutkan oleh suara bantingan pintu yang keras. Deon Li dan Olivia yang mendengar itu sontak terkejut dan langsung berdiri dari duduknya. Di depan pintu, terlihatlah ada 2 orang pengawal yang sedang terengah-engah seperti habis berlari.
"Ada apa?!" Tanya Deon Li yang sudah kesal.
"Master! Gawat! Pangeran dan putri, mereka... sedang kritis!" Jelas salah satu dari mereka.
Deon Li terlihat sangat terkejut sekaligus takut, tapi Olivia hanya memasang tampang santai nya. Tanpa banyak basa-basi Deon Li yang panik, pergi ke ruangan pengobatan khusus dengan menggunakan mantra teleportasi tanpa berkata sepatah kata pun. Para pengawal tadi pun pergi dari ruang bawah tanah, lalu pergi menyusul Deon Li dan menyisakan Olivia yang sendirian di sana bersama dengan beberapa pengawal.
Namun anehnya, Olivia mampu memecahkan borgol sihir Kael yang sebelumnya dengan mudah. Ia berjalan keluar dan membunuh semua pengawal yang menghalangi jalannya.
Sementara itu, Deon Li sudah tiba di ruangan pengobatan khusus, kondisi Lukas dan Alin semakin memburuk. Racun Beockeil itu kini sudah menyebar ke dada mereka dan menjalar ke arah jantung. Deon Li terlihat panik, ia menatap serius keduanya dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
Bukannya membaik, racun Beockeil yang ada pada Lukas dan Alin malah memburuk dengan seiring berjalannya waktu. Deon Li sudah hampir frustasi, ia mungkin tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Namun keberuntungan atau kesialan datang dengan sendirinya ke arah mereka semua.
Olivia yang terlepas bukannya membebaskan diri, ia malah mendatangi Deon Li dan mendekatinya. Olivia berjalan dan berdiri tepat di samping Deon Li seraya menatap Lukas dan Alin juga, yang semakin memburuk keadaannya itu.
__ADS_1
"Aku punya suatu penawaran, jika kau mau mempercayai ku, maka aku akan menyembuhkan mereka." Ucap Olivia dengan tatapan kosong ke arah Lukas dan Alin.