Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 33 Merasa nyaman


__ADS_3

*Masih di kondisi yang sama


Alin melepaskan Glom nya, Viko dari kandang. Dari tadi Viko melihat mereka berdua dengan tatapan yang tajam dan terlihat liar. Saat ia bersama Alin, dari tadi Viko selalu memperhatikan kalungnya. Karena Viko terlihat ketakutan Alin pun mencoba untuk memenangkan nya.


"Viko...ayo kemari" bujuk Alin sambil mendekatkan tangannya ke kepala Viko.


"GREEERR" Bunyi Viko menggerutu liar.


Saat tangan Alin hampir menyentuh kepalanya, Viko mencakar tangan Alin dan meloncat ke arahnya lalu menarik kalungnya. Dengan segera Lukas mengeluarkan mantra untuk menangkap Viko.


"Tenang lah...oke?" Bujuknya lagi pada Viko.


"Jangan di pegang lagi, dia masih liar" ucap Lukas memperingati Alin.


Lalu Lukas masukkan Viko lagi ke dalam kandang nya serta mengambil kalung. Ia menarik tangan Alin dan melihat luka goresannya.


"Tenanglah Lukas, aku tidak apa-apa. Jangan kuatir kan aku. Ini hanya luka goresan kok" kata Alin menyakinkan nya sambil mengibaskan tangan.


"Aku tidak mengkuatirkan mu, aku hanya mengkuatirkan racun ini." Sahut Lukas sambil menunjuk tangannya Alin.


"Eh, apa?Racun?!" tanya Alin mulai panik.


"hm, cakarnya mengandung racun" Jawab Lukas tenang.


"Lukas! tolong aku! keluarkan racunnya!" pinta Alin kelabakan panik sampai hampir menangis.


"Jangan bergerak, racunnya akan menyebar cepat jika terus bergerak."


Seketika ia mematung saat mendengar perkataan Lukas barusan. Alin tidak bergerak sedikit pun ataupun bernafas. Lukas menarik tangannya Alin kembali dan mencoba mengeluarkan racunnya.


"bernafas lah, kalau ingin hidup" tegur Lukas tanpa mengalihkan pandangan nya dari tangan Alin.


Alin menarik nafasnya dalam-dalam, karena ia sempat tidak bernafas beberapa menit. Setelah itu ia kembali bernafas dengan normal.


"Tapikan kau yang bilang jangan bergerak" Sahutnya kesal.


"Tapi aku tidak meminta mu untuk tidak bernafas." Sahut Lukas tak ingin di salahkan.


"Tapi jika bernafas kan perut dan dada bergerak" Sahut Alin lagi tidak mau kalah.


"terserah"


Lukas mengikat tangannya menggunakan sebuah kain. Tentu saja dia kebingungan, ia mengira tidak mungkin racun itu bisa di sembuhkan dalam waktu beberapa menit.


"Sudah selesai?" tanya Alin.


"Sudah"

__ADS_1


"Lalu bagaimana lagi?"


"tangan mu akan membusuk dan akan di potong" Jawab Lukas bercanda dengan muka yang dingin.


Alin panik, mukanya terasa merah dan panas.


"HUAAA Lukas.... Aku masih perlu tangan ku untuk belajar, untuk makan, untuk memegang barang-barang... Selamat kan tangan ku" tangisnya sambil menyodorkan tangan nya.


"Diamlah, ini sudah hampir tengah malam. Ayo pulang" ajak Lukas sambil berdiri.


Alin berhenti menangis dan menurut. Ia pulang bersama Lukas ke istana dan Viko juga ikut bersama mereka.


*Istana Dunia sihir putih


Para pelayan dan pengawal sedang berjaga di tempat lain karena mereka tau Alin pergi bersama Lukas. Lukas mengantar Alin sampai depan kamarnya dan menyerahkan kalung nya. Saat Lukas ingin pergi, Alin menghadang nya.


"Tunggu!"


Lukas pun berbalik.


"Tangan ku?Viko?" tanya Alin.


"Viko biar bersama ku malam ini"


"Kalau tangan ku?"


"eh kapan? Apa racunnya benar-benar sudah di keluarkan?" tanya Alin.


Tapi dengan cepat Lukas dan Viko pergi dengan mantra teleportasi nya ke kamar. Belum sempat ia bertanya mereka sudah pergi, ia pun percaya pada Lukas. Alin memutuskan untuk tidur dan beristirahat.


*Kamar Lukas


Lukas dan Viko masuk ke dalam kamar. Kini kamar Lukas tidak lagi berantakan dan berserakan pecahan keramik dan kaca. Lukas meletakkan kandang Viko di lantai dan merebahkan tubuhnya ke kasur.


"apa yang sebenarnya terjadi? ini tidak seperti biasanya, aku merasa sangat nyaman padanya. Saat ia menggenggam tangan ku, memelukku... Bahkan ia bisa menenangkan hati ku pada saat perasaan ku terasa buruk." Batin Lukas berpikir.


"Anita...Aku sudah menunggumu selama 3 tahun. Akankah kamu kembali pada ku..."


Tak lama kemudian Lukas tertidur dengan pulas.


*Kamar Alin


"hmmm kasur ku yang nyaman" gumam Alin seraya berguling-guling di atas kasur.


Alin kemudian diam dan berpikir sejenak.


"Tunggu dulu... hmmm apa tadi yah" Batin Alin kebingungan ingin memikirkan apa.

__ADS_1


Alin berpikir keras untuk mengingat apa yang ia ingin pikirkan tadi. Setelah beberapa lama ia akhirnya ingat.


"oh iya, kenapa ya aku merasa kalau ini semua sudah di rencanakan. Dari meninggalnya kakek sampai aku bisa masuk ke dunia sihir. Dari mana juga kakek tau kalau dia sebentar lagi meninggal? dari mana juga kakek tau kalau ibu akan mengusir ku? Sebenarnya kakek itu seorang master ketua yang sekuat apa sih?" batin Alin dengan tumpukan pertanyaan nya.


Alin kemudian perfikir kembali. Beberapa lama kemudian Alin mempunyai banyak sekali pertanyaan lagi di kepalanya. Ia duduk dan meluapkan semua pertanyaan nya yang membuat nya sangat penasaran.


"Sebenarnya siapa Lukas itu? Dia sehebat apa? Bagaimana dia bisa menyembuhkan racun yang ada di tangan ku secepat itu? Apa kemampuan nya bisa diandalkan?"


Akhirnya ia pasrah dengan pertanyaan nya yang terus meledak. Dari semua pertanyaan nya itu tak ada satupun yang terungkap. Ia pun memutuskan untuk tidur.


*Ke esokkan harinya, academy Ligen.


Festival bulan telah berlalu dan seperti biasa semua murid pergi academy. Saat di dalam kelas Alin langsung menghampiri Lina yang sedang merangkai sesuatu.


"BWAA" teriaknya perlahan bermaksud mengejutkan nya.


"Astaga!" pekik Lina terkejut. Lina pun menoleh ke arah Alin.


"Apa yang sedang kau buat?" tanya Alin lalu duduk di samping Lina.


"Aku membuat sebuah...." Jawab Lina terpotong. Sebenarnya ia sedang membuat sebuah gelang persahabatan untuk Alin.


"Apa?" Tanya Alin lagi.


"Rahasia" Jawab Lina sambil mengumpulkan itu dan memasukkannya ke dalam tas.


"Apa Lina? Apa?!" tanya Alin semakin penasaran.


"besok saja, itu sebuah kejutan." Jawab Lina masih tidak mau menjawab Alin dengan serius.


"Mau sekarang" rengek nya sambil mengguncang badan Lina.


"Be-so-k" Sahut Lina bergetar karena di guncang.


Tiba-tiba...


"Selamat pagi anak-anak, mari kita lanjutkan pelajaran kita" Sapa ibu guru itu sambil masuk ruangan secara tiba-tiba.


Sontak Alin terkejut dan dengan cepat ia berlari ke bangkunya. Saat berlari tadi, ia hampir tersandung meja kelas beberapa kali. Setelah duduk ia bersikap seolah-olah tidak tau apa pun.


"Baiklah semuanya, buka halaman 47. Kita akan kembali membahas mantra perpindahan." Ucap ibu guru.


Semuanya kembali fokus pada pelajaran dan mendengarkan penjelasan guru.


"rencana ku waktu itu memang gagal, tapi ingatlah... Aku punya banyak rencana untuk menghancurkan mu" batin Seseorang dengki pada Alin.


Alin mungkin akan dalam bahaya nanti nya, tapi dia juga mempunyai banyak teman yang melindungi nya.

__ADS_1


__ADS_2