Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 117 Alasan hati.


__ADS_3

Lukas terus berjalan melalui jalanan setapak yang panjang. Mereka menyusuri berbagai jalan baru yang tidak pernah Alin lalui sebelumnya. Alin pun masih mengikuti Lukas yang terus berjalan dari belakang tanpa bebicara ataupun mengeluh padanya. Hingga Lukas berhenti di sebuah taman bunga yang begitu indah. Alin langsung takjub melihat taman bunga itu.


"Ini dia tempatnya."


"Woahhhh...."


Taman bunga itu di kelilingi oleh berbagai macam bunga dan tanaman yang berwarna-warni, dengan dasar tanah yang berupa rumput. Sungguh indah taman itu, apalagi taman itu di lapisi oleh dinding-dinding kaca yang begitu jernih dan bersih. Belum lagi ada kolam kecil yang ada di tengah taman. Lalu, ada pula gua yang besar di belakang taman.


"Bagaimana? Apa kau suka?" Tanya Lukas tersenyum.


"Ini taman milik siapa? Bagus sekali!!! Hahaha! Lukas, lihatlah segerombolan kupu-kupu itu! Wahhhh..." Seru Alin yang kegirangan seraya berlari kesana-kemari.


Matanya terlihat berbinar-binar, ia berlari kesana-kemari, mengejar segerombolan kupu-kupu, menganggu ketenangan ikan-ikan kecil yang ada di kolam, bahkan memetik beberapa bunga yang ada di tempat itu. Lukas terlihat ikut senang juga, ia tersenyum puas dengan melihat Alin yang kegirangan.Ia kemudian duduk di bawah salah satu pohon besar di situ untuk berteduh.


"Lukas! Ayo kemari, lihatlah taman ini!!! Lihat ada kupu-kupu yang Berwarna hijau dan biru. Juga lihat ini, ada ikan yang berbentuk seperti singa." Ucap Alin seraya menunjuk ke segala arah.


"Tidak usah, kau bersenang-senang lah. Aku akan duduk di sini."


"Yasudah, terserah."


Lukas terlihat memandangi Alin dengan senyuman lebar sambil membaca buku keramat yang selalu di bawanya kemana-mana, buku sejarah, juga buku pelajaran yang tersimpan pada penyimpanan sihirnya. Lalu, ia juga mengeluarkan beberapa cemilan dan minuman dari penyimpanan sihir. Sementara Alin masih berlari kesana-kemari menikmati suasana taman seperti anak TK yang baru masuk ke wilayah sekolah.


Beberapa menit telah berlalu, Alin masih kesana-kemari mengitari dan berlarian menikmati suasana taman. Keringat yang begitu banyak bercucuran dari tubuh Alin membasahi semua bagian tubuhnya. Karena merasa kalau ini sudah terlalu lama, Lukas memanggil Alin untuk beristirahat sejenak bersama.


"Alin, berhenti berlarian. Kemarilah!" Panggil Lukas seraya melambaikan tangannya yang sedang memegang cemilan.


"Baik!!"


Alin langsung berlari ke arah Lukas. Ia duduk di samping Lukas dan mengipasi dirinya yang berkeringat itu menggunakan tangan-tangan yang mungil itu. Lukas hanya melirik Alin sekilas, lalu kembali berfokus pada buku yang ada di hadapannya.


"Huft.. Panas sekali. Ini udara yang panas atau tempatnya yang panas." Keluh Alin sambil mengibaskan kerah depan seragamnya.


"Bukan keduanya. Kau sendiri yang berlarian terlalu berlebihan. Lihatlah keringat-keringat ini.."


Tiba-tiba saja Lukas mencondongkan badannya ke Alin dan langsung mengelap keringat yang bercucuran menggunakan sapu tangan yang langsung muncul pada tangannya. Alin tertegun, mukanya kembali memerah dan ia pun pasrah diam dengan detak jantungnya yang berdegup dengan kencang.


"Lukas... kau begitu perhatian dan juga lembut padaku. Bagaimana bisa aku mencari pria lain untuk menggantikan mu...? Sungguh kendala yang begitu besar! Aku tidak bisa memiliki orang yang ada di depanku dan di sisi lain lagi, aku tidak bisa melupakan kelembutan dan perhatian yang di berikan orang yang ada di depan ku ini!!! Ahhhhh....!"


Tak lama setelah itu, Lukas telah selesai mengelap bersih wajah Alin. Melihat yang melamun, Lukas memiliki pemikiran jahil untuknya. Lukas memunculkan balon dengan sihirnya, lalu ia mengambil pula jarum yang ada pada Bros seragam. Dengan tersenyum jahil, Lukas menusukan jarum itu ke balon tersebut.


...DUARRRR...

__ADS_1


"WHAAAAH! BOMMMM!!!" Pekik Alin yang langsung menunduk.


"Hahahaha! Bom, iya bom. Hahaha! Makanya jangan melamun, meledak, kan bom nya?" Bahak Lukas.


Lukas sampai tertawa terpingkal-pingkal saking lucunya melihat ekspresi terkejutnya tadi. Alin yang sudah mulai menyadari kalau dia di jahili oleh Lukas langsung mencubit pinggang pria itu sampai meringis kesakitan. Tapi Lukas masih tidak bisa mengontrol dirinya dan terus tertawa.


"Aduh. Hahaha! Astaga bom, hm? Hehehe!" Tawa Lukas lagi.


"Humpt! Tidak lucu."


Ia terus saja tertawa, sampai-sampai tawanya itu menggema di seluruh taman. Hingga ia menghentikan tawanya karena sudah merasakan nyeri pada perutnya.


"Hadeuhhh, sebenarnya apa yang kau lamunkan, hm?" Tanya Lukas.


"Kalau aku sedang memikirkan kan mu, apa kau akan percaya?" Tanya Alin berharap mendapatkan tanggapan Lukas seperti yang di pikirkan nya.


"Hah? Aku? Kenapa... kau memikirkan kan aku?" Lukas hanya bisa terbata, ia tertegun sekaligus kaget mendengar itu.


Alin mulai tersenyum gentir melihat tanggapan Lukas. Ia menengadahkan kepalanya ke atas dan memejamkan matanya. Untuk beberapa saat suasana hening, tidak ada yang bersuara sedikitpun. Ke duanya tenggelam dalam pikiran masing. Lukas pun bergerak membelakangi Alin dan berpikir sejenak.


"Ternyata Lukas tidak menyukaiku seperti aku menyukainya. Aku sepertinya sudah terlalu percaya diri. Ini hanyalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Aku hanya terlalu naif karena berpikir dia menyukaiku karena selalu memperhatikan ku. Ternyata... Dia melakukan ini hanya karena.... misinya."


Alin mulai membuka matanya kembali dan menatap matahari yang terlihat masih memancarkan cahayanya di langit. Sedangkan hatinya telah di tutupi oleh awan-awan hitam yang siap mengeluarkan air hujan. Lukas pun melihat ke arah langit biru, termenung sejenak.


Lukas sudah berbinar-binar mendengar itu. Sambil membelakangi Alin, Lukas diam-diam tersenyum senang.


"Hanya bercanda." Ucap Alin.


Alin berdiri dari tempatnya dan menghampiri Lukas yang membelakangi nya, lalu berdiri. Lukas pun mengangkat kepalanya, ia mendapati Alin yang sedang tersenyum kepada nya dengan sedikit membungkuk. Tapi bukan senyum yang tulus, melainkan senyum yang dipaksakan dan Lukas pun menyadari akan hal itu.


"Senyumannya itu... terlihat di paksakan. Apa dia mengira aku tidak menyukainya karena tanggapan ku tadi? Jadi dia mengatakan itu karena bercanda untuk mengalihkan pikirannya." Tebak Lukas, dan tebakannya sangat akurat.


"Ayo Lukas! Aku tadi hanya memikirkan Viko. Ayo pulang, Viko mungkin sudah lapar sekarang." Ucap Alin seraya mengulurkan tangannya.


"Benar, tebakan ku benar. Aku pernah merasakan situasi ini dulu. Mungkin aku akan membiarkan nya dulu, menunggu sampai dia menyadari akan sedalam apa perasaan nya."


Setelah itu, Lukas hanya tersenyum, lalu menggapai tangan Alin. Mereka pun pulang ke istana. Di sepanjang jalan pulang ke istana, Alin hanya terlihat menundukkan kepalanya tanpa suara, begitu pun dengan Lukas.


Sudah berjam-jam mereka membolos kelas, hingga jam pelajaran academy sudah benar-benar usai saat itu. Lukas membawa Alin pulang ke istana dan mengantarnya ke kamar untuk bersiap menemui Deon Li hari ini.


Sebelum meninggalkan Alin, Lukas mendekati Alin yang tengah duduk di atas kasur melepaskan sepatunya. Lukas berdiri tepat di depannya, tapi Alin terlalu sibuk dan fokus dengan sepatunya sehingga tidak menyadari akan Lukas yang ada di depannya.

__ADS_1


Setelah selesai melepaskan sepatunya, Alin menoleh ke depan dan terkejut akan kehadiran Lukas yang sudah tiba-tiba ada di depannya. Seperti biasa Lukas selalu memasang senyumannya yang manis itu.


"Oeh... Ada apa lagi? Kenapa kau masih di sini?" Tanya Alin yang terlihat kebingungan.


"Apa kau benar-benar memikirkan aku tadi?" Tanya Lukas tersenyum jahil.


"E-eh. Bukannya, bukannya tadi kataku aku hanya bercanda. Ada apa denganmu? Ja-jangan terlalu percaya diri begitu."


"Baiklah, baiklah. Setelah urusanmu dan ayah selesai, ikut denganku nanti. Aku ada kejutan untuk mu."


"Kejutan? Untuk apa? Juga, bagaimana dengan Viko? Viko sudah seharian ini di tempat Olivia dan Kael."


"Tidak usah kuatir. Kael dan Olivia pasti senang dengan kehadiran Viko." Lukas mengacak-acak gemas rambut Alin.


"Uh, hm."


Lukas pun keluar dari tempat Alin dan kembali ke tempatnya di kamar sebelah. Setelah itu Alin juga beristirahat sejenak sebelum menemui Deon Li nanti.


Sementara itu, di kantor nya Kael. Ada kekacauan besar di kantornya. Seperti diterpa angin topan kantornya itu. Botol-botol ramuan ada dimana-mana, kertas-kertas bertebaran, kursi dan meja bahkan merubah posisi mereka menjadi ala aesthetic. Yang tadi nya berdiri dengan tegak dan rapi, menjadi menyatu dengan jendela. Bahkan rak buku yang tadinya penuh buku, menganggur oleh karena tidak ada buku di dalamnya.


Dan pelaku kejahatan ini tidak lain dan tidak bukan adalah rubah nakal yang bernama, Viko. Ia melompat kesana-kemari, mengobrak-abrik meja Kael dan membuat Kael mengejarnya kesana kemari. Jadi intinya, Viko lah pelaku kekacauan ini. Kael terus saja mengejar rubah nakal itu, bahkan sampai rela naik ke atas meja agar bisa menjangkaunya.


"Hei, Viko! Awas kau! Kalau berhasil menangkap kau, ku suruh kau membereskan ruangan ku selama seminggu nanti! Viko!"


Sementara Olivia hanya duduk di kursi tunggu, melihat kelakuan mereka ia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tidak habis pikir dengan Kael yang otaknya sudah kekanak-kanakan itu. Saking kesalnya Kael pada Viko, otaknya bahkan tidak bisa memikirkan cara lain untuk nya menangkap rubah itu.


"Ck, ck. Dokter jenius, ya dokter jenius. Tapi otaknya tidak di pakai, kenapa tidak pakai sihir saja coba. Lebih mudah dan praktis." Gumam Olivia dengan suara yang pelan seraya memijit pelipisnya.


Hingga Viko melompat ke meja susun botol kosong ramuan sambil mengejek-ejek Kael. Kael yang sudah kesal, sudah habis pikirnya. Ia melompat ke rak itu. Tentu saja rak susun itu tidak bisa menopang berat tubuhnya, rak itu pun rubuh dan terjatuh dengan puluhan botol ramuan kosong.


...PRANG...


...PRANG...


...PRANG...


"VIKOOOOO!!!!!"


"Sksksksk..." Tawa Viko.


Masih di situasi yang sama, Kael masih saja mengejar Viko yang sedang membuat kekacauan di kantornya.

__ADS_1


"LUKAS!!! Mana majikannya!! Ku bunuh kau jika membawa majikannya terlalu lama!!!"


__ADS_2