
* Masih di posisi yang sama...
Beberapa menit kemudian Lukas sedikit melirik ke belakang. Ia melihat kebelakang dan melihat Gion yang sedang memandangi Alin. Lukas lalu mengayunkan tongkatnya dan seketika muncullah sebuah buku di hadapan Gion, bukunya tepat di depan wajahnya dan hanya berjarak beberapa senti.
Gion yang melihat Lukas melakukan hal yang tidak wajar ia lakukan nya sebelumnya, membuatnya tersenyum nakal dan berencana untuk menggoda Adik kecilnya.
*Skip, istirahat makan siang...
Pada saat jam istirahat makan siang KIMASEF pergi ke kantin bersama. Mereka mengambil makanan mereka dan duduk di tempat yang cukup besar. Di meja itu terlihat Alin yang sedang memainkan makanannya. Ia merindukan sahabatnya, dia ingin pergi tapi dia juga takut kalau itu tidak di perbolehkan. Gion yang melihat Alin terlihat sedih merasa ikut sedih juga, ia lalu menegur Alin.
"kamu kenapa? kenapa makanannya gak di makan" tanya Gion
"ngapapa, cuman...capek aja" jawab Alin dengan senyuman manisnya.
Gion pun berinisiatif untuk membawa Alin makan ke taman academi dan ia pun menyetujuinya.
"gimana kalau kita berdua makan ke taman academi" ucap Gion menawarkan Alin makan di taman.
"boleh?" tanya Alin.
"iya, yuk" Ajak Gion lagi seraya menarik tangan Alin.
"oh...oke" ucap Alin mengiyakan ajakan Gion dengan sedikit keraguan.
Lukas yang memperhatikan mereka dari tadi merasa kalau dia tidak suka dengan perlakuan Gion kepada Alin. Entah itu karena dia mulai menyukai Alin atau hanya karena Gion mungkin sedikit mempersulit misi Regental nya.
*Taman academy Ligen...
__ADS_1
Taman di academy Ligen sangatlah indah. Di taman itu terlihat bermacam-macam jenis Bunga dan bermacam-macam warna nya. Di setiap sudut dan sisi taman ada sebuah bangku untuk tempat bersantai. Tidak hanya Gion dan Alin yang berada di situ, tapi siswa siswi lain juga. Mereka pun duduk di salah satu bangku itu.
"kamu tadi kenapa?" ucap Gion seraya memulai percakapan.
"ngapapa" sahut Alin dengan senyuman yang manis.
Gion yang melihat senyuman Alin yang terlihat manis itu merasa kalau dia semakin tertarik dengan Alin. Ya Gion adalah orang yang ramah, baik, lemah lembut dan menghargai kaum wanita. Tentu saja Gion tidak kalah populer dari adiknya.
"kamu pasti kangen seseorang yah?" tebak Gion dengan senyuman jahil.
Alin kemudian membisu mendengar tebakan Gion yang hampir tepat itu. Ia membelalakkan matanya lalu menatap Gion.
"bagaimana kamu tau?" tanya Alin sedikit terkejut sekaligus takjub dengan tebakan Gion.
"Gion gituloh" ucap Gion membanggakan dirinya sendiri.
"hahahaha, ada ada aja kamu ini" tawa Alin melihat sifat Gion yang narsis.
"oh iya, kita kan belum kenalan. Aku Gion Pranatha." ucap Gion memperkenalkan dirinya pada Alin seraya menyodorkan tangannya.
"Jiu xiao Alin, panggil aja aku Alin" ucap Alin memperkenalkan diri nya juga seraya menjabat tangan Gion.
"apa kamu mau menjadi temanku" tanya Gion dengan wajah ramahnya.
"tentu" sahut Alin menyetujui Gion.
"sebenarnya siapa yang kamu rindukan. pacar?orang tua?sahabat?" tanya Gion lagi penasaran.
__ADS_1
"sahabat" jawab Alin singkat dengan wajah yang sedih.
"kenapa kamu tidak menemuinya?" tanah Gion lagi.
"Bagaimana mau menemui nya? Sekarang aku sudah menjadi putri, jadi anggota KIMASEF, apa bisa menemui nya. Palingan kalian nanti memarahi dan melarang ku." Omel Alin dengan wajah yang kesal dan nada bicara yang sedikit di tinggikan.
Gion yang melihat Alin tiba-tiba mengomel, merasa kalau Alin orang yang lucu dan polos. Ia tertawa melihat tingkah Alin yang berubah seketika seperti anak kecil yang di rebut permennya.
"hahaha. Mana ada dilarang Alin, kamu orangnya Lucu banget." Ucap Gion seraya tertawa terbahak-bahak.
"tapi pengawal ku selalu saja melarang ku" bantah Alin dengan wajah cemberut nya.
"benarkah? Mungkin saja mereka merasa kamu masih terlalu lemah dan harus di lindungi" ucap Gion lagi seraya menggoda Alin yang sedang ngambek.
Alin yang merasa di remehkan merasa kesal dan memalingkan wajahnya. Gion kemudian menenangkan Alin dan mengatakan kalau ia akan melonggarkan penjagaan.
"sudah, sudah. Aku cuman bercanda doang, nanti aku akan menyuruh pengawal mu agar memperlonggar penjagaan. oke?" bujuk Gion.
"benarkah? oke baiklah" sahut Alin dengan gembira.
...tiba-tiba...
...kring.... kring.......
*Bel masuk kelas pun berbunyi....
Alin dan Gion yang mendengar bel kelas pun memutuskan untuk bergegas masuk kelas. Mereka berjalan ke kelas bersama dan mengobrol hingga mereka sampai di depan kelas. Setelah itu mereka duduk di bangku mereka masing-masing.
__ADS_1