Cerita Cinta Di Dunia Sihir

Cerita Cinta Di Dunia Sihir
EPISODE 109 Aksi tak terduga dari gunung kutub.


__ADS_3

Lalu beberapa saat kemudian hari sudah hampir gelap, Alin yang tadinya tak sadarkan diri sudah mulai membuka matanya dengan perlahan. Saat ia sudah membuka mata, ia melihat Lukas dan Olivia sedang terkurung di sebuah kantong jaring yang terpisah di depannya. Karena terkejut akan pemandangan itu, Alin sontak berdiri dari tempatnya. Tapi ia juga sedang berada dalam kantong jaring juga, lalu kehilangan keseimbangan nya.


"Whoooahhh...." Pekiknya.


Alin pun terjatuh karena kantong jaringnya itu bergoyang-goyang.


"Awas jatuh." Ucap Olivia dengan nada yang santai.


"Telat!"


Karena mendengar kebisingan dari tempatnya para tawanannya, ketua bandit menghampiri mereka yang ia kurung di dalam gua di dekat kamp. Saat ia masuk, ia melihat Alin yang telah sadar lalu menghampirinya. Ketua bandit menyentuh Alin dan memegang dagunya.


"Cantik, bermainlah dengan kami... Bagaimana? Aku pasti akan membebaskan kalian nanti setelahnya."


"BLEHHH! TIDAK MAU!" Bantah Alin dengan lantang.


Ketua bandit kembali menggoda Alin, ia meletakan jari telunjuknya yang pendek itu ke bibir manis Alin. Alin merasa jijik dengan ketua bandit. Karena ia merasa marah dengannya, Alin mengigit jari itu.


"AH!" Jeritnya yang sontak menarik tangannya kembali.


"BWEEEKKKKK! Apa kau tidak pernah cuci tangan? Rasa tanganmu rasanya seperti ikan busuk. Eh, bangkai binatang, mungkin??" Ucap Alin terus terang.


"Enak saja! Apa kau tau, aku mandi 1 kali dalam seminggu! Kata siapa tangan ku bau?!" Bantahnya.


"Kata ku. Buktinya tanganmu memang bau."


"Hahahaha..." Kekeh Olivia.


Olivia yang berada di samping Lukas itu mendengar percakapan mereka berdua terkekeh geli mendengarnya. Tapi Lukas hanya diam tertunduk tanpa merespon sedikitpun. Sementara itu merasa tidak terima dan marah pada Alin.


"Kurang ajar kau!" Bentaknya.


"Eugh..."

__ADS_1


Ketua bandit yang tidak terima dikatai dan ditertawakan seperti itu merasa sangat marah, ia melayangkan pukulannya ke Alin, namun...


"Jangan sentuh dia kalau kau tidak ingin mati." Ancam Lukas lagi.


Lalu ketua bandit merasa tertarik dengan Lukas yang terus saja mengancamnya dari tadi. Ia menoleh kearah Lukas dan menatapnya sinis. Lalu ia menghampiri Lukas yang masih tertunduk di dalam kantong jaring.


"Heh! Tuan, tadi kau bilang bisa mengalahkan kami sendirian. Tapi kenapa kau tidak berbuat apa-apa dan malah mengancam terus dari tadi?" Ucapnya.


"Itu karena kalian berbuat curang dengan menggunakan barang anti sihir. Dan lagi, umurku masih 21 tahun jadi jangan memanggilku tuan seperti itu." Bantah Lukas dengan nada khas nya.


"Tuan... Jika kau ingin menjadi orang yang hebat dan kuat, maka harus bisa berbuat curang."


"Sudah ku bilang, umurku masih 21 tahun jangan memanggilku tuan." Tegas Lukas sekali lagi.


"Hahaha..." Kekeh Alin dan Olivia.


"Diam kalian! Setelah ini kalian tidak akan bisa tertawa lagi, hanya ada tangisan yang akan terdengar!!!" Bentaknya dengan lantang.


Suasana menjadi hening sejenak, lalu mereka mengangkat kepala mereka kembali setelah bandit itu keluar dan meninggalkan mereka. Alin yang kebingungan dengan situasi ini hanya bisa menatap Lukas dan Olivia yang ada di depannya.


"Ada apa ini? Kenapa kita ada di sini?" Tanya Alin yang kebingungan.


"Seperti yang kau lihat, kita di culik dan jadi tawanan para bandit bau tadi." Sahut Olivia dengan tenangnya.


"Wehhhh!! Lalu kenapa kalian terlihat tenang seperti itu?! Kenapa tidak mencari jalan keluar?!"


"Dia pasti punya ribuan rencana di kepalanya sekarang." Jawab Olivia serta melirik Lukas yang ada di sampingnya sedikit


Lalu Alin melihat ke samping Olivia, yang ada Lukas di sana. Tapi Lukas tidak terlihat berpikir, dia malah terlihat pasrah dengan keadaan mereka sekarang. Alin pun merasa panik, karena Viko dan harimau tadi sepertinya ikut di kurung oleh bandit-bandit itu juga di dekat kamp.


"Hei... Ayolah, kita harus keluar. Jika tidak, Viko dan hewan peliharaan penduduk tadi akan di jadikan daging bakar oleh mereka." Ucap Alin.


Ia mencoba untuk mengeluarkan mantra api nya, tapi seperti sebelumnya jaring itu malah menyerap api itu, tapi Alin terus saja mencobanya. Tapi itu sia-sia saja, jaring itu akan tetap menyerapnya.

__ADS_1


"Apa kau hanya peduli pada hewan-hewan itu, Alin? Kau juga harus mempedulikan dirimu juga. Sisakan energi mu untuk kabur jika ada kesempatan nanti. Percuma saja, jaring ini akan meresap kekuatan mu." Tegur Olivia.


"Aku tau... Lukas... Tolong lakukan sesuatu." Rengek Alin yang hampir menangis.


Tapi Lukas hanya diam dan memejamkan matanya. Ia terlihat pasrah dan tidak memperdulikan di mana posisinya yang sekarang ini. Karena tidak kunjung di respon, Alin masih nekat dan berjuang untuk membebaskan diri dari jaring itu.


"Hahh... Ternyata orang itu benar. Sekuat apapun diriku nantinya, pasti ada saja celah besar yang akan menjadi kelemahan ku." Gumam Lukas sambil menghela nafas.


"Semua orang pasti memiliki celah. Itulah mengapa orang yang memiliki seseorang yang spesial baginya itu lebih kuat walaupun memiliki celah yang sangat besar sekalipun. Sementara orang yang memiliki celah yang kecil, tapi jika tidak ada seseorang yang spesial baginya dia tidaklah hebat. Karena orang yang spesial baginya itulah yang akan menutupi celahnya." Jawab Alin yang masih berusaha menghancurkan kantong jaring itu.


"Kau benar. Seseorang sedang berusaha menutupi celah besar yang ada di dalam diriku."


Lukas terlihat tersenyum tipis, tapi Alin malah tidak mengerti dengan itu. Lalu tidak memperdulikan hal itu lagi. Ia kembali berjuang untuk membebaskan diri tapi Olivia dan Lukas terlihat tenang-tenang saja di hadapannya.


Semua yang dia lakukan sia-sia saja, kekuatannya selalu di serap oleh jaring tersebut. Hingga Alin sudah hampir pasrah dan ia pun kembali merengek ke Lukas dan juga Olivia.


"Oh ayolahhh Lukas, Olivia... Jika memang mustahil tidak berarti tidak bisa berusaha, kan? Kalian kenapa tidak berusaha untuk keluar...? Olivia... Lukas..." Rengek Alin seraya menatap mereka secara bergantian.


Tapi Lukas hanya tersenyum lagi. Lukas sepertinya sudah melakukan sesuatu sebelumnya, tapi Alin dan Olivia tidak tau apa yang ia lakukan. Lukas memiliki kekuatan yang tidak bisa di bilang biasa dengan usianya yang masih muda seperti itu. Bahkan Lukas mungkin lebih hebat dan cerdik dari kakaknya, Yuno.


"Bodoh! Apa kau kira aku akan mudah menyerah? Apa kau tidak tau apa yang aku lakukan sekarang?" Tanya Lukas seraya menunjuk ke tali jaring nya, sambil tersenyum.


"Eh? I-itu... Kekuatan 5 elemen..." Ucap Olivia yang hampir tidak bisa berkata-kata.


"Hah?" Tambah Alin yang kebingungan.


Lalu terlihatlah ada cahaya warna-warni kecil yang menjalar ke sela-sela jaring dan menjalar menuju ke titik kekuatan jaring itu juga. Olivia sangat takjub, senang, bingung, sekaligus kaget melihat Lukas yang bisa menggunakan kekuatan itu. Kekuatan 5 elemen terdiri dari kekuatan yang bisa mengendalikan air, tanah, petir, alam, dan es. Itu bukanlah sihir, melainkan kekuatan dari dunia.


Sangatlah mustahil di dalam pikiran Olivia, umur Lukas sangatlah muda dan ia tidak pernah melihat ada orang yang bisa menguasai kekuatan itu dengan umurnya yang sangat muda seperti itu. Hanya beberapa orang yang bisa melakukannya. Setahu Olivia hanya Jun Yeo, Indra, dan satu orang baru yang misterius yang baru bisa menguasainya. Setelah itu tidak ada lagi.


Tak lama setelah itu kekuatannya sudah mencapainya. Lalu jaring Lukas terputus dan terjatuh kebawah, ia pun keluar dari jaring tersebut sambil menyeringai senang.


"Hebat..." Gumam keduanya.

__ADS_1


__ADS_2