
Brian tidak menyangka bahwa kedua orang tua nya sudah tau.Sekarang apa yang harus di lakukan."Ma Brian semakin menyayangimu,karena kau tak pernah marah pada ku apapun yang ku lakukan.Brian janji ma,akan menuruti semua ke inginan mu".gumam Brian dalam hati.
lalu mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.
"Ma,siap segala nya aku akan melamar Tia nanti malam kita akan kerumah nya"Brian menelpon mama nya dan menyuruh menyiapkan segala keperluan lamaran.
Widia sangat senang dia langsung memberi tahu kan kabar baik ini kepada suaminya dan orang tua Tia.
Sementara Tia setelah bertemu dengan Brian langsung menuju ke cafe tempat nya biasa nongkrong dan duduk syantik.Tia tidak jadi pergi ke stasiun radio milik nya.Tia memilih menghabiskan waktunya karena sambil menunggu jam makan siang.Lelah membawa motor nya di panas nya terik matahari.Tia memesan minuman segar sambil duduk bersandar memejamkan matanya."Mana mungkin dia melamar ku nanti malam,gila itu gak lucu sama sekali"ucap nya sendiri.
"Siapa yang mau melamar mu"tiba tiba ada yang menyahut ucapan nya.
__ADS_1
"Revan,ngapain kau di sini"tanya Tia yang terkejut melihat sahabat nya.
"Cih!bukan nya menayakan kabar ku,kebiasaan mu bertanya balik"sahut Revan
"Apa kabar Revan yang baik dan imut kayak marmut?dan ngapain disini"tanya Tia menyindir Revan.
" Aku lagi mau makan siang sekalian nunggu rekan bisnis ku tapi seperti nya belum datang.Apa aku bisa duduk di sini dulu"ujar Revan.
"Tadi aku mendengar soal lamaran,siapa yang mau di lamar"tanya Revan lagi.
"Bukan siapa siapa kau hanya salah dengar"ucap Tia.Pembicaraan mereka pun terjadi penuh canda tawa antar sahabat tanpa mereka sadari Brian bersama Roni sudah berdiri di dekat mereka.
__ADS_1
"Selamat siang tuan"ucap Roni menghentikan tawa mereka dan memandang siapa yang datang.Revan segera berdiri dan menyambut rekan bisnis nya."Silahkan duduk,saya memesan tempat ini agar nyaman dan banyak udara segar"ujar Revan sambil melirik Tia yang sudah melotot,Tia tidak masalah tempat nya di isi orang lain juga, pasalnya Revan mengatakan nya sambil mengedipkan matanya.Seperti ketahuan selingkuh itulah yang di rasakan Tia yang melihat tatapan tajam Brian pada nya.
"Kenal kan ini Tia,pemilik Resort di Selatan dan dia adalah sahabat ku dan sebentar lagi akan jadi pacar"ucap Revan tersenyum pada Tia.
"Aku sudah tau,dia adalah calon istri ku"ucapan Brian berhasil membuat Revan diam sejenak.Begitu juga Roni yang baru ketemu dengan Tia menatap mereka bertiga satu persatu dengan wajah datar nya dan Revan kembali melihat Tia yang sudah menunduk.
"Apa itu benar,ahh Tia kau mematahkan harapan ku kali ini"ucapan nya di buat selebay mungkin membuat Brian salah mengartikan ucapan Revan.Tia yang masih merasa kan aura tidak baik beranjak dari duduk nya dan permisi ingin pulang.
"Revan aku pulang dulu dan terima kasih atas pertemuan nya"Brian menghentikan langkah Tia kaki Tia,karena tangan Brian lebih dulu menarik tangan Tia.
"Biar ku antar"ucap nya dingin.
__ADS_1
"Biar Roni yang mengurus kerja sama kita,aku permisi"ujar Brian berjalan sambil menggenggam tangan Tia.Revan yang masih bingung ingin memanggil Tia tapi di cegah oleh Roni.