
Pagi-pagi sekali Brian dan Tia istri nya sudah tiba di rumah sakit untuk bergantian menjaga kakek Brian.Kedua orang tua Brian pulang ke kediaman mereka karena masih akan mengurus pekerjaan nya yang tertunda begitu juga Widia.Brian duduk di sofa samping kakek nya yang masih tertidur sambil memangku laptop nya sambil bekerja sedangkan Tia memilih membuatkan teh juga mengeluarkan beberapa helai roti yang di bawa nya dari rumah,menaruh nya di atas mampan kecil dan meletakkan nya di meja.
"Sayang ini teh mu"ucap Tia tersenyum dan Brian pun mengambil nya menghirupnya lalu meminum nya.
"Terima kasih sayang"ucap Brian.
"Sayang bisa minta tolong,bangun kan ke dua R jomblo akut itu dan buat kan mereka teh juga ya"ucap Brian membuat Tia bingung.
"Bangun kan siapa"tanya Tia.
"Reno dan Roni"jawab Brian.
"Kamu aja"ucap Tia karena Tia malas melihat Reno.
"Ayo lah,aku lagi kerja sayang"ucap Brian menatap istri nya dengan tersenyum manis.Tia pun mengangguk saja dan membuat kan teh untuk dua R.Kemudian Tia keluar menuju ruangan Reno dan mendorong pintu dengan satu tangan nya.
__ADS_1
"Ada apa dengan mereka"gumam Tia yang melihat tak satu pun dari dua orang itu yang terlihat wajah nya semua tertutup oleh selimut.Tia berjalan ke arah sofa dan meletak kan mampan yang berisi dua gelas teh ke meja dan membangun kan Roni terlebih dahulu.
"Kak Roni,bangun lah"panggil Tia pelan sambil menarik selimut Roni.Kemudian dengan ragu Tia berjalan ke arah ranjang dan ingin membangunkan Reno.Belum sempat Tia bersuara Reno terlebih dahulu membuka selimut nya.
"Selamat pagi...Sa..Yang..Ku.."ucap Reno tersenyum senang karena begitu bangun tidur dia bisa langsung melihat wajah Tia namun Tia hanya diam dan tanpa di duga Reno satu bantal melayang tepat di wajah nya.Roni melempar nya dengan bantal karena Roni mendengar apa yang di katakan Reno tadi.
"Sialan kau Roni"ucap Reno kesal dan Roni langsung beranjak dari sofa tempat dia tidur dan mengambil segelas teh lalu meminum nya.
"Tia,lain kali jangan kemari tanpa Brian"ucap Roni dingin lalu berjalan ke arah Reno dan memberikan teh buat Reno.
"Tia!Keluar lah,katakan pada Brian aku akan datang!"ucap Roni dan Tia pun mengangguk mengerti lalu keluar dari ruangan Reno.
"Dengar aku tidak tahu apa alasan mu berusaha menggoda Tia.Tia itu istri dari saudara mu sendiri dan kalau kau mau menggoda wanita cari saja yang lain"ucap Roni.
"Kalau begitu cari tau alasan nya kenapa aku menggoda Tia"ucap Reno menantang.
__ADS_1
"Jangan sampai Brian mendengar nya"ucap Roni kesal.
"Cih!Kau tidak tau apa pun,sebaik nya jangan menghalangi ku"ucap Reno tersenyum sinis.
"Minum teh mu,dan ingat lah kata kata ku,jangan sampai Brian mendengar kau menggoda istri nya,kalau tidak habis kau di buat nya"ucap Roni segera meninggalkan Reno sendiri dan menutup pintu dengan keras.
"Apa dia juga menyukai Tia?Ahh mana mungkin tambah lagi satu sainganku."gumam Reno menggelengkan kepala nya dan kembali meminum teh nya.
"Teh buatanmu sangat manis semanis senyum mu"ucap Reno.
Terima kasih buat yang sudah baca karya author.Jangan lupa kasih like nya juga ya.
Terima kasih.
Terima kasih.
__ADS_1
Terima kasih.