Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 93


__ADS_3

Dirumah sakit itu tampak Tia duduk sendiri sambil memangku laptopnya.Matahari sudah hampir beranjak turun menandakan akan bergantinya siang.Tia meriksa pekerjaan nya sebelum Sita dan Kevin datang untuk menemuinya.Tia menyuruh mereka datang kerumah sakit saja karena Tia sedang menunggu Bela yang belum siuman.Suasana hati yang gelisah tidak mampu membuatnya fokus untuk bekerja dengan sesekali memandang ke arah pintu ruangan Bela di rawat Tia menghela nafas panjang tanda dia tak sabar menunggu dokter itu keluar dari ruangan Bela.Beberapa saat kemudian dokter itupun keluar dengan cepat Tia memasukkan laptop nya ke dalam tasnya dan berlari menghampiri dokter itu.


"Maaf dokter....Apa Bela sudah siuman.Apa aku bisa menemuinya sekarang"tanya Tia tidak sabaran.


"Anda boleh masuk ke dalam sekarang.Tapi pasien belum bisa di ajak bicara jadi jangan memaksanya untuk berbicara"ucap dokter itu dan Tia pun mengucapkan terima kasih kemudian dokter itu pergi ke ruangan lain.Tia masuk dengan langkah pelan mendekati ranjang Bela dengan langkah gemetar karena bagian tubuh Bela masih di pasang oleh alat alat rumah sakit.


"Cepat sembuh sayang...Mommy ada di sini"ucap Tia pelan seraya mengusap rambut Bela dengan lembut.Rasa rindunya telah terobati saat sudah melihat Bela di depan nya walaupun Bela belum sadar namun dia sudah di ijinkan dokter untuk menemaninya.Tia memilih menghubungi Fardan dan memberitahu jika mereka sudah boleh masuk keruangan Bela untuk melihatnya.Setelah selesai berbicara dengan Fardan,Tia memilih duduk di samping Bela sembari menyelesaikan pekerjaannya di laptopnya tadi namun beberapa saat kemudian Kevin dan Sita pun datang dan membawa berkas-berkas yang akan di tanda tangani oleh Tia.Kevin masuk di ikuti oleh Sita dan mereka memilih duduk di sofa agar tidak mengganggu istirahat Bela.


"Kevin...Sita...bagaimana hubungan kalian apa sudah ada kemajuan"tanya Tia di saat menandatangani berkas di depannya sambil melirik ke arah mereka berdua.Sita dan Kevin saling pandang kemudian saling memasang wajah datar.


"Hei....Ada apa dengan kalian?Apa kalian bertengkar?Kalian memang sangat menggemaskan!ucap Tia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kevin sudah tunangan"jawab Sita dengan wajah ketus.


"Hah...Tunangan...Sejak kapan.Kenapa aku tidak di undang?Dengan siapa dia bertunangan?"tanya Tia seraya menghentikan tangan nya menunda untuk menandatangani berkas di depannya.


"Kenapa tanya sama aku?Noh itu orang nya ada di situ tanya dia saja"Sita tampak kesal.


"Kevin!"panggil Tia.


"Kau di jodohkan?"tanya Tia dengan mengeraskan suaranya namun beberapa saat kemudian menutup mulutnya karena sadar mereka berada di ruangan Bela.


"Apa dia lebih cantik dari pada dia"ucap Tia pelan setengah berbisik namun Sita masih bisa mendengar.

__ADS_1


"Aku mendengarnya"ucap Sita cuek.


"Maaf Non..Apa sudah selesai.Kami harus pergi sekarang"ucap Kevin menyadarkan Tia yang masih menggantung tanda tangannya.


"Kau ini..!ucap Tia seraya memeriksa berkas di tangan nya.


"Sita...Carilah pria yang mencintaimu bukan yang kau cintai.Cari pria yang lebih tampan dari dia"ucap Tia seraya memberikan semua berkas di tangan nya pada Sita sambil tersenyum.


"Jangan berikan kesempatan lagi pada orang yang tidak peka"ucap Tia lagi sambil melirik Kevin.


"Iya mbak Tia.Terima kasih...Kami pamit yah"ucap Sita sambil permisi dan dengan wajah datarnya Kevin pun permisi pada Tia.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2