
Jangan lupa kasih like sama komennya Bestie...
Happy reading!
Di stasiun radio
Setelah selesai Tia rapat mendadak dengan sahabatnya Tika juga para stafnya mereka tampak makan siang bersama di ruang rapat itu karena Tia sudah memesan makanan dari luar.Tampak Tia sedang menghubungi Brian dengan raut wajah kesal karena Brian tidak mengangkat teleponnya.Berulang kali ia menghubunginya namun tidak juga di jawab.Tia hanya ingin memastikan apa persidangan itu lancar dan apa Brian sudah makan siang.
"Bumil kenapa wajahnya kusut begitu!Apa makanannya gak enak,kamu sendiri kan yang pesan tadi"ucap Tika sambil mengangkat sendoknya.
"Kalian makanlah yang banyak jangan pedulikan kami yang sedang bicara,anggap di rumah sendir yah"ujar Tika pada staf yang ikut makan bersama sambil tersenyum.
"Baik mbak Tika..Selamat makan semua"jawab salah satu dari para stafnya.
"Tika"panggil Tia pelan.
"Ada apa lagi"jawab Tika sambil melahap makanan di piringnya.
"Apa Brian sudah makan siang yah"tanya Tia dengan polosnya.
"Astaga Tia,dari tadi kamu mikirin Brian toh!Sampai nasimu sendiri gak kamu makan.Kamu bisa telpon dia kan"ujar Tika sedikit kesal.
"Gak di angkat"ucap Tia pelan.
__ADS_1
"Mungkin dia sibuk atau lagi makan siang sama selingkuhannya"ucap Tika asal dan langsung mendapat cubitan dari tangan Tia di perut Tika.
"Aauww,sakit Tia dasar bumil suka banget cubit perutku"teriak Tika membuat para staf itu melihat mereka berdua.
"Mbak Tia kami pamit keluar untuk bekerja lagi"ucap salah seorang staf setelah mereka selesai makan.Mereka pun pergi meninggalkan Tika dan Tia di ruang rapat itu.
"Tika kalau ngomong jangan sembarangan deh,aku gak suka!"ujar Tia dengan kesal.
"Iya deh bumil,maaf yah"ucap Tika dengan mata sayu nya.
"Sekarang kamu makan yah,jangan sampai keponakan ku di dalam kelaparan karena mamanya gak mau makan.Brian jangan di pikirin deh dia udah dewasa sudah mau jadi bapak-bapak juga,gak mungkinkan kalau lapar gak bisa cari makan sendiri"ucap Tika membujuk Tia untuk makan.
"Belikan sate ayam dong"renggek Tia entah kenapa menginginkan makanan itu sekarang.
"Biar aku pesan kan saja "ujar Tika lagi ingin mengambil ponselnya.Namun di cegah oleh Tia.
"Dedeknya pengen auntynya yang pergi beli satenya"ucap Tia pelan.
"Ya sudah kalau begitu,kamu juga ikut.Aku gak mau pergi sendiri"ucap Tika sambil menarik tangan Tia dan mereka kemudian pergi dengan mengendarai motor milik Tika.
"Satenya dua porsi ya mang"seru Tia begitu mereka sudah sampai di tempat tongkrongan favorit mereka.
"Di tunggu pesanannya mbak "ucap tukang sate itu seraya mengipas -ngipas sate di panggangan bara api.
__ADS_1
Tia tampak duduk dengan senang sambil menggoyang-goyangkan kakinya sementara Tika sedang mengambil minuman dari mesin pendingin yang tidak jauh dari tempat itu.
"Tia,kamu sedang apa di sini"panggil seorang pria di belakangnya kemudian menghampirinya.
"Reno"seruTia dengan pelan.
"Aku mau makan siang,kamu sendiri sedang apa di sini"tanya Tia.
"Aku tadi sedang makan siang di resto itu dan begitu melihatmu turun dari motor,aku langsung kemari menghampirimu"ujar Reno sambil duduk walaupun Tia belum menyuruhnya untuk duduk.Sebenarnya Reno sedang memeriksa para anak buahnya apakah mereka masih tetap menjaga Revi meskipun dari jauh dan sekalian ingin melihat adik kesayangannya itu kuliah atau tidak.Karena tempat tukang sate itu memang berada di depan gerbang kampusnya Revi dan Sefi.
"Tia ini untukmu"ucap Tika meletakkan minuman itu di meja begitu selesai Tika membayar minumannya.
"Hai Tika "sapa Reno dengan melambaikan tangannya.
"Hai juga"sapa Tika."Sedang apa dia di sini"batin Tika lagi.
"Tia,apa Sefi tidak kuliah,mengapa aku tidak bisa menghubunginya"tanya Reno.
"Sefi pergi mendaki gunung bersama teman-temannya,mungkin minggu atau senin pulang"jawab Tia sambil menerima sate yang di sajikan si mamang tukang sate itu.
"Ini mbak satenya"ucap tukang sate itu.Mata Tia membinar begitu melihat sate itu sambil menelan salivanya berulang kali dan tanpa peduli jika Reno ada di depannya yang sudah memperhatikannya sejak tadi.
"Makanlah yang banyak Tia,aku akan pergi karena aku harus bekerja"ucap Reno sambil berjalan meninggalkan mereka berdua tampa mereka sadari jika Reno sudah membayar semua pesanan mereka.
__ADS_1