Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 89


__ADS_3

Mentari di ufuk barat sudah menunjukkan sinar nya yang berwarna jingga menandakan akan tenggelamnya sinar matahari.Brian membawa Tia pulang kerumah karena Tia harus beristirahat.Sefi dan fardan tinggal untuk menjaga di depan ruang operasi jika operasinya selesai ada mereka yang menjaga dan memberi kabar.


"Sayang...Pelan pelan saja jalan nya.Kenapa cepat sekali"teriak Brian masih di dalam mobil namun Tia sudah berjalan cepat masuk kerumah.Brian pun ikut berlari mengejar Tia masuk ke dalam rumah,mencari keberadaan Tia yang sudah di dapur.


Brian menghampiri Tia yang sedang menunduk di depan wastapel dan mencuci mulutnya berulangkali.Wajah Tia sedikit segar setelah memuntahkan apa yang di tahan nya semenjak di dalam mobil.

__ADS_1


"Sayang..Apa masih sakit"tanya Brian sembari memberikan air untuk Tia.


"Aku hanya mual.Aku menahannya sejak tadi,tapi sekarang aku sudah merasa baikan"Tia mengambil air minum dari Brian dan meminumnya.


"Tia...kamu sakit"tanya Reno tiba tiba sudah ada di antara mereka.

__ADS_1


"Aku tadi hanya ketiduran saat mengemasi barang barang ku"ucap Reno sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.Memang benar Reno ketiduran dan terbangun saat mendengar ada suara Tia di rumah.Reno langsung beranjak dari kamarnya menuju asal suara itu dan di sinilah sekarang dia berada,dia mendapati Brian dan Tia sedang bicara di dapur.Brian hanya mengangguk saja mendengar penjelasan Reno.Brian membawa Tia ke kamar meninggalkan Reno sendiri di dapur.Setelah selesai membersihkan diri Tia pun duduk di atas ranjang sembari memeriksa ponselnya banyak pesan dari Tika juga Sita masalah pekerjaan yang harus di tanda tangani.Setelah membalas pesan Tika dan menelpon Sita agar besok datang ke rumah untuk membawa berkas yang harus di tanda tangani,Tia pun meletakkan ponselnya dan menatap Brian yang sudah berdiri di hadapannya sejak tadi.


"Istirahatlah"Brian menaikkan ke dua kaki Tia ke atas tempat tidur kemudian duduk di sampingnya."Apa kamu membutuhkan sesuatu"tanya Brian namun Tia hanya menggeleng."Kalau begitu istirahat lah dulu sebentar lagi Uci akan datang membawa makan malam"ucap Brian berdiri kemudian menarik selimutnya menyelimuti Tia hingga sampai dadanya kemudian mengecup keningnya.Brian berjalan ke balkon untuk menenangkan pikirannya yang kacau.Berdiri sambil menatap langit yang mulai gelap berharap pada keadaan semoga besok menjadi lebih baik lagi.Brian mengambil sebatang rokok dari sakunya dan menyalakannya mengisapnya hingga asap membumbung ke atas.Kemudian menelpon seseorang dan berbicara seraya mengisap rokoknya berulang kali.


"Apa semuanya sudah selesai,baiklah jika masalah itu aku sendiri yang akan menyelesaikannya.Kerjakan tugasmu dengan benar jangan sampai ada yang terlewatkan"ucap Brian berbicara pada orang suruhannya dan mengakhiri panggilannya kemudian mematikan rokoknya,setelah di rasa bau rokok nya sudah cukup menghilang Brian pun masuk ke kamar menemui istrinya yang sedang menyantap makan malamnya di suapi oleh Uci.Melihat Uci menyuapi Tia makan Brian pun tersenyum melihat pemandangan langka itu.

__ADS_1


"Apa makan dari tangan Uci begitu enak,sehingga aku di cuekin begini"tanya Brian sambari duduk di hadapan Tia membuat Uci berdiri kemudian meningggalkan mereka.


"Sikat gigi dulu kemudian cuci mulutnya yang bersih"ucap Tia.Membuat Brian terdiam sesaat.Brian yang langsung mengerti pun berjalan ke kamar mandi untuk menyikat giginya kemudian menghampirinya kembali.


__ADS_2