
Tia berangkat dari resort nya dengan sepeda motor milik Sita.Dengan santai nya Tia membawa motor Sita menyusuri padat nya jalan yang di lalui.Wanita yang sebentar lagi berusia dua puluh empat tahun itu lebih senang naik motor dari pada mobil. Rok sepan selutut dan sepatu hak tinggi bukan lah masalah besar baginya Tia sudah biasa akan hal itu.Sampai di lampu merah Tia menghentikan laju motor nya begitu juga dengan pengendara lain.Tak sedikit pengendara motor menggodanya begitu juga pengendara Mobil yang menyempat kan membuka kaca mobil nya hanya untuk menggoda Tia.
"Hai cantik,naik mobil ku yok!naik motor kan panas"ujar seorang pengendara mobil yang di sebelah kanan nya.
"Gak usah mau Neng,mending naik motor bisa pegang pinggang abang nanti"ujar si pengendara motor yang di belakang.
Namun ada dua orang pengendara mobil lain juga memperhati kan Tia tampak merasa kesal Brian dan asisten nya juga di sana mereka memutuskan mengikuti Tia.
Tia yang mendengar ocehan pengendara itu pun langsung mengangkat jari tangan nya dan memperlihat kan cicin di jari manis nya sambil tersenyum.
"Yah udah nikah,gak apa apa Neng,ku tunggu janda mu"ujar si pengendara motor teriak karena Tia sudah melajukan motor nya ketika lampu sudah berganti hijau.
"Aku akan singgah membelikan Bela sesuatu"gumam Tia yang melihat toko beragam mainan anak anak.Tia berhenti di toko tersebut dan membeli sebuah boneka kelinci dan beberapa mainan lain nya.
"Bela pasti suka"gumam Tia,setelah membayar nya Tia lalu melanjutkan perjalanan nya hingga sampai lah dia di panti.
__ADS_1
"Nak Tia sudah datang"sapa bu Retno yang melihat Tia sudah turun dari motor nya karena bu Retno tadi memang sudah menunggu nya.
"Apa kabar bu,Bela mana"ujar Tia yang melihat sekeliling nya namun tak satu pun anak anak sedang bermain.
"Anak anak sedang belajar menggambar di taman,dan Bela juga di sana"ujar bu Retno sambil mempersilahkan Tia masuk.
Mereka pun berjalan bersama sambil bercerita hingga sampai lah mereka.Anak anak yang melihat Tia ingin berteriak namun Tia lebih dulu mengangkat satu jari telunjuk nya untuk menutup mulut,dan anak anak itu pun mengerti.Tia berjalan mengendap pelan ke arah Bela.Tia melihat Bela yang duduk sendiri sedang menggambar sesuatu hingga tak menyadari jika Tia sudah di samping nya.
"Gambar apa sayang"ucap Tia sambil mengusap kepala bela.
"Bela kangen!kenapa baru datang"ucap Bela langsung memeluk Tia.
"Maafin aunty ya sayang,Bela udah makan"ujar Tia namun bela hanya menggeleng. Tia pun menggendong Bela membawa nya ke kamar Bela.Dan Tia pun memberikan Bea makan,setelah selesai makan Tia pun memberikan boneka yang di beli nya tadi.
"Aunty terima kasih ya ini banyak banget"ucap Bela.
__ADS_1
"Biar ada teman Bela bobok ya"ujar Bela lagi dan meletak kan boneka itu di samping nya.
"Bela mau tidur"tanya Tia.
"Iya aunty Bela sudah kenyang jadi mau tidur siang dulu,aunty jangan pulang dulu temani Bela tidur ya"ucap Bela sambil menyusun boneka boneka nya di tempat tidur nya.
"Baik lah tuan putri,apa perlu di nyanyi in"ucap Tia.Dan Bela pun mengangguk senang.
Sementara di luar sana,Brian kembali melanjut kan perjalanan nya menuju kafe terdekat untuk makan siang.Tadi ketika menelpon Tia,Brian sudah di perjalanan hampir sampai di resort.Namun melihat Tia sudah naik motor Brian memutus kan untuk mengikuti nya hingga ke panti.
Terima kasih yah sudah baca karya autor receh ini.
kasih like sama komen nya juga yah.
Gak berani malak coffe karena autor sadar karya autor masih di bawah standar para pembaca.
__ADS_1
Terima kasih.