
Setelah Tia di periksa dokter dan di nyatakan baik baik saja apa lagi kandungan nya sangat kuat.Kemarahan Johan tampak surut karena mengetahui jika putrinya telah hamil cucunya.Widia dan Rosa tampak berpelukan karena merasa senang,sementara Wanda menepuk bahu putra nya dan mengusap pukulan yang di layangkan beberapa saat yang lalu.
"Kenapa kalian menyembunyikan kabar bahagia ini sayang"Rosa menghampiri Tia dan memeluk nya.
"Tadinya kami berencana mengumumkan nya setelah acara selesai"Tia menjawab dengan suara yang pelan namun masih dapat di dengar karena di ruangan itu tampak senyap.
"Ma...Bawa aku ke kamar,aku mau istrirahat"dengan cepat Brian segera bangkit berdiri dan menggendong istri nya itu kekamar.Tia menatap Brian saat Brian menggendongnya menaiki anak tangga.Ada rasa khawatir karena melihat wajah Brian saat ini karena lebam dan darah yang belum mengering.Ingin menyentuh luka itu namun di urungkan karena takut jika Brian akan kesakitan .Brian mendorong pintu dengan satu kakinya dan meletakkan Tia di ranjang,tidak ada satu katapun keluar dari mulut nya namun matanya tajam nya seakan menusuk dan juga pertanyaan dihati nya ingin di ungkapkan namun takut akan memperkeruh suasana,biarlah dia mencari tahu jawaban nya sendiri.
"Tunggu"Tia menahan Brian yang ingin keluar dari kamar itu.Langkah Brian terhenti namun masih diam.
"Biar aku obati lukamu,duduklah"Tia berdiri dan mengambil kotak obat.Brian pun duduk di sudut ranjang saat Tia mengoleskan obat di lukanya.Brian masih menatap istrinya itu dengan tajam namun ada rasa syukur karena istrinya itu masih peduli dengan nya.
"Apa ini sangat sakit"Tia menekan sedikit luka itu dan Brian pun menangkap tangan nya kemudian menuntunnya meletakkan tangan Tia pada dada bidang Brian.
__ADS_1
"Di sini sangat sakit,ketika melihat istriku menangis dan mengabaikanku"mata mereka saling beradu.
Deg
"Percayalah padaku,aku menikah dengan wanita itu karena dia menjebakku dan masalah anak bagaimana mungkin aku memiliki anak dari nya,sementara aku sendiri tidak ingat apa aku pernah menyentuhnya atau tidak,aku mohon jangan pergi meninggalkan aku sendiri di rumah ini!Aku janji akan menyelesaikan nya secepatnya.Bertahan lah demi cinta kita,aku mohon".Brian masih menggemgam tangan Tia di dadanya.
"Bagaimana seorang anak bisa lahir kedunia ini tanpa seorang pria,Siska memiliki seorang anak perempuan,apa kau tahu itu"dengan pelan Tia mengucapkan nya hatinya kembali sakit saat mengingat itu lagi.
"Selama ini aku tidak tahu jika Siska memiliki anak,dan dia tidak pernah memberitahuku,aku menikah dengan nya masih dua tahun,aku sama sekali tidak pernah melihatnya hamil saat masih tinggal bersama di Jerman.Sayang kenapa kamu mengenal Siska,apa kalian berteman."Brian masih berusaha menyakinkan Tia dan bertanya bagaimana istrinya itu bisa mengenal Siska.
"Kalian masih dua tahun menikah,tapi mengapa anak nya sudah berumur lima tahun"Brian terkejut dengan apa yang di katakan istrinya itu.
"Aku mengenal Siska karena mencari tahu siapa orang tuanya Bela.Siska meninggalkan Bela dengan nenek nya namun setelah neneknya meninggal,Bela di titipkan di Panti Asuhan".Ucap Tia.
__ADS_1
"Bela anak nya Siska?Astaga....Wanita itu sudah keterlaluan.Aku akan memberinya pelajaran,sayang aku mohon percayalah padaku,aku akan menyelesaikan semuanya secepatnya"Brian marah saat mengetahui jika Bela adalah anak nya Siska namun dengan sengaja Brian mengecup bibir Tia dan menyesapnya membuat Tia langsung mendorongnya.
"Brian aku juga masih marah padamu jadi keluarlah sekarang,aku juga sudah memberitahumu segala nya"Tia berdiri dan menyimpan obat ke dalam laci.
"Sayang kau mengusirku?Sudah jelas jika aku tidak punya anak darinya tapi kenapa masih marah padaku,seharusnya aku yang marah?"Brian tidak terima dengan apa yang di katakan istinya itu.
"Pokoknya marah yah tetap marah,aku masih kesal"Tia memilih berbaring sambil menarik selimut.
"Hei...mana bisa begitu,ini bagaimana siapa yang akan mengobatinya?"tanya Brian seraya menunjuk luka di wajah nya.
"Obati sendiri,itu di laci obatnya"Tia pun memilih tidur dan tidak mempedulikan Brian yang bicara sendiri sambil mengobati lukanya.
"Awas kau Reno,aku akan membalas pukulan mu ini.Sakit sekali...."umpat Brian.Kemudian Brian tersenyum melihat istri nya sudah tertidur dan Brian pun menghampirinya ikut berbaring di samping istrinya itu.
__ADS_1
"Maafkan aku sudah membuatmu menangis"ucap Brian sambari mengecup kening Tia kemudian ikut tertidur.