Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 127


__ADS_3

"Bagaimana ini kak"bisik Gracia.


"Kamu"tunjuk Gilang pada Sita yang berdiri di samping Tia.


"Iya,kamu"tunjuknya lagi saat Sita melihatnya dan mengangkat jari telunjuknya ke arahnya sendiri.


"Kemari,kamu duduk di sini gantikan putriku!"ucap Gilang sambil menunjuk kemana Sita harus duduk.


Semua yang hadir langsung mengeluarkan argumennya masing-masing.


"Terima kasih Tuhan.Akhirnya putriku terbebas dari semua ini!"gumam Gina seraya menghapus air mata dari sudut matanya.


"Apa mempelai wanitanya di ganti?"


"Kasihan sekali putrinya Gina"


"Siapa yang akan mau menikahi wanita yang duduk di kursi roda itu?"


"Jadi mempelainya wanita hamil itu?"


"Sungguh anak zaman sekarang sungguh terlalu,hamil duluan baru nikah"


"Jika wanita hamil itu tidak datang tepat waktu,ntah bagaimana lah nasibnya kelak"


"Mulianya hatimu Gilang membiarkan pria itu menikah dengan wanita lain"


Berbagai argumen di dalam hati para hadirin yang datang namun tidak ada yang berani membuka suara.


"Kak,tolong menikahlah dengannya hanya ini cara agar aku bisa terbebas dari papa"ucap Gracia dan Kevin juga memang tidak tahu jika semua ini masuk dalam rencana mereka.


"Cia,duduklah di belakang kakak jangan tinggalkan tempat ini sebelum kakak menyuruhmu"ucap Kevin yang tak ingin Gilang akan menyakitinya.Sita berjalan pelan menghampiri Cia dan Kevin sambil meremas tangannya karena gugup.Kevin menatap Sita kemudian mengalihkan pandangannya pada Cia agar ia pindah duduk ke belakangnya.Sita mendaratkan pantatnya di samping Kevin sambil tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Pak penghulu mulai lah"ucap Gilang.


"Tunggu,apa aku tidak bisa berdandan walau hanya mengganti bajuku ini"tanya Sita sambil menunjuk baju daster yang di pakainya.


"Tidak ada waktu untuk berdandan duduklah dengan baik"ucap Kevin namun dari belakang Gina langsung melebarkan sebuah kain putih untuk menutupi kepala mereka berdua.


"Begini lebih baik"ucap Kevin.


"Mana ada seorang wanita menikah pakai daster?"gerutu Sita pelan pada Kevin namun Kevin hanya tersenyum.


"Saya terima nikah dan kawinnya Sita binti Pohan dengan seperangkat alat solat du bayar tunai"ucap Kevin dengan lantang.


"Sah"tanya penghulu.


"Sah"jawab semua serentak.Akhirnya pernikahan ini berlangsung dengan lancar.


"Sita cium tangan suamimu"ucap Tia pelan karena melihat Sita diam tidak melakukan apapun saat Kevin mengulurkan tangannya.


Sebelumnya ketika Gilang dan Brian sedang berbicara berdua mereka mengadakan kesepakatan namun sama-sama menguntungkan.


"Tuan Gilang,jika anda bermurah hati sedikit saja untuk saat ini maka perusahaan anda akan saya jamin aman untuk beberapa bulan ke depan"ucap Brian dengan serius.


"Anda harus berjanji tuan jika anak itu sudah lahir ke dunia,aku akan menyuruh Kevin keponakanku itu untuk menceraikan wanita itu,dan anda tidak boleh ikut campur lagi dalam masalah itu"Gilang masih belum yakin akan keputusannya sebelum mendengar Brian mengatakan tidak lagi ikut campur dalam masalahnya.


"Dan satu lagi,besok berkas permohonanku padamu waktu itu sudah di tanganku?Aku juga tidak ingin di rugikan dengan masalah ini"ucap Gilang lagi.


"Datanglah besok ke kantorku,kita akan membahasnya di sana"ucap Brian dengan tenang.


"Terima kasih untuk kerja sama ini"Gilang mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Brian.Mereka terlihat bersalaman pertanda jika kesepakatan mereka sudah berhasil.


Setelah pernikahaan itu selesai semua para undangan juga sudah pulang.Kevin pamit pada Gina juga Gracia namun tidak memperdulikan Gilang.

__ADS_1


Tia dan Brian masuk ke dalam mobil mereka bersama Roni yang sejak tadi enggan untuk masuk ia hanya menunggu di dalam mobil.


Kevin mengajak Sita masuk ke dalam mobilnya dan di perjalanan Sita membuka buntalan yang membuatnya risih selama di rumah Gilang tadi.


"Kevin,pelankan sedikit mobilnya aku tidak bisa fokus membuka ini"ucap Sita tanpa mempedulikan Kevin di sampingnya.Sita mengangkat bajunya ke atas dan membuka satu persatu kain yang melilit perutnya.


"Pantas terasa sesak sekali ternyata ada begitu banyak kain yang di lilitkan di perutku,dasar Tia kurang kerjaan"omel Sita namun masih fokus membuka kain itu.Kevin hanya diam namun sesekali melirik ke arah Sita yang menunduk membuka kain di peruthya.


"Kevin,tolong buka ikatannya di belakang"pinta Sita sambil membalikkan badannya.


"Hah,kenapa harus aku lagian aku sedang menyetir"ucap Kevin dengan gugup.


"Kalau bukan kamu siapa lagi?Hentikan mobilnya sebentar"protes Sita.Kevin menghentikan mobilnya setelah di rasa cukup aman.


"Yang mana harus ku buka"tanya Kevin begitu melihat punggung Sita.


"Yang ada ikatannya tu ada dua"seru Sita dengan santainya.


"Kalau kamu mau hamil begini kenapa tidak bilang dari dulu,gak usah pakai sandiwara begini,kan jadi ribet"ucap Kevin pelan namun masih bisa di dengar oleh Sita.


"Kamu pikir aku wanita apaan hah"suara Sita terdengar meninggi.


"Emang aku bilang apa"ucap Kevin membuat Sita langsung membalikkan badannya.


"Sudah di tolongi bukannya berterima kasih kamu"Sita mendaratkan cubitannya di perut Kevin dengan bertubi-tubi.


"Hei,hentikan sakit Sita"seru Kevin yang tidak tahan merasakan cubitan panas dari Sita.


"Menyebalkan,lihatlah nanti malam aku akan membalasmu"ucap kevin kemudian menyalakan mobilnya kembali.


"Kita pulang ke apartmentku sekarang"ucap Kevin kembali ke mode datarnya seperti semula.

__ADS_1


__ADS_2