
Di gedung sebuah apartment tampak seorang wanita tampak baru terbangun dari tidur nya.Siska sudah mendapat sebuah apartment tidak jauh dari Alexander grup.Hari ini Siska berencana akan menemui Brian di Kantor nya."Brian...Brian aku akan datang!Lihat kau akan mendapat sebuah kejutan yang sangat indah"gumam Siska memandangi penampilan nya di cermin besar agar terlihat sempurna.Sebuah gaun pendek berwarna navi senada dengan sepatu hak tinggi juga sebuah tas tangan bermerek membuat nya semakin sempurna.Siska turun dari apartment nya dan sudah di tunggu oleh sebuah taxi yang sudah di pesan nya terlebih dahulu.Dan taxi pun melaju dengan cepat hanya beberapa menit saja taxi pun berhenti di sebuah gedung yang menjulang tinggi.Siska turun dan membayar taxi nya lalu berjalan ke arah gedung tinggi yang bertuliskan Alexander grup.Siska berjalan santai sesuai dengan profesi nya sebagai seorang model,membuat semua karyawan yang masih berada di lantai bawah melihat nya dengan kagum.
"Permisi,saya mau bertemu Brian"ucap Siska.
"Sudah buat janji buk"tanya seorang resepsionis,membuat Siska melihat penampilan nya sendiri tak percaya.
"Hei kamu buta ya,udah cantik begini di panggil ibuk"bentak Siska.
"Maaf buk,eh mbak"jawab resepsionis itu menunduk.
"Panggil saya nyonya!Enak saja kamu manggil ibu,mbak,sejak kapan saya jadi mbak kamu"Siska tampak kesal.
"Baik lah nyonya,apa nyonya sudah buat janji?"tanya resepsionis itu lagi.
"Saya tidak perlu buat janji,bilang aja Siska Kusuma ingin bertemu"jawab Siska.
__ADS_1
"Maaf nyonya harus buat janji terlebih dahulu dan kebetulan pak Brian tidak ada"jawab resepsionis itu.
"Kamu jangan bohongi saya"ucap Siska semakin kesal.
"Maaf nyonya saya tidak berani membohongi anda"ucap nya lagi.
"Awas kamu,saya tandai wajah kamu"ucap Siska lalu pergi.Siska tidak bisa percaya begitu saja,dia memilih mengawasi dari tempat lain.
"Berengsek kamu Brian,sampai pegal bokong ku yang indah ini duduk seharian hanya nungguin kamu"gumam Siska lalu pulang ke apartment nya karena hari sudah sore.
Di malam hari di panti asuhan,tampak bu Retno dan Siti sedang terjaga dalam tidur nya,mereka menemani Bela yang demam lagi.
"Ada apa sayang,mimpi lagi"ucap bu Retno.
"Mommy pergi nek,mommy Tia kemana,ayo telpon mommy Tia nek"renggek Bela.
__ADS_1
"Sayang ini udah tengah malam,besok saja kita telpon mommy Tia ya"bujuk bu retno.
"Nek,sebentar saja,Bela janji hanya memastikan mommy Tia baik baik saja,cuma sebentar nek"Bela mengatup kan ke dua tangan nya untuk memohon lalu bu Retno meraba kepala Bela yang masih terasa demam nya belum juga turun.
"Baik lah nak,ini bicara lah pada mommy Tia"ucap bu Retno memberikan ponsel nya yang sudah terhubung karena Tia juga harus tau jika Bela sakit.
Bunyi dering di ponsel Tia terdengar dari tempat ponsel itu di letakkan membuat Tia menggeliat dari tidur nya dan berusaha melepaskan pelukan posesif Brian namun Brian menggeleng dan menahan nya.
"Brian aku angkat dulu ya dari tadi ponsel ku berdering"ucap Tia namun Brian tak bergeming.
"Sayang,sebentar saja"suara Tia terdengar seksi di pendengaran Brian.
"Tidur lah,siapa yang berani mengganggu tidur ku"ucap Brian membuka mata nya dan menatap istri nya itu.
"Aku yang angkat"ucap Brian lagi sambil meraba nakas dan mengambil benda pipih itu.
__ADS_1
"Hallo"jawab Brian.
"Mommy Tia ada"tanya Bela mendengar suara anak kecil sontak membuat Brian terduduk.