
Sebuah mobil tampak masuk di pekarangan rumah milik Brian dan tampak Roni keluar sembari menggendong Tika masuk ke dalam rumah.
"Kak Roni bawa dia ke mari"ucap Tia seraya membuka pintu kamar untuk Tika dan membaringkannya di ranjang.
"Apa Sefi sudah pulang"tanya Roni sembari keluar dari kamar Tika.
"Tadi Sefi ikut dengan mu,mengapa tanya aku kak,mana aku tahu dimana Sefi"ucap Brian menggandeng tangan istrinya itu kemudian meninggalkan Roni dengan segala kebingungannya.Berulang kali Roni menghubungi Sefi namun tidak kunjung di angkat.Roni semakin gelisah saat membaca pesan dari Sefi lagi.
"Aku lagi di rumah teman,jangan mencariku"setelah membaca pesan itu Roni berinisiatif menghubungi Reno untuk menayakan dimana rumah teman Sefi.Senyum Roni tampak mengembang saat mengetahui bahwa Sefi ada dirumah Reno.Reno yang memang tidak tahu apa yang terjadi dengan mudahnya memberitahukan keberadaan adiknya itu.
__ADS_1
"Gadis nakal,aku akan memberimu pelajaran!Beraninya kau meninggalkan aku tanpa berkata apapun"ucap Roni sambil melajukan mobilnya menuju rumah Reno.
"Kak Reno malam ini Sefi nginap di sini yah"ucap Sefi setelah berada di rumah kakaknya Reno.Sefi pergi ke rumah Reno untuk menghindari Roni,wajah Sefi tampak murung membuat Reno khawatir dengan adiknya itu.
"Menginaplah di sini kapan pun kamu mau,kakak gak akan keberatan,tapi kakak akan keluar karena besok kakak ada pekerjaan di luar kota,kamu sama si mbok Yuyun saja di rumah yah"ucap Reno yang mengerti perasaan adiknya sekarang,mungkin Sefi sedang patah hati itulah yang di pikirkan Reno.Karena Reno mengijinkan adiknya pacaran asalkan bisa menjaga diri.Reno pamit pada Sefi dan meninggalkan Sefi bersama si mbok Yuyun.
Setelah Reno pergi,Sefi memilih masuk ke dalam kamar untuk istirahat dan tanpa di duga mobil Roni sudah sampai di depan rumah Reno.Roni masuk ke rumah Reno setelah di ijinkan oleh mbok Yuyun.Dengan berlahan Roni membuka pintu kamar Sefi dan melihat gadis itu sedang berbaring tanpa selimut sehingga memperlihatkan pahanya yang putih karena Sefi hanya memakai baju kaus dan celana pendeknya tadi tanpa mengganti dengan baju tidur.Roni naik ke atas ranjang dimana Sefi berbaring sambil mendengarkan musik di ponselnya dengan mata yang terpejam.Merasa tidurnya terusik,Sefi membuka matanya dan lansung terduduk karena terkejut saat melihat Roni sudah berada di sampingnya.
"Menemanimu tidur"ucap Roni dengan santai sambil membaringkan tubuhnya dan melipat ke dua tangannya sebagai bantalnya di kepala.
__ADS_1
"Kak keluarlah,nanti kak Reno melihatnya"ucap Sefi takut jika kakaknya akan kembali,padahal di tahu jika Reno tidak pulang.
"Apa yang kamu rasakan saat melihat aku mengendong wanita lain"tanya Roni menatap Sefi tajam.
"Biasa saja,emang ada apa?"Tanya Sefi pura-pura tidak tahu.
"Sampai kapan kamu akan mengakuinya"ucap Roni lagi.
"Mengakui apa sih kak!Kak Roni semakin aneh"ucap Sefi dan tanpa di duga Roni bangkit dan langsung mengukungnya di bawah tubuh Roni.Kemudian dengan cepat Roni melahap bibir mungil itu dengan sangat dalam.Sefi hampir kehabisan nafas saat Roni melahapnya begitu lama dan dalam tanpa membiarkan Sefi bergerak sedikit pun karena Roni sudah menindihnya layaknya penyatuan namun masih memakai baju yang lengkap."Kak"panggil Sefi setelah Roni melepas ciuman panasnya."Yah..Apa masih belum mengakuinya lagi"ucap Roni menatap mata Sefi dengan menuntut lebih.
__ADS_1
"Aku menginginkanmu,Sefi"ucap Roni sambil melahap bibir Sefi dengan buas.Tangan Roni tidak tinggal diam menyusuri perut rata Sefi naik turun hingga menemukan sesuatu yang lembut dan menggemgamnya dengan lembut membuat Sefi mengeluarkan suara yang membuat hasrat lelaki Roni bertambah.
Apakah mereka akan melakukannya?