Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 38


__ADS_3

Dering ponsel di dalam saku belakang Brian membuat nya melepaskan pelukan nya namun masih berdiri di samping istri nya dan mengangkat panggilan dari mama nya.


"Iya,ma"jawab Brian.


"Datang lah kemari nak!Ada yang perlu kita bicarakan"ucap Widia.


"Baik ma,kami akan datang"jawab Brian dan mengakhiri panggilan mamanya.


"Sayang ayo,kita ke rumah sakit"ucap Brian mengajak istri nya.


"Apa kakek baik-baik saja"tanya Tia.


"Aku tidak tahu,tapi kita di suruh ke sana pasti ada sesuatu yang penting."jawab Brian.Mereka pun pergi ke rumah sakit dengan di antar supir pribadi papa nya karena Roni belum kembali setelah mengantar Reno ke rumah sakit.


"Sayang,kakek meminta kita tinggal di sini dalam beberapa hari ini"ucap Brian begitu mobil mereka melaju,Brian juga berharap pada istri nya itu agar mau mengambil keputusan."Bagaimana menurut mu"tanya Brian lagi.


"Kita bawa saja kakek tinggal dengan kita,bukan aku tidak mau tinggal di sini,tapi kita sama-sama memiliki tanggung jawab pada pekerjaan"ucap Tia menatap Brian.Namun sayang nya Brian diam saja.Brian hanya menatap istri nya itu.


"Hei,dengar tidak?"ucap Tia lembut dengan melambai kan tangan nya tepat di beberapa senti dari wajah Brian.


"Hmmm iya,aku dengar"ucap Brian langsung sadar dari lamunan nya dan menatap sopir nya ke depan.


"Seandainya bukan ke rumah sakit untuk melihat kakek mungkin aku bisa menyuruh nya putar balik ke rumah saja,aku ingin melahap istri ku lagi"gumam Brian.


"Brian"panggil Tia.


"Tidak bisa kah memanggil ku sayang!"ucap Brian.


"Hah"Tia melongo.


"Iya,panggil aku sayang!Mulai sekarang,dimana pun itu"pinta Brian berharap istri nya itu agar terbiasa memanggil sayang setiap hari pada nya.


"Hmm..Baik lah,sayang!"ucap Tia merasa canggung.


"malu banget aku,ada pak sopir yang dengar"gumam Tia.

__ADS_1


"Panggil yang benar"ucap Brian lagi.


"Sayang"panggil Tia lagi dengan pelan.


"Iya,ada apa"tanya Brian dia tahu istri nya itu ingin mengatakan sesuatu sejak tadi.


"Tadi aku menendang perut Reno"ucap Tia serius,pasalnya Tia sudah memikir kan sejak tadi bagaimana menceritakan semua nya dengan Brian dengan sejujur nya,dia tidak ingin ada rahasia apapun dengan suami nya.


"Hah"gantian Brian yang melongo.Dan sesaat kemudian bertanya lagi memastikan apa yang di dengar nya.


"Menendang perut Reno,kenapa?"tanya Brian mengerut kan kening nya.


"Karena kesal"ucap Tia.


"Apa dia mengganggu mu?sayang,kau tahu Reno sekarang ada di rumah sakit juga "ucap Brian.


"Iya,tentu di rumah sakit,kan dia melihat kakek"ucap Tia namun Brian menggeleng kan kepala nya.


"Kita akan tahu nanti kondisi nya bagaimana,tadi begitu kami pulang,kami melihat Reno duduk sendiri sambil menahan perut nya yang kesakitan dan kak Roni langsung membawa nya ke rumah sakit"ucap Brian.


"Ma"panggil Brian ketika masuk ke ruangan kakek nya.Tampak Widia sedang duduk di samping kakek Brian yang berbaring dan Wanda Alexander sedang bicara dengan seseorang di ponsel nya.


"Kalian sudah datang?maaf ya,sudah mengganggu istirahat kalian"ucap Widia menggeser tempat duduk nya agar Brian bisa duduk sedang kan Tia memilih berdiri saja.


"Ada apa ma?"tanya Brian melihat wajah wanita yang di sayangi nya itu tampak cemas.


"Begini Brian,kakek ingin saat-saat terakhir nya ada kalian di sisi nya,tinggal lah bersama di sini sampai saat itu tiba"Wanda mengatakan nya setelah selesai bicara di ponsel nya dan kembali duduk bersama istri nya.Brian melihat Tia dengan tatapan memohon.Tia yang


Brian bicara dengan tatapan nya langsung mengangguk kan kepala nya.


"Baik lah pah!Kami akan tinggal di sini"ucap Brian menggemgam tangan mama nya.


"Di mana tante dan lain nya"tanya Brian.


"Tante sama om mu pergi melihat kondisi Reno"ucap Widia.

__ADS_1


"Apa separah itu"gumam Tia gugup.


"Sebaiknya kalian lihat Reno dulu di ruang sebelah"ucap Widia lagi.


"Baik lah ma,kami lihat Reno dulu ya"pamit Brian pada mama nya.Dan mengajak Tia melihat sepupu nya itu.


"Brian"panggil Tia setelah keluar dari ruangan kakek Brian.


"Kamu lupa"tanya Brian menoleh ke samping dimana Tia sedang menarik tangan nya.


"Eh..Sayang..Aku gak usah ikut,aku temani kakek saja ya"ucap Tia karena Tia malas bertemu dengan sepupu suami nya itu.


"Ada mama yang temani kakek,kita hanya sebentar saja"ucap Brian.Akhirnya Tia pun nurut saja,mengikuti langkah Brian dari belakang begitu sampai di depan pintu ruangan Reno.Brian membuka nya dan menyapa tante Lina dan om Jodi nya sambil menarik tangan Tia.Senyum Reno mengembang begitu melihat Tia.


"Bagaimana apa perut mu masih sakit?"tanya Brian menghampiri sepupu nya itu.Namun Reno hanya diam menatap wajah cantik wanita di depan nya.


"Jahitan nya sedikit terbuka dan mengeluarkan darah tapi dokter bilang tidak apa-apa asalkan dia tidak lasak seperti anak kecil"ucap Jodi menjelaskan kondisi anak nya pada Brian.


"Jahitan?"tanya Tia yang tak mengerti maksud pembicaraan Brian dan om nya.


"Iya nak Tia,Reno baru operasi usus buntu masih dalam tahap pemulihan"ucap Jodi.


"Ooh"ucap Tia mengangguk kan kepala nya dan menatap Reno mata mereka bertemu saat Reno juga menatap nya dengan tersenyum.Tia yang merasa risih karena Reno terus menatap nya memilih berjalan ke sofa.


"Sial dia semakin cantik sekali"umpat Reno sambil menggelengkan kepala nya namun sesaat kemudian Reno berteriak.


"Aakkhh"teriak Reno pura pura kesakitan berharap Tia akan menghampiri nya namun sayang nya Tia memilih duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya.


"Ada apa,mana yang sakit"ucap mama nya panik begitu juga dengan yang ada di ruangan itu.


"Tidak apa-apa ma,cuma sedikit nyeri"ucap Reno sedikit kesal karena wanita yang di harap kan tidak peduli sama sekali.


"Makanya hati-hati kalau bergerak"omel mama nya.


"Sayang"panggil Brian pada istri nya membuat Tia menoleh.

__ADS_1


"Ambil kan air minum untuk Reno"ucap Brian membuat Reno kembali tersenyum,Tia yang melihat Reno tersenyum itu semakin kesal.


__ADS_2