Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 128


__ADS_3

"Kevin"panggil Sita sambil berlari mengikuti langkah Kevin.Kevin semakin mempercepat langkahnya.


"Kevin,huh..huh..huh.Mengapa satu hari ini aku selalu berlari.Napasku sesak sekali,bagaimana jika aku mati di tempat karena sesak napas?"ucap Sita berbata sambil menepuk-nepuk dadanya begitu ia berhasil mengejar Kevin masuk ke dalam liff.Kevin hanya melihatnya dengan wajah datarnya karena Sita langsung duduk di lantai beruntung hanya mereka berdua di dalam liff itu sehingga dengan bebasnya Sita duduk dengan kaki di luruskan.


"Kevin,mengapa kau membawaku kemari.Sandiwara kita sudah selesai,jadi antarkan saja aku pulang,aku sudah tidak betah dengan bajuku ini,gerah!aku mau mandi?"gerutu Sita sambil mendongkakkan wajahnya ke atas namun Kevin masih dalam mode datarnya.


"Kevinnn"panggil Sita lagi karena lagi-lagi Kevin meninggalkannya si dalam liff itu setelah terbuka.


"Menyebalkan,awas kamu yah"teriak Sita seraya melempar Kevin dengan sendal jepitnya.Karena sendal jepit itu mengenai tepat di kepala Kevin seketika ia membalikkan badannya berhenti sesaat sambil mengusap kepalanya.


"Sitaaaa"teriak Kevin dengan geram.


"Hehehe,maaf ! Dasar sendal nakal,kenapa kamu bisa terbang sendiri"ucap Sita sambil nyengir kuda menampakkan gigi putihnya seraya memungut sendalnya.


"Apartment kamu nomer berapa"tanya Sita tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Kevin berjalan melewati Sita sambil mengusap kepalanya dan menekan tombol pintu apartmentnya,mata Sita mengikuti arah tangan Kevin saat menekan tombol itu.Dan betapa terkejutnya Sita saat melihat Kevin menekan tombol itu yang sesuai dengan tanggal lahirnya lengkap juga tahun dan bulan kelahirannya.Untuk sesaat Sita terdiam tanpa mengeluarkan kata sedikitpun.Kevin melangkah masuk ke dalam apartmentnya dan menyuruh Revi untuk menyapa Sita yang ia tinggal di depan pintu.


"Ada apa dengan ku,apa aku hanya terbawa perasaan saja?"gumam Sita.

__ADS_1


"Kenapa masih di situ,kakak ipar masuklah"ucap Revi yang mampu mengejutkan Sita.


"Kakak ipar?apa dia adiknya Kevin?"gumam Sita lagi saat melihat Revi berdiri di depannya.


"Hah,i-iya,aku akan masuk"ucap Sita berbata karena gugup.Sita masuk mengikuti Revi yang berjalan di depannya.


"Aku Revi kak,dan dia adik ku Dea"ucap Revi memperkenalkan dirinya sambil berjalan menuju sofa dimana di situ ada seorang wanita yang sedang duduk menatapnya dengan teduh.


"Kami tiga bersaudara,kak Kevin adalah kakak tertua kami,dan aku sendiri anak kedua dan yang paling bungsu dia"ucap Revi sambil menunjuk Dea.


Sita yang memang tidak tahu apa pun mengenai Kevin lantas langsung bertanya.


"Papa sudah lama meninggal,dan mama sekarang masih di rumah sakit"jawab Revi dengan pelan juga.Tia memang tidak menceritakan secara detail pada Sita saat ia menyuruh Sita untuk melakukan rencana mereka oleh karena itu Sita tidak tahu apapun tentang kehidupan Kevin selama ini.Ia hanya tahu satu hal bahwa ia sangat mencintai Kevin pria dingin itu.


"Maaf,aku tidak bermaksud membuat kalian bersedih"ucap Sita dengan perasaan tidak enak.


"Revi,Dea"panggil Kevin dari pintu kamarnya.


"Iya kak"jawab Revi dan Dea serentak.

__ADS_1


"Apa kalian sudah membawa barang kalian semua dari rumah Tia?"tanya Kevin sambil mengalihkan pandangannya dari Sita.


"Sudah kak,kami sudah menyusunnya di kamar sebelah"jawab Dea.


"Ya sudah kalau begitu,kakak mandi dulu setelah itu kita makan bersama"ucap Kevin pada adiknya.


"Sita kamu mau berdiri di situ terus!"ucap Kevin sebelum menutup pintunya.


"Hah,apa aku boleh masuk ke kamarmu"tanya Sita dengan bodohnya sambil berjalan dengan ragu menuju kamar Kevin.Kevin terdengar mengumpat saat mendengar ucapan Sita.


"Kakak ipar,baju gantinya sudah Revi siapkan tadi di kamar kak Kevin"seru Revi saat Sita ingin membuka pintu kamar itu.


"Terima kasih Revi"ucap Sita sambil menoleh ke arah kedua adik iparnya.


Sita masuk ke dalam kamar Kevin yang memang tidak terlalu luas dan mengabsen seluruh ruangan itu hanya ada satu tempat tidur yang ukurannya tidak terlalu besar,di sampingnya ada sofa dan meja kecil dan di ujung dekat jendela balkon ada dua lemari selebihnya hanya ada bingkai foto yang menempel di dindin.Cukup lama ia berdiri memandangi foto itu dan tanpa di sadari Kevin melewatinya dengan sebuah handuk yang melilit di pinggangnya.


"Sita pergilah mandi,setelah itu buatkan makan malam untuk kita semua"ucap Kevin sambil membuka lemari dan mengambil pakaiannya.


"Bagaimana ini,apa dia menyuruhku masak?"gumam Sita sambil berjalan menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Aku tidak bisa masak,Sita tenang lah berpikir"gumam Sita lagi sambil tersenyum senang karena ia sudah memikirkan sesuatu.


__ADS_2