Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 113


__ADS_3

"Ambil ini"Brian memberi sebuah berkas di tangannya dan meletakkan di meja tepat di depan Siska.Begitu Siska masuk ke ruangan kerja itu tampak Brian sudah duduk di kursinya sambil memegang berkas yang berwarna putih itu.


"Apa ini"Siska belum mengambilnya namun ia sudah dapat menepak berkas apa itu.


"Surat cerai,tanda tanganilah secepatnya"ucap Brian sembari memberikan satu berkas lagi untuk Siska.


"Apa lagi ini"tanya Siska menatap Brian penuh selidik.


"Jangan mencurigaiku,buka saja"ucap Brian.Siska membuka berkas itu kemudian menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang ia baca.Ada rasa haru di hatinya mengingat bahwa selama ini ia tidak pernah berbuat baik pada Brian.Siska selalu memaksa Brian bahkan mengancamnya bisa di bilang jika Siska tidak pernah sekalipun berbuat baik padanya.


"Brian,apa kamu serius dengan ini?Apa aku hanya mimpi?Ternyata kamu sangat baik"ucap Siska tak percaya.Walaupun Brian menganggap pemberiannya itu sebagai kompensasi atas pembagian hak Siska selama menjadi istrinya namun Siska merasa terkejut tidak percaya bahwa ia mendapat hadiah atas perceraiannya.Siska tidak pernah berpikir ingin meminta haknya atas pernikahannya dengan Brian karena tidak di masukkannya saja dia di penjara atas tindakannya sudah menipu Brian ia sudah bersyukur.Tersenyum senang dan beranjak menghampiri kursi Brian ingin memeluknya namun dengan cepat Brian menghentikan niat Siska.


"Apa aku tidak boleh memelukmu?Aku hanya ingin berterima kasih padamu"ucap Siska menghentikan langkahnya.


"Jika kamu ingin berterima kasih padaku,lakukanlah hal yang baik pada hidupmu dan berubahlah menjadi diri sendiri,Siska yang tidak hanya memikirkan diri sendiri"ucap Brian dan Siska langsung menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Sekarang keluarlah,aku masih banyak urusan"ucap Brian menyuruh Siska meninggalkannya sendiri di ruang kerja itu.Setelah Siska menanda tangani berkas perceraiannya dengan Brian,Siska pun keluar dari ruangan itu seraya membawa berkas kepemilikan resort atas namanya di tangannya.Brian memberikan sebuah resort dan sebuah rumah besar untuk Siska sebagai hadiah perceraian mereka,karena Brian menganggap jika mereka bercerai tidak ada lagi permasalahan di kemudian hari dan Siska bisa melanjutkan hidupnya dengan seorang yang dia cintai.


Brukkk


Suara seseorang terjatuh saat Siska berjalan tanpa melihat ada orang di depannya.


"Aaahh,sakit tante,kenapa tante gak lihat kalau Bela sedang berjalan"ucap Bela menahan sakit di kakinya.


"Ma-af.Aku tidak melihatmu,apa ada yang sakit"ucap Siska gugup dan terkejut.Siska mengulurkan tangannya dan membantu Bela berdiri.


"Kamu mau kemana,kamar kamu di bawah bukan?"tanya Siska masih berdiri di tempatnya.


"Kamar mommy,Bela gak bisa tidur"ucap Bela pelan.


"Kamarku juga di bawah,mengapa kamu mencariku?kamar ku di atas"ucap Siska tanpa sadar membuat Bela bingung.

__ADS_1


"Tante,Bela mau ke kamar mommy Tia,bukan ke kamar tante"ucap Bela mengeraskan suaranya.Siska tampak gugup dan kembali menatap Bela dengan tenang.


"Apa perlu ku antar,tante juga akan menemui mommy Tia mu"tampak Bela menganggukkan kepalanya setelah beberapa saat terdiam.Mereka berjalan menuju kamar Tia dan mengetuknya.


Tok.. Tok Tok.


"Mommy Tia,ini Bela bukain pintunya dong"teriak Bela dari luar.Pintu belum di buka meskipun sudah di ketuk berulang kali.


"Mommy pergi kemana?kenapa pintunya di kunci"tanya Bela menatap Siska mereka saling menatap kemudian mengedikkan bahunya pertanda sama-sama tidak tahu.


"Sedang apa di sini"tanya Brian begitu melihat ada Bela dan Siska di depan pintu kamarnya sedang berdiri.


"Bela mau tidur sama mommy Tia,tapi pintunya gak di buka"renggek Bela membuat Brian mengambil alih ingin membuka pintu kamarnya.


"Di kunci"ucap Brian pada akhirnya.

__ADS_1


__ADS_2