Cinta Ku Ada Padamu

Cinta Ku Ada Padamu
Episode 107


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Alexander tepatnya di kamar Siska.Keributan dan drama panjang terjadi lagi Tika berhasil masuk ke dalam kamar Siska dengan meminta kunci cadangan pada Uci.Siska sebenarnya tidak takut pada Tika jika hanya adu mulut saja,yang Siska takutkan bagaimana jika Tika nekat menghajarnya hingga melukai fisiknya.Dengan berusaha tenang Siska menjawab semua pertanyaan Tika yang terkenal bar-bar dan ember itu namun penuh dengan kewibawaan seorang wanita.Di balik sikap bar-bar nya Tika memiliki jiwa yang lembut dan baik hati.


"Apa kalian sudah pernah melakukan nya?"tanyaTika langsung tanpa segan karena dia tahu sifat pacarnya Dean.Tika menatap Siska dengan tajam sembari menggulung rambutnya dengan satu tangannya.Tika duduk di depan cermin seraya melihat pantulan dirinya di cermin.Dan Siska masih duduk di atas ranjangnya sembari menggemgam ponselnya karena jika suatu saat Tika menyerangnya dengan sekali tekan ponselnya akan terhubung dengan Tia.


"Tentu saja,apa kamu pikir kami pacaran cinta monyet,yang hanya pergi jalan terus hanya pegangan tangan doang"Siska dengan sombongnya mengakui perbuatannya.


"Pantas saja,ternyata kau begitu murahan.Aku yakin setelah dia bosan denganmu dia akan meninggalkanmu.Aku tahu kau hanya pelariannya saja,jadi kamu siapkan hatimu"ucap Tika tersenyum mengejek.


"Kau tahu,Dean sudah melamarku.Kau bisa lihat ini,bukan!jadi berhentilah mengganggu hubungan kami"Siska menunjuk cincin di jari manisnya sambil tersenyum.Tika tampak semakin panas saat melihat cincin di jari manis Siska.


Dengan cepat dia menghampiri Siska dan menarik tangan kiri nya.


"Mau apa kamu?Jangan mendekat,menjauhlah Tika.Lepskan tangan aku,menyingkirlah dari hadapanku?"ucap Siska yang mulai panik dan ingin menekan ponsel di tangannya,namun terhenti karena tanpa di duga Tika menangis sambil melihat cicin di tangan Siska.


"Huuaa..Hizk..Hizk.Kau tega sekali Dean.Kau benar-benar meninggalkan aku?Mengapa kau melakukan semua ini padaku?bergitu lama aku menunggumu,tapi apa yang kau lakukan ini sangat sakit.Huaaa..Pria berangsek"Tika menangis sambil mengomel meluapkan isi hatinya.Dengan memberanikan diri Siska menepuk pundak Tika dengan pelan.


"Menyingkirlah dari tanganku,tolong lepaskan tanganku."ucap Siska berusaha menarik tangannya.

__ADS_1


"Siska apa anunya besar,aku bahkan belum pernah melihatnya"ucapan Tika membuat Siska ingin tertawa namun tertahan karena melihat raut wajah serius dari Tika.


"Kau ini bicara apa?Sudahlah iklaskan saja dia untukku,kamu cantik masih bisa mencari pria yang lebih baik lagi dari Dean.Hubungan kami sudah sangat jauh dan sebentar lagi kami akan menikah"Siska benar-benar tidak tahu cara menenangkan hati seseorang malah semakin membuat Tika menangis.


"Huaa..Kalian tega sekali padaku.Apa salahku?"Tika semakin menangis.


"Tika lepaskan tanganku,lihatlah ingusmu bahkan sudah membanjiri tanganku"ucap Siska kesal saat sudah berhasil menarik tangannya dan dengan cepat Siska mengelap tangannya pada baju Tika.Namun Tika tidak protes dan tanpa di duga Siska,Tika langsung memeluknya.


"Aku titipkan dia,lanjutkan perjuanganku tuk nya.Bahagiakan dia,kau sayangi dia seperti ku menyayanginya"ucap Tika seraya memeluk Siska.Kali ini Siska tidak bisa menahan dirinya untuk tertawa.


"Apa kau sedang benyanyi.Viral,lagu itu sangat enak di dengar namun sangat menyakitkan!Maafkan aku!"ucap Siska di sela-sela tawanya.Dan menghapus air mata Tika dengan satu tangannya.


"Aku iklaskan dia..Tak pantas ku bersanding dengannya.Kan ku terima dengan lapang dada.Aku bukan jodohnya"balas Siska lagi membuat mereka sama-sama tertawa."Hahahahaha.."suara tawa mereka menggelegar di ruangan itu.


"Kau juga hapal lagu itu?"tanya Tika seraya menghapus air matanya.


"Aku sangat menyukainya,apa lagi dengan versi dangdutnya"ucap Siska.

__ADS_1


"Baiklah,aku akan mengiklaskan dia untukmu.Mari kita berteman"ucap Tika menatap Siska seraya mengulurkan tangannya.


"Berteman?Apa aku tidak salah dengar?"ucap Siska tak percaya.Karena selama ini tidak pernah seorangpun mengajaknya untuk berteman apalagi jika dia sudah menyakiti perasaan Tika.


"Iya.Berteman!Apa kau keberatan berteman denganku?tanya Tika.


"Aku sangat senang mendengarnya.Terima kasih sudah mau berteman denganku"ucap Siska senang dan langsung memeluk Tika dengan erat."Maafkan aku"ucap Siska pelan namun Tika masih bisa mendengarnya.


"Tidak apa-apa.Berbahagialah hidup dengannya.Pastikan kalian cepat menikah.


kalau tidak,aku pastikan akan merebut Dean kembali"ucap Tika sambil tertawa.


Terima kasih masih setia baca karya author receh ini,jarang update karena author kurang sehat.Tetap jaga kesehatan kalian...


"Berdamailah dengan keadaan apa pun itu baik suka maupun duka akan membuatmu semakin mensyukuri arti kehidupan ini".


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2